
Setelah mendengarkan penjelasan dari pria tampan yang terlihat sangat merasa penasaran dengan apa jawabannya, Queen mulai mengeluarkan suaranya. "Padahal itu kalau di dengarkan sekilas sama, cuma penulisannya yang agak berbeda. Akan tetapi, aku lebih suka memanggilmu ...."
"Suami atau orang yang dicintai?" sahut Aditya yang sudah merasa sangat penasaran.
Jawabanmu seolah menentukan masa depanku, Istriku. Meski dua-duanya memiliki arti yang sama, namun aku berharap kamu memilih yang menyatakan ungkapan perasaanmu. Aku berharap kamu memanggilku My Hubbiy.
"Ehm .... aku pikirkan dulu! Ayo, cepat jalan! Nanti kita terlambat lagi!" ucap Queen yang sudah menepuk pundak dari pria yang berada di depannya.
Memangnya kamu berharap aku memanggilmu apa? Tidak semudah itu kamu menjebak ku, karena aku ingin memberimu sebuah hukuman. Cukup rasa penasaran yang akan membuatmu membayar perbuatanmu yang telah menipuku My Hubbiy. Iya, kamu adalah orang yang aku cintai, tentu saja aku akan memanggilmu My Hubbiy. Karena kalau My Hubby, jelas-jelas kenyataannya kamu adalah suamiku. Jadi, aku tidak perlu menyebutkan sebuah fakta. My Hubbiy ... My Hubbiy ... My Hubbiy, I love you.
Sontak raut wajah kecewa terpancar jelas dari wajah Aditya. Namun, ia tidak mau memaksa wanita yang sudah tidak sabar ingin naik motor itu. Karena Queen dari tadi asyik menepuk pundaknya.
"Ternyata kamu suka menggantung perasaan orang, Sayang! Mungkin ini adalah sebuah hukuman untukku karena aku sudah membohongimu. Baiklah, kita berangkat sekarang! Jangan lupa pegangan yang erat, nanti kamu jatuh kalau tidak pegangan."
"Asalkan aku tidak menggantung lehermu. Kamu sangat bawel. Kamu laki-laki, tapi sangat cerewet!" Queen bersungut-sungut seraya mulai melingkarkan tangannya pada perut sixpack pria yang sudah mulai melajukan motor meninggalkan hotel Raharja.
Sedangkan ada 2 mobil yang di dalamnya ada beberapa pengawal yang mengikuti sang nona muda keluarga Raharja itu bersama sang suami. Tentu saja mobil mewah itu melaju dengan kecepatan rendah, karena yang mereka ikuti sedang melaju seperti orang yang baru belajar naik motor.
Aditya memang sengaja melajukan motornya dengan kecepatan di bawah rata-rata, dengan alasan tidak ingin membuat sang istri masuk angin dan juga sengaja ingin berlama-lama naik motor dengan posisi dipeluk dari belakang oleh sang istri.
Baru kali ini aku merasa sangat senang naik motor, karena hari ini adalah merupakan pengalaman yang indah. Bisa membonceng istri dan dipeluk erat seperti ini, merupakan kebahagiaan yang sungguh sangat luar biasa. Karena tidak ada yang lebih membahagiakan saat bisa membahagiakan seorang istri yang sangat dicintai.
__ADS_1
Sementara itu, perasaan Queen yang dari awal berbunga-bunga, merasa sangat bahagia saat bisa merasakan naik motor untuk pertama kalinya. Apalagi dibonceng oleh pria tampan yang berstatus sebagai suaminya yang saat ini sangat dicintainya.
Tangannya semakin erat memeluk perut sixpack sang suami dan pandangannya fokus mengamati jalanan ibu kota yang sesekali macet dengan banyaknya mobil yang melintas dan pengguna sepeda motor yang bisa menyalip kendaraan roda 4. Kemacetan disebabkan karena jam menunjukkan waktu orang-orang mulai berangkat bekerja.
"Aditya, kamu tidak bisa ngebut? Atau kamu baru belajar naik motor? Sehingga dari tadi motornya melaju sangat pelan."
