
Hamparan pasir berwarna putih dengan tekstur agak kasar membentang luas di New Kuta Beach. Dengan panorama alam sekitarnya yang sangat indah dan air yang berwarna biru, terlihat banyak wisatawan asing yang lebih mendominasi di area wisata nomor satu tersebut.
Tentu saja para bule yang hanya memakai bikini terlihat sangat asing di mata Aditya. Karena selama ini dirinya tidak pernah melihat wanita asing yang mengumbar tubuh seksinya di area sekitar pantai. Berkali-kali ia mengembuskan nafas saat melihat pemandangan di depannya.
Dan di saat yang bersamaan, ia melihat sepasang bule yang sedang berciuman saat berendam di laut. Hal itu tentu saja membuatnya menelan salivanya.
Bali memang sangat bebas, apalagi banyak para wisatawan asing yang memenuhi tempat ini. Sehingga adat ketimuran tidak berlaku di sini. Kenapa aku malah jadi ingin menirukan perbuatan mereka. Kami memang halal berbuat apa saja. Akan tetapi, apakah Queen akan bersedia? Lebih baik aku tanya saja padanya.
Aditya menahan tangan Queen yang berada di perutnya. "Sayang, aku pernah lihat adegan romantis di film-film."
"Adegan apa? Adegan panas?" tanya Queen dengan senyuman menyeringai.
"Adegan berciuman saat berada di laut seperti itu. Apakah kamu mau mencobanya," ucap Aditya yang sudah mendekati sang istri dan memegangi pinggangnya.
Tentu saja mendengar kalimat bernada ajakan vulgar dari pria yang sudah berada di posisi intim dengannya, membuat Queen benar-benar merasa sangat kikuk.
"Astaga, My hubbiy semakin lama semakin nakal," batin Queen.
"Seorang Aditya mengajakku untuk berciuman di tempat umum seperti ini? Nggak salah? Kamu tidak sedang sakit kan?" ucap Queen yang sudah menaruh tangannya di kening pria yang menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit untuk diartikan.
"Aku sehat, jangan menganggap aku sakit." Aditya menahan tangan Queen yang berada di keningnya. "Aku melihat adat ketimuran tidak berlaku di sini saat melihat para bule itu." Menunjuk ke arah para wisatawan yang sedang bercumbu di area pantai.
Queen menolehkan kepalanya untuk melihat ke arah yang ditunjuk oleh pria yang masih fokus menatap pasangan yang sedang berciuman saat bermain di dalam air.
"Astaga, kenapa melihat para bule itu membuatku malu sendiri. Rasanya sangat aneh melihat pemandangan vulgar secara langsung. Sudah lama aku tidak melihatnya, sekarang di sini aku melihatnya lagi," rungut Queen.
"Memangnya kamu sering melihat pasangan yang sedang berciuman? Kamu suka mengintip ya?" sahut Aditya dengan tersenyum menyeringai.
Lagi-lagi tangan Queen langsung mencubit paha pria yang seolah mengejeknya. "Mana ada, memangnya aku kurang kerjaan apa, sehingga mengintip orang yang sedang bermesraan."
"Lalu?" tanya Aditya dengan tatapan penuh rasa penasaran.
Queen mulai meluruskan ceritanya. "Saat aku kuliah di New York dulu, banyak pasangan bermesraan di mana-mana. Karena itu merupakan sebuah hal yang sangat biasa berciuman di jalanan. Bahkan tidak ada yang melirik perbuatan yang terbilang vulgar itu. Seolah tidak ada yang memperdulikan perbuatan mereka."
"Kalau di sini, pasti kena amukan masa," ucap Aditya dengan wajah polosnya.
"Iya, kayak pasangan yang berbuat mesum kan langsung dapat hukuman sosial. Ibaratnya di dunia sudah dapat hukuman, tidak perlu menunggu di akhirat kan? Kamu tidak takut di bawa satpol PP?" ejek Queen seraya terkekeh geli.
__ADS_1
"Sepertinya di sini bebas, lagipula kita sudah menikah. Mana mungkin ada satpol PP yang berkeliaran di sekitar sini."
"Mungkin saja. Kita nggak bawa buku nikah lho, memang buktinya apa kalau kita sudah menikah?” tanya Queen dengan senyuman menggoda.
"Ini," ucap Aditya dengan menunjukkan cincin kawinnya. Ada juga rekaman video saat aku mengucapkan Ijab Qabul, bahkan ada banyak foto yang tersimpan di sana."
"Akan tetapi, ada di ponsel Ayahku. Karena ponselku kamu buang dan belum kamu ganti bukan? Kamu hanya janji palsu padaku, karena sampai sekarang kamu belum membelikan aku ponsel."
