Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Mencari suasana baru


__ADS_3

Aditya yang masih digandeng oleh sang istri yang terlihat seperti orang yang terburu-buru pun tak luput langsung menyunggingkan senyumannya saat mendengar kalimat yang dianggapnya seperti sebuah kambing hitam. Bersembunyi di balik kata pahala untuk menutupi rasa malunya.


"Istriku Sayang sangat pandai bersilat lidah rupanya," ucap Aditya dengan sudut bibir terangkat ke atas.


"Nanti kamu ngaca di cermin, agar sadar diri bahwa kamu lebih parah dari aku. Kamu lebih pandai bersilat lidah, jadi istri ikut ketularan kan jadinya," sahut Queen yang sudah menatap kesal ke arah pria yang berjalan di sebelahnya.


"Baiklah ... baiklah, aku akan mengaku kalau aku lebih pintar darimu, Sayang. Oh ya, bukankah kita harus membersihkan diri dulu dan mengganti baju? Tidak mungkin kita masuk ke dalam hotel dengan keadaan seperti ini." Aditya menatap penampilannya sendiri yang kotor dan basah.


"Memangnya keadaan kita kenapa? Cuma basah doang, jadi nggak masalah. Tidak akan ada yang mempermasalahkan keadaan kita. Jika sampai ada yang mengejek atau menghina, aku akan memberinya pelajaran yang tidak akan pernah dilupakannya seumur hidup."


Queen beralih menatap ke arah 2 pengawalnya yang berada di belakang. "Belikan aku pakaian ganti untukku dan My hubbiy! Aku tunggu di depan lobby hotel itu," ucap Queen dengan telunjuknya yang sudah menunjuk ke arah penginapan yang ada di sekitar area pantai Kuta.


"Baik Nona muda," jawab salah satu pengawal dan langsung berjalan ke arah penjual pakaian.


Kemudian Queen dan Aditya masih bergandengan tangan dan berjalan menuju ke area penginapan untuk segera memesan kamar untuk tempat mereka mengungkapkan perasaannya melalui ritual rutin mereka yang sama sekali tidak pernah membuat keduanya merasa bosan.


Karena merasa sudah kedinginan, Queen langsung berjalan ke arah resepsionis untuk memesan kamar. Namun, sang suami menyuruhnya untuk diam.


"Biar aku saja, Sayang!" ucap Aditya yang langsung berjalan mendahului sang istri. "Saya pesan kamar terbaik 1."


"Mohon maaf Tuan, kamarnya sudah penuh. Tinggal kamar yang biasa," ucap pegawai wanita yang sibuk mengamati penampilan dari 2 tamu hotel sambil bergumam di dalam hati.


"Astaga, penampilan mereka berantakan sekali. Harusnya mereka membersihkan diri dulu kan. Nggak sopan dan tidak tahu malu.


Aditya menoleh ke arah Queen yang sudah mulai membiru bibirnya. "Sayang, bagaimana? Kamar terbaiknya penuh, tinggal yang biasa. Kamu mau nggak? Atau kita pindah ke sebelah? Akan tetapi, kamu sudah kedinginan seperti itu."

__ADS_1


"Tidak masalah di sini saja, aku sudah tidak tahan." Queen menyilangkan tangannya ke tubuhnya seraya tubuhnya menggigil kedinginan.


"Baiklah, kita langsung ke kamar saja. Sepertinya kamu butuh kehangatan, aku akan menghangatkanmu,” bisik Aditya di daun telinga sang istri.


Tentu saja tubuh Queen langsung meremang saat Aditya berbisik di telinganya, refleks ia langsung mencubit paha pria yang terlihat tengah tersenyum menyeringai ke arahnya. "My hubbiy sangat nakal."


"Kutahu yang kau mau Nona muda. Bukankah kamu lebih suka aku yang nakal? Bahkan tadi kamu geram padaku saat aku lambat menciummu? Ayo, kita masuk sekarang! Aku tidak tega melihat istriku tercinta kedinginan."


Aditya lalu meraup tubuh sang istri ke atas lengan kokohnya dan berjalan menuju ke arah kamar yang ditunjukkan oleh salah satu staf hotel.


Sedangkan pengawal mengikuti dari belakang seraya tidak berhenti gigit jari melihat kemesraan dari majikannya.


