Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Seperti seorang bidadari


__ADS_3

Arthur menepuk bahu calon adik iparnya tersebut, "Jadi kamu lebih memikirkan pendapat orang lain daripada kebahagiaanmu sendiri? Bukankah lebih baik memanfaatkan kesempatan emas di depan mata, tanpa memikirkan pendapat orang lain? Jika kamu selalu memikirkan pendapat orang lain, yang ada malah kamu hidup susah dan kekurangan."


"Hidup susah? Aku tidak pernah merasa bahwa hidup yang selama ini aku jalani susah, karena aku merasa bersyukur bisa hidup dengan baik tanpa merasa kekurangan apapun. Sebenarnya bahagia kita itu tergantung dari rasa syukur kita. Karena meskipun kita mempunyai banyak uang, namun jika kita tidak pernah bersyukur, perasaan kita pun tidak akan bahagia. Karena itulah aku selalu berusaha untuk bersyukur kepada Allah, dengan cara mewujudkannya pada lisanku maupun perbuatanku."


"Dan karena itulah aku selalu merasa tidak pernah kekurangan, karena selalu berusaha untuk mensyukuri segala nikmat Nya."


"Akan tetapi, mau tidak mau kamu harus menerimanya! Karena ini semua adalah demi nama baik keluarga Raharja. Apa kamu tahu, setelah kamu masuk ke dalam keluarga Raharja, maka kamu di wajibkan untuk menjaga nama baik dari keluargaku. Termasuk dengan cara kamu keluar dari perusahaan kecil tempat kamu bekerja, karena awak media pasti akan mulai mencari tahu tentang segala hal tentangmu."


"Keluarga Raharja akan mendapatkan citra buruk di mata semua orang jika membiarkanmu tetap bekerja di perusahaan kecil, sedangkan mertuamu mempunyai Perusahan yang sangat besar. Kamu pasti bisa mengerti apa yang aku katakan bukan?"


"Sekarang kamu pilih salah satu, kamu akan memilih mendengarkan pendapat orang yang mengatakan kamu masuk ke perusahaan Raharja karena koneksi, atau kamu ingin menjaga nama baik keluarga Raharja dengan keluar dari perusahaan tempatmu bekerja?"


Kalimat skak mat dari calon kakak iparnya itu membuat Aditya tidak bisa menolak perintah dari pria berparas tampan itu, akhirnya mau tidak mau dirinya menganggukkan kepalanya, "Baiklah, tentu saja aku harus menjaga nama baik dari keluarga mertuaku. Jadi, aku akan bekerja di perusahaan Raharja."


"Pilihan yang bagus adik ipar," ucap Arthur dengan jempolnya terangkat ke atas yang di arahkannya kepada pria yang akan menjadi suami dari adiknya.


"Akan tetapi, aku ingin bekerja sesuai dengan kemampuanku. Maksudku, di bagian yang aku mampu. Bukan bekerja di bagian yang aku tidak tahu."


"Arthur menganggukkan kepalanya, "Aku mengerti, jadi kamu tidak perlu khawatir. Karena aku sudah menyiapkan pekerjaan yang cocok untukmu, yakni Direktur pengembangan usaha. Aku sendiri yang akan turun tangan untuk mengajarimu, jadi kamu tidak perlu merasa khawatir."


"Sepertinya itu terlalu berlebihan, lalu jabatan itu sebelumnya di pegang oleh siapa? Apa aku tidak terlihat seperti merebut jabatan itu dari tangan orang lain?"


"Kalau masalah itu tidak perlu kamu khawatirkan, karena jabatan itu sebelumnya di pegang oleh suami dari pemilik butik ini yang merupakan kakak dari Mamaku. Akan tetapi, karena Perusahan milik orang tuanya Aunty membutuhkan bantuan, akhirnya Om ku itu keluar dari perusahaan dan beralih memimpin perusahaan dari mertuanya. Karena Aunty adalah anak satu-satunya, dan tidak ada penerus laki-laki yang menjadi penerusnya. Jadi, menantulah yang mengambil alih perusahaan."

__ADS_1


"Anak tunggal? Bukankah Mamamu adalah adiknya? Bagaimana bisa di sebut anak tunggal?" tanya Aditya dengan sorot mata penuh pertanyaan.


"Mamaku dan Aunty beda ayah satu Ibu, jadi kamu pasti bisa mengerti. Setelah kamu masuk dalam keluarga kami, maka kamu akan mengetahui satu persatu tentang perihal beberapa hubungan rumit yang terjalin di dalam keluarga Raharja."


Aditya mengerutkan keningnya karena merasa tidak memahami akan perihal yang di maksud oleh calon kakak iparnya tersebut, "Sepertinya aku harus sabar menunggu sampai aku mengerti dengan sendirinya. Karena sepertinya kamu tidak akan menceritakannya sendiri padaku."


