Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Istriku benar-benar berlebihan


__ADS_3

Mobil mewah yang membawa pasangan suami istri yang merupakan orang paling penting di keluarga Raharja itu telah tiba di Perusahaan Raharja Group. Queen sudah memasukkan ponselnya ke saku jas putih yang sudah dipakainya. Sebenarnya ia tidak pernah memakai jas dokternya jika tidak berada di rumah sakit atau pun saat sedang memeriksa pasien. Akan tetapi, sang suami yang menyuruhnya untuk memakainya karena ingin melihat penampilannya yang sedang memakai jas berwarna putih tersebut.


Akhirnya ia menuruti permintaan dari pria yang saat ini sudah turun dari mobil dan menunggunya. Ia memang menyuruh sang supir untuk langsung menuju Perusahaan Raharja Group, sedangkan mobil satunya yang membawa mertuanya langsung menuju ke Mansion. Sedangkan beberapa pengawal pribadi terlihat mengikuti majikannya begitu sampai di depan perusahaan properti terbesar di Jakarta itu.


"Sayang, kamu terlihat sangat cantik memakai jas dokter itu. Aku jadi teringat dengan pertemuan pertama kita dulu saat bertemu di rumah sakit waktu kamu membeliku. Oh ya, uang 300 juta yang kamu berikan dulu masih tersisa 150 juta di rekeningku. Seharusnya aku mengembalikannya padamu, karena tidak ingin mengingat masa lalu kelam dulu. Lebih baik nanti aku transfer ke rekening kamu saja, Sayang," ucap Aditya dengan tatapan intens pada wanita yang terlihat muram wajahnya.


"Kamu mau mengingatkan aku akan dosaku ya, My hubbiy? Aku jadi merasa sangat bersalah dan berdosa saat mengingat perbuatan kejamku dulu padamu, maafkan aku." Queen terlihat muram begitu ingatannya flashback pada kejadian pertama kali bertemu dengan sang suami yang dihinanya habis-habisan seolah ia adalah seorang wanita yang sangat kejam.


Refleks Aditya langsung memeluk erat tubuh ramping wanita yang terlihat sangat merasa bersalah dan menyesal di depannya. "Aku sama sekali tidak bermaksud untuk mengungkit kejadian masa lalu, Sayang. Maafkan aku, ya! Lebih baik kita melupakan hal-hal yang buruk di masa lalu, karena kita sudah bahagia sekarang ini," ucap Aditya yang mengusap lembut punggung wanita yang mengenakan hijab simpel dan modern itu.


Sementara itu, banyak para staf perusahaan yang melihat ke arah pasangan suami istri tersebut, tidak lupa membungkuk hormat dan tersenyum untuk menyapa putri dari pemilik Perusahaan Raharja dan juga sang suami.


"Akan tetapi, aku masih merasa sangat bersalah padamu jika mengingatnya, My hubbiy. Maafkan aku, harusnya aku yang mengucapkan itu, bukan kamu." Queen yang berada di pelukan sang suami langsung mendongakkan kepalanya untuk menatap ke arah wajah tampan pria yang masih memeluknya.


Aditya menggelengkan kepalanya dan mengusap pipi putih sang istri, "Aku sudah memaafkanmu sebelum kamu meminta maaf padaku, Sayang. Jadi, tidak perlu berkali-kali meminta maaf padaku. Rasanya aku dari tadi sudah seperti orang penting saja, karena dari tadi semua orang membungkuk hormat padaku. Meski sebenarnya mereka hormat padamu, tapi aku ikut kena imbasnya juga. Ayo, kita masuk ke dalam. Apakah abangmu sudah tiba di Perusahaan Raharja?"


Queen menatap ke arah beberapa mobil yang terparkir rapi di sebelah kanannya. Ia mengamati tempat khusus yang merupakan parkir mobil dari para petinggi perusahaan. "Sepertinya belum, karena mobil brother belum ada."


Dan di saat yang bersamaan, terlihat mobil mewah Range Rover berwarna hitam baru saja masuk di area pelataran parkir perusahaan. Queen menunjuk ke arah mobil berwarna hitam tersebut. "Panjang umur Brother. Baru saja di omongin, sudah muncul."


Aditya menatap ke arah pria yang baru saja turun dari mobil dan tersenyum ke arahnya seraya berjalan mendekat. "Kebetulan sekali kami baru saja mau masuk ke dalam, Presdir."

__ADS_1


"Kenapa memanggil Brother seperti itu, Sayang. Panggil saja Brother, tidak perlu memanggil presdir," ucap Queen yang sudah mengarahkan tangannya pada pundak saudara laki-lakinya. "Lama tidak bertemu, Brother."


Arthur mengarahkan tangannya untuk menyentil kening Queen. "Dasar gadis nakal, harusnya pulang ke rumah dulu tadi karena papa dan mama ingin melihat kondisi menantunya. Kalau putrinya sih nggak penting," ejek Arthur dengan terkekeh.


"Sialan," rengut Queen dengan bersungut-sungut. Tak lupa ia mengarahkan tangannya pada pria yang merupakan saudara satu-satunya tersebut.


"Mereka pasti merindukan putri kesayangannya lah, apalagi Mommy belum melihat penampilan baru putrinya yang sudah berhijrah. Mommy pasti sangat bahagia melihatnya," ujar Queen dengan penuh keyakinan. Beralih menatap ke arah pria yang berada di sebelahnya, "Bukankah begitu, Sayang."


