Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Menuruti perintah dari suami tercinta


__ADS_3

"Aku ...." Aditya mencoba untuk mengambil napas teratur guna menormalkan perasaannya yang sangat kacau. Menghadapi kenyataan pahit bahwa adik tirinya mencoba membunuhnya, tentu saja membuatnya tidak menentu. Akan tetapi, ia sadar bahwa orang yang bersalah memang harus dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku di negaranya.


Karena jika ia sampai melindungi 1 penjahat, mungkin kejahatan akan semakin merajalela dan ia juga ikut berdosa. "Aku akan datang besok ke pengadilan, Sayang. Semua itu kulakukan karena keadilan memang harus ditegakkan dan aku tidak ingin melindungi penjahat yang mungkin akan membahayakan keselamatan orang lain."


"Alhamdulillah, akhirnya My hubbiy sadar juga. Syukurlah kalau begitu, aku jadi tidak perlu bersusah payah untuk memaksamu atau mengancammu," ucap Queen dengan wajahnya yang sudah berbinar.


Mengancamku?" Aditya mengerutkan keningnya.


"Iya, aku hanya ingin berjaga-jaga jika sampai kamu lembek seperti biasanya. Aku ingin mengubahmu menjadi suami yang tegas dan tidak terlalu lemah. Daddy pun sangat mendukungku."


Refleks Aditya mengarahkan tangannya untuk mencubit pipi putih yang menggemaskan di depannya. "Oh ... jadi kamu selama ini berpikir aku adalah seorang pria yang lemah dalam segala hal, begitu? Sepertinya pujianmu sangat luar biasa, Sayang. Dan ternyata selama ini kalian salah mengartikan sikapku."


"Aku selalu mengalah karena aku ingin rumah tangga kita selalu bahagia tanpa ada pertengkaran. Karena sejatinya sebuah pertengkaran kecil bisa menjadi besar dan memicu sebuah perceraian. Aku tidak ingin itu terjadi, karena itulah aku selalu mengalah. Bagiku, mengalah bukan berarti lembek atau lemah. Apakah kamu ingin melihat sikap tegasku, Sayang?"


"Memangnya kamu bisa?" ejek Queen dengan terkekeh. "Coba tunjukkan padaku! Aku ingin melihatnya."


"Baiklah." Aditya mulai memasang wajah garang dan mengeluarkan suara baritonnya. "Mulai besok, kamu tidak boleh bekerja karena sedang hamil. Jika kamu tidak menuruti perintah dari suamimu ...." Menghentikan ucapannya karena tengah memikirkan kelanjutan dari ancamannya.


"Kenapa tidak dilanjutkan, My hubbiy? Aku sangat penasaran dan ingin mendengar kelanjutan dari ancamanmu. Kenapa aku tidak merasa takut, tapi malah merasa aneh dan lucu ya?" ucap Queen dengan sedikit terbahak.


"Aku pun bingung mau menghukummu apa, Sayang. Karena aku tidak bisa mengeluarkan kata-kata buruk, apalagi kepada istriku yang tengah hamil. Karena semua perkataan adalah doa, dan hal itulah yang membuatku sangat berhati-hati dalam berbicara. Aah ... intinya kamu harus menuruti perintah dari suamimu jika ingin masuk Surga. Sudah, itu saja," sahut Aditya dengan wajah datarnya.

__ADS_1


Refleks Queen langsung tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari suaminya yang menurutnya malah sangat lucu dan sama sekali tidak membuatnya merasa takut. "My hubbiy ... My hubbiy, ancamanmu malah terdengar sangat lucu, bukan menakutkan. Akan tetapi, apa aku harus menuruti perintahmu?"


"Kalau kamu ingin masuk neraka, tidak perlu menuruti perintahku," sarkas Aditya dengan wajah yang kesal.


"Oh ... begitu, baiklah," jawab Queen dengan wajah datarnya.


"Baiklah bagaimana? Maksudmu ingin menuruti perintah dari suamimu atau tidak?" tanya Aditya dengan tatapan penuh pertanyaan.


"Ehm ... bagaimana ya?" Queen terlihat berpura-pura berpikir dengan memegangi dagunya.


Aditya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah dari sang istri yang membuatnya penasaran dan kesal. Saat ia hendak membuka mulutnya, suara dari seorang wanita yang baru saja masuk ke dalam ruangan pribadi istrinya, tertangkap indera pendengarannya.