"Astaga." Queen menepuk jidatnya, "aku benar-benar lupa. Maaf, nanti aku suruh para pengawal untuk membelinya."
"Sebenarnya aku bisa membeli sendiri, tapi aku ingin menggugurkan janjimu, Sayang. Karena orang yang sudah berjanji, mempunyai kewajiban untuk menunaikan janjinya karena janji adalah hutang."
"Iya, aku akan membelikanmu ponsel untuk menepati janjiku. Setelah dari sini kita langsung ke galeri ponsel, nanti kamu bisa memilih sendiri ponsel yang kamu mau. Pilih saja ponsel terbaru yang paling mahal, aku punya banyak uang. Jadi, kamu tidak usah khawatir."
Aditya menggelengkan kepalanya. "Aku bukan cowok matre yang suka morotin cewek kaya, Sayang. Jadi, jangan berbicara seperti itu padaku. Aku tidak akan meminta ponsel yang aneh-aneh, karena aku akan menerima apapun pemberianmu."
"Aaarrhh ... so sweet." Queen langsung mengarahkan bibirnya ke pipi putih pria tampan yang menurutnya sangat mempesona di matanya.
"Bagaimana?" tanya Aditya dengan menatap ke arah wanita cantik yang baru saja mengungkapkan perasaannya lewat sebuah ciuman manis.
"Tentang berciuman di sini, kamu setuju atau tidak setuju?"
"Ya ampun, pertanyaanmu konyol sekali."
"Konyol?"
"Iya konyol," ucap Queen dengan bersungut-sungut.
"Aku tidak paham, suami meminta ijin malah dibilang konyol."
"Bukankah biasanya laki-laki langsung mencium tanpa meminta ijin lebih dulu?"
"Tahu darimana kamu Sayang? Bukankah kamu belum pernah berciuman?"
"Tahu dari film-film romantis box office yang sering aku tonton," ucap Queen dengan terkekeh.
"Ooh ... aku kira dari yang lain. Syukurlah kalau begitu." Bernafas lega seraya tersenyum.
__ADS_1
"Reaksimu sangat lucu sekali," ucap Queen dengan tertawa terbahak-bahak.
"Aku hanya merasa khawatir kamu pernah berciuman dengan pria lain. Membayangkannya saja sudah membuat aku merasa sangat cemburu, Sayang. Jadi, jangan menghinaku!"
"Iya ... iya, aku tidak akan menghinamu. Kalau begitu lakukan saja!"
"Lakukan apa?" tanya Aditya yang berpura-pura bodoh.
"Lakukan pertanyaanmu yang tadi, memangnya apa lagi!" Queen mulai kesal melihat tingkah pria di depannya.
"Aku lupa, coba jelaskan!"
"Astaga, kelamaan kalau pakai dijelaskan!"
Queen langsung menghambur memeluk tubuh kekar sang suami dan mulai meraup bibir tipis pria yang sangat dicintainya itu. Tentu saja dirinya sangat geram pada pria yang menurutnya terlalu lambat dalam segala hal. Sehingga membuatnya menjadi tidak sabar jika harus menunggu sampai pria tampan itu bertindak.
Tentu saja Aditya langsung membalas ciuman dari sang istri yang sudah bermain-main dengan bibirnya. Keduanya pun mulai terhanyut dengan ciuman panas mereka dengan tubuh yang sama-sama basah. Seolah rasa dingin yang tubuh mereka rasakan langsung sirna lewat perbuatan panas mereka.
Sementara itu, 2 pengawal yang berdiri tak jauh dari majikannya itu hanya bisa menelan salivanya saat melihat aksi vulgar di dalam air.
Pemandangan pantai Kuta Bali yang sangat indah itu seolah menjadi saksi bisu dari pasangan pengantin baru yang mulai dimabuk asmara dan sama-sama ingin saling mengungkapkan perasaannya lewat sebuah sentuhan fisik yang saling didambakan oleh masing-masing.
Ciuman panas itu berlangsung cukup lama dan membuat keduanya sama-sama terbakar gairah yang menguasai mereka. Tatapan parau tampak jelas dari wajah keduanya, seolah mengungkapkan keinginan mereka yang sama.
"Ayo, kita harus menyelesaikan ini di hotel yang ada di sekitar sini. Kalau kembali ke hotel tempat kita menginap kelamaan," ucap Queen yang sudah menarik tangan sang suami untuk keluar dari air.
Sementara itu, Aditya hanya sibuk tersenyum saat melihat tingkah agresif dari sang istri yang terlihat sudah tidak bisa menahan diri.
"Sayang, sepertinya kamu sudah tidak tahan ya."
"Bukan seperti itu.”
"Lalu?"
"Aku sedang mencari pahala sebanyak-banyaknya," ucap Queen dengan terkekeh.
TBC ...
__ADS_1