Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Berikan aku kekuatan


__ADS_3

Sabrina menatap ke arah tangannya yang ditahan oleh Dave dengan tatapan penuh kebencian. Dan begitu pria di depannya selesai berbicara dengan wanita yang juga sangat ia benci, ia langsung mengeluarkan umpatannya. "Sudah aku bilang pergi dari sini, jangan menggangguku! Lepaskan tanganmu, aku mau pergi!" Menatap tajam Dave dengan wajah yang berapi-api.


Dave yang baru saja mematikan ponselnya setelah nona mudanya menutup panggilan, refleks langsung mengeluarkan suara baritonnya karena merasa sangat kesal dengan tingkah dari wanita yang dianggapnya sangat kekanak-kanakan itu.


"Dasar wanita keras kepala! Lebih baik kau menurut saja apa kataku!" hardik Dave seraya menatap Sabrina dengan tatapan yang sangat tajam.


"Sudah aku bilang tidak mau, pergilah dan jangan mengganggu ketenanganku. Karena berada di dekatmu malah membuatku semakin stres dan gila," sarkas Sabrina yang berusaha melepaskan cengkraman tangannya dari pria yang berdiri menjulang di depannya.


Karena merasa sangat geram dengan sifat keras kepala dari mantan kekasih majikannya, membuat Dave refleks maju ke depan untuk semakin mendekati Sabrina. Tak lupa tangannya sudah menahan pinggang ramping wanita yang terlihat melangkah mundur karena perbuatannya. Lalu, ia menahan tubuh Sabrina dengan kekuatan tangannya seraya netra silinder hitam miliknya menatap tajam manik kecoklatan yang hanya berjarak beberapa centi darinya.


"Kau ... apa yang akan kau lakukan? Menjauhlah dariku," sahut Sabrina dengan sangat gugup karena pria yang sangat tinggi di depannya sudah mengungkungnya.


"Apa kau lihat area ini sangat sepi?" tanya Dave dengan tersenyum menyeringai.


Sabrina refleks langsung mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh pria didepannya itu memang benar adanya. "A-apa maksud pria berengsek ini yang mengatakan bahwa tempat ini sepi? Apa jangan-jangan ...."


"Area ini memang sepi, tapi aku bisa berteriak sekencang-kencangnya jika kamu macam-macam padaku! Kau bisa di keroyok masa oleh orang-orang kampung sini jika berani berbuat macam-macam padaku," ancam Sabrina yang berusaha untuk menyembunyikan ketakutannya. Sejujurnya ia sangat takut berada di tempat sepi bersama dengan seorang pria yang beberapa saat yang lalu sudah melecehkannya dengan mencuri ciuman pertamanya.

__ADS_1


Namun, dengan sebisa mungkin ia menyembunyikannya, agar tidak dianggap lemah oleh pria yang sangat dibencinya tersebut.


Dave seketika tertawa terbahak-bahak begitu mendengar perkataan dari Sabrina yang seolah berusaha untuk menakutinya. "Dasar wanita bodoh! Jika sampai kau melakukannya, bukan hanya aku yang kena, tapi kau juga karena orang-orang akan menganggap kita berbuat mesum di tempat yang sepi. Dan yang terjadi nanti adalah kamu merasa malu karena mendapatkan sanksi sosial dari para warga."


"Aku bisa bebas kapan saja jika sampai dipenjara, karena nona muda yang akan membebaskanku karena aku adalah orang kepercayaannya. Jika aku memperkosamu, mungkin hanya akan disuruh menikahimu dan masalah beres. Akan tetapi, aku sama sekali tidak tertarik untuk menikah dengan wanita bar-bar sepertimu. Karena kau bukan tipeku, jadi kau bisa tenang," ejek Dave dengan wajah datarnya.


"Berengsek, kalau begitu lepaskan aku dan pergilah dariku, seperti yang kamu bilang tadi bahwa kamu sama sekali tidak tertarik padaku," teriak Sabrina dengan tangan yang masih berusaha melepaskan diri dari kungkungan pria yang mengunci posisinya dengan melingkarkan tangannya di pinggangnya.


