Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Menjadi suami sempurna untukmu


__ADS_3

Aditya yang baru saja menyelesaikan doanya, mengusap kedua tangannya pada wajahnya. Kemudian dirinya beralih menoleh ke arah belakang, dan mengarahkan tangan kanannya pada wanita yang menurutnya terlihat sangat cantik saat memakai mukena berwarna putih yang dibelikannya kemarin.


Queen mengarahkan manik bening miliknya menatap ke arah tangan yang menggantung di udara itu. Sebenarnya jauh di dalam hatinya, ia ingin langsung mencium punggung tangan sang suami.


Namun, rasa malu dan egonya terlalu besar, hingga ia hanya menjabat tangan itu tanpa menciumnya. Rasa gengsi yang teramat besar dirasakannya, dan membuatnya tidak ingin menciumnya seperti ritual pasangan suami istri selayaknya.


Kemudian, untuk menghilangkan rasa gugupnya akibat Aditya yang masih menatap ke arahnya, membuatnya menoleh ke arah kanan dan buru-buru melepaskan mukena yang dipakainya. Lalu ia mulai melipatnya, dan bangkit dari posisinya.


"Aku masih mengantuk, jadi aku mau tidur lagi. Jangan menggangguku, oke!"


Aditya masih terus mengarahkan tatapannya pada wanita yang ia tahu sangat gugup dan tengah kebingungan. Sejujurnya di dalam hatinya, ia ingin tertawa. Namun, lagi-lagi ia tidak ingin membuat sang istri merasa malu.


"Memangnya kamu bisa tidur lagi, Queen? Sebenarnya setelah sholat subuh, disarankan untuk tidak tidur. Tidur setelah subuh mencegah rezeki, karena waktu subuh adalah waktu makhluk mencari rezeki mereka dan waktu dibagikannya rezeki. Tidur setelah subuh suatu hal yang dilarang (makruh) kecuali ada penyebab atau keperluan."


"Kalau begitu aku ambil kesimpulanmu yang paling terakhir, yaitu ada penyebabnya," ucap Queen yang sudah mulai naik ke atas ranjang dan langsung membaringkan tubuhnya dengan menutupinya dengan selimut.


"Penyebab apa Queen? Kamu sakit?" jawab Aditya yang langsung berpura-pura menampilkan raut wajah khawatirnya. Tak sampai di situ saja, ia mulai berjalan mendekati wanita yang sudah berbaring miring membelakanginya, dan memeriksa keningnya.


Queen seketika berjenggit kaget saat merasakan tangan Aditya sudah berada di atas keningnya. Hanya dengan mendapatkan sebuah sentuhan kecil dari pria yang berada di belakangnya itu, membuatnya seolah tersengat aliran listrik. Dengan gugup ia menyingkirkan tangan Aditya.


"A-apa yang kamu lakukan? Menyingkirlah! Bukankah aku tadi sudah bilang padamu untuk jangan menggangguku, aku tidak apa-apa. Aku hanya sedang mengantuk, bukan sakit."


"Jadi, itu penyebabnya? Memangnya itu bisa dijadikan penyebab atau sebuah alasan? Jika kamu sakit atau kerja, itu baru bisa dijadikan sebuah alasan. Bukankah kamu seorang dokter? Harusnya dokter bisa memberikan sebuah contoh hidup sehat pada pasiennya. Bukankah aku sekarang ini adalah pasienmu?" tanya Aditya yang masih berdiri menjulang di sebelah ranjang.


"Aku memang seorang dokter, memangnya aku tidak boleh tidur lagi? Aku sangat mengantuk, kamu juga tidur lagi saja! Lagipula ini masih menjadi hari free bagiku. Karena Daddy bilang aku cuti kerja selama satu Minggu. Kapan lagi aku bisa tidur nyenyak tanpa melakukan apa-apa. Lagipula ...."


Queen tidak jadi melanjutkan perkataannya, karena merasa malu. Sehingga dirinya hanya bisa bergumam di dalam hatinya.


Lagipula sekarang tubuhku rasanya sakit semua akibat bercinta denganmu semalam.

__ADS_1


"Kenapa tidak melanjutkan perkataanmu Queen?" tanya Aditya yang masih mengerutkan keningnya.


"Tidak apa-apa, aku hanya lupa ingin mengatakan apa tadi. Sudah sana, aku mau tidur!" Queen mengibaskan tangannya.


"Padahal aku ingin mengajakmu jogging pagi, agar tubuh kita berdua sehat," ucap Aditya dengan sedikit kecewa.


Refleks Queen langsung menghadap ke arah pria yang berada di belakangnya. "Apa kamu bilang, joging pagi? Konyol sekali, bahkan untuk berjalan saja, aku sangat kesakitan. Lalu, kamu mengajak aku untuk pergi olahraga. Memangnya kamu mau kalau aku minta digendong? Karena aku masih merasakan sakit, memangnya kamu lupa?"


