Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Ada apa sebenarnya


__ADS_3

Dengan raut wajah penuh kekecewaan, Aditya keluar dari kamar hotel dan berjalan menuju ke arah lift khusus yang biasa digunakan oleh para konglomerat yang menginap di Presidential Suite' room tersebut. Karena tidak ingin membuat Queen merasa tidak nyaman saat bersama dengannya, membuatnya ingin menghindari wanita yang tadi bersikap dingin dan kasar padanya.


"Aku mungkin terlalu banyak berharap pada istriku. Dia membutuhkan waktu untuk bisa berubah menjadi seorang wanita yang lebih baik. Jadi, aku harus berusaha mengerti dan bersabar saat mencoba mengubahnya. Akan tetapi, aku pun hanya manusia biasa yang bisa terluka saat Queen tadi bersikap kasar dan menyuruhku untuk menjauhinya."


"Aku butuh tempat untuk menenangkan diri, dan hanya ada satu tempat yang bisa menyembuhkan luka di hatiku ini."


Aditya langsung berjalan keluar dari lift begitu pintu terbuka. Sebelumnya ia sudah memesan ojek online yang akan mengantarkannya ke tempat tujuan. Dan tak butuh waktu lama untuknya menunggu, ojek online yang ditunggunya datang beberapa menit kemudian.


Ia pun naik ke atas motor setelah sang tukang ojek memberikan sebuah helm kepadanya. Sepuluh menit kemudian, ia telah tiba di tempat tujuan. Aditya memberikan uang seratus ribu kepada tukang ojek paruh baya tersebut.


"Terima kasih Pak!"


"Wah ... nggak ada uang pas ya Mas, cuma dua puluh ribu ongkosnya. Karena saya tidak mempunyai kembaliannya, maklum Mas semenjak adanya virus Corona, ojek online sangat sepi. Mencari rejeki juga agak susah," ucap tukang ojek.


"Iya Pak, virus Corona ini memang membuat perekonomian di semua negara porak poranda. Ini semua merupakan sebuah teguran dari Tuhan untuk kita semua, agar kita mau kembali mendekat pada-Nya dan tidak lalai dalam menyembahnya. Bapak yang sabar dan tetap berikhtiar, insyaallah akan selalu ada jalan."


"Kembaliannya ambil saja Pak. Oh ya, ini saya ada sedikit rejeki untuk istri dan anak Bapak. Tolong terima, karena ini merupakan sodaqoh saya yang merupakan amal jariyah untuk saya nanti saat saya sudah meninggal dunia nanti. Dan hari ini adalah hari paling baik untuk saya, karena saya baru menikah."


"Doakan agar rumah tangga saya akan dilimpahi Rahmat oleh Allah SWT dan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah," ucap Aditya yang memberikan uang lima ratus ribu kepada pria paruh baya tersebut.


Sontak saja raut wajah yang sudah agak berkeriput itu berubah berbinar, karena tidak bisa menahan perasaan bersyukurnya, pria tersebut bahkan sudah berkaca-kaca dan tanpa bisa ditahannya lagi, bulir bening jatuh membasahi wajahnya.


"Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah mengirimkan seorang malaikat penolong untukku. Terima kasih Mas, Anda sungguh sangatlah baik. Saya akan selalu mendoakan kebahagiaan Mas. Semoga Anda berbahagia hidup dengan istrinya dan menjadi keluarga yang Sakinah mawadah warahmah dan diridhoi oleh Allah SWT. Sekali lagi terima kasih Mas!" ucap pria paruh baya tersebut sambil menggenggam erat tangan Aditya.


Aditya hanya menyunggingkan senyumannya dan mulai menanggapi doa dari pria yang sudah berlinang air mata itu.


"Alhamdulillah, ada yang mau mendoakan rumah tangga yang baru saya bina. Saya pun juga mengucapkan terima kasih atas doa tulusnya, Pak."

__ADS_1


"Sama-sama Mas, sekali lagi terima kasih. Kalau begitu saya mau pulang dulu dan membelikan beras untuk keluarga saya, karena pagi tadi, istri saya bilang kalau beras sudah habis. Jika saya tidak pulang membawa uang, mungkin kami tidak bisa makan. Terima kasih Mas, semoga kebahagiaan selalu mengiringi rumah tangga yang baru dibina," ucap pria paruh baya tersebut.


"Alhamdulillah sekarang ada rejeki untuk membeli beras Pak. Saya juga mau ke dalam, terima kasih sudah diantarkan kemari. Hati-hati di jalan Pak!" ucap Aditya yang sudah menepuk bahu kokoh tukang ojek tersebut.


Lalu Aditya berjalan masuk ke dalam rumah Allah yang merupakan masjid Agung di Jakarta.


"Akhirnya aku bisa menenangkan diri di rumah Allah," ucap Aditya yang sudah berjalan ke arah tempat wudhu laki-laki dan langsung mensucikan diri untuk melakukan sholat Isya dan berserah diri, serta berdoa untuk memohon pada sang pencipta.


Setelah selesai mengambil air wudhu, Aditya langsung masuk ke dalam masjid dan berdiri di posisi paling depan untuk menunaikan kewajibannya. Terlihat ia sangat kusyuk saat sholat. Dan beberapa kemudian, ia telah menyelesaikan kewajibannya.


