
Flashback on ....
Queen sudah tiba di Mansion pukul 22.00 WIB. Saat ia melangkah di anak tangga terakhir, suara bariton dari sang daddy yang menyapa, membuatnya berjenggit kaget.
"Kamu sudah pulang, Queen?" Abymana yang baru saja keluar dari ruangan kerjanya itu melihat putrinya yang baru saja naik ke lantai atas menuju ke ruangan kamar.
"Astaga ... Daddy bikin kaget saja. Iya, aku sudah pulang. Mommy mana, Dad? Apa mommy sudah tidur?"
"Ada di kamar sedang menonton drama kesukaannya. Queen, besok pagi Reynaldi datang kesini. Dia ingin lebih mengenalmu, lebih baik kalian berdua saling mengenal terlebih dahulu sebelum menikah. Jadi, saat nanti kalian menikah, maka kalian sudah saling mengenal dan memahami sifat masing-masing."
Begitu mendengar perkataan dari sang daddy yang membahas tentang perjodohan lagi, membuat Queen merasa ilfil. Rasanya saat ini ia benar-benar ingin marah pada pria yang selalu memaksanya untuk menikah dan menikah. Namun, dirinya sadar, bahwa itu adalah perbuatan yang salah jika melawan orang tuanya. Sehingga ia mengikuti permainan dari sang daddy dengan rencana yang sudah disusunnya dengan matang.
"Dad, ada yang ingin aku katakan pada Daddy dan Mommy. Bukankah sudah aku katakan pada Daddy bahwa aku telah memiliki seorang kekasih dan sudah melupakan hot daddy-ku? Jadi, jangan paksa aku untuk menikah dengan pria yang tidak aku cintai, Dad! Bukankah dulu Daddy menikah dengan mommy karena kalian berdua saling mencintai?"
"Jadi, jangan menghancurkan hidup putrimu sendiri dengan menjerumuskannya ke dalam pernikahan atas dasar perjodohan yang sama sekali tidak aku inginkan. Aku tidak mau menikah dengan pria pilihan Daddy yang bernama siapa tadi, Reynaldi? Aku sudah mencintai laki-laki baik yang juga sangat mencintaiku."
Abymana mengerutkan keningnya serta mengarahkan pandangan menelisik ke arah putrinya, "Benarkah? Apa kamu tidak sedang membohongi Daddy, Queen? Ini bukan rencanamu agar Daddy membatalkan rencana perjodohan ini bukan?"
"Mana berani aku membohongimu Dad. Memangnya aku tidak boleh jatuh cinta pada laki-laki lain? Atau Daddy berharap aku masih mencintai *m*y hot daddy?"
"Mana mungkin Daddy mempunyai pikiran yang seperti itu, Sayang. Daddy hanya khawatir, karena kamu sampai sekarang tidak pernah kelihatan berhubungan dengan seorang laki-laki. Jadi, mana mungkin kamu tiba-tiba mempunyai kekasih. Jika benar kamu memiliki seorang kekasih, suruh dia besok pagi datang kesini! Biarkan Reynaldi bertemu dengannya. Jika Reynaldi bertemu dengannya besok, mungkin dia akan mundur dan tidak lagi mendekatimu."
__ADS_1
"Karena sebenarnya Reynaldi sudah lama menyukaimu saat melihatmu pertama kali wara-wiri di infotainment saat kamu baru kembali dari Amerika. Karena itulah papanya membicarakan masalah tentang perjodohan ini pada Daddy. Selama 1 tahun Daddy menolak keinginan mereka, karena tidak suka dengan perjodohan."
"Namun, saat melihatmu sudah 1 tahun lebih tidak mempunyai seorang kekasih dan hanya sibuk menghabiskan waktumu di rumah sakit, tentu saja hal itu membuat mommy dan Daddy merasa sangat khawatir. Khawatir kamu masih menunggu hot daddy-mu itu."
"Tidak Dad, aku sama sekali tidak memikirkan *m*y hot daddy. Aku hanya ingin mendapatkan seorang pria yang benar-benar baik dan seperti yang aku inginkan, dan sekarang aku telah menemukannya. Jadi, Queen harap Daddy tidak lagi memaksaku untuk menikah, karena aku ingin menikmati hubunganku dengan kekasihku. Kami masih dalam proses ingin mengenal lebih baik satu sama lain, karena kami berdua merasa sudah sama-sama saling klik dan cocok."
