Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Pria langka


__ADS_3

Aditya seketika menyunggingkan senyumannya begitu mendengar keputusan dari sang Nona Muda arogan yang berubah pikiran.


"Terima kasih Nona."


"Tidak perlu berterima kasih, karena aku melakukan semua ini juga demi diriku sendiri. Aku harus mengawasimu langsung, agar kamu tidak membocorkan rahasia ini kepada calon istri aslimu itu. Kamu tunggu disini, aku akan mengambil tasku sebentar!"


Aditya hanya menganggukkan kepalanya dan menatap ke arah wanita yang sudah berjalan masuk ke dalam Mansion.


Sementara itu di dalam Mansion, Abymana dan Qisya yang daritadi mengamati interaksi dari putrinya dari balik jendela kaca langsung berjalan ke arah sofa dan berpura-pura untuk membaca koran dan majalah saat melihat putrinya masuk ke dalam Mansion.


"Sepertinya Queen akan pergi bersama pria yang di bayarnya untuk menjadi kekasih pura-puranya itu Sayang," ucap Qisya pada pria yang berada di sebelahnya.


"Biarkan saja mereka pergi. Anggap saja itu untuk pendekatan mereka sebelum mereka menikah."


Abymana langsung berhenti berbicara setelah melihat siluet putri kesayangannya.


Queen melihat ke arah kedua orang tuanya yang tengah sibuk membaca, kemudian dirinya berjalan menghampiri dua orang yang di sayanginya tersebut.


"Dad, Mom, aku mau pergi sebentar dengan Aditya. Ada urusan yang harus kami selesaikan!"


Abymana dan Qisya seketika meletakkan koran dan majalah yang di bacanya, dan menatap ke arah putrinya.


"Baiklah Sayang, pergilah! Oh ya, sekalian kamu ajak Aditya untuk pergi membeli cincin kawin untuk acara pernikahan besok. Karena Daddy dan Mommy tidak tahu ukuran jari kalian. Jadi akan lebih baik jika kalian yang membelinya sendiri."


"Iya Mom, nanti aku akan pergi ke toko perhiasan sekalian."


"Nanti uangnya akan Daddy transfer, jadi kamu tidak perlu memakai uang pribadi kalian. Karena Daddy ingin membiayai semua biaya pernikahan kalian."


"Terserah Daddy saja, aku akan mengikuti kemauan Daddy dan Mommy. Bukankah aku sama sekali tidak berhak atas hidupku sendiri?"


Setelah mengungkapkan kalimat pedasnya, Queen mulai berjalan meninggalkan orang tuanya menaiki anak tangga menuju ke kamarnya untuk mengambil tasnya.


Sedangkan Abymana dan Qisya saling bersitatap dan sama-sama geleng-geleng kepala melihat tingkah putrinya.


"Lihatlah putrimu, gen darimu seratus persen menurun padanya. Dan apa yang aku takutkan dari dulu ya seperti ini, Queen tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat arogan. Apalagi dia terlalu lama tinggal di Amerika. Itu karena kamu yang selalu memanjakan dan menuruti semua keinginannya Sayang!"


"Sebenarnya dulu aku sangat tidak setuju saat Queen ingin kuliah di Amerika, karena tidak ada yang menasehatinya jika lama tinggal di luar negeri. Lagipula dia malah semakin dekat dengan Azriel karena berada di negara yang sama. Karena itulah Queen semakin tergila-gila pada Azriel dan tidak memperdulikan akan status Azriel."

__ADS_1


Abymana sama sekali tidak merasa marah saat melihat Istrinya yang memarahinya.


"Aku sama sekali tidak tega untuk menolak keinginan dari Queen yang ingin menjadi dokter spesialis tulang terbaik Cinta. Kamu tahu sendiri kan kalau putri kita bercita-cita menjadi Podiatris karena mengingat saat dirinya dulu masih kecil hampir cacat permanen karena kecelakaan itu."


"Bukankah niat baiknya untuk bisa menyembuhkan orang-orang yang mengalami kelainan tulang adalah niat yang mulia dan harus kita dukung? Alasan itulah yang membuatku menuruti keinginannya itu. Akan tetapi, aku sama sekali tidak pernah menyangka kalau pada akhirnya Queen semakin terobsesi pada Azriel."


"Sama sekali tidak pernah terpikirkan olehku bahwa Queen akan tergila-gila pada mantan kekasihmu itu. Mungkin karena kesalahan yang aku perbuat di masa lalu karena merebutmu dari pria sebaik Azriel, makanya sekarang putrikulah yang menanggung akibat dari kesalahanku."


Qisya menggelengkan kepalanya, "Sudahlah, tidak perlu membahasnya lagi. Semua itu adalah masa lalu, sekarang kita pikirkan saja cara untuk membuat Queen dan Aditya bisa sama-sama saling jatuh cinta setelah menikah. Aku sangat berharap pria Sholeh seperti Aditya bisa merubah sifat buruk Queen dan membuatnya menjadi wanita yang berbakti kepada suaminya."


"Aku yakin dia adalah seorang pria yang baik yang bisa merubah putri kita. Untung saja semalam aku langsung menanyakan apa saja yang terjadi saat di rumah sakit kepada para pengawal yang menjaga Queen, makanya kita bisa tahu kalau Aditya baru di temui oleh Queen semalam."


