Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Sebuah konsekuensi


__ADS_3

Queen baru saja keluar dari kamar mandi, kini tubuhnya sudah lebih segar setelah mandi. Kebiasaan mandi malam yang selalu dilakukan olehnya saat pulang dari rumah sakit dengan rutinitasnya yang selalu penuh dengan kesibukannya. Setelah menyisir rambutnya yang panjangnya sebahu dan tak lupa mengaplikasikan krim malam pada wajahnya, Queen langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size miliknya.


Sambil berbaring, Queen meraih ponselnya yang berada di atas nakas dan dilihatnya kontak dari wanita yang merupakan mantan kekasih dari Aditya. Lalu dia menekan tombol panggil, menunggu sampai ada jawaban dari seberang. Tak butuh waktu lama, kini bisa di dengarnya suara dari Sabrina.


"Halo, assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam, halo Sabrina."


"Ya, ini siapa?"


"Apakah kamu sudah melupakan suaraku? Aku Queen."


"Queen? Ada apa kau menghubungiku? Tunggu, darimana kamu mendapatkan nomorku? Apakah mas Aditya yang memberikan nomorku padamu?"


"Iya, memangnya kenapa? Kamu terkejut? Justru dia yang menyuruhku untuk menghubungimu."


"Kenapa? Kenapa mas Aditya menyuruhmu untuk menghubungiku? Kenapa dia tidak berbicara sendiri padaku? Kenapa malah menyuruhmu? Memangnya kenapa ponselnya tidak aktif? Apakah dia sengaja untuk mematikannya karena tidak ingin berbicara denganku?"


"Sepertinya begitu, dia hanya menyuruhku untuk menyampaikan pesannya. Bahwa dia menyuruhmu untuk tidak menunggunya dan melupakannya. Karena dia ingin kamu melupakannya, dan juga carilah pria yang baik yang bisa mencintaimu apa adanya dan msh menerimamu serta membahagiakanmu. Jadi jangan sia-siakan hidupmu untuk menunggunya, karena dia tidak akan pernah kembali padamu lagi."


"Aku tidak akan pernah mempercayai perkataanmu Nona muda Queen, karena bisa saja kamu membesar-besarkan perkataan dari mas Aditya. Kamu hanya ingin mengadu domba kami kan?"


"Terserah kamu, mau percaya atau tidak padaku. Tapi yang jelas, tadi Aditya bilang padaku bahwa dia selamanya tidak akan pernah kembali padamu. Jadi dia kasihan jika kamu terus menunggunya, nanti kamu jadi perawan tua lagi. Bukankah nanti Aditya akan merasa sangat bersalah padamu?"

__ADS_1


"Aku ingin membuat mas Aditya merasa bersalah padaku dan mulai merubah keputusannya itu. Jadi bilang padanya, aku akan selamanya menunggunya! Kalau perlu, aku tidak akan menikah dengan pria lain, karena aku hanya ingin menikah dengan mas Aditya."


"Dasar wanita bodoh, apakah kamu mau menjadi perawan tua selamanya? Terserah kamu sajalah, lagipula itu bukanlah urusanku! Mau kamu menikah atau jadi perawan tua juga kamu yang merasakan sendiri akibatnya. Aku yakin orang tuamu tidak akan membiarkanmu berbuat seenaknya. Tunggu saja sampai orang tuamu menjodohkanmu dengan pria pilihannya."


"Itu tidak akan pernah terjadi!!"


"Kita lihat saja nanti. Baiklah, aku mau istirahat. Capek berdebat denganmu yang tidak ada gunanya sama sekali. Bye!!"


Queen langsung memutuskan sepihak sambungan telefonnya tanpa mendengarkan jawaban dari Sabrina. Lalu dirinya meletakkan ponsel pintar miliknya kembali ke atas nakas.


"Dasar wanita bodoh!! Memangnya dia bisa berbuat seenaknya sendiri apa! Jika dia tidak punya orang tua, mungkin bisa berbuat seenaknya sendiri. Tapi dia tidak akan pernah bisa melakukan niatnya. Kasihan sekali nasibmu Sabrina, sebenarnya nasibmu tak ubahnya seperti nasibku. Sama-sama tidak bisa memiliki orang yang dicintai. Hanya saja bedanya adalah kamu ditinggalkan oleh kekasihmu, sedangkan aku ...."


"Lalu apa sebutan untuk kisah cintaku pada My Hot Daddy Azriel? Apa aku yang terlalu bodoh? Aaaaaaarrrh ... aku pusing setiap memikirkanmu, kamu benar-benar sangat jahat Daddy Azriel. Aku membencimu, karena kamu tidak membalas perasaanku meski kamu mengetahui tentang perasaanku padamu."


"Kenapa ... kenapa aku bisa sangat mencintaimu Daddy Azriel? Perasaan cintaku ini bahkan sudah ada semenjak aku masih kecil, tapi semuanya tidak pernah kamu perdulikan. Aku membencimu Daddy Azriel ... sangat membencimu hiks ... hiks ... hiks ...."


