Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Sungguh sempurna dan luar biasa


__ADS_3

"Apa? Jadi saya harus bekerja dengan wanita bar-bar itu, Nona muda?" teriak Dave dengan mata membulat seolah tidak percaya.


"Yes, its true," jawab Queen dengan santainya. "Kamu membawa pesananku bukan?"


"Memangnya kamu memesan apa, Sayang?" tanya Aditya yang menoleh ke arah sang istri yang mengarahkan tangannya pada Dave.


Dave masih terlihat sangat terkejut dan sama sekali tidak pernah menyangka akan bekerja di sebuah perusahaan. Sebenarnya bukanlah sebuah hal yang susah baginya untuk bekerja di perusahaan, karena dulu memang awalnya ia bekerja di Perusahaan Raharja. Akan tetapi, karena ia mempunyai kemampuan bela diri yang cukup mumpuni, membuat atasannya merekrutnya untuk menjadi pengawal pribadi nona mudanya setelah hampir mendapatkan pelecehan dari para pria mabuk saat pergi sendiri ke supermarket malam hari.


Dan ia jatuh cinta pada pandangan pertama saat pertama kali bertemu dengan Queen dan melihat sikap arogannya yang membuatnya semakin mengagumi sosok wanita yang terlihat jauh dari kata lemah seperti kebanyakan wanita.


"Dave, kamu sedang memikirkan wanita bar-bar itu? Ternyata kamu sudah memiliki panggilan khusus pada keong racun, yaitu wanita bar-bar. Sepertinya kamu sudah akrab dengannya ya," sindir Queen dengan tersenyum mengejek. "Mana pakaian yang aku minta bawakan? My hubbiy harus tampil istimewa di hari pertamanya bekerja sebagai wakil presiden direktur."


Lamunan Dave seketika buyar saat mendengar suara penuh tekanan dari sang nona muda yang menatapnya dengan tatapan tajam. "Eh ... sebenarnya bukan seperti yang Nona muda katakan. Bukan memikirkan tentang wanita bar-bar itu, tapi saya tidak tertarik untuk bekerja di perusahaan. Karena lebih nyaman dengan pekerjaan saya yang sekarang ini, yaitu menjadi pengawal pribadi Anda. Oh ya, saya ambilkan dulu pakaian Tuan muda yang masih ada di mobil, tadi saya lupa," ucap Dave yang buru-buru pergi dari hadapan pasangan suami istri di depannya.


Queen dan Aditya terlihat sama-sama ber-sitatap begitu melihat siluet Dave dari belakang yang berjalan ke arah mobil yang terparkir di depan rumah.


"Sepertinya kamu harus mengeluarkan ketegasanmu pada Dave, Sayang? Kamu bisa lihat kan kalau dia seolah tidak rela untuk meninggalkanmu? Aku khawatir dia tidak akan bisa move on darimu jika terus-menerus ada di dekatmu. Aku sendiri pun sangat tidak rela kalau ada pria lain yang melihat istriku dengan tatapan penuh cinta dan pengharapan."


"Kamu cemburu pada Dave, My hubbiy? Kalian berdua pasti sama-sama cemburu kan? Karena aku adalah seorang istri yang baik, aku akan mematuhi perintah dari suamiku. Oke, aku akan mengeluarkan ancamanku pada Dave agar dia mau mematuhi perintah dariku. Tuh, dia datang." Queen langsung diam dan menatap Dave yang baru saja datang sambil membawa setelan jas dan kemeja.

__ADS_1


"Ini pakaian untuk Anda, Tuan muda." Dave menyerahkan pakaian yang dibawanya.


"Terima kasih, Dave. Sepertinya pakaian ini sangat mahal. Belum memakainya saja sudah membuat aku merasa tampil mempesona, apalagi saat sudah memakainya. Aku ke dalam dulu, Sayang." Aditya menepuk pundak sang istri seraya memberikan sebuah kode untuk berbicara pada Dave. Kemudian berlalu pergi dari hadapan Queen dan Dave.


"Sama-sama Tuan muda, Anda pasti akan terlihat sangat tampan memakai pakaian itu," jawab Dave saat Aditya tersenyum ke arahnya.


Queen pun tersenyum menanggapi sang suami yang sudah berlalu pergi, kemudian ia beralih menatap ke arah Dave yang masih berdiri menjulang di depannya. "Mau tidak mau kamu harus menuruti perintah dariku Dave, untuk bekerja ke perusahaan Nusa Indah Group. Karena aku tidak mempercayai orang lain selain kamu. Anggap saja ini sebagai permohonanku padamu dan juga sebagai hadiah atas kerja kerasmu yang selalu melindungiku selama ini."


