
Untuk beberapa saat, Aditya menormalkan perasaannya yang agak sedikit gugup karena akan mengakui sebuah dosa saat menyembunyikan sesuatu dari wanita yang saat ini tengah menatapnya dengan intens. Hingga ia menelan salivanya sebelum mengeluarkan suara.
"Sayang, selama ini aku sering mengirim surat pada Rey dan juga memberikannya uang untuk biaya dia hidup di penjara. Bukan bermaksud untuk membuat masalah, karena aku tidak menuruti perkataanmu. Akan tetapi, aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk menghilangkan rasa iba padanya. Namun, sama sekali tidak berhasil, karena aku masih merasa kasihan pada Rey."
Aditya mengamati ekspresi wajah Queen yang masih terdiam dan sama sekali tidak mengeluarkan sepatah kata pun begitu ia menyelesaikan penjelasannya. Merasa ada sesuatu yang aneh dari sang istri, Aditya kembali mengungkapkan pertanyaannya yang saat ini menari-nari di kepala.
"Sayang, sepertinya kamu saat ini tengah menahan marah karena perkataanku barusan. Lebih baik kamu mengomel daripada diam seperti ini. Karena rasanya sangat aneh saat melihatmu diam."
Di lain sisi, Queen yang sebenarnya sudah mengetahui tentang perbuatan dari Aditya sejak lama dan ingin berpura-pura tidak mengetahuinya karena berpikir sang suami akan menyembunyikan tentang hal ini padanya selamanya.
Awalnya, ia sudah memberikan sebuah perintah pada semua pengawal yang bekerja di perusahaan Raharja untuk melaporkan tentang semua hal tanpa terkecuali mengenai tindak tanduk dari sang suami tanpa terkecuali. Sehingga saat ia mendapat laporan dari salah satu pengawal mengenai perbuatan Aditya yang mengirimkan surat dan uang pada Rey, membuat ia merasa sangat kesal.
Akan tetapi, begitu ia membaca tulisan tangan yang menuliskan sebuah kasih sayang dari seorang kakak kepada adiknya, sanggup meluluhlantakkan kerasnya hati yang ia miliki selama ini. Bait demi bait pena cinta dari seorang kakak yang memberikan sebuah petuah bijak dalam setiap suratnya itu, selalu berhasil meloloskan bulir bening dari bola matanya ketika ia membacanya.
Karena ia selalu membaca surat itu sebelum sampai ke tangan Reynaldi. Bukan karena ia tidak mempercayai suami, tetapi karena ia seolah seperti tersihir dengan tiap ayat yang ditulis di atas kertas putih tersebut.
Sehingga ia tidak pernah menanyakan tentang perihal surat yang diberikan oleh suami pada adiknya. Hingga sekarang ini, sebuah pengakuan dosa diungkapkan dan semakin membuatnya merasa sangat terharu atas kejujuran pria yang menjadi suami terbaik sekaligus ayah dari putri satu-satunya yang sangat ia sayangi.
__ADS_1
"Sayang, apa kamu mau aku marah? Atau aku hanya diam saja? Sekarang aku balik pertanyaanmu tadi," ujar Queen yang mencoba untuk menahan diri agar tidak terbahak melihat ekspresi dari wajah pria yang terlihat tengah berpikir keras untuk menjawab pertanyaannya.
Rasa aneh yang dirasakan oleh Aditya semakin bertambah besar saat melihat sikap tidak biasa dari Queen. Bahkan ia seperti tidak mengenali sosok sang istri karena pertanyaannya. Hingga kini ia mulai menebak-nebak tentang wanita yang saat ini tengah meneguk air minum dari botol berwarna pink yang masih dipegang oleh jemari nan lentik itu.
"Sayang, sepertinya kamu sudah mengetahuinya dan berpura-pura tidak tahu tentang semua yang aku lakukan. Ternyata aku sangat bodoh karena berpikir bahwa tidak ada yang mengetahui tentang hal ini selain aku dan pegawai yang selalu aku suruh untuk datang ke penjara memberikan surat dan uang untuk Rey."