Masih dengan posisi bersimpuh, ia menengadahkan tangannya untuk memohon ampunan dan berdoa memohon kebahagiaan untuk rumah tangganya.


"Ya Allah, ampuni segala dosa-dosaku dan juga kedua orang tuaku, serta saudaraku dan tak lupa untuk semua orang yang berada di jalanmu. Limpahkanlah rahmat-Mu untuk rumah tangga yang baru saja aku bina bersama istriku."


"Ampuni segala dosa istriku, karena dia masih belum mempunyai pengetahuan untuk bersikap selayaknya seorang istri kepada suami. Berikanlah sebuah hidayah pada istriku, agar ia bisa menjadi seorang istri yang Sholihah dan bisa menjadi pasanganku di dunia dan di akhirat nanti."


"Aku akan bersabar menunggunya berubah, karena aku yakin istriku akan menjadi seorang istri yang kelak akan berbakti kepada suaminya. Aamiin ya rabbal alamin."


Setelah selesai dengan kegiatannya, ntuk sesaat dirinya terdiam di tempatnya, dan belum berniat bangkit dari posisinya. Namun, ia sedikit kaget saat ada yang menepuk bahunya dari belakang.


Aditya menolehkan kepalanya ke arah belakang, dan bisa dilihatnya seorang pria yang seumuran dengannya terlihat tersenyum ke arahnya.


"Aditya? Kamu Aditya kan?" tanya pria yang bernama Sugeng Riyadi.


Aditya menganggukkan kepalanya dan langsung menyunggingkan senyumannya saat mengenali pria yang menyapanya itu tak lain adalah sahabat baiknya saat SMA.


"Sugeng? Kamu di Jakarta? Alhamdulillah kita bisa bertemu di rumah Allah SWT setelah sekian lama tidak bersua."

__ADS_1


Aditya refleks langsung berpelukan bersama dengan Sugeng, lalu saling menepuk bahu masing-masing.


"Alhamdulillah setelah sekian lama kita bisa bertemu di Masjid Agung ini. Dulu kita sering datang ke sini bersama-sama bukan?" tanya Sugeng yang sudah melepaskan pelukannya.


"Iya, ternyata hal inilah yang menuntunku untuk datang ke sini. Rupanya aku akan bertemu denganmu. Ngomong-ngomong, kapan kamu kembali ke Jakarta? Kamu mau tinggal di sini?" tanya Aditya dengan wajah penuh dengan sorot pertanyaan.


Sugeng menggelengkan kepalanya, seolah tidak membenarkan perkataan dari sahabatnya saat SMA.


"Aku di Jakarta hanya satu Minggu, ada acara keluarga. Karena besok adikku akan menikah, jadi aku usahakan pulang ke Jakarta untuk menyaksikan pernikahan adikku yang dulu pernah menyukaimu. Oh ya, kamu besok datang ke rumah ya! Sekalian kita reuni, karena aku juga mengundang beberapa sahabat kita dulu."


"Sebenarnya aku tadi datang ke rumahmu, tapi kata tetanggamu, kamu hari ini menikah. Lalu, kenapa kamu sekarang ada di sini?" tanya Sugeng pada sahabatnya.


Aditya mencoba mencari alasan untuk menutupi kenyataan yang sebenarnya terjadi padanya, karena ia tidak ingin mengumbar aib dari wanita yang sudah sah menjadi istrinya.


"Ceritanya sangat panjang, dan butuh waktu berhari-hari untuk menceritakan apa yang terjadi padaku. Insyaallah besok aku akan datang ke acara pernikahan adikmu. Aku ingin melihat Ayu sekarang seperti apa. Apakah dia masih semanis dulu?"


Raut wajah berbinar dari keduanya bisa dilihat dengan jelas bahwa keduanya terlihat sangat bahagia saat bisa kembali bertemu. Lalu keduanya mulai bercerita kesana-kemari untuk melepas rindu.


Sementara itu, di sisi lain, semua kegiatan dari Aditya telah direkam oleh pengawal kepercayaan Queen dan langsung mengirimkan video tersebut ke majikannya. Mulai dari tukang ojol yang diberikan uang hingga ia berbincang dengan sahabat baiknya.


Saat Aditya sibuk bercerita tentang masalah pekerjaannya, bunyi dering ponselnya membuatnya menghentikan suaranya dan mulai meraih ponselnya yang berada di saku celananya. Dan bisa dilihatnya bahwa Queen yang sedang menghubunginya, ia pun langsung mengarahkan tombol hijau ke atas untuk mengangkat panggilan telefon.


Aditya 📞 :"Assalamu'alaikum, iya Queen. Ada apa? Kamu belum tidur?"


Queen 📞 :"Wa'alaikumsalam, cepat pulang sekarang! Aku beri waktu lima belas menit, kamu harus sudah sampai di kamar!"


Aditya berniat menjawab perkataan dari sang istri, namun sambungan telefon langsung terputus. Tentu saja dirinya merasa sangat kebingungan begitu mendapat ancaman dari wanita yang baru saja menghubunginya.

__ADS_1


Ada apa Queen menyuruhku untuk buru-buru kembali? Ada apa sebenarnya?


TBC ...


__ADS_2