Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Apa yang akan terjadi?


__ADS_3

Reyna langsung menganggukkan kepalanya saat mendapat pertanyaan dari pria yang terlihat sangat shock mendengar apa yang telah dikatakannya.


"Jadi benar, kalau Anda tidak mengetahui nona muda Queen adalah seorang penerus dari keluarga Raharja? Astaga ... sungguh sangat luar biasa. Aku seperti sedang berbicara dengan orang yang berasal dari planet lain saja, karena mungkin hanya Anda saja yang tidak mengetahui tentang nona." Reyna terlihat geleng-geleng kepala karena merasa sangat heran dan tidak percaya.


Aditya hanya bisa tersenyum kecut mendapat sindiran dari wanita yang berada di hadapannya. "Mungkin bukan hanya saya saja yang tidak mengetahui tentang nona muda dari keluarga Raharja yang sangat terkenal itu. Akan tetapi, di luaran sana masih banyak orang yang tidak mengerti, karena terlalu sibuk dengan dunianya masing-masing."


"Dunia orang miskin seperti kami yang setiap hari hanya sibuk bekerja tanpa melihat tentang berita-berita yang menurut kami tidak penting. Karena bagi orang miskin seperti kami, yang terpenting adalah bekerja demi sesuap nasi. Tidak ada waktu untuk duduk santai menonton berita infotainment atau berita tidak penting yang tidak akan mengenyangkan perut kami."


"Kata-kata mutiara dari Anda benar-benar berhasil membuat saya seolah orang yang jahat saja. Nih kopinya! Tidak mungkin saya akan menghabiskan 2 kopi ini, jadi minum saja kopi nona Queen. Sepertinya dia sudah kembali ke Mansion." Reyna menyerahkan 2 kopi yang dibawanya kepada pria yang tidak dia ketahui namanya.


Aditya refleks menggelengkan kepalanya, "Berikan saja kopinya pada orang lain, karena saya tidak minum kopi!"


"Jika Anda tidak minum kopi, kenapa tadi tidak bilang pada nona muda? Anda ini benar-benar ya!" ucap Reyna seraya bersungut-sungut.


"Saya tidak tahu kalau nona arogan itu akan membelikannya untuk saya, lagipula dia juga tidak tanya tadi. Jadi bukan salah saya bukan? Tapi jika itu memang menjadi masalah, saya meminta maaf pada Anda," seraya membungkukkan badannya.


"Baiklah-baiklah, tidak perlu meminta maaf seperti itu. Jangan membuat saya seolah adalah seorang wanita yang sangat jahat. Jika Anda tidak minum kopi, ini akan saya berikan pada orang lain yang menyukai kopi. Kalau begitu saya permisi." Reyna berjalan meninggalkan pria yang saat ini tengah menatap ke arah ruang operasi.


Namun, ia yang merasa sangat iba dengan keadaan dari pria yang terlihat sangat cemas itu, mulai berbalik dan mengeluarkan suaranya.


"Operasi Ayah anda berjalan lancar, dan kaki Ayah Anda tidak akan cacat. Anda tenang saja, karena rumah sakit Raharja mempunyai dokter Podiatris terbaik. Dan dokter itu adalah nona muda yang baru saja berbicara dengan Anda. Jadi, Anda harus berterima kasih pada nona muda Queen. Oh ya, mungkin Anda sudah tahu karena tadi Anda baru saja bicara dengannya bukan?"

__ADS_1


Aditya terlihat langsung memegangi tengkuk belakangnya, "Eh ... itu, saya sama sekali tidak tahu kalau dia adalah dokter spesialis tulang terbaik yang dimaksud oleh dokter bedah tadi. Jadi, si nona arogan itu adalah seorang dokter Podiatris?"


Reyna mengerutkan keningnya dan menatap curiga ke arah Aditya, "Tunggu, jika tadi Anda tidak mengetahui bahwa nona adalah dokter Podiatris, lalu memangnya apa yang tadi Anda bicarakan dengannya?"


"Oh itu, tentu saja tadi membicarakan tentang kondisi ayah saya yang berada di ruang operasi. Akan tetapi, saya tidak menanyakan dia dokter apa. Kami hanya bicara tentang operasi."


"Seperti yang di bilang oleh nona arogan tadi, tidak ada yang boleh tahu tentang kerja sama kami. Ternyata aku sedang berurusan dengan seorang wanita yang bukan merupakan wanita sembarangan," gumam Aditya.