"Aku tidak ingin kamu nanti masuk angin, Sayang. Lagipula, aku ingin lebih lama berada di posisi seperti ini. Rasanya sangat menyenangkan bisa naik motor bersamamu. Ini adalah pengalaman pertamaku." Aditya melepaskan tangan kirinya dari stang motor dan beralih memegang tangan Queen yang berada di perutnya. Lalu mengusap punggung tangan itu.
Mendapat sentuhan kecil yang menurutnya sangat romantis, tentu saja membuat permukaan kulit wajah Queen langsung merona. Tidak lupa senyum mengembang tampak jelas di wajahnya yang cantik. Saat dirinya tengah berbunga-bunga, lagi-lagi perbuatan kecil Aditya berhasil membuatnya seolah semakin melayang ke angkasa.
Tangan Aditya yang awalnya berada di punggung tangan Queen, beralih ke arah lutut kaki sang istri yang berada di belakangnya. "Sayang, sebenarnya aku dulu saat berangkat ke kantor naik motor, sering melihat anak-anak jaman now."
Queen hanya mendengarkan cerita dari pria yang sudah mendaratkan tangannya di lututnya dengan motor yang masih melaju dengan kecepatan rendah.
"Banyak anak-anak sekolah yang berangkat ke sekolah naik motor dengan pacarnya."
"Terus?" tanya Queen yang sudah tidak sabar mendengar cerita dari sang suami.
"Aku sering melihat si cowok berbuat seperti ini!" ucap Aditya yang mengusap lembut lutut Queen yang tertutup gaun panjangnya.
"Astaga ... kirain apaan. Berarti itu cowok mencuri-curi kesempatan pada ceweknya. Kamu pria alim bagaimana bisa menirukan anak-anak nakal itu!" Queen mencubit perut sixpack Aditya karena merasa sangat gemas.
__ADS_1
Akhirnya aku bisa mencubitnya hari ini, karena dia dari tadi benar-benar membuatku sangat gemas. Eh ... tapi seorang Aditya bisa menirukan ulah cowok-cowok tengil yang nakal dan suka mengambil kesempatan dalam kesempitan pada ceweknya. Kenapa sekarang aku seolah kembali menjadi ABG saat bersama dengan Aditya ya? Ya ampun, My Hubbiy benar-benar sangat membuatku gemas.
"Cubitanmu kurang keras Sayang, karena tidak terasa sama sekali."
"Mau lagi? Nih rasakan!" Queen lagi-lagi mencubit paha sang suami dan sedikit terkekeh karena berhasil mengerjai pria yang masih fokus melajukan motornya.
"Aaau ... kalau kali ini pahaku baru sakit beneran, Sayang. Cukup ... cukup, jangan cubit aku lagi!"
"Sukurin, baru tahu rasa kan!"
"Iya ... iya, maaf. Aku ingin meluruskan tuduhanmu tadi, Sayang. Sebenarnya, aku dulu juga berpikir sepertimu, karena aku sempat menghujat kelakuan nakal anak-anak jaman sekarang yang suka mencuri-curi kesempatan pada pacarnya. Akan tetapi, aku tidak memungkiri bahwa aku ingin melakukannya saat aku membonceng wanita yang telah sah menjadi muhrimku."
"Karena itulah aku langsung mempraktekkannya sekarang padamu. Oh ya, bagaimana perasaanmu saat aku melakukan ini padamu?"
"Aku tidak merasakan apa-apa, tidak perlu bersikap selebay itu. Kamu sudah tua, bukan anak baru gede yang pertama kali jatuh cinta," ucap Queen dengan berpura-pura sinis.
Iya My Hubbiy, aku senang sekali! Kamu membuatku kembali ke masa-masa SMA yang belum pernah aku rasakan. Aaarrh ... rasanya aku sekarang ingin menciummu. Kamu sangat menggemaskan My Hubbiy.
"Sayang sekali," ucap Aditya yang mulai menurunkan tangannya dari lutut sang istri dan mulai kembali menyetir motor dengan tangan dua.
Queen merasa sangat kecewa saat Aditya sudah tidak lagi mengusap lututnya seperti tadi.
__ADS_1
Lah ... kok dilepas, aku tadi kan cuma bercanda. Dasar laki-laki tidak peka. Namanya perempuan itu kalau bilang A berarti B. Kenapa juga aku tadi bilang begitu. Ini salah kamu sendiri, Queen. Dasar bodoh.
TBC ...