
Aditya dan Sabrina yang saat ini dalam posisi saling berhadapan mulai menoleh ke arah sumber suara bariton yang terdengar di indera pendengaran mereka. Terlihat seorang pria berjalan mendekat ke arah mereka.
"Tuan Abymana?"
Aditya yang merasa sangat terkejut melihat kedatangan tiba-tiba dari pria yang akan menjadi mertuanya itu merasa sangat tidak enak. Meskipun dirinya sadar bahwa ia tidak melakukan kesalahan apapun, namun dirinya berusaha untuk tidak membuat mertuanya itu salah paham pada posisinya yang sedang berbicara dengan wanita yang baru di putuskannya itu.
Sedangkan Sabrina yang sangat tidak asing dengan wajah dari pria di depannya itu mulai mengeluarkan suaranya, "Tuan Abymana yang merupakan Papa dari wanita yang sangat arogan yang barusan menampar pria yang akan menjadi suaminya."
"Apakah Anda tahu bahwa perbuatan dari seorang Nona muda yang merupakan putri Anda itu sangat keterlaluan? Apa Anda tahu bahwa putri Anda bersandiwara untuk melakukan pernikahan?"
Abymana mengamati penampilan dari wanita yang di ketahuinya pernah dekat dengan calon menantunya, "Kamu sangat berani gadis kecil. Apa kamu tidak tahu bahwa Papamu bekerja di salah satu perusahaan yang bernaung di bawah Raharja Group?"
Perkataan telak dari pria yang baru saja di lawannya itu sontak membuat nyali Sabrina menciut, karena dirinya baru menyadari bahwa dirinya hanyalah serpihan debu di depan pria yang merupakan orang paling tersohor di kotanya.
Ternyata benar apa yang ku dengar selama ini, bahwa Tuan Abymana sekali berbicara membuat orang yang mendengarnya bergidik ngeri. Jika Papa sampai di pecat dari perusahaan gara-gara kesalahanku, maka aku akan menjadi anak yang durhaka. Aku harus meminta maaf kepada Tuan Abymana dan berbicara secara baik-baik. Siapa tahu beliau bisa membatalkan acara pernikahan palsu ini, gumam Sabrina.
"Maafkan saya Tuan Abymana. Saya memang sangat kurang ajar, tapi saya seperti ini karena saya tadi melihat perlakuan putri Anda yang menampar wajah pria yang sangat saya cintai ini. Bukankah itu adalah sebuah perbuatan yang sangat tidak pantas di lakukan oleh seorang wanita kepada calon suaminya?"
"Apa yang kamu katakan tadi benar Nak?" tanya Qisya yang baru saja keluar dari butik untuk menemui suaminya yang tadi menelfonnya sudah sampai di depan butik.
"Iya Nyonya, saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri tadi," jawab Sabrina dengan sangat yakin.
"Astaghfirullah," menatap ke arah pria yang merupakan calon menantunya, "Maafkan perbuatan dari putriku Nak Aditya. Biarkan Mama nanti yang langsung menghukum Queen!" ucap Qisya dengan menatap iba ke arah pria yang terlihat memerah pipinya dan sudah bisa di pastikan adalah bekas perbuatan dari putrinya.
__ADS_1
"Tidak perlu Nyonya Qisya, saya bisa menyadari bahwa tadi Queen sedang di liputi oleh amarah. Makanya dia bisa sampai di luar kendali seperti itu, karena saat orang marah memang bisa menyebabkan seseorang lupa diri. Jadi saya mencoba untuk bisa mengerti."
"Lagipula hanya sebuah tamparan kecil yang tidak berasa apa-apa bagi saya, jadi Nyonya tidak perlu merasa khawatir!" dengan mencoba tersenyum tipis dan mengusap pipinya, seolah ingin menegaskan bahwa dirinya tidak apa-apa.
"Aku akan menyelesaikan masalah ini! Dan Queen tidak akan pernah melakukan ini padamu Aditya, kamu tenang saja! Sebentar lagi dia pasti datang, tadi aku menyuruh supir untuk putar balik. Karena aku sudah tahu apa yang di lakukannya padamu," ucap Abymana seraya menatap ke arah Aditya dan tak lupa menepuk bahunya, "Atas nama keluarga Raharja, maafkan kesalahan putriku Aditya," seraya membungkukkan badan di hadapan pria yang akan menjadi menantunya.