Di saat yang bersamaan, salah satu pengawal yang diberi tugas untuk membeli pakaian sudah kembali dan menghampiri kawannya dan melihat sang Nona mudanya sedang di gendong oleh suaminya yang baru saja mau masuk ke dalam kamar.


Queen menerima paper bag berisi baju ganti untuknya dan sang suami. "Kalian pergi saja! Jalan-jalan sambil cuci mata lihat para bule yang sedang pakai bikini di pantai. Daripada kalian menunggu di depan pintu. Sudah sana pergi!" Mengibaskan tangannya dan mengarahkan dagunya ke arah depan.


"Baik Nona muda," ucap 2 pengawal dengan serempak.


Aditya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sang istri yang bersikap tidak sopan. Namun, ia masih mencoba untuk memakluminya. Kemudian kakinya mulai melangkah masuk ke dalam ruangan kamar berukuran cukup sempit dengan ranjang pembaringan berukuran sedang yang jauh dari kamar hotel presidential suite room yang biasa mereka tempati.


Begitu juga dengan Queen yang mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangan kamar. "Turunkan aku!"


Aditya menuruti permintaan dari wanita yang terlihat sangat shock melihat keadaan sekeliling kamar.


"Ini kamar apa kandang ayam? Astaga, parah banget. Aku kira tadi tidak sejelek ini kamarnya. Ya ampun, aku bisa gila memikirkan semuanya ini. Lihatlah ranjangnya, bahkan ranjang pelayan di Mansion lebih bagus dari ranjang itu. Lebih baik kita cari hotel yang lain saja, aku mual berada di kandang ayam ini," rungut Queen dengan wajahnya yang kesal.

__ADS_1


"Astaghfirullah, ini bahkan lebih bagus dari ruangan kamarku, Sayang. Tidak apa-apa, sekali-sekali kamu merasakan bagaimana rasanya menjadi rakyat jelata. Anggap saja untuk mencari pengalaman. Lebih baik ayo kita mandi sekarang!" Aditya menghela tubuh Queen untuk masuk ke dalam kamar mandi berukuran sedang yang berada di pojok kanan ruangan.


Lagi-lagi Queen mengumpat kesal. "Lihatlah kamar mandi ini, astaga. Keluar dari sini bisa-bisa aku berubah gila."


"Tidak akan, aku akan membuatmu senang." Setelah mengungkapkan kalimat ambigunya, Aditya mulai meraup bibir tipis sang istri dan bermain-main di bagian paling favoritnya tersebut.


Tentu saja ia ingin segera menghentikan rungutan dari wanita yang dari tadi asyik merengut dan mengumpat. Karena dirinya tahu bahwa sang istri akan langsung diam dan menyerah saat dirinya membuainya dengan sentuhan fisik dan berakhir dengan percintaan panas.


Queen yang terkejut dengan serangan tiba-tiba dari pria yang sudah mulai membuka penutup tubuhnya, sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa. Seolah dirinya hanya pasrah saat sang suami mulai sibuk dengan tubuhnya.


Hingga ia melupakan rasa malunya yang selama ini dirasakannya ketika berdekatan dengan sang suami. Bahkan kini dirinya sangat kewalahan dalam menghadapi ciuman brutal dari pria yang semakin lama semakin liar menciumnya.


"Ya ampun, My hubbiy sekarang berubah sangat agresif dan tidak bersikap lembut seperti biasanya.


Aditya melepaskan pagutannya saat merasa kehabisan pasokan oksigen. Dirinya menatap ke arah wanita yang sudah terlihat merah wajahnya.


"Sayang, di sini saja ya?"


"Apa?" tanya Queen pura-pura tidak tahu, padahal sebenarnya dirinya sangat tahu apa maksud pertanyaan dari pria yang menatapnya dengan tatapan parau.


"Kita Make Love di sini saja, kita mencoba mencari suasana baru."


Tanpa menunggu jawaban dari pertanyaannya, Aditya kembali melanjutkan aksinya untuk membuai sang istri menuju kenikmatan duniawi yang hakiki. Dan ruangan sempit tersebut menjadi saksi bisu percintaan panas mereka dengan diiringi suara desahan dan lenguhan dari keduanya yang sibuk mereguk asmara.


TBC ...

__ADS_1


__ADS_2