Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Bebas melakukan apa saja


__ADS_3

"Tentu saja aku belum pernah berciuman dengan My Hot Daddy karena ...."


"Aiiishh ... kenapa aku jadi bodoh dengan mengatakan tentang masalah pribadiku. Jangan pernah ikut campur atau banyak bertanya mengenai tentang hidupku Aditya! Karena aku sangat tidak menyukai orang yang mencampuri masalah pribadiku. Jadi jangan ulangi kesalahanmu dengan banyak bertanya jika kamu masih ingin hidup dengan tenang."


Aditya yang daritadi sibuk dengan berbagai macam pikiran yang memenuhi otaknya, membuatnya tersadar dari lamunannya setelah mendengar suara dari Queen yang sangat memekakkan telinganya.


"Maafkan aku jika pertanyaan dariku membuatmu merasa tidak nyaman Nona Muda Queen. Akan tetapi bukan maksudku untuk mencampuri urusan pribadi Nona, tapi karena tadi Nona sendirilah yang membahas tentang masalah berciuman bukan?"


"Bukankah tadi kamu bertanya padaku, dan aku refleks keceplosan ingin tahu hal yang serupa. Jika rasa ingin tahuku membuat Nona Muda Queen merasa tidak nyaman, maka maafkan aku. Namun karena tadi aku merasa sangat penasaran, makanya aku bertanya padamu. Bukan bermaksud apa-apa sebenarnya, hanya ingin membuat Nona Muda menceritakan keluh kesah yang selama ini Anda rasakan."


"Karena aku bisa melihatnya, bahwa Nona mempunyai sebuah masalah besar yang menyangkut tentang Hot Daddy Nona. Sepertinya Nona selama ini tengah memendam sebuah kesedihan yang Anda kubur di dasar hati Nona. Aku tidak akan merasa keberatan untuk menjadi pendengar, jika kamu sewaktu-waktu ingin bercerita."


Deg ...


Mendengar perkataan dari pria yang saat ini tengah menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikannya, membuat Queen untuk beberapa saat terdiam. Seolah dirinya saat ini tengah mempertimbangkan perkataan dari pria yang baru saja di kenalnya tersebut.


*Sepertinya dia bisa menjadi tempat untuk menceritakan rahasiaku, karena tipe laki-laki sepertinya kayaknya bisa di percaya. Sebenarnya aku pun ingin mempunyai teman curhat, tapi aku tidak percaya dengan semua temanku. Aku tahu mereka mendekatiku karena memiliki niat terselubung. Dan bisa saja sewaktu-waktu mereka membuka rahasiaku.


Akan tetapi berbeda dengan pria ini, dia akan menuruti semua perintahku karena dia akan membalas budi kebaikanku. Sepertinya dia adalah tipe lelaki yang tahu diri dan tidak akan melawanku. Karena yang di pikirkannya adalah Ayahnya. Karena itulah dia langsung menuruti semua perintahku dan langsung memutuskan hubungan dengan calon istri aslinya itu*.


Aditya yang melihat wanita di depannya itu terlihat tengah melamun dengan tatapan kosong, membuatnya menggerakkan tangan kanannya di depan wajah Queen.

__ADS_1


"Nona ... Nona Muda Queen?"


Queen refleks tersadar dari lamunannya saat mendengar suara bariton dari pria yang saat ini tengah menatapnya.


Netra coklatnya seketika bersibobrok dengan netra pekat pria yang berada di depannya, tanpa berkedip keduanya sama-sama saling menatap dan mengamati pahatan sempurna dari masing-masing. Tanpa ada yang bersuara, seolah keduanya saat ini tengah sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Pria ini lumayan juga sebenarnya, lesung pipinya yang tidak di miliki oleh pria lain semakin membuatnya terlihat manis. Aaarrhh ... dasar bodoh kamu Queen, buat apa kamu memuji pria ini. Bahkan dia tidak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan My Hot Daddy. Akan tetapi kapan aku bisa bersatu dengan pria yang aku cintai?


Sementara itu di sisi lain, Aditya yang masih menatap wajah cantik wanita yang akan di nikahinya itu pun hanya bisa mengungkapkan kekagumannya di dalam hati.