Queen hanya terkekeh geli melihat tingkah Aditya yang menurutnya sangat lucu karena mengacak rambut ber-pomade hingga terlihat acak-acakan. Akan tetapi, ia selalu suka dengan rambut berantakan itu, karena membuat penampilan suaminya menjadi terlihat maskulin dan manly. Apalagi saat Aditya setiap hari keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya yang masih acak-acakan dengan tetesan air yang jatuh membasahi wajah tampan itu.
"My hubbiy ... My hubbiy, setelah lama kita menikah, kenapa belum juga memahami tentang kekuasaan keluargaku. Semua orang yang berani bermain-main dengan keluarga Raharja, selalu berakhir di penjara dan rumah sakit. Untungnya tidak terjadi pada, My hubbiy. Sudahlah, ayo kita pulang. Aku sudah sangat merindukan My Princess."
"Sayang, rasanya sangat aneh saat melihatmu sama sekali tidak marah karena aku membohongimu. Karena biasanya kamu selalu murka jika ada yang berani berbohong padamu."
"Karena berbohong demi sebuah kebaikan itu tidak bisa disalahkan, My hubbiy. Selama ini, kamu memilih berbohong karena sudah mempertimbangkan baik buruknya, bukan. Jadi, jika aku marah pada suami yang berbuat sebuah kebaikan, bukankah aku yang malah akan menjadi istri durhaka?" jawab Queen yang saat ini masih melihat wajah tampan di sebelahnya.
Untuk beberapa saat, Aditya benar-benar terkesima dengan perkataan dari Queen yang sudah banyak berubah setelah melahirkan. Sehingga kebahagiaan yang tidak terperi semakin ia rasakan hari ini.
"Sayang, jika kita berada di dalam kamar, mungkin aku sudah membungkam bibirmu yang menjadi candu itu. Nanti malam kita buat adik untuk Princess, ya. Aku ingin anak laki-laki. Bukankah sudah saatnya Princess memiliki adik? Jadi, nanti saat putri kita berusia 3 tahun, adiknya keluar. Bagaimana?" ucap Aditya yang saat ini mengedipkan mata.
__ADS_1
"Dasar suami nakal. Bisa-bisanya di dalam mobil membicarakan tentang bercinta. Aku masih belum siap untuk hamil lagi, My hubbiy. Ngomongin bercinta, aku jadi ingat film Drakor kesukaan daddy dan mommy yang bercinta di dalam mobil. Rasanya bagaimana, ya?" tanya Queen dengan terbahak.
Aditya melirik ke arah sang istri yang masih terkekeh. "Kamu ingin mencobanya, Sayang? Kita bisa mencobanya nanti malam saat semua orang sudah tidur."
Queen refleks menepuk jidatnya, karena ia sama sekali tidak menyangka jika suaminya yang sangat lugu, berubah mesum. "Astaga, My hubbiy sudah berubah menjadi pria yang nakal dan mesum."
"Jadi, kamu tidak mau? Ya sudah, kalau begitu." Aditya yang masih fokus mengemudi, berpura-pura untuk tidak lagi mengungkit tentang ajakannya. Ia hanya menunggu hingga sang istri menyesali jawabannya.
Hanya sebuah senyum tersembunyi yang dirasakannya. Tentu saja ia sangat menghafal bagaimana sifat sang istri dan saat ini bisa menebak apa yang akan dilakukan oleh Queen nanti malam.
"Kita lihat saja nanti, siapa yang akan merengek dan memohon," lirih Aditya di dalam hati.
Sementara itu, Queen yang terdiam karena menyesali keputusannya, merasa bimbang. Semenjak menikah, ia yang dulunya sangat lugu karena tidak pernah pacaran dengan satu pun pria, berubah liar setelah menikah dan tergila-gila pada sosok pria sholeh yang berada di balik kemudi tersebut.
"My hubbiy selalu saja memancing kenakalanku. Awas saja nanti malam. Aku akan menghabisi suamiku," gumam Queen di dalam hati.
TBC ...
__ADS_1