Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Wanita yang luar biasa


__ADS_3

Queen menatap jengah ke arah Sabrina, tentu saja dirinya sangat tidak menyukai pertanyaan yang baru saja di lontarkan oleh calon istri dari pria yang di bayarnya.


Sedangkan Aditya yang merasa sangat terkejut dengan perkataan tiba-tiba dari Sabrina refleks menatap wajah cantik yang sudah berubah sembab itu.


"Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan keadaan dari Ayah Sabrina, jadi jangan berpikir yang macam-macam. Aku dan Queen sama-sama memiliki sebuah kecocokan dan memutuskan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius."


"Mas Aditya, apa seorang pria Sholeh sepertimu bisa berubah hanya gara-gara uang? Apakah harta dari keluarga Raharja yang membuatmu berubah buta dan langsung lupa diri? Sehingga memutuskan untuk menikah dengan Nona Muda yang baru kamu temui ini? Karena ini benar-benar tidak masuk akal."


"Astaga ... aku sudah muak mendengar keluhanmu itu Sabrina, jangan membuatku merasa emosi. Jangan memancing kemarahanku! Aku sudah terlalu banyak bersabar, tapi kamu benar-benar menguji kesabaranku. Jika kamu merasa yakin Aditya mencintaimu, maka tunggu saja dia! Tunggu sampai dia benar-benar menikahimu. Namun jika kamu sudah lelah menunggunya, tapi dia tetap tidak datang juga, maka menikahlah dengan pria lain!"


"Jika kamu sangat yakin bahwa Aditya adalah jodohmu, maka tunggu saja dia. Akan tetapi, kenyataannya besok kami akan menikah. Memang pada kenyataannya begitu, jadi terima garis takdirmu."


"Nona Muda Queen, lepaskan calon suami saya! Cari saja pria yang lainnya! Jangan calon suami saya, kenapa Nona tidak punya hati? Padahal kita sama-sama wanita, bagaimana Nona bisa tega menyakiti hati sesama wanita?"


Queen memijat pelipisnya, kepalanya mendadak menjadi pusing karena melihat tingkah dari wanita yang masih terisak itu.


"Anggap saja aku tidak punya hati, karena hatiku sekarang pun tidak ada di sini."


Setelah mengucapkan kalimat ambigu, Queen melangkahkan kakinya yang jenjang untuk memasuki area Mall. Dengan posisi tangan yang masih memegangi pergelangan tangan Aditya, dirinya menarik tangan pria tersebut agar segera mengikutinya dan mulai berjalan meninggalkan Sabrina.


Aditya tidak bisa menolak perbuatan dari Nona Muda Queen yang sudah membuatnya melangkah pergi meninggalkan wanita yang saat ini menatapnya dengan tatapan iba.


Maafkan aku Dik Sabrina, semoga kamu bahagia. Meskipun kita tidak berjodoh, aku tetap akan selalu berdoa untuk kebahagiaanmu.


Queen terus menarik tangan Aditya untuk menuju ke arah lift yang akan membawanya ke lantai 4 dimana stand perhiasan berada.

__ADS_1


Aditya yang masih belum bisa mengontrol perasaan bersalahnya pada wanita yang sangat berarti di hatinya itu, seolah melupakan prinsip hidupnya selama ini. Bahwa dirinya tidak pernah bersentuhan fisik dengan seorang wanita. Bahkan meskipun dirinya sudah lama menjalin hubungan dengan Sabrina, dirinya tidak pernah berpegangan tangan sekalipun.


Karena dirinya sangat menghormati wanita yang berarti di hatinya, karena itulah ia merasa sangat terpukul melihat wanita yang di cintainya menangis dan terluka karena perbuatannya.


Queen mengamati sosok pria di sebelahnya yang wajahnya sudah terlihat penuh dengan kesedihan.


"Sudah, jangan terlalu berlebihan seperti itu! Nanti setelah kita resmi bercerai, kamu bisa menikahi calon istri aslimu itu!"


Aditya yang mendengar perkataan dari wanita yang saat ini dengan santainya berbicara seolah tak berdosa itu hanya mampu beristighfar di dalam hati agar tidak merasa kesal pada wanita yang akan menjadi calon istrinya tersebut.