Tanpa bisa di tahannya lagi, air matanya kini telah menghiasi wajah cantiknya. Queen menangis terisak dengan posisinya yang saat ini meringkuk di atas ranjang king size miliknya. Setelah setengah jam berlalu dan sudah kelelahan menangis, ia pun mulai terlelap dalam tidurnya.


*******


Di sebuah gudang kosong terdengar suara tubuh jatuh terhempas ke lantai kotor dengan banyak debu itu. Terlihat seorang pria dengan body sixpack dan wajahnya yang tampan penuh dengan kilatan amarah yang membara. Tangannya yang sudah mengepal daritadi menghantam ke arah tubuh pria yang merupakan orang suruhannya.


Karena gagal melakukan tugas yang diberikan oleh sang pria tampan yang mempunyai banyak uang itu, membuat dua pria itu babak belur karena berkali-kali mendapatkan pukulan dari bosnya.

__ADS_1


Pria tampan yang tak lain adalah Reynaldi itu, mulai mengeluarkan suaranya yang terdengar sangat murka. "Dasar bodoh, dan tidak berguna. Menghabisi satu orang saja kalian tidak bisa. Buat apa aku membayar mahal kalian jika kalian tidak bisa melaksanakan tugas kalian haaaaaah ....!!!"


Salah satu dari pria yang sudah membiru wajahnya karena di pukuli oleh Reynaldi itu mulai menjelaskan tentang kegagalannya.


"Maafkan kami bos, tadi pria itu menyadari bahwa kami akan menabraknya. Dan secepat kilat sasaran berlari ke arah belakang mobil. Bahkan kejadiannya sangat cepat bos, harusnya pria itu sudah tertabrak dan mati. Akan tetapi, nasibnya sangat baik. Seolah dia mempunyai indera keenam yang mengetahui bahwa dia akan kami tabrak."


Pria yang satunya lagi mulai menimpali perkataan dari rekannya, "Beri kami kesempatan lagi Bos! Besok pagi kami akan langsung menghabisi pria itu. Apa perlu kami menusuknya dengan pisau atau menembaknya?"


Reynaldi refleks memegangi pelipisnya begitu mendengar perkataan dari pria yang baru saja selesai berbicara, "Dasar bodoh, apa kau mau mati di keroyok oleh masa jika sampai melakukan itu? Kenapa aku menyuruh kalian tabrak lari, karena itu jauh lebih aman daripada kalian menusuknya atau melakukan sebuah tembakan di tempat umum."


”Aku ingin kalian berdua melalukan opsi kedua besok pagi. Bagaimanapun caranya, pria itu harus mengalami sebuah kecelakaan sebelum acara pernikahan dimulai. Apa kalian mengerti! Jika kalian berdua sampai gagal lagi, maka aku tidak akan memberikan sisa bayaran kalian. Jadi jangan harap bisa menerima sisa bayaran kalian."


Dua orang yang sudah babak belur itu mulai membuka suaranya secara bersamaan, "Siap Bos, kami akan membuat pria itu besok gagal menikah."


"Aku akan pergi, kalian berdua bisa tidur di sini jika kalian mau!" Reynaldi tersenyum menyeringai dan mulai berjalan keluar dari gudang kosong yang sudah lama tidak terpakai itu menuju ke arah mobilnya berada. Lalu masuk ke dalam mobil mewah miliknya dan mulai mengemudikannya meninggalkan area gudang kosong tersebut membelah jalanan ibu kota di malam hari.


Berkali-kali Reynaldi menghempaskan tangannya pada setir mobil untuk melampiaskan amarahnya, "Brengsek ... aku kira pria itu sudah tertabrak mobil tadi, tapi ternyata nasibnya masih beruntung dan masih bernafas sampai sekarang. Bahkan hari ini dia masih bisa bernafas dengan normal, dan sekarang malah tinggal di Mansion bersama Queen. Sial ....!!!"


"Pria miskin bernama Aditya itu harus mati!! Hanya aku yang boleh memiliki Queen, gadis arogan itu sangat membuatku merasa penasaran. Aku lebih suka dengan sebuah tantangan, dan tantangan untuk menaklukkan hati seorang nona arogan itu rasanya sangat menantang dan lebih menarik."


"Aku kira kami akan jadi menikah begitu om Abymana mengatakan padaku untuk menjodohkannya dengan putrinya. Akan tetapi, semuanya gagal saat Queen bilang mempunyai seorang kekasih. Dan ternyata kekasihnya adalah seorang pria dari keluarga miskin yang sama sekali tidak mendapatkan penolakan dari keluarga Raharja."


"Semua ini benar-benar membuatku ingin segera menghabisinya. Kau telah merebut wanita yang kuinginkan Aditya, jadi kau harus menerima akibat dari ulahmu yang merebut Queen. Yaitu dengan mempertaruhkan nyawamu, mungkin hanya dengan kematianmu atau minimal kau cacat. Sebuah konsekuensi yang harus kau bayar saat mengusik milikku!!"

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2