Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Menyingkirkan rasa penasaran


__ADS_3

Aditya mencoba menampilkan sebuah senyuman untuk mencoba menyembunyikan yang sebenarnya dirinya rasakan. "Mana mungkin aku memikirkan wanita lain saat sedang bersamamu, Sayang. Jangan suka suudzon pada orang lain, ya. Itu tidak baik dan malah hanya akan menggerogoti semua amal baikmu."


"Beneran?" Queen seolah langsung tertampar dengan perkataan dari pria yang menatapnya dengan sangat teduh.


"Iya, Istriku, Sayang. Lebih baik kita bersenang-senang hari ini tanpa bertengkar, oke!"


"Baiklah, aku pun sama sekali tidak tertarik untuk bertengkar denganmu, tapi terkadang aku merasa sangat kesal saat melihat apa yang tidak aku sukai. Apakah kamu tidak merasa ilfil padaku, My hubbiy? Saat aku marah, aku tetap cantik, kan," tanya Queen yang kembali merebahkan kepalanya ke dada bidang sang suami.


"Mana ada seorang suami yang merasa ilfil pada istrinya sendiri. Kamu memang aslinya cantik, jadi mau bergaya apa pun tetap tidak bisa menghilangkan sisi kecantikanmu Sayang," rayu Aditya dengan tangannya yang mengusap lembut rambut panjang sang istri.


Kamu memang sangat cantik Istriku, Sayang, tetapi kamu akan lebih terlihat cantik saat memakai hijab. Semoga nanti ke depannya, kamu mau menutupi aurat dengan memakai hijab. Namun, aku tidak akan pernah memaksamu sebelum kamu siap lahir batin. Semoga Allah SWT memberikan sebuah hidayah padamu dan mengabulkan harapanku ini.


"Kamu memang sangat pandai merayu. Sebenarnya kamu belajar dari mana? Tidak mungkin seorang pria yang tidak pernah berhubungan dengan seorang wanita bisa merayu." Queen mendongak menatap wajah tampan sang suami sambil menunggu jawabannya.


"Aku belajar dari Cinta, karena cintalah yang mengajarkan aku akan segala hal. Aku sekarang menyadari."


Queen langsung merona begitu mendengar kata cinta dari pria yang saat ini tengah menatapnya dengan tatapan intens. "Sepertinya kamu benar-benar sangat mencintaiku. Akan tetapi, kenapa kamu tidak melanjutkan kata-katamu tadi? Memangnya kamu menyadari apa?"


"Sabrina."


Queen tersenyum kecut begitu mendengar nama wanita lain dari mulut pria yang dicintainya. "Sepertinya kamu ingin mencari masalah lagi dengan menyebut nama wanita lain."


"Dengarkan aku dulu Istriku, Sayang! Aku belum melanjutkan perkataanku, jadi jangan memotong pembicaraan, oke!"


"Aku malas mendengarnya! Jangan lanjutkan!" kesal Queen.


Tanpa memperdulikan perkataan dari Queen, Aditya melanjutkan perkataannya. "Aku baru menyadari kalau aku tidak ...."

__ADS_1


"Sudah aku bilang kalau aku tidak tertarik mendengarkan kisahmu dengan Sabrina. Menyebalkan," ucap Queen dengan amarahnya.


"Astaghfirullah, dengarkan aku dulu!"


"Nggak mau!"


Aditya memegang kedua sisi tulang pipi dari Queen yang terlihat kesal. "Aku baru menyadari kalau aku sama sekali tidak pernah mencintai Sabrina."


Refleks Queen mengerjapkan kedua matanya saat mendengar perkataan dari pria yang hanya berjarak beberapa centi di hadapannya. "A-apa? Coba ulangi sekali lagi!"


"Aku salah mengartikan perasaanku pada Sabrina, karena itulah aku sama sekali tidak merasa kehilangan saat berpisah dengannya. Bahkan aku sama sekali tidak terbayang-bayang wajahnya, yang ada malah aku terbayang dengan wajahmu yang selalu mengancamku."


