Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Make up artist


__ADS_3

Pukul setengah lima pagi Aditya sudah bangun dari tidurnya, dirinya langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil air wudhu. Beberapa saat kemudian ia keluar dari kamar mandi dan tentu saja dirinya selalu melaksanakan kewajibannya untuk melakukan sholat Subuh saat pagi hari.


Setelah melakukan kewajibannya, Aditya membuka Al-Qur'an dan mulai mencari salah satu surat yang akan dihafalkannya sebagai mahar pernikahannya nanti.


"Ternyata aku tidak mempersembahkan hafalanku ini pada Sabrina, padahal dulu dia sempat memintaku untuk mempersembahkan mahar berupa hafalan surat Ar Rahman. Akan tetapi, ternyata setelah aku menghafalnya, yang terjadi adalah aku tidak menikahinya dan malah menikahi wanita lain yang sama sekali tidak pernah terpikirkan olehku."


"Jodoh memang sebuah rahasia Ilahi, namun takdir hidupku ini benar-benar sungguh diluar nalar jika dipikirkan. Akan tetapi, jika Tuhan sudah berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Kun Fayakun, kalimat sakti Allah atas kehendaknya yang menunjukkan kedahsyatan kehendak Allah SWT, yang artinya "Jadilah!" maka terjadilah ia."


"Aku ikhlas dan menganggap aku sedang melakukan perbuatan kebaikan ya Allah, karena aku sangat yakin bahwa secara otomatis aku akan mendapatkan balasan dari-Mu sepuluh kali lipat."


Sejujurnya dirinya sudah menghafal surat Ar Rahman lama, karena dulu rencananya saat ia menikah dengan Sabrina, ia akan memberikan mahar perkawinan yaitu surat Ar Rahman. Salah satu surat dalam Al Qur'an yang cukup populer dijadikan mahar dalam pernikahan. Surat Ar-rahman memiliki arti yang Maha Pemurah, kata Ar-Rahman terdapat pada ayat pertama surat ini.


Surat Ar Rahman sendiri menjelaskan berbagai aspek kehidupan, seperti Allah menciptakan segala sesuatunya secara berpasangan. Surat yang terdiri dari 78 ayat ini kerap membuat prosesi akad nikah menjadi syahdu. Lantunannya yang indah seringkali membuat hadirin menitikkan air mata meski waktu yang dibutuhkan calon mempelai untuk membacakannya juga relatif lama.


Dan itulah salah satu alasan Aditya untuk mempersembahkan mahar perkawinan itu pada wanita sederhana yang pernah bertahta di hatinya.


Namun karena ternyata takdir yang membuatnya berakhir menikahi seorang nona muda keluarga Raharja, sehingga dirinya tidak jadi menikah dengan wanita yang sudah lama menjalin hubungan dengannya. Namun meskipun begitu, niatnya untuk mempersembahkan mahar perkawinan berupa surat Ar Rahman tetap akan dilaksanakannya.


Lalu Aditya mulai melantunkan ayat demi ayat surat Ar Rahman tersebut dengan suaranya yang merdu. Dengan niat sebagai latihan agar acara akad nikahnya nanti berjalan dengan lancar karena dirinya sudah menghafalnya.


Sementara itu Queen yang masih bergelung dengan selimut tebalnya mulai terganggu dengan suara dari sang Mommy yang sudah berkali-kali mengetuk pintu kamarnya.


"Queen, bangun Sayang!! Queen, ini sudah siang. Kamu harus bersiap!"


Queen yang sudah mulai kembali dari alam bawah sadarnya mengucek matanya, lalu bangkit dari posisinya yang awalnya berbaring dan langsung duduk di pinggir ranjang. Lalu dirinya mulai meraih ponselnya yang berada di atas nakas, dilihatnya jam masih menunjukkan pukul lima pagi.

__ADS_1


"Astaga Mommy, baru juga pukul lima. Bahkan acara Ijab Qabul nanti jam 10 pagi, kenapa harus rempong pagi-pagi sih. Menyebalkan sekali Mommy."


Queen bangkit dari ranjang dan mulai berjalan ke arah pintu keluar, lalu membuka pintu. Dilihatnya wanita yang saat ini berada di depannya sudah menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam, "Apaan sih Mom? Ini masih pagi, lagipula aku masih sangat mengantuk. Biarkan aku tidur satu jam lagi, oke!"


Setelah mengungkapkan kekesalannya, Queen berniat berjalan masuk kembali ke dalam kamar untuk kembali tidur. Namun kerah piyama tidurnya di tarik dari belakang oleh sang Mommy.


"Dasar gadis nakal, ayo ikut Mommy! Ada yang ingin Mommy tunjukkan padamu!" ucap Qisya seraya sudah menarik piyama putri satu-satunya itu untuk berjalan keluar ruangan.


Queen yang merasa sangat kesal ditarik oleh sang Mommy, membuatnya langsung bersungut-sungut. "Iih ... apaan sih Mom, mau ngapain sih? Memangnya Mommy mau ngajakin aku kemana?"


