Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Air dan minyak


__ADS_3

Queen terlihat berpindah tempat dari bangku panjang yang tadi ditempatinya, karena ia merasa jijik pada bekas muntahannya sendiri. Sehingga ia menyuruh para pengawal untuk melakukan sterilisasi di tempatnya yang menurut ia sudah tercemar bakteri. Ia sengaja memilih tempat yang membuat pandangannya lurus ke depan pada arah toilet, karena sang suami sedang membersihkan diri di sana.


"Kenapa kerja para pengawal itu sangat lambat, membeli celana 1 saja sangat lama. Sepertinya mereka ingin mendengarkan ceramahku hari ini," ujar Queen dengan sangat kesal sambil merutuki kerja pengawalnya yang menurutnya sangat lambat. "Seandainya saja Dave ada di sini, pasti semua masalah langsung cepat terselesaikan." Queen menggelengkan kepalanya, seolah ingin menyadarkan kebodohannya yang sudah terbiasa dengan hadirnya Dave di sampingnya.


"Dasar bodoh, kenapa aku malah memikirkan Dave? Karena kerja dia yang paling bagus dibandingkan semua orang yang selama ini menjadi pengawal pribadiku," seru Queen.


Ia refleks mengingat saat baru kembali ke Jakarta dan daddy-nya mengirim beberapa pengawal untuknya dan malah membuatnya merasa sesak dan risi. Sehingga ia hanya meminta 1 pengawal yang terbaik untuknya, tetapi tidak ada yang cocok sama sekali. Mulai dari pria dengan tubuh gempal, kulit hitam, yang malah membuatnya bergidik ngeri dan tidak nyaman.


Apalagi ia selalu marah dan mengomel saat kerja dari pengawal mengecewakannya. Bahkan suara lengkingannya saat marah sudah menjadi makanan sehari-hari bagi semua orang yang dekat dengannya. Dan, saat ia tidak sengaja bertemu dengan Dave di perusahaan, melihat tubuh tinggi dan sixpack yang menurutnya sangat cocok untuk menjadi pengawal pribadinya. Serta wajah yang masih tampan, karena muda dan tidak akan membuatnya malu.


Sehingga ia menyuruh daddy-nya untuk mengangkat Dave yang bekerja di perusahaan Raharja sebagai kepala divisi Humas untuk beralih profesi.


"Dave kira-kira sedang bersama Sabrina atau sibuk dengan beberapa dokumen ya?" Queen berniat menghubungi Dave, tetapi suara dari pengawalnya yang baru saja datang, berhasil mengalihkan perhatiannya.


Dengan agak ragu-ragu, pengawal pribadi yang baru dari Queen mengulurkan apa yang ada ditangannya. "Ini celana untuk Tuan muda dan juga perlengkapan mandi juga ada di dalam sini, Nona muda," ucap pengawal yang mendapat tugas untuk menggantikan posisi Dave.


"Lambat sekali kerjamu, jika seperti ini setiap hari, aku akan memecatmu!" teriak Queen dengan sangat kesal. Kemudian ia membuka paper bag yang ada ditangannya untuk memeriksa celana berwarna hitam yang menurutnya sangat bau.

__ADS_1


"Ini, kenapa bau?" Menjauhkan paper bag dari tangannya, agar tidak membuatnya mencium aroma aneh dari sana. Bahkan wajahnya sudah terlihat sedikit pucat, efek dari tubuhnya yang lemah setelah mual dan muntah.


Pengawal pribadi Queen refleks meminta paper bag tersebut, "Maafkan saya, Nona muda. Coba saya periksa!"


Queen menyerahkannya pada pria di depannya, "Cium baunya! Bukankah itu baunya tidak enak sekali?"


Pengawal pribadi tersebut membuka paper bag dan mulai mengendusnya, karena tidak berani memegang ataupun membuka paper bag tersebut. "Tidak ada yang aneh dari baunya, Nona muda, karena menurut saya, semua barang baru pasti mempunyai aroma khas tersendiri."


Queen membenarkan perkataan dari pria yang berada di depannya. "Sebenarnya ini harus dicuci dulu, tetapi itu tidak mungkin. Karena suamiku sudah menunggu di dalam toilet sana. Biar aku yang mengantarkannya sendiri," ujar Queen dengan menutupi hidungnya, karena ia seperti mual begitu mencium aroma dari celana baru tersebut.