"Insyaallah mama akan ikut merasakan kebahagiaan saat melihat putrinya yang sudah berhijrah," sahut Aditya yang menatap penuh cinta pada sang istri yang terlihat bermanja-manja padanya.


"Sepertinya nanti malah kamu yang akan terkejut melihat Mama, Queen!" ucap Arthur yang mengatakan kalimat ambigunya. "Ayo, lebih baik kita masuk sekarang, adik ipar! Biarkan nona muda arogan ini berangkat ke rumah sakit."


"Kenapa Brother mengatakan aku akan terkejut melihat Mommy? Aku hari ini mau ikut ke ruangan meeting, karena ada sesuatu yang ingin aku umumkan hari ini pada semua staf di Perusahaan Raharja," ujar Queen.


"Memangnya istrimu mau mengumumkan apa, adik ipar?" tanya Arthur untuk menuntaskan rasa ingin tahunya. "Oh ya, panggil saja aku abang ipar, jangan presdir. Meski sebenarnya itu sangat aneh di telingaku karena aku lebih muda darimu, tapi memang aku adalah abang dari istrimu."


Aditya menggelengkan kepalanya, "Aku tidak bisa memanggil abang ipar saat berada di perusahaan. Dan aku pun tidak tahu apa yang akan diumumkan oleh istriku, Presdir." Beralih menatap ke arah sang istri, "Memangnya apa yang mau kamu umumkan, Sayang?"


"Lihat saja nanti," ucap Queen yang sudah berlalu pergi meninggalkan 2 pria tampan di depannya dan melangkah masuk ke perusahaan.


"Baiklah, terserah kamu saja. Gadis arogan itu sepertinya akan membuat masalah di ruangan meeting saat mengumumkan berita pengangkatanmu sebagai wakilku. Ayo, kita lihat apa yang akan dilakukan oleh istrimu!" Arthur mengarahkan tangannya untuk merangkul adik iparnya untuk berjalan masuk ke perusahaan.

__ADS_1


Sedangkan Aditya hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah kaki saudara laki-laki dari istrinya tersebut seraya sibuk berkutat dengan pikirannya memikirkan hal yang akan dilakukan oleh wanita yang sangat dicintainya.


"Sebenarnya apa yang akan diumumkan oleh istriku? Kenapa aku merasa tidak enak ya? Atau jangan-jangan ...." Aditya tersadar dari lamunannya begitu mendengar suara bariton dari Arthur.


"Kita langsung ke ruangan meeting, karena sepertinya semua staf perusahaan sudah menunggu dan juga istrimu sudah ada di sana!"


"Iya, Presdir," jawab Aditya yang baru saja keluar dari lift dan langsung berjalan mengikuti langkah kaki iparnya. Dan seperti yang dikatakan oleh pria yang mempunyai tinggi lebih darinya itu, Aditya melangkah masuk ke ruangan meeting. Bisa dilihatnya semua staf perusahaan sudah duduk di tempatnya masing-masing dan langsung berdiri begitu melihat kedatangan presiden direktur dan dirinya seraya membungkuk hormat. Sedangkan sang istri yang duduk di kursi paling depan terlihat tersenyum ke arahnya seraya mengangkat tangannya untuk menyapanya.


Begitu melihat 2 pria tampan yang melangkah masuk dan sudah berada di sebelahnya, Queen langsung berdiri dari kursi dan mengeluarkan suaranya yang cukup tegas.


"Hari ini aku ingin memberitahukan sesuatu kepada kalian semua. Kalian semua pasti sudah tahu meeting hari ini adalah ingin memperkenalkan suamiku sebagai wakil presiden direktur di perusahaan ini bukan?"


Dan semua orang menganggukkan kepalanya seraya menjawab dengan serempak. "Iya, Nona muda."


"Jadi, aku tidak perlu repot-repot untuk menjelaskan lagi, karena kalian sudah tahu. Untuk itu, aku ingin menegaskan sesuatu di sini kepada kalian semua. Terutama pada staf wanita di perusahaan ini!" Queen mengarahkan tangannya untuk menunjuk pada para pegawai wanita. "Para staf wanita dilarang keras untuk menatap wajah tampan suamiku atau pun berbicara padanya."


"Jika ada urusan penting yang mengharuskan kalian bicara pada wakil presdir, kalian bisa menyuruh staf laki-laki untuk menyampaikannya pada suamiku. Jika ada yang melanggar peraturanku, berarti kalian sudah siap untuk dipecat! Apa kalian semua mengerti?" ucap Queen dengan menatap tajam satu persatu staf wanita yang duduk di kursi.


"Mengerti Nona muda," jawab para staf wanita dengan serempak setelah saling ber-sitatap dan terlihat sangat kebingungan.


Tentu saja Arthur dan Aditya sama-sama saling ber-sitatap dan memijat pelipisnya karena merasa malu pada para staf perusahaan.

__ADS_1


"Astaghfirullah, istriku benar-benar berlebihan. Aku pikir dulu dia hanya bercanda, tapi ternyata dia sungguh melaksanakan niatnya. Para staf perusahaan pasti akan merasa kesusahan mendengar ultimatum yang baru saja dia umumkan," batin Aditya.


TBC ...


__ADS_2