Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Mencium bau pengkhianatan


__ADS_3

Queen yang sudah jatuh telentang di ranjang yang sangat tidak disukainya itu, akhirnya hanya bisa memejamkan matanya saat pria yang sudah berada di atas tubuhnya menguasai bibirnya. Bahkan ia sudah terbawa suasana dan seolah tidak mengingat akan perkataannya tadi yang bilang tidak tertarik untuk bercinta di atas ranjang berisik itu. Tentu saja respon otaknya dan respon tubuhnya berbanding terbalik karena ia sangat mendamba setiap sentuhan dari pria yang sudah mencium bibirnya.


Aditya melepaskan pagutannya, dan mulai berbisik di dekat telinga sang istri yang masih memakai hijab itu. "Bagaimana, apakah kamu mau mencoba pengalaman untuk make love di atas ranjang yang berdecit? Bukankah ini akan menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan, sekaligus menegangkan?"


Setelah membisikkan kalimat bernada vulgar, Aditya menghembuskan napasnya di wajah cantik yang sudah mulai merona itu.


"Iissh ... bahaya, nanti Ayah mendengarnya bagaimana? Aku malu," sahut Queen yang masih merah wajahnya seperti kepiting rebus.


"Kenapa harus malu, namanya juga pengantin baru. Ayah pasti akan memakluminya," goda Aditya yang semakin ingin mengetahui isi pikiran istrinya.


"Sepertinya kamu sudah masuk dalam jebakanku, Nona muda. Padahal aku hanya ingin mengerjaimu saja. Aku ingin melihat apakah yang kamu katakan tadi sesuai dengan kenyataannya atau tidak. Coba kita lihat selanjutnya," batin Aditya.


"Akan tetapi, aku tidak enak sama Ayah. Nanti Ayah mikir aku wanita tidak tahu malu lagi, karena baru saja tiba di sini, tapi malah bercinta. Lebih enak bercinta di hotel yang jelas-jelas ranjangnya nyaman dan tidak akan berbunyi," jawab Queen seraya menatap wajah tampan pria yang berada pada posisi intim dengannya.


Refleks Aditya langsung menyentil kening sang istri yang sudah mengatakan kejujurannya dengan sangat polos. Sehingga hal itu membuatnya sangat gemas dan tertawa. "Astaghfirullah ... Istriku, kamu benar-benar wanita mesum. Bahkan otakmu sudah dipenuhi oleh hal-hal yang berbau vulgar dan mesum soal bercinta. Untuk sementara, bersihkan dulu pikiran kotormu ini, karena aku tidak bisa melayani nafsumu."


Aditya masih tertawa terbahak-bahak saat bangkit dari ranjang dan melangkah keluar kamarnya tanpa menunggu jawaban dari istrinya.


Sementara itu, Queen yang mulai menyadari bahwa ia baru saja dikerjai oleh pria yang sudah menghilang di balik pintu itu, membuatnya merasa sangat malu sekaligus kesal. Bahkan wajahnya berubah masam saat mengetahui bahwa suaminya telah menipunya.


"Awas kamu My hubbiy, menyebalkan. Aku dikerjai oleh suamiku, aaaaaaarrrggghhh ... mau ditaruh dimana mukaku. Aah ... tapi aku benar-benar kesal padanya, aku harus memberinya pelajaran," kesal Queen yang sudah bangkit dari ranjang dan melangkahkan kakinya keluar ruangan yang menurutnya sangat pengap, karena tidak ada pendingin udara seperti di setiap sudut Mansion yang selalu ada AC-nya.

__ADS_1


Queen bisa melihat siluet suaminya dari belakang yang menurutnya terlihat sangat seksi saat berada di dapur. Bahkan ia sangat mengagumi dan terpesona pada pria yang sudah sibuk memotong bawang itu. Ia semakin mendekat untuk melihat suaminya, sehingga ia lupa dengan tujuan utamanya untuk memberikan sebuah hukuman.


"My hubbiy, aku ingin melihatmu memasak. Aku duduk di mana?" tanya Queen yang menatap ke arah sekeliling dapur yang tidak ada kursinya.


Aditya yang tengah fokus memotong bawang, refleks menoleh pada sang istri yang sudah berada di belakangnya. "Bukannya tadi aku sudah menyuruhmu untuk beristirahat? Kenapa malah ke sini? Dasar bandel, nanti kalau kamu pusing lagi gimana?"


Setelah puas merutuki istrinya, Aditya berjalan ke arah meja makan dan langsung mengangkat 1 kursi kayu usang ke dapur. Lalu, ia meletakkannya di samping wanita yang masih berdiri di sebelahnya. "Duduklah, Sayang!" Mengarahkan tangannya untuk menyuruh sang istri duduk.


Queen hanya tersenyum melihat perhatian dari suaminya, meski awalnya sudah mengomelinya. Namun, ia mengerti kalau itu adalah salah satu bentuk perhatian pria berparas tampan itu padanya.