"Dan Queen mengancam para pengawal agar tidak mengatakannya padaku, tapi pengawal lebih sayang pada nyawa mereka, karena langsung berterus terang padaku. Ternyata IQ tinggi putrimu tidak bisa mengalahkan kecerdikan dari Daddy nya"


Abymana dan Qisya mendengar suara langkah kaki dari Queen yang buru-buru menuruni anak tangga.


"Dad, Mom, aku pergi!"


"Hati-hati sayang," jawab Abymana dan Qisya bersamaan.


"Halo Assalamualaikum. Apa kita bisa bertemu sekarang? Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu. Akan tetapi sebelum itu, aku ingin meminta maaf kepadamu. Aku akan menjelaskan semuanya nanti saat kita bertemu. Kita bertemu di coffe shop yang ada di Raharja Mall. Aku tunggu kamu di sana! Assalamualaikum."


Aditya memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celananya, dan dirinya seketika berbalik begitu mendengar suara dari wanita yang sudah berada di belakangnya.


"Jadi kamu mengajak calon istri aslimu itu untuk bertemu di Raharja Mall? Cerdas juga kamu rupanya, bukankah kamu ingin menunjukkan kepadanya bahwa kamu akan menikah dengan putri dari pemilik Raharja Mall? Kebetulan sekali, aku juga akan membeli cincin kawin untuk pernikahan palsu kita besok. Daddy tadi menyuruhku untuk membelinya."


"Sebenarnya aku malas sekali, karena ini hanya sebuah pernikahan palsu. Akan tetapi, aku tidak bisa menolak perintah dari Daddy. Semua ini aku lakukan agar Daddy tidak merasa curiga padaku."


"Baik Nona, lebih baik kita menuruti semua perintah dari orang tua Nona. Karena menjadi anak yang berbakti adalah hal terbaik yang wajib kita lakukan. Apa kita bisa pergi sekarang?"


"Tentu saja, aku ingin melihat seperti apa selera pria miskin sepertimu."


Queen berjalan ke arah mobil yang sudah siap dengan sang supirnya. Kemudian dirinya masuk ke dalam mobil.


Aditya berniat masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah Nona Muda tersebut, namun penolakan dari Queen dan mengarahkan tangannya untuk duduk di depan di sebelah sang supir membuatnya menuruti perintah dari wanita tersebut.


"Kamu duduk di depan saja!"

__ADS_1


"Baik Nona."


Mobil mewah tersebut mulai melaju meninggalkan Mansion keluarga Raharja dan membelah kemacetan di ibu kota.


Suasana keheningan langsung tercipta di dalam mobil mewah tersebut, Queen dengan pikirannya yang saat ini tengah memikirkan pria yang masih sangat di cintainya.


Aku tidak akan membiarkan pria lain naik ke mobil pemberianmu My Hot Daddy. Makanya aku memakai mobil lain saat pergi dengan pria miskin ini.


Sedangkan Aditya memikirkan bagaimana caranya mengatakan bahwa dirinya akan menikahi wanita lain tanpa harus menyakiti perasaan dari wanita yang sangat di cintainya.


Maafkan aku Sabrina, mungkin memang kita tidak berjodoh. Kita harus berpisah, aku berharap kamu kelak menemukan pria yang bisa mencintaimu melebihi aku. Maafkan aku.


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga puluh menit, mobil mewah tersebut mulai memasuki area Raharja Mall. Aditya langsung turun dari mobil, begitupun dengan Queen yang sudah melangkah keluar setelah di bukakan pintu oleh sang supir.


Queen menatap ke arah Aditya yang terlihat jelas gelisah, "Apa kamu saat ini merasa takut bertemu dengan calon istri aslimu itu?"


Aditya hanya tersenyum tipis seraya menggelengkan kepalanya, "Lebih tepatnya saya merasa menjadi orang jahat karena akan memutuskan hubungan dengan wanita yang sangat berarti di hati saya Nona Muda."


"Jika wanita itu benar-benar mencintaimu, dia akan menunggumu. Jadi jangan khawatir, kamu pasti akan bersatu dengannya suatu saat nanti setelah kita mengakhiri pernikahan palsu kita. Jadi jangan berpikir yang macam-macam, karena kamu hanya berpisah sementara dengan calon istri aslimu itu."


Setelah mengungkapkan kalimat seolah ingin menghibur pria di sebelahnya itu, refleks tangan Queen menepuk bahu Aditya.


Aditya menoleh ke arah wanita yang menepuk bahunya, dan seketika netra pekatnya langsung ber-sitatap dengan netra kecoklatan milik Queen. Untuk sesaat keduanya sama-sama saling menatap tanpa berkedip, seolah tengah mengamati pahatan sempurna dari masing-masing.


Queen yang tersadar dari ulahnya yang menepuk bahu Aditya seketika menurunkan tangannya dan terlihat langsung memalingkan wajahnya untuk melihat ke sembarang arah.


"Uupss ... sorry, aku lupa kalau kamu adalah seorang pria sok suci yang tidak akan bersentuhan dengan seorang wanita dengan selalu mengatakan bukan muhrim. Aku jadi penasaran, jika memang seperti itu, berarti kamu tidak pernah bersentuhan fisik dengan calon istri aslimu itu bukan? Aku sama sekali tidak pernah menyangka ada pria langka sepertimu."


"Calon suami saya memang adalah seorang pria langka dan sangat luar biasa Nona."


Aditya dan Queen seketika menoleh ke arah sumber suara, dan melihat seorang wanita sudah berjalan mendekat ke arah mereka dengan tersenyum manis.


"Sabrina?"



Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2