"Tapi, Nona ...." Dave tidak melanjutkan perkataannya saat dipotong oleh majikannya.


"Tidak ada tapi-tapian!" jawab Queen dengan tatapan mata tajam. "Bukankah kamu harus menuruti semua perintah dari majikanmu," sarkas Queen.


"Maafkan saya, Nona," ucap Dave yang terlihat sangat kecewa raut wajahnya.


Jadi, nanti saat kamu menikah, kamu mempunyai pekerjaan yang bisa kamu banggakan. Aku tidak akan menjodohkanmu dengan Dewi lagi, terserah kamu mau menikah dengan siapa. Asalkan kalian berdua saling mencintai, dan bisa hidup berbahagia. Sudah itu saja pesanku, sepertinya aku terlalu banyak menasehatimu seperti tingkah emak-emak saja," ucap Queen dengan terkekeh.


Mendengar perkataan dari wanita yang diam-diam dicintai mendoakan untuk hidup bahagia dengan wanita lain, tentu saja membuat hati Dave merasa sangat terluka, tapi ia mencoba menyembunyikannya sekuat tenaga. "Jadi, bisa diartikan saya tidak bisa menolak perintah dari Nona muda?"


"Jika aku sudah tidak menjadi pengawal dari nona muda, berarti nanti aku sudah jarang bertemu dengannya. Apa yang harus aku lakukan jika tidak bisa melihatnya lagi? Karena rindu itu berat seperti yang dikatakan oleh Dilan," gumam Dave.

__ADS_1


"Iya, kamu tidak berhak menolak, Dave. Jadi, turuti saja perintahku!" Queen beralih menoleh ke arah sumber suara, dimana sang suami sudah berada di sampingnya setelah ganti pakaian.


"Iya Dave, turuti saja perintah dari nona mudamu itu agar kamu tidak kena murkanya," ucap Aditya yang baru saja tiba di teras depan rumahnya. "Ayo, kita berangkat sekarang, Sayang. Ayah sudah siap."


Queen tidak berkedip menatap ke arah pria yang terlihat sangat tampan memakai setelan 3 potong yang dipilihnya semalam saat menyuruh Dave untuk pergi membeli pakaian kerja. Di mulai dari ujung kaki hingga kepala. "Wah ... sungguh sempurna dan luar biasa. My hubbiy sangat tampan sekali." Mengangkat 2 jempolnya ke arah sang suami yang masih berdiri menjulang di depannya.


"Alhamdulillah, sebuah berkah luar biasa saat istri memuji suami. Semoga suamimu ini tidak merasa takabur, Sayang. Terima kasih atas pujiannya." Sudut bibir Aditya terangkat ke atas begitu mendengar kalimat pujian dari wanita yang masih tak bisa mengalihkan tatapannya padanya.


Refleks Queen langsung bangkit dari kursi dan meraih ponsel yang ada di saku gaun panjangnya. "Duduklah, My hubbiy. Aku ingin mengabadikan momen bersejarah dari suamiku yang akan memulai hari baru saat bekerja di Perusahaan Raharja."


"Kenapa kamu sangat lebay sekali, Sayang. Tidak perlu memotretku, lama-lama galeri fotomu penuh dengan gambarku nanti."


"Ya nggak apa-apa lah, daripada penuh dengan foto pria lain. Bukankah lebih baik penuh dengan foto suami sendiri? Bikin kesal saja My hubbiy. Sudah, cepat duduk! Kita harus segera berangkat ke kantor, aku pun akan langsung berangkat ke rumah sakit Raharja." Queen mengarahkan tangannya untuk menyentuh pundak sang suami agar segera duduk dan langsung berkali-kali mengarahkan kamera untuk memotret.



Sedangkan Aditya yang tidak bisa lagi untuk menolak, akhirnya hanya bisa diam dan berpose.


Sementara itu, Dave yang masih memuaskan pandangannya pada Queen yang sudah sibuk dengan aksinya, hanya bisa diam mengamati aksi wanita cantik yang terlihat sangat bahagia itu.

__ADS_1


"Sepertinya ini memang yang terbaik untukku, dengan aku tidak bertemu denganmu, maka aku akan bisa melupakanmu nona muda. Akan tetapi, sebenarnya aku belum siap dan masih ingin bisa selalu melihatmu. Ternyata Tuhan berkehendak lain saat kamu menyuruhku untuk menjauh darimu," batin Dave.


TBC ...


__ADS_2