Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Aku akan menghabisimu!


__ADS_3

Keluarga Raharja yang datang di pengadilan untuk acara putusan hakim mengenai hukuman pada pelaku percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh Reynaldi, tentu saja mengundang banyak reporter untuk meliput acara tersebut. Dan begitu Queen dan Aditya terlihat turun dari mobil mewahnya, beberapa wartawan yang sudah berada di depan pengadilan, langsung menghambur untuk mewawancarai.


Namun, karena Queen sudah berpesan pada para pengawalnya untuk menghalangi para pemburu berita yang mungkin akan membuatnya mual, membuatnya sama sekali tidak ingin menjawab pertanyaan dari orang-orang yang haus akan berita tersebut. Bahkan ia sudah mewanti-wanti sang suami agar tidak membuka suaranya.


Bahkan sang daddy pun menggunakan kekuasaannya untuk memberikan sebuah ultimatum tegas pada keluarga Reynaldi, agar tidak membuka suara tentang kenyataan sebenarnya bahwa mereka masih sedarah dan merupakan kakak dan adik lain ayah. Karena sama-sama tidak ingin mengorbankan nama baik dari keluarga besar masing-masing. Sehingga memutuskan untuk menyembunyikan kenyataan yang akan membuat media heboh jika mengetahui hal yang sebenarnya.


Dan semua pengawal yang dibawa oleh keluarga Raharja, terlihat sibuk menghalangi para pemburu berita. Hal itu dimanfaatkan oleh Queen dan Aditya, beserta orang tuanya untuk masuk ke dalam pengadilan. Yakni ingin menemui Reynaldi terlebih dahulu sebelum persidangan dimulai.


Queen, Aditya dan keluarganya langsung di sambut oleh beberapa pengacara top dan terbaik yang memang khusus untuk menjadi pengacara keluarga Raharja. Agar bisa segera menyelesaikan sidang dengan cepat dan putusan hakim segera diputuskan.


"Bagaimana, apakah hari ini benar-benar akan selesai persidangannya?" tanya Queen pada 4 pengacara keluarga Raharja.


Salah satu pengacara yang tak lain adalah andalan keluarga Raharja, refleks langsung membuka suara untuk mewakili rekan-rekannya. "Insyaallah hari ini akan dibacakan putusan hakim, Nona muda."


"Bagus, karena aku tidak ingin membuang-buang waktu datang ke pengadilan." Abymana langsung menyahuti perkataan dari pengacaranya.


"Iya, Presdir. Hari ini kita akan tahu hukuman yang akan diterima oleh Reynaldi. Kami menuntut hukuman seumur hidup atas percobaan pembunuhan yang dilakukannya. Akan tetapi, kemungkinan besar tersangka akan mendapatkan hukuman minimal 5 tahun penjara karena Tuan muda Aditya selamat. Akan tetapi, kita tunggu saja keputusan dari hakim nanti Presdir," ucap pengacara.


Awalnya Aditya merasa shock begitu mendengar tuntutan yang diajukan. Karena baginya, hukuman penjara seumur hidup sungguh sangat mengerikan dan membuatnya tidak tega pada adiknya tersebut. Namun, begitu mendengar kalimat terakhir dari pengacara, membuatnya bisa bernapas dengan lega. Karena ia tidak ingin menjadi orang yang menghancurkan masa depan dari adik tirinya.


"5 tahun aku rasa sudah cukup untuk hukuman adikku. Akan tetapi, jika seumur hidup, sepertinya aku tidak akan tega. Apalagi dia masih sangat muda dan masa depannya masih panjang. Semoga setelah merasakan hukuman, Reynaldi bisa menyadari kesalahannya dan juga kembali ke jalan yang benar."

__ADS_1


Respon berbanding terbalik, tampak dari wajah Queen yang merasa sangat tidak puas dengan penjelasan dari pengacaranya. Raut kecewa menghiasi wajahnya, "Harusnya seumur hidup biar Reynaldi jera. Aku benci banget pada bocah sialan itu." Mengepalkan tangannya saat merasa geram ketika mengingat kejadian di depan ruangan operasi yang menyuruhnya menandatangani surat perjanjian.


Melihat respon dari putrinya yang menurutnya sangat berlebihan, membuat Qisya langsung menanggapi perkataan dari putrinya. "Sayang, hati-hatilah dalam berbicara. Karena perkataan adalah doa dan jangan membenci sesuatu dengan sangat berlebihan yang malah akan bisa berbalik kepadamu. Apalagi kamu tengah hamil, karena Mommy sudah mengalaminya sendiri dulu."


"Maksud Mommy mengalami apa?" tanya Queen dengan tatapan penuh pertanyaan. "Ah ... sepertinya aku tahu deh, pasti soal brother yang malah sama persis dengan daddy Arthur yang dulu tergila-gila pada Mommy sampai mau menculik kan? Karena itulah Daddy dulu sangat membenci daddy Arthur yang malah benar-benar mirip dengan brother."


Qisya melirik ke arah pria yang mempunyai badan tinggi tegap tersebut, "Karena itulah, jika kamu tidak ingin anakmu mirip Reynaldi, jangan membenci dia dengan berlebihan dan meneruskan jejak dari Daddy-mu itu."