Melihat suaminya yang menundukkan kepala pada calon menantunya, membuat Qisya seketika berkaca-kaca. Karena sepanjang dirinya hidup bersama dengan suaminya, baru kali ini melihat pria yang di cintainya itu menundukkan kepalanya pada pria yang umurnya jauh berada di bawahnya.
"Mama juga meminta maaf atas perbuatan putriku padamu Aditya. Apa kamu tahu, pria yang berada di depanmu ini seumur hidup belum pernah menundukkan kepala kepada orang lain, hanya kamu yang bisa membuat seorang pemimpin besar dari Raharja Group menundukkan kepala dan meminta maaf."
"Semoga kamu mau menerima permohonan maaf kami!" memeluk pria yang sangat di cintainya dan menatapnya dengan tatapan penuh cinta, "Terima kasih Sayang. Kamu membuang egoismu, dan meminta maaf atas kesalahan yang di lakukan oleh putri kita yang sangat nakal itu."
Merasa sangat tidak enak dengan perbuatan pasangan suami istri yang akan menjadi mertuanya itu, membuat Aditya langsung membungkukkan badannya, "Jangan seperti itu Tuan dan Nyonya, saya sama sekali tidak berharap kalian meminta maaf."
"Ada apa ini sebenarnya?" tanya Queen yang baru saja tiba di antara empat orang yang tengah berkumpul di area sekitar parkiran butik.
Sontak saja suara dari Queen membuat empat orang tersebut menoleh ke arahnya. Dan tatapan mata tajam dari Abymana dan Qisya di arahkannya pada putrinya. Sedangkan Aditya menatap datar wanita yang akan di nikahinya. Berbeda dengan tatapan penuh kebencian dari Sabrina yang menunjukkan kebenciannya.
"Kamu sudah datang gadis nakal!" ucap Qisya dengan tangan mengarah ke telinga putrinya.
Queen sontak meringis kesakitan, "Aaauuuuww ... sakit Mom. Apa-apaan sih Mom!"
"Jika telingamu terasa sakit saat Mommy menjewermu seperti ini, apa kamu tidak berpikir kalau Aditya tadi juga kesakitan saat kamu menamparnya? Bukan pipinya yang sakit, tapi harga dirinya sebagai seorang laki-laki benar-benar terluka. Bagaimana bisa kamu membuat calon suamimu kehilangan harga dirinya, dan pria ini masih bisa memaafkan kesalahanmu."
__ADS_1
Queen yang merasa sangat terkejut karena ketahuan, langsung mengarahkan tatapan tajam pada pria yang berada di depannya itu.
Sialan, jadi Aditya mengadu pada Daddy dan Mommy? Awas saja kamu Aditya.
Mengerti dengan arti dari tatapan mata Queen, membuat Aditya mengeluarkan suaranya untuk menepis kesalahpahaman antara dirinya dan Queen, "Aku sama sekali tidak mengatakan apa-apa pada Tuan dan Nyonya, Queen."
"Papa tahu sendiri Queen, jadi jangan menyalahkan Aditya. Sekarang Papa memutuskan untuk membatalkan rencana pernikahan kalian, lebih baik kamu menikah dengan Reynaldi saja. Biarkan Aditya menikah dengan kekasihnya!" ucap Abymana seraya menatap tajam ke arah putrinya, Aditya dan Sabrina.
Sontak saja perkataan dari sang Daddy membuat Queen seketika membulatkan kedua matanya, "A-apa Pa? Apa maksud Papa sebenarnya? Aku sama sekali tidak mencintai Reynaldi Pa! Jadi jangan memaksaku untuk menikah dengan Reynaldi!"
"Lalu kamu mencintai siapa Queen? Hot Daddy mu itu? Apa kamu akan jadi perawan tua sat menunggunya?"
Queen menatap sang Daddy yang sudah mulai murka dan di penuhi amarah, "Bukan seperti itu Dad. Tentu saja aku sangat mencintai Aditya, pria yang akan aku nikahi."
"Kalau begitu buktikan pada Daddy dan Mommy!"
Maksud Daddy membuktikan bagaimana?"
"Bersikaplah yang baik pada Aditya, hormati dia dan meminta maaflah padanya."
Queen menelan salivanya dan mulai menatap ke arah pria yang tadi di temparnya.
Brengsek ... seumur hidup, aku belum pernah meminta maaf pada orang lain. Dan sekarang aku harus meminta maaf pada pria miskin ini.
__ADS_1
Bersambung ...