"Ya, kamu benar. Jika aku menceritakannya sekarang, sampai besok pun nggak akan pernah selesai, jadi biar kamu tahu sendiri saja nanti," ucap Arthur dan dirinya seketika menoleh ke arah sumber suara yang memanggilnya.


"Sayang, lama banget sih mengobrolnya. Di panggil Mama tuh! Si adik ipar di suruh coba baju pengantinnya," ucap Salsabila yang sudah berjalan ke arah dua pria tampan yang berada di dekatnya, dan mulai mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri, "Salsabila, aku kakak iparnya calon istrimu yang arogan itu.


"Maaf," ucap Aditya dengan posisi tangan menyatu di dekat dada, "Aditya Syaputra."


Salsabila yang merasa sangat malu karena tidak mendapatkan balasan jabatan tangannya hanya bisa menelan salivanya, "Jadi calon suami sang Nona arogan seperti ini?"


"Bukan meremehkan Sayang, aku merasa aneh saja bertemu pria sepertinya. Maaf ya Aditya," ucap Salsabila seraya menirukan gerakan tangan dari Aditya.


"Tidak masalah Nona Salsabila, karena aku sudah biasa mendapatkan hinaan atau cacian dari semua orang yang bilang aku adalah pria yang berlagak dan sok suci. Karena memang pada kenyataannya saya tidak bisa menyuruh orang untuk memahami atau mengerti dengan pedoman hidup saya, yang terpenting saya tidak menyusahkan orang lain. Itu saja yang saya pikirkan."


"Good, aku sangat mengagumi pria sepertimu adik ipar. Akan tetapi sayang sekali pria se-sempurna seperti dirimu akan memiliki istri yang sangat arogan. Menurutku kamu adalah sebuah berkah untuk Queen, sedangkan Queen adalah sebuah petaka bagimu, ucap Salsabila seraya tersenyum tipis.


"Kamu kalau ngomong to the point banget My Queen, kasihan tuh si Aditya." Arthur memeluk pinggang ramping istrinya tersebut, "Ayo, kita masuk sekarang! Nanti Mama marah-marah lagi, karena kita kelamaan disini."


Arthur beralih menatap ke arah Aditya, "Kamu tidak perlu menganggap perkataan dari Istriku, dia memang selalu ceplas ceplos seperti itu. Jadi, jangan di ambil hati!"

__ADS_1


Aditya menggelengkan kepalanya dan mulai berjalan mengekor di belakang pasangan suami istri yang terlihat sangat romantis itu, "Tadi kamu nggak salah sebut saat memanggil? Kenapa memanggil Salsabila dengan nama Queen?"


Salsabila menoleh ke arah Aditya, "Mungkin Suamiku yang bisa menjawabnya, karena memang dialah yang memanggilku seperti itu. Akhirnya dobel Queen jadinya kan? Aku sudah menyuruhnya untuk mengganti panggilannya, tapi dia tetap tidak mau."


"Karena wanita dari seorang King Arthur adalah Queen, dan aku lebih nyaman memanggil wanita yang aku sayangi adalah Queen," ucap Arthur pada Aditya.


Aditya mulai mengerti dan menganggukkan kepalanya, "Oh ... jadi begitu?"


"Aditya, kenapa lama sekali. Kamu harus mencoba pakaian untuk acara akad nikah besok, kemarilah!"


Aditya yang baru memasuki butik dengan ruangan yang sangat luas dan sudah di penuhi berbagai macam jenis pakaian yang tergantung, di panggil oleh wanita yang masih terlihat sangat cantik meski umurnya sudah tidak lagi muda.


"Iya Nyonya, tadi sedang mengobrol dengan calon Kakak ipar." Aditya berjalan menghampiri wanita yang akan menjadi Ibu mertuanya, namun saat dirinya berjalan mendekat, terlihat wanita yang akan di nikahinya keluar dari ruangan ganti.


Queen yang baru saja keluar dari ruangan ganti memakai gaun pengantin itu menatap ke arah sang Mommy, "Mom, bagaimana penampilanku? Aku cantik kan?"


Saat dirinya hendak menatap ke arah sang Mommy, netra coklatnya bersibobrok dengan netra pekat pria yang saat ini tengah berjalan ke arah Mommy nya.


Aditya terlihat terpana saat menatap wanita yang memakai gaun pengantin berwarna putih tersebut. Tanpa berkedip, dirinya menatap dengan intens wajah cantik wanita yang esok akan di nikahinya.


Subhanallah ... ternyata Nona muda Queen sangat cantik saat memakai gaun pengantin. Dan wanita yang sangat cantik ini akan menjadi Istriku. Jodohku adalah wanita suci yang sangat cantik, melihatnya seperti itu, dia lebih terlihat seperti seorang Bidadari.


__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2