
Suasana pagi hari di Mansion keluarga Raharja khususnya hari ini sangat jauh berbeda dari hari-hari biasa. Tentu saja karena ada 5 balita yang merupakan cucu emas dari Abymana dan Qisya yang mempunyai selisih usia tidak jauh itu sudah mengeluarkan suara-suara berisik khas mereka. Mulai dari suara tangisan, tawa dan terkadang pertengkaran kecil yang tak lain adalah berebut mainan yang merupakan sebuah hal biasa dari tingkah anak kecil.
Terlihat 3 anak kecil yang saat ini tengah sibuk memporak-porandakan ruangan khusus bermain yang penuh dengan berbagai macam jenis mainan yang memang disediakan untuk bermain balita-balita menggemaskan itu. Ada 3 baby sitter yang stand by di sana, meski sudah ada 2 ratu yang sudah berada di samping balita menggemaskan itu. Yaitu, Qisya dan menantunya tengah menemani Arkha, Arsha, dan Alesha.
Sedangkan bayi kembar yang bernama Adhitama dan Adhinata ada di depan bersama dengan Queen dan 2 baby sitter untuk melihat para raja di keluarga Raharja tengah melakukan joging pagi mengelilingi area depan Mansion yang sangat luas tanpa perlu keluar dari sana. Karena beberapa kali berkeliling di halaman depan Mansion saja sudah cukup menguras tenaga dan peluh yang sukses membasahi tubuh sixpack para pria tampan yang tak lain adalah Abymana, Arthur, Aditya dan terakhir Dave.
Hari ini mereka khusus mengikuti Aditya yang tadinya bilang ingin melakukan ritual joging pagi. Karena para pria di Mansion selalu menghabiskan waktu paginya di ruangan gym pribadi, hari ini mereka ingin melakukan joging pagi bersama Aditya. Sekaligus untuk menemani Queen yang saat ini terlihat tengah mendorong stroller dengan 2 baby sitter untuk sekedar jalan-jalan ringan, menghirup segarnya udara pagi hari.
Queen sudah duduk di kursi yang ada di dekat taman depan setelah merasa cukup lelah. Ia menghapus peluh di keningnya dengan sapu tangan milik suami yang selalu dibawanya kemana-mana. Bahkan semua sapu tangan milik suaminya sudah ia tegaskan menjadi hak miliknya. Sehingga ia seolah merampas barang pribadi sang suami yang saat ini terlihat tengah berkeliling area sekitar Mansion.
"Sekarang aku lebih cepat capek semenjak hamil," ucap Queen seraya beralih menatap ke arah 2 bayi kembar tampan yang mempunyai badan montok berparas tampan seperti saudaranya. "Melihat kalian, aku jadi ingin punya anak kembar cewek dan cowok seperti Arkha dan Arsha. Aah ... rasanya aku sangat tidak sabar untuk segera USG kandunganku saat 6 bulan untuk mengetahui jenis kelamin mereka."
Disaat yang bersamaan, suara tangis dari bayi yang tak lain adalah Adhitama membuat Queen langsung bangkit dari kursi untuk menggendong bayi laki-laki yang sudah hampir bisa berjalan itu. "Adhitama mau jalan-jalan pagi juga ya? Atau mau minum susu?" Masih berusaha untuk membuat bayi berusia 1 tahun itu tidak melanjutkan tangisannya. Kemudian ia berjalan membawa bayi montok yang terlihat gelisah dan seperti berontak dari gendongannya itu mendekati papanya.
__ADS_1
4 pria yang sama-sama memiliki pesona tersendiri itu bisa melihat Queen yang berjalan ke arah mereka yang sedang duduk di atas rumput untuk meluruskan kaki mereka setelah lari pagi.
Aditya menatap wajah cantik sang istri yang terlihat sangat keibuan saat menggendong keponakannya dengan penuh haru. Karena ia merasa sangat bahagia bahwa wanita yang dinikahinya karena sebuah perjanjian itu tengah mengandung benihnya. "Istriku yang seperti bidadari terlihat sangat cantik ketika menggendong bayi di tangannya," gumam Aditya.
Sedangkan Abymana dan Arthur sama-sama mengarahkan tangannya untuk meminta Adhitama yang terlihat masih menangis di gendongan Queen.
Berbeda dengan pandangan dari Dave yang saat ini tengah menatap dengan intens sang nona muda yang sudah berjalan semakin mendekat seraya bergumam di dalam hatinya. "Kira-kira nona muda sudah mengetahui bahwa aku selama ini mencintainya atau tidak ya? Jika ia sudah tahu, aku seperti orang yang tidak mempunyai muka saja saat berhadapan dengannya."