"Jika memang begitu, suruh saja dia besok pagi datang kesini! Daddy ingin mengenal calon menantu Daddy, pasti mommy sangat senang mendengar kabar bahagia ini Queen. Daddy akan memberitahu berita ini pada mommy. Jangan lupa besok pagi kita sarapan pagi bersama kekasihmu itu. Baiklah, selamat beristirahat, Queen."
Abymana meninggalkan putri kesayangannya itu dan menuju ke ruangan kamarnya, karena sudah tidak sabar untuk memberitahu kabar gembira pada istrinya.
Sementara itu, Queen yang sudah melihat sang daddy masuk ke dalam kamarnya, buru-buru pergi ke kamar dan mengunci pintu.
"Brengsek ... si Reynaldi itu benar-benar sangat menyebalkan. Aku memang tahu dia menyukaiku, karena dia selalu saja banyak bicara saat bertemu di acara ulang tahun Perusahan Raharja dulu. Aku sangat tidak menyukai laki-laki yang terlihat sangat jelas bahwa dia itu adalah pria yang suka tebar pesona karena ketampanannya."
"Nasib baik tadi aku sudah memberikan cek pada pria miskin dan bodoh itu, jadi dia tidak bisa mangkir dari tugasnya. Lebih baik aku segera menghubunginya. Tunggu, bukankah pria itu adalah pria miskin."
"Bahkan penampilannya tadi sangat kampungan, sepertinya aku harus membelikan pakaian untuknya. Agar besok penampilannya terlihat lebih baik dari yang tadi. Pria itu harus terlihat lebih baik dari si Reynaldi yang sok kegantengan itu."
Queen mulai membuka tas jinjing miliknya dan meraih ponsel untuk mengirimkan pesan pada Emily, agar menyiapkan pakaian pria yang akan diberikan pada pria yang akan bekerja padanya.
Flashback off ...
__ADS_1
Queen baru saja menutup panggilan telefonnya Namun, dirinya menepuk jidatnya saat melupakan sesuatu hal.
"Astaga, aku bahkan lupa menanyakan siapa namanya tadi. Aah ... bodo amatlah, pasti nanti dia akan mengirimkan alamat rumahnya dan juga namanya, bukan? Jika tidak, berarti memang dia benar-benar adalah orang yang sangat bodoh dan perlu di beri les privat atau sekolah lagi."
Beberapa saat kemudian, bunyi notifikasi terdengar. Queen membuka notifikasi pada ponselnya dan ada sebuah pesan dari kontak yang diberinya nama pria bodoh nan miskin.
Aditya Syaputra
JL. KH Agus Salim No xx.
Queen menyunggingkan senyumannya saat melihat pesan dari pria yang sudah mengirimkan alamat dan juga memberitahukan namanya.
"Ternyata dia tidak perlu sekolah lagi rupanya. Oh ... jadi namanya Aditya Syaputra? Sangat cocok sekali dengan orangnya, karena dia sangat norak dan kampungan hahaha ...."
Kemudian Queen mengirim pesan kepada sepupunya untuk mengirimkan pakaian ke alamat Aditya Syaputra. Dengan langkah kaki gontai, ia menghempaskan tubuhnya yang terasa sangat capek ke atas ranjang king size miliknya dan menatap ke arah langit-langit kamar.
"Aaarrh ... nyamannya tempat tidurku ini, tempat ternyaman di seluruh dunia adalah kamar ini. Karena disini, aku bisa melihat sepuasnya foto my hot daddy."
Tatapan mata Queen kini menatap ke arah fotonya saat bersama dengan pria yang masih sangat dicintainya. Foto itu menunjukkan ia tengah memeluk erat tubuh kekar sosok pria tampan saat ulang tahunnya yang ke 24 tahun, yakni setahun yang lalu.
Dimana dirinya pada waktu itu hanya bercanda saat meminta sebuah hadiah mobil mewah. Namun, keinginannya ternyata dipenuhi oleh pria yang menjadi cinta pertamanya semenjak dari kecil. Dan tidak ada yang boleh menyentuh ataupun memakai mobil yang merupakan mobil kesayangannya tersebut yang ia beri nama seperti nama pria yang membelikannya.
__ADS_1
"My hot daddy, kapan kamu berpisah dengan wanita itu? Kenapa doaku tidak didengar oleh Tuhan? Padahal setiap hari aku selalu berdoa agar dia berpisah dengan wanita itu, tetapi bahkan sampai sekarang dia masih tetap bersama wanita itu. Aaarrrh ... menyebalkan sekali. Berapa lama lagi aku harus menunggumu, karena sampai sekarang aku masih sangat mencintaimu."
TBC ...