"Refleks Aditya langsung mengarahkan matanya menatap ke arah bagian bawah wanita yang sudah tertutup selimut itu. "Maafkan aku, Queen. Ternyata aku melupakan sesuatu hal yang sangat penting. Baiklah, sekarang kamu istirahat saja! Pasti kamu sangat capek dan mungkin sekujur tubuhmu sakit semuanya."


"Nah, itu mengerti. Ya sudah aku mau tidur lagi!" ucap Queen yang kembali memiringkan tubuhnya dan memejamkan matanya. Namun, lagi-lagi suara bariton dari Aditya, membuatnya tidak jadi melanjutkan perbuatannya.


Awalnya Aditya ingin melangkah ke arah sofa, namun ia mengingat acara penting sahabatnya. "Queen, aku ingin pergi ke acara pernikahan adik dari sahabatku. Jadi, kamu bisa memuaskan tidur di hotel. Kalau tidak ada aku, kamu pasti akan bisa tidur dengan nyenyak. Bukankah lebih baik aku pergi saja?"


"Karena hari ini, aku ingin pergi pagi. Untuk sekedar membantu keluarga sahabatku yang sudah aku anggap seperti keluargaku sendiri. Boleh ya? Aku janji tidak akan dekat-dekat dengan para lelaki. Mungkin aku bisa berbicara dengan para wanita rekan sekolahku dulu, agar aku bisa menghilangkan penyakitku ini."


Mendengar kata wanita yang keluar dari mulut pria yang masih berada di sebelahnya, membuat pikiran Queen langsung membayangkan Aditya sedang berbicara dengan para teman wanita semasa SMA-nya. Dan hal itu tentu saja membuat pikirannya tidak bisa menerimanya.


"Tidak boleh! Bukankah tadi aku sudah bilang tidak boleh? Jadi, jangan membantah perintahku!" sarkas Queen yang sudah sangat kesal.


"Apa alasanmu melarangku, Queen? Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan temanku, karena aku sudah menganggapnya seperti saudaraku sendiri," ucap Aditya yang mengarahkan tatapan penuh permohonan.


"Aku hanya ingin kamu segera sembuh, itu saja! Karena itulah kamu tidak boleh berdekatan dengan seorang pria. Wanita pun tidak boleh. Karena bisa jadi, nanti malah mereka yang mengejar-ngejarmu. Itu malah akan mencemarkan nama baik keluargaku.


"Saat kamu masuk ke dalam keluarga Raharja, kamu harus menuruti semua perintahku! Karena aku yang berkuasa atas dirimu saat ini," ancam Queen dengan bersungut-sungut.


Aditya berkali-kali hanya bisa geleng-geleng kepala begitu mendengar perkataan dari Queen yang menurutnya sangat cemburu padanya.


"Kenapa malah seorang wanita yang berkuasa atas diri seorang laki-laki, sepertinya jaman sudah mulai semakin tua. Begini saja, lebih baik kamu ikut saja denganku! Kita pergi ke acara pernikahan temanku berdua, dan aku akan mengenalkanmu pada semua teman-temanku. Bahwa Queen Aqila Wijaya Raharja adalah istri dari Aditya Saputra."

__ADS_1


Kalimat terakhir yang keluar dari Aditya, tentu saja membuatnya merasa sangat senang dan bahagia. Selain itu, ajakan dari pria itu terdengar cukup menarik di telinganya. Namun lagi-lagi dirinya menahannya sekuat tenaga.


"Memangnya siapa yang ingin pergi bersamamu, aku sedang ingin tiduran saja di kamar."


"Apa kamu sedang ingin berduaan denganku di kamar hotel? Baiklah, jika kamu menginginkannya. Aku akan menurutinya, aku akan tidur seharian di kamar saja. Siapa tahu saja, dengan kita tidur bersama, aku bisa segera sembuh," ucap Aditya yang mulai naik ke atas ranjang.


"Lalu, kalau kamu sembuh, memangnya kamu mau apa? Maksudku, hal pertama yang ingin kamu lakukan apa saat sudah menjadi laki-laki normal?" ucap Queen yang memandang Aditya sudah mulai merebahkan tubuhnya.


"Aku? Jika aku sembuh, aku ingin membuatmu menjadi wanita paling bahagia di dunia ini."


"Maksudmu?"


"Aku ingin menjadi seorang suami yang sempurna untukmu."


"Ternyata seorang Gay bisa berbicara gombal."


"Aku tidak gombal, aku serius. Queen, berada dekat denganmu seperti ini, membuatku merasa sangat aneh."


"Aneh? Apanya yang aneh?"


"Aku ingin kembali menyentuhmu?"


"Menyentuh bagaimana?"


"Apakah aku boleh memelukmu saat sedang tidur?"


Queen langsung membulatkan kedua matanya begitu mendengar pertanyaan dari pria yang saat ini tengah membuka tangannya, seolah ingin menyuruhnya menghambur memeluk tubuh kekar itu.


Kenapa Aditya ingin memelukku? Sebenarnya aku nggak merasa keberatan, tapi tidak mungkin aku langsung menghambur memeluknya. Bikin malu saja.

__ADS_1


TBC ...


__ADS_2