"Seperti yang aku bilang tadi kalau aku harus mematuhi perintah dari Tuan muda untuk menemanimu ke Mall untuk bersenang-senang menghilangkan rasa hancur pada hatimu yang tengah patah hati. Jadi, lebih baik kau menurut saja dan jangan keras kepala. Atau kau mau aku benar-benar memperkosamu di sini?" ancam Dave dengan semakin mendekati wajah wanita yang sudah mencoba mendorong dada bidangnya.


Refleks Dave langsung mengangkat kedua tangannya ke atas dan melangkah mundur beberapa langkah. "Bagus, kalau dari tadi kamu tidak keras kepala, tidak akan terjadi drama seperti ini bukan? Merepotkan saja, lihatlah tanganku jadi kotor kan jadinya." Dave menepuk-nepuk tangannya seolah seperti orang yang berusaha untuk membersihkan kuman di tangannya.


"Dasar pria berengsek," umpat Sabrina yang sudah melangkahkan kakinya yang jenjang meninggalkan pria yang menurutnya sangat menyebalkan seraya tidak berhenti bersungut-sungut di dalam hati.


"Pria sialan ini terbuat dari apa sih sebenarnya? Kenapa bisa ada laki-laki yang menyebalkan dan memuakkan sepertinya. Memangnya aku kuman apa, hingga dia langsung membersihkan tangannya setelah lancang menyentuhku? Berengsek ... berengsek ... berengsek, rasanya aku ingin memakannya habis jika aku adalah hewan buas," batin Sabrina.


Dave yang sudah berjalan mengikuti langkah kaki Sabrina, mengamati siluet dari belakang sosok wanita yang merupakan mantan kekasih dari tuan mudanya.

__ADS_1


"Wanita ini sebenarnya lumayan juga, meski tidak secantik nona muda. Akan tetapi, meski dia sama-sama garang seperti nona Queen, dia terlihat sangat menyebalkan sekali. Berbeda dengan nona muda yang malah terlihat sangat mempesona dan elegan saat sedang marah. Nona muda Queen memang tidak ada duanya, julukan nona muda arogan malah membuatnya semakin disegani oleh banyak orang," gumam Dave.


Dave memesan taksi online untuk pergi ke Mall terdekat. Dan saat ia sudah sampai di jalan raya utama, taksi yang dipesannya sudah standby menunggu. "Kita naik taksi itu," ucap Dave seraya menunjuk ke arah taksi yang berada di depannya.


Sedangkan Sabrina hanya menurut saja dan langsung masuk ke dalam taksi, karena ia sudah sangat capek mengeluarkan tenaga untuk berdebat dengan pria yang sudah duduk di depan, sebelah sang supir. "Untung saja pria menyebalkan itu tidak duduk di sampingku, sehingga tidak membuat mataku ternoda melihat pria berengsek sepertinya," gumam Sabrina.


Mobil pun melaju meninggalkan kawasan perkampungan padat penduduk tersebut menuju ke Mall terdekat. Suasana hening mencekam di dalam mobil, karena tidak ada yang mengeluarkan suaranya saat berada di dalam mobil. Tampak keduanya tengah sama-sama menatap ke arah ponselnya. Di mana di sana ada foto seseorang yang masih sangat mereka cintai.


Sabrina menatap ke arah fotonya bersama dengan pria yang sangat dicintainya tanpa berkedip. "Mas Aditya, teganya kamu menghamili wanita yang hanya melakukan pernikahan atas dasar perjanjian denganmu. Aku dulu sangat yakin bahwa kamu akan segera bercerai dengan nona arogan itu, tapi kenapa kenyataannya jadi begini? Bahkan kamu sama sekali tidak pernah mendekatiku, atau pun memegang tanganku dulu saat kita dekat. Tapi, kenapa kamu bisa menghamili wanita yang sudah sangat jahat padamu," gumam Sabrina.



Hal yang sama tengah dirasakan oleh Dave saat dirinya asyik memandangi fotonya dulu bersama nona mudanya saat perayaan ulang tahunnya ke 23 tahun. "Nona muda, berikan aku kekuatan untuk bisa membuang perasaan terlarang ini. Aku harus melupakanmu, karena kamu sudah bahagia bersama dengan tuan muda Aditya," batin Dave.



TBC ...

__ADS_1


__ADS_2