"Kamu cerewet sekali My hubbiy, aku hanya ingin melihat keahlianmu saat memasak. Menurutku, kamu akan terlihat seksi saat berkutat dengan peralatan dapur. Aku mau memotretmu saat nanti kamu memasak. Jadi, kamu fokus saja. Biarkan aku yang jadi jurinya nanti, untuk menentukan apakah masakanmu enak atau tidak," oke!"


"Sekarang aku beri waktu 30 menit untukmu memasak, waktu dimulai dari sekarang! Aku sudah menyalakan mesin waktu ini," ucap Queen yang sudah menunjukkan ponselnya.


"Anggap saja kamu sedang mengikuti lomba memasak untuk menjadi Master Chef berikutnya," jawab Queen dengan terkekeh. "Aku tidak mungkin bisa membantumu, karena aku takut malah muntah di atas makanan. Bahkan bau bawang putih itu sangat menyengat dari sini." Queen terlihat menutup hidungnya dengan jilbab yang dipakainya. "Eh ... ternyata ada gunanya juga aku memakai hijab. Ini bisa aku gunakan untuk membantu menutup hidungku."


"Astaghfirullah, ada-ada saja kamu Sayang!Lebih baik diam saja dan melihatku memasak. Jika kamu berisik dengan ngomong melulu, mungkin aku tidak akan bisa berkosentrasi memasaknya." Mengarahkan jari telunjuknya di bibir, memberi kode pada wanita yang sudah mengarahkan kamera ponsel ke arahnya.


"Baiklah ... baiklah, aku diam. Karena aku hanya ingin mengambil video dari suamiku yang sangat tampan ini sedang memasak." Queen sudah berkali-kali mengarahkan kamera untuk mengambil gambar suaminya yang kembali sibuk dengan semua bahan-bahan dapur. Dimulai dari mengulek bumbu untuk sayur asem dan ikan di balado.


Karena merasa sangat kasihan melihat suaminya itu mengeluarkan tenaga untuk menghaluskan bumbu-bumbu secara manual menggunakan alat yang terbuat dari batu berbentuk bulat pipih itu, ia mulai berkomentar.

__ADS_1


"My hubbiy, memangnya kamu tidak mempunyai blender untuk menghaluskan bumbu-bumbu itu? Buat apa susah-susah manual seperti itu, kan capek jadinya."


Aditya menggelengkan kepalanya, "Mana ada capek, aku sudah biasa, Sayang. Lagipula aku sudah sering melakukannya setelah Ibu meninggal. Kata Ibu, lebih enak masakan yang bumbunya dihaluskan secara manual begini, daripada memakai blender. Nanti kamu coba deh masakanku kalau tidak percaya. Oh ya ... para rakyat jelata seperti kami selalu masak seperti ini Sayang, apalagi kaum emak-emak berdaster yang merupakan ibu rumah tangga sejati."


"Berbeda dengan para wanita karir yang mungkin lebih memilih untuk membeli makanan jadi, karena tidak sempat untuk memasak sampai di rumah. Mungkin juga sudah sangat capek saat berkutat dengan pekerjaannya. Dan aku sekarang mempunyai seorang istri wanita dengan karir sukses dan berasal dari keluarga yang terpandang. Jadi, aku harus mengerti dan bisa memaklumi istriku."


Queen merasa sangat terharu dengan kata-kata dari pria yang masih fokus memasak dengan sangat cekatan. "My hubbiy, kamu keren dan merupakan sosok suami idaman yang mungkin akan menjadi incaran banyak keong racun. Oh ya, ngomong-ngomong soal keong racun, si Sabrina sudah pergi dari sini bukan?"


"Kenapa aku tidak memeriksanya tadi setelah muntah-muntah di toilet. Lebih baik aku menanyakannya pada Dave." Queen bangkit dari kursi, "Kamu lanjutkan saja memasaknya, My hubbiy. Aku mau ke depan sebentar!"


Aditya refleks langsung menoleh ke arah wanita yang sudah berniat melangkahkan kakinya. Tentu saja ia menyadari ada bahaya mengintai yang mengancam kedamaian rumah tangganya saat istrinya ingin menemui Dave.


"Aku harus menghentikan istriku, dia tidak boleh mengetahui Dave aku suruh pergi untuk mencari Sabrina. Jika istriku mengerti, mungkin rumah ini benar-benar akan hancur dengan lengkingan suaranya. Ya Allah, lindungi aku dari kemurkaan nona arogan ini," gumam Aditya.


"Sayang, tunggu!"


"Ada apa My hubbiy?"


"Nanti saja kamu menemui Dave, aku ingin kamu menemani aku memasak."


Queen mengerutkan keningnya, "Kenapa tingkahmu sangat aneh My hubbiy? Kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Queen yang sudah menatap penuh selidik suaminya yang terlihat sangat mencurigakan.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya disembunyikan oleh My hubbiy? Aku seperti sedang mencium bau-bau pengkhianatan di sini," gumam Queen.


TBC ...


__ADS_2