Dengan langkah kaki jenjangnya, Queen buru-buru membawa celana yang sudah lengkap dengan perlengkapan mandi. Dan ia menyingkirkan apapun yang mengganggu jalannya.


Wanita yang tak lain adalah sahabat Dewi itu langsung menyingkir ke tepi untuk memberikan jalan pada wanita yang akan ia hancurkan rumah tangganya. Tak lupa ia menundukkan kepalanya, agar tidak sampai dikenali.


"Ternyata benar kabar burung yang beredar, nona muda itu sangat arogan. Seolah semua jalan dan tempat adalah miliknya sendiri," gumam Ririn yang buru-buru berlalu pergi meninggalkan area taman, begitu wanita yang terlihat menutup hidungnya itu sudah melewatinya.


Sementara itu, Queen yang sudah sampai di depan toilet, langsung mengeluarkan suara andalannya yang memekakkan telinga jika ada orang yang berada di sebelahnya. Karena ia tidak tahu sang suami ada di toilet yang mana.

__ADS_1


"My hubbiy, aku sudah membawa pakaian ganti untukmu."


Aditya membuka pintu toilet sedikit dan memanggil sang istri. "Aku di sini, Sayang. Kenapa bukan pengawal saja yang mengantarkan ke sini? Awas kecapekan, jangan terlalu banyak berjalan, karena aku tidak ingin kamu pingsan karena kelelahan seperti kejadian di rumah sakit."


Tanpa menjawab perkataan dari pria yang ia tahu sangat cerewet jika menyangkut tentang kehamilannya, Queen berjalan mendekat dan menyerahkan apa yang dibawanya pada pria yang berdiri di balik pintu.


"Sudah, jangan cerewet. Cepat ambil ini dan pergi mandi!" seru Queen dengan tegas.


Aditya menerima paper bag tersebut dan hanya terkekeh mendengar rengutan dari sang istri. "Baiklah, Sayang. Aku akan mandi, aneh sekali. Biasanya aku yang membuatmu mandi 2 kali, tetapi sekarang malah kamu yang membuatku berakhir di toilet umum untuk mandi." Menutup pintu dan menguncinya dari dalam.


Sedangkan Queen hanya terkekeh geli mendengar nada protes dari pria yang selalu membuatnya gemas akan kata-katanya. Ia melangkah menjauh dari tempat tersebut menuju ke arah yang dilihatnya ada tempat ternyaman untuk bersandar. Yaitu tempat duduk berbentuk melingkar yang ada di tengah taman dan bisa digunakannya untuk melepas penat.


Ia sudah mendaratkan tubuhnya dan bersandar di punggung tempat duduknya. Sedangkan tatapannya tidak berhenti untuk menatap ke arah toilet, seolah mengawasi suami dari wanita-wanita yang akan melirik ataupun mengincarnya.


"Kalau My hubbiy membuatku mandi 2 kali di pagi hari, aku sama sekali tidak keberatan karena nikmat bercinta yang selalu bikin ketagihan. Akan tetapi, hari ini aku membuatnya mandi 2 kali karena perbuatan burukku. Dan ini bukan ketagihan, yang ada malah bikin ilfil." Queen terlihat membuka ponsel pintar miliknya dan melihat sosial media sambil menunggu pria tampan yang sangat digilainya itu keluar.


Terlihat ia sibuk melihat akunnya yang sudah banjir komentar untuk mendoakan persidangan akan berjalan lancar dan menghina Reynaldi yang merupakan calon tunangannya, tapi tidak terjadi. Queen sibuk membaca komentar pedas dari orang-orang untuk Reynaldi. Mulai dari komentar yang paling banyak menghujat Reynaldi.

__ADS_1


"Sekarang habis, kamu Rey. Bahkan nama baikmu sudah jatuh ke lubang lumpur dan membuatmu terhina. Kamu ibarat sampah masyarakat yang tidak ada gunanya, Rey. Berbeda dengan abangmu yang sangat luar biasa itu. Kalian berdua bagaikan air dan minyak yang tidak mungkin bersatu."


TBC ...


__ADS_2