"Dan awalnya aku berpikir aku terbayang wajahmu karena aku takut padamu, Nona muda, tetapi aku baru menyadari bahwa sebenarnya aku mulai tertarik denganmu setelah aku ikhlas menerima pernikahan kita dan menerimamu seutuhnya menjadi istriku. Karena itulah aku langsung bisa mengeluarkan kalimat tulusku yang mengungkapkan perasaanku, tetapi malah kamu artikan sebagai kalimat rayuan gombal."


Aditya melepaskan tangannya dari pipi sang istri yang masih mengerjapkan kedua matanya mendengar kejujurannya. Kemudian tangannya beralih merapikan anak rambut wanita cantik itu yang tadinya sedikit berantakan. "Kamu percaya padaku kan?"


"Serius? Maksudku, kamu tidak pernah mencintai wanita yang ingin kamu nikahi? Padahal Sabrina juga cantik dan baik, tapi bagaimana bisa kamu tidak mencintainya dan malah mencintaiku? Wanita arogan yang suka berbuat semaunya sendiri, aneh sekali."


"Iya juga sih, apa yang kamu katakan memang benar. Sepertinya sekarang aku akan membuka lembaran baru kehidupan penuh kebahagiaan bersamamu My hubbiy. Aku ingin menjawab pertanyaanmu yang tadi."


"Pertanyaan yang mana, Sayang?" tanya Aditya.


Sepertinya kamu ingin menjawab pertanyaanku tentang hot daddy-mu itu.


"Pertanyaanmu yang menanyakan tentang apakah aku masih mencintai My hot daddy Azriel."


"Iya, aku akan mendengarkannya, Sayang!"

__ADS_1


"Bukankah tadi kamu menanyakan kepadaku apakah aku masih mencintai pria itu? Aku akan jujur padamu, My hubbiy. Dulu aku sangat menyayangi pria itu dari kecil, lalu setelah aku dewasa rasa itu berubah menjadi rasa ingin memiliki yang bisa diartikan sebagai rasa cinta. Berkali-kali aku menyatakan cintaku padanya, tapi dia tidak bergeming sama sekali."


Queen menghentikan ceritanya saat merasakan sesak di dadanya saat mengingat kisah cinta menyesakkan yang tak pernah terbalaskan.


Melihat wanita yang dicintainya itu terlihat berkaca-kaca, membuat Aditya merasa tidak tega dan langsung merengkuh tubuh sang istri ke dalam dekapannya.


"Jika itu membuatmu bersedih, lebih baik kamu tidak usah melanjutkannya. Karena aku tidak ingin membuatmu terluka." Mengusap lembut lengan wanita yang sudah berada di pelukannya.


"Aku tidak apa-apa. Aku ingin kamu tahu tentang kebodohanku di masa lalu. Aku mencintai seorang pria yang sudah memiliki seorang istri. Bukankah aku sangat bodoh?"


"Sudah beristri? Aku pikir hot daddy-mu itu adalah seorang pria lajang. Bagaimana mungkin kamu bisa menyukai pria yang sudah beristri? Coba ceritakan padaku!"


"Ada sebuah tragedi besar yang dialami oleh My hot daddy Azriel di hari pernikahannya. Hal itulah yang membuat aku sangat berharap dia melupakan wanita itu."


"Maksudmu?" tanya Aditya yang sudah merasa sangat penasaran.


"Sebenarnya ...."


"Kita sudah sampai di pantai Kuta Nona dan Tuan muda," ucap pengawal yang sudah memarkirkan mobil di tempatnya.


Queen refleks terlihat sangat berbinar saat mengetahui sudah sampai di pantai Kuta. "Ayo, kita turun, My Hubbiy."


Aditya menahan Queen yang ingin keluar dari mobil. "Kamu belum selesai bercerita, Queen!"


"Nanti saja kita lanjutkan! Sekarang saatnya kita bersenang-senang!" Queen menarik pergelangan tangan Aditya untuk keluar dari mobil.


Akhirnya Aditya menyingkirkan rasa penasarannya untuk sementara waktu dan mulai menuruti permintaan dari sang istri.

__ADS_1


Sebenarnya ada rahasia apa di balik cerita dari istriku? Kenapa seorang nona muda jenius bisa bertindak bodoh? Semoga nanti istriku mau melanjutkan ceritanya setelah sampai di hotel.


TBC ...


__ADS_2