"Selamat sore Tuan muda dan Dokter Queen," ucap wanita berseragam putih yang tak lain adalah dokter Obgyn yang baru saja tiba bersama dengan Reyna dan beberapa perawat yang membawa semua peralatan untuk USG.


"Aku sebenarnya cuma pusing tadi, lalu aku pingsan. Mungkin karena efek kehamilan di trimester pertama. Ini masih perkiraan kami berdua," ucap Queen pada dokter wanita yang tak lain adalah sahabatnya bernama Liona.


"Sepertinya perkiraanmu benar, karena itulah aku akan memeriksanya untuk mengetahuinya." Liona beralih menatap ke arah perawat di belakangnya untuk segera membawa masuk semua peralatan yang dibawa. "Kalian siapkan semuanya!"


"Baik Dokter," ucap 2 perawat dengan serempak dan langsung melaksanakan perintah dari atasannya.


Beberapa saat kemudian, semuanya sudah siap. Lalu, dokter tersebut mulai mengangkat kemeja Queen ke atas dan mengoleskan gel khusus di perut datar itu dan dibantu oleh para perawat, kemudian menempelkan alat transduser. Yakni, alat yang berfungsi untuk mengirimkan gelombang suara ke rahim dan janin agar mesin USG dapat menghasilkan gambar yang terlihat di layar monitor.

__ADS_1


Sang dokter mulai menggerakkan alat tersebut di atas perut dan mulai menjelaskan tentang gambar yang tertera di layar monitor.


"Alhamdulillah, Dokter Queen memang tengah hamil. Usia kehamilan Dokter Queen sudah memasuki minggu ke 4 dan janin terlihat berukuran sebesar biji kacang hijau yaitu sekitar 2 milimeter, memang masih belum bisa jelas terlihat, tapi janin itu sudah bisa disebut embrio. Yang terdiri dari dua lapisan sel yang akan berkembang menjadi organ dan bagian tubuh bayi dan ibu, di struktur lainnya yang juga berkembang pada masa ini adalah Amnion dan Yolk salk'."


"Kondisi janin terlihat sangat sehat, tapi Anda harus berhati-hati dan tidak terlalu banyak melakukan aktivitas yang membuat Anda terlalu kelelahan. Karena itu akan membahayakan kondisi kesehatan janin yang saat ini mulai berkembang di rahim. Dokter Queen harus banyak mengkonsumsi sayuran hijau, daging merah, buah-buahan, susu dan vitamin jika di perlukan."


"Apa Dokter Queen dan Tuan muda sudah mengerti semua penjelasan dari saya? Apa ada pertanyaan?" Dokter Liona mulai meletakkan alat tersebut dan menyuruh perawat untuk membersihkan sisa gel dari perut Queen.


Aditya mengarahkan tangannya untuk menggenggam erat jemari sang istri. "Alhamdulillah, ternyata Allah SWT mempercayai kita dengan memberikan momongan kepada kita, Sayang."


"Alhamdulillah," ucap Queen yang merasa bahagia dan terharu saat sang suami terlihat sangat bahagia atas kehamilannya.


"Akan tetapi, kamu dengar kan kata sang Dokter tadi?"


"Apa?" Queen mengangkat kedua alisnya.


"Soal kamu tidak boleh kecapekan, Sayang. Berarti benar apa yang aku katakan tadi. Jadi, kamu harus menuruti perintah dari suamimu demi kebaikanmu dan juga anak kita, oke!" ucap Aditya dengan kalimat tegasnya.


"Baiklah ... baiklah, aku akan menuruti perintah dari suamiku tercinta. Sepertinya aku hanya akan makan tidur saja di Mansion saat hamil trimester pertama. Bagaimana kalau kamu juga ikut libur dan hanya menemaniku di Mansion, My hubbiy? Agar aku tidak merasa bosan."


"Astaghfirullah," Aditya menepuk jidatnya begitu mendengar kalimat konyol dari sang istri yang sudah menatapnya dengan tatapan tak berdosa seperti bayi.

__ADS_1


Sama dengan dokter dan juga perawat yang sama-sama membulatkan matanya begitu mendengar perkataan dari sang nona muda sekaligus dokter Podiatris terbaik di rumah sakit tersebut.


TBC ...


__ADS_2