Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Pacaran halal


__ADS_3

Queen, Aditya, serta sang ayah baru saja menyelesaikan ritual makan mereka. Awalnya Aditya dan Boby berniat untuk membereskan bekas makanan mereka. Merasa tidak enak pada mertuanya, karena dari tadi tidak berbuat apa-apa, membuat Queen bangkit dari kursi dan berniat untuk membereskan bekas piring sisa makan suami dan ayah mertuanya.


"Biar aku saja Yah. Ayah duduk saja," mohon Queen yang menampilkan wajah penuh permohonan. Karena ia tahu kalau ayah mertuanya itu merasa tidak enak padanya, mengingat statusnya yang merupakan seorang nona muda.


"Tidak apa Nak, kamu beristirahat saja di dalam kamar. Bukankah kamu harus banyak beristirahat karena sedang hamil? Ayah tidak ingin kamu kecapekan," sahut Boby Syaputra untuk mencoba menghentikan menantunya yang sudah mulai membereskan piring-piring bekas makanannya.


Aditya yang tidak jadi membereskan meja makan, terlihat menyunggingkan senyumannya saat melihat bidadari surganya sudah berusaha untuk menjadi seorang istri sejati karena tidak hanya berpangku tangan saat berada di gubuknya. "Terima kasih Sayang. Nih ... aku kasih hadiah," ucap Aditya yang sudah mendaratkan bibirnya di pipi putih istrinya yang tengah berdiri di sampingnya.


"Iissh ... apa-apaan sih," ujar Queen yang sudah merona permukaan kulit wajahnya seraya mengusap bekas ciuman pria yang malah terkekeh saat ia merengut. Tentu saja ia merasa sangat malu di depan mertuanya saat suaminya menciumnya.


"Kalian teruskan saja, Ayah mau ke depan." Boby Syaputra ikut tersenyum karena merasakan kebahagiaan dari putranya yang terlihat sangat bahagia dengan pernikahannya.


"Ayah memang yang terbaik," jawab Aditya seraya mengangkat 2 jempolnya. Kemudian ia beralih menatap ke arah sang istri yang terlihat malu-malu. "Lihatlah wajahmu itu, Sayang."


Queen mengerutkan keningnya, "Kenapa dengan wajahku, My hubbiy?"


"Wajahmu sudah seperti kepiting rebus tuh, malu-malu kucing seperti ABG yang baru pertama kali jatuh cinta saja," goda Aditya yang sudah mendekat ke arah sang istri. Niatnya adalah ingin menciumnya lagi, tapi wajahnya ditahan oleh tangan Queen yang mendelik tajam ke arahnya.


"My hubbiy, hentikan! Dasar tidak tahu malu, ini bukan di kamar. Kamu sudah buat aku merasa sangat malu pada Ayah, jangan diulangi lagi. Kenapa sekarang kamu seperti seorang pria yang keganjenan saja." Queen masih menurunkan tangannya yang tadinya berada di wajah suaminya. Kemudian berjalan meninggalkan pria yang terlihat sangat kecewa karena tidak berhasil melakukan niatnya.

__ADS_1


Aditya refleks langsung mengikuti langkah wanita yang sudah berada di depan wastafel. "Karena aku tadi sangat gemas Sayang, karena itulah aku ingin menciummu."


Queen terlihat ragu-ragu untuk mencuci piring bekas makanan. Ia mengedarkan pandangannya ke area sekeliling wastafel dan mencari sesuatu.


Aditya mengerutkan keningnya, "Kamu sedang mencari apa, Sayang?"


"Itu, sarung tangan karet untuk digunakan saat mencuci piring. Aku biasanya memakai itu saat dulu berada di New York," terang Queen pada pria yang sudah memeluknya dari belakang seraya menaruh dagunya di atas pundaknya. "My hubbiy, apa-apaan sih. Lepasin ah! Malu sama Ayah," ucap Queen yang mencoba melepaskan tangan suaminya yang berada di perutnya.