Sebenarnya Anda sangat cantik Nona Muda Queen, dan wanita secantik Anda akan menjadi Istriku. Apakah yang terjadi ke depannya aku tidak tahu, apakah aku akan bisa kembali bersatu dengan Sabrina dan bercerai dengan Anda seperti yang selalu Anda katakan. Ataukah malah sebaliknya, aku akan mempertahankan rumah tangga ini dan berusaha menjadi seorang suami yang baik serta membimbingmu menjadi seorang istri yang berbakti kepada suami? Hanya Tuhan yang tahu, aku akan mengikuti kemana arus membawaku.


Saat keduanya mulai tersadar dengan perbuatan mereka yang saat ini saling menatap dengan penuh kekaguman, membuat Queen memalingkan wajahnya dan menetralkan suaranya dengan berdehem.


Sementara itu Aditya yang masih terus menatap dengan intens wajah cantik wanita yang berada di depannya itu hanya tersenyum tipis menanggapi penolakan dari Queen.


"Aku mengerti Nona, aku pun tidak akan pernah memaksamu untuk mempercayaiku. Namun satu hal yang perlu kamu tahu, bahwa aku akan siap kapan saja jika kamu membutuhkan pendengar. Karena aku adalah tipe pendengar yang baik yang bisa menjaga rahasia."


"Sudah aku bilang, kalau aku tidak butuh pendengar!"


Karena daritadi sibuk berbicara dengan Aditya, membuat Queen tidak menyadari bahwa lift di belakangnya sudah beberapa kali terbuka dan sudah banyak orang yang keluar masuk dari lift tersebut. Tentu saja karena posisinya yang saat ini memunggungi pintu lift. Dan di saat yang bersamaan pintu lift terbuka, tampak banyak orang berdesakan dan langsung berhambur keluar dari lift.

__ADS_1


Dan tanpa di sengaja, ada seorang anak yang mendorong sang Ibu. Hal itu membuat sang Ibu yang hampir jatuh menghantam ke arah Queen. Sontak saja tubuh Queen langsung terhuyung ke depan dan terjatuh ke dada bidang Aditya.


Kejadian tiba-tiba yang sangat cepat itu membuat Aditya pun seketika memeluk tubuh Queen yang sudah jatuh ke dalam pelukannya.


Queen yang berada dalam dekapan pria yang jauh lebih tinggi darinya tersebut, tentu saja bisa mendengar suara detak jantung yang sangat cepat dari Aditya. Seperti tersihir, Queen yang saat ini tengah berpegangan pada dada bidang Aditya tersebut langsung mengarahkan telinganya untuk mendengarkan suara degup jantung pria yang memeluknya.


"Kamu deg-degan ya? Bahkan suara jantungmu berdebar sangat kencang seperti ini."


Aditya yang memang sedang berdebar-debar berada di posisi sangat intim dengan seorang wanita untuk pertama kalinya itu, membuatnya merasa sangat gugup. Apalagi wanita yang berada di depannya itu dengan sangat santainya mengarahkan tangannya ke dadanya.


Astaghfirullah Nona Muda ini, kenapa dia bisa sesantai ini memegang tubuh pria yang bukan muhrimnya? Apalagi dia mendekatkan wajahnya pada dadaku yang benar-benar sangat berdebar kencang. Jantungku memang sedang berdebar-debar saat berada di posisi se-intim ini dengan seorang wanita. Karena selama ini aku selalu menjaga jarak dengan semua wanita.


Bahkan aku dan Sabrina tidak pernah berada di posisi sedekat ini. Mungkin karena itulah hatiku bisa berdebar-debar seperti ini.


Aditya yang masih mengarahkan tangannya untuk memeluk punggung belakang Queen seketika melepaskan tangannya dan melangkah mundur beberapa langkah untuk menjauhi wanita yang daritadi masih asyik mendengarkan debaran jantungnya.


"Jangan seperti itu Nona, ini tempat umum. Akan sangat memalukan jika kamu menyentuh tubuhku seperti ini. Kamu bisa menyentuhnya sepuasmu saat kita sudah menikah besok!! Dan aku tidak akan bilang bukan muhrim lagi padamu, karena saat kita menikah nanti, kita bebas melakukan apa saja tanpa merasa berdosa."


Mendengar perkataan dari pria yang menghindarinya tersebut membuat Queen membulatkan matanya begitu mendengar perkataan Aditya yang bernada sedikit vulgar.


"Apa kamu bilang?!!"

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2