"Sudahlah, yang penting hubungan kami tidak seperti yang dulu. Dan Arthur tidak rusak seperti mantan mafia itu yang suka celup sana sini, karena buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Putraku tentu saja sepertiku yang meskipun Arthur dulu adalah seorang playboy, tapi dia tidak pernah melakukan hal yang dilarang agama dengan melakukan hubungan bebas. Aku sangat bangga pada putraku, dan juga padamu, Sayang. Karena sampai usia 25 tahun, kamu belum pernah sekali pun berpacaran."


Abymana beralih menatap ke arah menantunya, "Kalian berdua sama-sama suci karena masih murni. Semoga rumah tangga kalian selamanya bahagia, aamiin ya rabbal alamin."


"Aamiin ya rabbal alamin," jawab semua orang dengan serempak.


Belum lagi hukuman yang diputuskan oleh pengadilan dan membuatnya mendekam di penjara selama 2 tahun. Merasakan dinginnya sel, dan berbaur dengan para tahanan lain, membuat bosnya merasa stres dan berakhir di rumah sakit jiwa. Sehingga, meski sudah sembuh dan keluar dari rumah sakit jiwa, masih ada beban mental yang dirasakan karena mendapat hinaan dari semua orang. Bahkan tidak ada yang mau menikahi bosnya, karena semua orang tau dengan perbuatan yang ingin menjebak pria hebat seperti Abymana.


"Sepertinya doa Anda tidak akan dikabulkan, karena sebentar lagi nona Queen akan bercerai dengan suaminya," gumam Dewi.


Queen menoleh ke arah Dewi yang berdiri di belakangnya, "Dewi, kamu tunggu saja di dalam. Karena kami semua akan menemui tersangka terlebih dahulu."


Dewi menganggukkan kepalanya, "Baik Nona muda Queen."

__ADS_1


"Ayo My hubbiy," sahut Queen yang sudah bergelayut pada lengan kekar sang suami untuk berjalan mengekor para pengacara yang menunjukkan ruangan dari Reynaldi dan keluarganya berada. Sedangkan orang tuanya ada di sebelahnya.


Dan beberapa saat kemudian, mereka semua sudah tiba di salah 1 ruangan khusus yang di dalamnya ada keluarga besar dari Reynaldi. Queen menatap penuh kebencian terhadap pria yang saat ini terlihat tengah duduk santai sambil menikmati makanan, yakni sepotong ayam goreng crispy yang tak lain dari KFC. Kebenciannya semakin bertambah karena itu adalah makanan favoritnya dan membuatnya seketika ingin menikmatinya.


"Sialan si Reynaldi, aku pikir penampilannya terlihat mengenaskan karena lama mendekam di penjara. Akan tetapi, perkiraanku benar-benar meleset jauh, karena dia malah terlihat semakin berisi dan tampan. Berengsek, sepertinya dia masih tidak berubah dan juga tidak menyesali perbuatannya," gumam Queen.


Sementara itu, Aditya yang awalnya sangat mengkhawatirkan keadaan dari adik tirinya yang berusaha membunuhnya, seolah merasa agak aneh ketika melihat Reynaldi biasa-biasa saja. Bahkan raut wajahnya terlihat seperti tidak sedang mengalami masalah, meski sebentar lagi akan mendengarkan putusan hakim tentang hukumannya. Hingga ia yang sudah tidak bisa menahan diri untuk bertanya, refleks menanyakan apa yang ada di kepalanya.


"Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam," jawab semua orang yang ada di ruangan tersebut.


"Ini bukan rumah, jadi jangan bersikap konyol dengan mengucapkan salam, Abang tiriku. Jangan terlihat bodoh di depan orang lain dengan bersikap konyol," ejek Reynaldi yang terlihat sangat santai saat membersihkan bekas minyak di wajahnya menggunakan tisu.


Kemudian ia bangkit berdiri dan menatap ke arah semua orang yang baru saja masuk dengan membungkukkan badannya. "Selamat datang Tuan Abymana dan Nyonya Qisya, serta Nona muda Queen dan Abangku tercinta."


Tidak ada yang menjawab sapaan dari Reynaldi. Sehingga Aditya lah yang menjawab untuk mewakili semua orang. "Terima kasih Rey. Mengucapkan salam bukan hanya untuk di rumah saja, tapi bisa diucapkan dimana saja saat bertemu dengan sesama orang muslim Apakah aku boleh berbicara berdua denganmu?"


Reynaldi menunjuk ke arahnya, "Berbicara denganku 4 mata? Memangnya adik iparku mengijinkan? Pasti dia takut, aku akan menusukmu lagi. Padahal, begitu aku tahu kalau kamu adalah saudaraku, aku benar-benar merasa sangat menyesal. Maafkan aku, Abangku. Aku khilaf, dan tidak akan mengulanginya lagi. Jadi, apakah Abang mau memaafkan aku?"


Semua orang khususnya keluarga Raharja refleks menatap ke arah Reynaldi, dengan tatapan seolah penuh curiga. Begitu juga dengan Queen yang sudah benar-benar merasa mual. Refleks ia berjalan cepat untuk mendekat ke arah Reynaldi dan mengarahkan tas selempang miliknya untuk ia gunakan memukul pria yang sangat dibencinya.

__ADS_1


"Dasar pria berengsek, aku akan menghabisimu!" teriak Queen dengan tatapan penuh kilatan amarah seraya tidak berhenti memukul Reynaldi dengan tas miliknya.


TBC ...


__ADS_2