"Tidak apa-apa, Ayah tidak akan kesini. Di sini di Jakarta Sayang, bukan di luar negeri. Jadi, aku tidak memakai sarung tangan seperti yang kamu bilang itu. Diamlah, biar aku saja yang mencuci piringnya. Aku tahu kamu pasti merasa jijik kan, Nona muda arogan?" Aditya semakin merapatkan jaraknya dengan cara semakin mendekatkan tubuhnya di belakang sang istri yang berada di depannya.


Ia menghela tubuh Queen agar semakin maju ke depan ke arah wastafel. Kemudian tangan panjangnya mulai membuka keran air dan mencuci piring bekas makanan dengan posisi yang sangat intim, karena tubuhnya menempel pada tubuh istrinya yang bisa diketahuinya bahwa istrinya sangat gugup saat berada sangat intim dengannya.


"My hubbiy, kamu sebenarnya bukan berniat untuk membantuku, tapi hanya ingin mencuri kesempatan bukan?"


Aditya yang sudah menyelesaikan kegiatannya mencuci piring, mengarahkan bibirnya ke dekat daun telinga istrinya yang sedang bersungut-sungut padanya. "Ini adalah salah satu cara untuk semakin membuat rumah tanggaku bahagia dan juga lebih romantis. Dengan tujuan menghindari perselingkuhan, karena yang selama ini terjadi dalam sebuah hubungan rumah tangga selalu terbalik."


Queen menoleh ke arah samping, "Terbalik yang bagaimana My hubbiy? Aku nggak ngerti," sahut Queen.


"Ayo, kita ke kamar. Nanti aku jelaskan, lagipula kamu harus banyak beristirahat." Aditya meraup tubuh sang istri ke atas lengan kokohnya dan menggendongnya ala bridal style.

__ADS_1


Queen seketika menjerit saat tubuhnya melayang ke atas ketika suaminya menggendongnya. "My hubbiy, jangan membuatku malu di depan Ayah."


"Ayah pasti sedang berada di teras depan untuk berbincang dengan para pengawal." Aditya berjalan masuk ke dalam kamarnya, kemudian merebahkan tubuh istrinya ke atas ranjang miliknya yang berukuran sedang.


Queen yang sudah berada di atas ranjang yang sangat tidak disukainya karena berbunyi berisik, membuatnya menatap ke arah pria yang sudah ikut berbaring di sampingnya dan menghadap ke arahnya dengan cara memiringkan tubuhnya.


"Seperti ini saja sudah membuat rumah tangga kita dijauhkan dari hal-hal buruk yang mengarah ke perselingkuhan, Sayang." Aditya mengarahkan tangannya untuk memeluk pinggang ramping Queen seraya tidak berkedip menatapnya. "Kebanyakan para pasangan kekasih sangat romantis saat berpacaran, tapi tragisnya sangat berbeda jauh setelah menikah."


"Apalagi setelah mempunyai anak, seolah keromantisan mereka musnah begitu saja. Itulah yang membuat rumah tangga menjadi hambar dan salah satu pasangan memilih untuk berselingkuh dengan alasan tidak puas dengan pasangannya yang sudah berubah. Jadi, kalau bisa kita harus tetap romantis dan tidak berubah meski sudah berumah tangga lama atau pun setelah mempunyai seorang anak."


"Ternyata pacaran halal itu sangat indah, ya Sayang. Akan tetapi, kenyataannya anak-anak zaman sekarang malah tersesat dengan pacaran bebas yang malah merusak masa depan mereka."


Queen memeluk erat tubuh kekar pria yang membuatnya merasa sangat terharu dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya. "Iya My hubbiy, ternyata pacaran halal itu lebih indah. Alhamdulillah aku bisa merasakannya dan memiliki sosok suami yang sangat baik sepertimu. My hubbiy, aku sangat mencintaimu."


"Kalau begitu, buktikan rasa cintamu padaku sekarang," goda Aditya yang sudah mengarahkan tangannya untuk memegang dagu istrinya seraya menatapnya dengan intens.


Queen yang merasa sangat malu, langsung menggelengkan kepalanya begitu mengerti keinginan dari suaminya yang meminta haknya. "Besok saja saat di Mansion, My hubbiy."


"Kelamaan," ucap Aditya yang langsung mengarahkan bibirnya untuk meraup bibir tipis merah jambu milik istrinya.

__ADS_1


TBC ...


__ADS_2