"Benarkah? Baiklah kalau begitu, lagipula ini bukan urusan saya. Semoga ayah Anda bisa segera sembuh dan Anda bisa membayar biaya operasi dan perawatan di rumah sakit ini." Setelah menyelesaikan ucapannya, Reyna meninggalkan pria yang saat ini terlihat seperti orang yang tengah memikirkan sesuatu.


Aditya hanya membalas perkataan dari wanita yang sudah meninggalkannya hanya dengan senyuman. Kini dirinya mulai duduk kembali di kursi. Tangannya kini meraih sebuah cek yang berada di dalam saku celananya. Kedua netra pekatnya tidak berhenti menatap kertas di tangannya yang akan merubah statusnya.


"Dalam semalam takdirku langsung berubah, ayah kecelakaan dan aku harus mengorbankan cintaku. Meskipun kata si nona arogan itu pernikahan di antara kami hanyalah sebuah perjanjian, aku tetap tidak bisa menodai ikatan suci sebuah pernikahan."


"Sabrina ... apa yang harus aku katakan padamu? Aku tidak bisa mengatakan kenyataan yang sebenarnya dan aku pun tidak akan tega menyakitimu. Apa yang harus aku lakukan, sayang? Bagaimana dengan janjiku padamu yang bilang akan menikahimu? Aku mencintaimu, tapi takdir menghancurkan hubungan kita."


"Maafkan aku Sabrina, aku berharap kamu tidak membenciku saat aku mengatakan yang sebenarnya besok kepadamu. Besok adalah hari dimana aku memutuskan hubungan kita. Karena aku harus menikah dengan wanita lain, sebuah pernikahan yang hanya di atas sebuah surat perjanjian."



Aditya Syaputra tidak berkedip menatap ke arah foto wanita yang sudah 1 tahun menjadi kekasihnya. Setelah ia puas memandangi foto dari kekasihnya itu, ia berniat memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.

__ADS_1


Namun, suara dari dering ponselnya membuatnya mengurungkan niatnya, ia menatap ke arah ponselnya dan melihat nomor asing yang menelfonnya. Tangannya lalu menggulir tombol hijau ke atas dan terdengar suara yang sangat tidak asing di telinganya.


"Halo, Assalamualaikum."


"Halo, apa kau masih ingat dengan suaraku? Aku adalah wanita yang tadi memberimu uang."


"Wa'alaikumsalam, iya Nona muda Queen. Tentu saja saya masih ingat, karena suara dari Anda tidak mudah untuk dilupakan."


"Darimana kamu tahu namaku? Apa tadi kamu menyelidiki siapa aku?"


"Bukan seperti itu Nona, tapi tadi wanita yang Anda suruh membeli kopi itu yang menjelaskan tentang siapa sebenarnya Anda."


"Oh ... jadi begitu. Kirim alamat rumahmu, karena aku akan menyuruh orang untuk mengirim beberapa pakaian yang harus kamu pakai saat besok pagi menemuiku di Mansion. Nanti aku kirim alamatnya lewat google maps, jadi kamu bisa dengan mudah menemukan alamat Mansion."


"Apa maksudmu Nona? Halo ... halo ... halo ...."


Sambungan telefon langsung terputus tiba-tiba, Aditya menatap ke arah ponselnya yang memang telah mati.


"Ya Allah ... wanita itu benar-benar berbuat seenaknya sendiri. Aku belum selesai berbicara, tetapi dia sudah mematikan sambungan telefonnya. Kenapa tiba-tiba dia menyuruhku datang ke rumahnya? Kenapa tiba-tiba sekali? Bahkan kami belum membicarakan tentang hal apa saja yang akan aku katakan kepada kedua orang tuanya yang bukan merupakan orang sembarangan itu."


"Jad, besok aku harus menemui orang tua dari nona arogan yang terkenal itu? Kenapa aku jadi deg-degan begini? Padahal masih besok aku menemui orang yang sangat terkenal itu. Belum bertemu saja sudah gugup begini. Bagaimana dengan besok? Apa yang akan terjadi padaku?"

__ADS_1


"Semoga semuanya berjalan lancar dan aku tidak mendapatkan pertanyaan yang macam-macam oleh kedua orang tua dari nona arogan itu, semoga. Lindungilah hambamu ini ya Allah. Lancarkanlah urusan ini, karena ini semua aku lakukan demi kesembuhan ayah. Ampunilah aku jika aku melakukan dosa, karena telah membohongi banyak orang."


TBC ...


__ADS_2