Astaghfirullah ... jadikan aku seorang suami yang sabar ya Allah. Agar aku tidak di kuasai nafsu syaitan, karena merasa marah pada wanita yang banyak membutuhkan bimbingan ini. Semoga aku bisa mengubah wanita yang akan aku nikahi ini menjadi seorang istri yang shalihah. Aamiin ya rabbal alamin.


"Nona Muda Queen, sebaiknya jangan membahas sebuah perceraian dengan semudah itu. Bahkan kita belum menikah, tapi Anda sudah membicarakan tentang perceraian. Bukankah itu sungguh suatu hal yang tidak pantas di bicarakan? Apalagi sekarang kita sedang berada di tempat umum seperti ini.'


"Jangan sampai ada yang mendengar perkataan dari Nona! Bukankah itu akan sangat berdampak buruk pada citra Nona dan juga keluarga Raharja? Kalau saya hanya orang biasa dan tidak akan pernah menjadi masalah. Jadi tolong Anda berhati-hati dalam bertutur kata."


Aditya mengarahkan dagunya untuk menunjuk ke arah tangan wanita yang masih menggenggam tangannya.


Queen mengarahkan pandangannya menatap ke arah bawah, dimana tangannya masih memegang tangan pria yang berada di depannya tersebut. Refleks dirinya langsung melepaskan tangannya begitu menyadari tingkah bodohnya.


"Oops sorry, gara-gara aku tadi merasa kesal dengan calon istrimu itu, sehingga membuatku lupa diri. Jangan kegeeran ya!! Karena aku tidak sadar masih memegang tanganmu yang suci ini! Jadi tanganmu ini belum pernah memegang seorang wanita?"


"Tunggu, jika kamu belum pernah memegang seorang wanita, berarti kamu juga belum pernah merasakan rasanya berciuman dong? Wah Daebak ... kamu memang benar-benar pria yang langka!"


Setelah mengungkapkan apa yang di pikirkannya, Queen mengarahkan dua jempolnya pada Aditya.

__ADS_1


Sementara itu Aditya hanya bisa geleng-geleng kepala menanggapi perkataan dari Nona muda yang akan menjadi istrinya.


"Saya memang belum pernah memegang seorang wanita, Nona Muda Queen. Akan tetapi, hari ini ada dua wanita yang memegang tangan saya. Dan itu adalah Sabrina dan Anda sendiri."


"Sungguh sangat luar biasa."


Queen refleks bertepuk tangan seraya menatap Aditya.


"Aku salut sama kamu Aditya. Aku panggil nama kamu saja, karena kalau aku memanggilmu pria miskin dan bodoh, itu terlalu kepanjangan."


"Terserah Anda saja Nona Muda, tapi ada baiknya Anda menghormati orang yang lebih tua. Karena saya jauh lebih tua dari Anda, ada baiknya Anda memanggil saya Mas, atau Abang. Bukankah itu terdengar lebih baik?"


Mendengar jawaban dari Aditya, refleks membuat Queen tertawa terbahak-bahak.


"Astaga, apa kamu bilang tadi? Aku harus memanggilmu Mas atau Abang? Ya ampun kuno sekali, bahkan telingaku sangat sakit mendengar nama panggilan kampungan itu. Aku tidak akan menuruti permintaan konyolmu itu."


"Lebih baik kita bicara aku kamu saja, karena akan lebih enak di dengar. Oh ya, ternyata Sabrina beruntung sekali nanti jika beneran menikah denganmu. Karena kamu belum pernah berciuman, berarti istrimu akan menjadi ciuman pertamamu bukan?"


"Di jaman sekarang ini, mana ada pria sepertimu. Yang ada mereka semua sudah tidak terhitung jumlahnya main cium sana-sini."


"Berarti secara tidak langsung, Anda sekarang ini sedang memujiku Nona Muda? Kalau Anda sendiri bagaimana? Apa Anda juga sering berciuman dengan Hot Daddy Anda?"


Queen membulatkan kedua matanya, "Kamu pikir aku wanita murahan apa? Tentu saja aku belum pernah berciuman dengan My Hot Daddy karena ...."


Aditya menatap ke arah wajah Queen yang berubah ragu tersebut dan tidak melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


Jadi Nona Muda Queen adalah seorang wanita yang baik, karena belum pernah berciuman seperti para pasangan kekasih jaman sekarang. Queen Aqila Wijaya Raharja ternyata adalah seorang wanita yang sungguh sangat luar biasa.


Bersambung ...


__ADS_2