Qisya langsung berhenti tepat di depan ruangan kamar putra sulungnya, dimana kamar itu sekarang sedang ada calon menantunya yang sedang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. "Tuh dengerin calon suamimu jam segini sudah membaca Al-Qur'an, dan kamu sebagai perempuan malah masih molor. Mau jadi istri seperti apa kamu Sayang?"


"Masa nanti suamimu yang bangunin kamu? Mulai sekarang kamu harus belajar hidup lebih disiplin Queen, dan menjadi seorang istri yang baik dan berbakti pada suami."


Queen yang mendengar suara merdu dari Aditya yang masih melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an hingga membuatnya sampai merinding.


"Iya Ma, Queen mengerti! Apa aku boleh pergi sekarang Mom?"


Qisya hanya bisa geleng-geleng kepala begitu melihat tanggapan dari putrinya yang hanya menjawab perkataannya dengan terpaksa. "Sampai kapan kamu jadi gadis nakal seperti ini Queen? Semoga Aditya bisa segera merubahmu setelah kalian resmi menjadi pasangan suami istri. Ya sudah sana mandi, sebentar lagi orang-orang dari MUA datang untuk meriasmu!"


Queen mengerutkan keningnya, "Baru jam berapa ini Mom? Bahkan acaranya nanti jam 10 kan?"


"Kamu pikir merias pengantin itu cuma butuh waktu lima menit? Mereka juga butuh waktu lama untuk merubahmu menjadi seorang wanita tercantik saat kamu menikah Sayang. Jadi cepat mandi sana, nanti Mommy suruh orang-orang MUA itu langsung ke kamarmu!" ucap Qisya seraya mengibaskan tangannya.


"Jadi malas banget rasanya harus memakai make up tebal seperti memakai sebuah topeng. Akan tetapi, aku tidak bisa menolaknya. Baiklah Mom, aku mandi dulu!" ucap Queen seraya mulai berjalan meninggalkan sang Mommy.

__ADS_1


Qisya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah putrinya yang terlihat seenaknya sendiri, "Queen ... Queen, sampai kapan kamu seperti itu sayang. Aditya benar-benar akan membutuhkan banyak kesabaran dalam menghadapi istrinya nanti. Akan tetapi, aku yakin bahwa dia mampu mengubah kerasnya hati putriku dengan kelembutannya."


Setelah suara dari Aditya sudah tidak terdengar lagi, yang menandakan sudah selesai membaca Al-Qur'an, Qisya langsung berjalan meninggalkan ruangan tersebut untuk turun ke lantai satu. Dimana para pelayan sudah sibuk untuk menyiapkan segala jenis makanan untuk menyambut saudara yang berniat datang.


Setengah jam kemudian, rombongan Make Up Arthist telah datang. Dan diantar oleh para pelayan ke kamar nona mudanya. Sedangkan Queen yang saat ini tengah memakai kimono handuknya, menatap ke arah empat orang wanita yang sudah masuk kedalam kamarnya.


Dengan serempak empat wanita itu langsung membungkuk hormat, "Selamat pagi Nona muda. Kami yang akan merias Nona."


"Baiklah, sekarang lukis saja wajahku biar terlihat seperti ondel-ondel," jawab Queen dengan wajah kesalnya.


Sontak kalimat dari sang nona muda tersebut membuat empat wanita itu saling bersitatap. Lalu salah satu dari wanita itu mulai menanggapi perkataan sang nona muda.


"Kami tidak akan membuat make up tebal Nona Queen, karena nyonya Qisya sudah memberitahukan pada kami bahwa Anda tidak menyukai riasan tebal. Jadi kami akan membuatnya terkesan natural."


"Baiklah, lakukan saja!" jawab Queen yang sudah mendaratkan tubuhnya di kursi yang berada di meja riasnya.


Kemudian salah satu dari MUA itu mulai melakukan pekerjaannya untuk membuat sang nona muda terlihat lebih cantik saat menikah. Setelah dua jam setengah berlalu, kini make up artis tersebut telah menyelesaikan tugasnya. Kini wajah Queen telah berubah menjadi sangat cantik.


MUA tersebut telah merubah wajahnya terlihat natural meski memakai make-up yang tipis, serta rambutnya yang telah disanggul keatas dengan hiasan roncean bunga melati yang telah dibawa oleh make-up up artis tersebut.


Qisya memang telah memberi perintah kepada para MUA untuk merias putrinya dengan riasan adat Jawa, karena sang Nenek adalah asli orang Jawa. Jadi dirinya ingin putri dari pria yang dicintainya dirias ala pengantin Jawa, meski tidak ada acara adat dan resepsi yang akan dilakukan. Tentu saja keluarga Raharja ingin mengabadikan momen bersejarah tersebut.


"Sudah selesai Nona muda, sekarang saya akan membantu Nona memakai kebaya pengantinnya!"


Salah satu wanita lainnya telah membawa kebaya berbahan brokat Perancis yang memiliki tekstur lembut, serta dihiasi beberapa batu permata yang membuat kebaya tersebut terlihat indah dan pastinya sangat cantik.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Queen terlihat sangat mempesona dengan penampilannya yang memakai kebaya pengantin lengkap dengan hiasan bunga melati di rambutnya.


Bersambung ...


__ADS_2