"Brother, kenapa Adhitama terus menerus menangis dan tidak bisa diam meski sudah aku gendong?" Queen menyerahkan keponakannya pada sang daddy yang sudah berdiri mendahului saudara laki-lakinya.
"Papa turunkan saja dia di rumput dan ajarin Adhitama untuk berjalan. Dia sekarang tidak suka digendong, tapi lebih suka diajari berjalan. Sepertinya sebentar lagi dia bisa berjalan. Bahkan pinggangku rasanya mau patah saat menuruti keinginannya yang ingin selalu berjalan. Aku tidak bisa membayangkan mommy quint A yang pastinya setiap hari sangat capek saat mengurus anak-anak. Karena itulah, meski aku capek, setiap malam aku selalu memijatnya untuk sekedar melemaskan otot-ototnya. Agar tidak terlalu capek," ucap Arthur panjang lebar.
"Wah ... ternyata Brother pengertian sekali pada kakak ipar. Syukurlah jika suami bisa mengerti dan memahami bahwa tugas seorang istri tidaklah mudah saat mengurus 5 anak. Bahkan hanya melihatnya saja sudah membuatku merasa capek, apalagi mengalaminya sendiri. Bisa mati berdiri aku nanti," ucap Queen yang sudah mendaratkan tubuhnya di sebelah sang suami. "My hubbiy jangan seperti Brother nanti, karena aku ingin membuat jarak untuk anak kita nanti. Paling tidak, saat anak usia minimal 4 tahun, baru program anak lagi."
__ADS_1
Aditya malah yang merasa malu atas kata-kata vulgar dari sang istri di depan para pria. Apalagi di sebelah kirinya ada Dave yang jelas-jelas masih mencintai istrinya. "Iya, aku tahu Sayang. Jadi, kamu tidak perlu merasa khawatir."
"Syukurlah kalau begitu. Aah ... rasanya aku sangat capek, My hubbiy." Queen menyandarkan kepalanya di pundak pria yang sudah menggenggam tangan dan berganti mengusap punggung tangannya. Seolah ia sedang ingin bermanja-manja pada sang suami yang amat sangat dicintainya.
"Iissh ... lebay," ucap Arthur yang bangkit berdiri dari posisinya yang dari tadi duduk di atas rumput. "Kalian lanjutkan saja aksi lebay kalian, aku mau olahraga pinggang bersama putraku Adhinata." Berlalu pergi meninggalkan pasangan suami istri itu setelah memberikan kode pada Dave agar ikut pergi dengannya.
"Kalau begitu saya permisi dulu, Nona dan Tuan muda. Ada pekerjaan yang harus saya selesaikan," ucap Dave yang sudah membungkuk hormat pada Queen dan Aditya yang terlihat sangat romantis itu. Kemudian berlalu pergi setelah pasangan suami istri itu menganggukkan kepalanya.
"Sepertinya Nona muda tidak tahu kalau aku sangat mencintainya. Karena jika dia sampai tahu, mungkin nona muda sudah menginterogasi dan bahkan menghajarku. Wanita ini selalu bersikap sesuai dengan hatinya dan tidak pernah bisa menyembunyikan perasaannya jika sedang marah atau pun kesal. Setidaknya aku selamat, dan masih mempunyai muka saat berhadapan dengan nona muda," batin Dave.
"Oh ya, aku harus mengurus semua hal di perusahaan karena Tuan Abymana hari ini mungkin agak siang ke perusahaan. Dan laporannya harus selesai sebelum Tuan datang. Laporan? Oh iya, bukankah kemarin Sabrina meminta bantuan dan menyuruhku untuk datang ke rumahnya jam 7?"
Refleks Dave langsung menepuk jidatnya begitu mengingat sesuatu. "Astaga, jam 7. Semalam Dewi menyuruhku untuk menjemputnya di bandara jam 7 pagi. Dasar bodoh, kenapa aku bisa berbuat konyol dengan berjanji pada 2 wanita? Dan kebodohanku ini benar-benar sangat menyusahkan diriku sendiri. Gara-gara perkataan dari Tuan Aditya, membuatku tidak bisa fokus, atau berpikir dengan jernih. Sehingga bisa berbuat seperti ini."
__ADS_1
Dave yang sudah berada di dalam kamarnya bisa melihat jam dinding di ruangannya itu menunjukkan pukul 6.00 WIB. "Bahkan tinggal 1 jam lagi, dan aku harus memenuhi janjiku pada Dewi dan Sabrina. Kenapa 2 wanita ini membuatku merasa pusing. Aku pilih yang mana ya? Dewi atau Sabrina? Astaga, konyol sekali. Tingkahku ini sudah seperti seseorang yang akan menentukan pilihan jodohnya saja."
TBC ...