Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Apakah aku cemburu?


__ADS_3

Aditya mengamati raut wajah Queen yang daritadi terdiam setelah dirinya mengungkapkan kalimat bernada sindirannya.


Apa sekarang kamu mulai memikirkan perkataanku Nona muda? Karena se-arogan apapun, kamu tetaplah seorang wanita yang memiliki hati lebih sensitif daripada seorang pria. Karena pada dasarnya seorang wanita akan lebih mengedepankan hatinya daripada pemikirannya. Kamu bagaikan sebuah bongkahan batu besar yang sangat keras, dan aku ibarat air yang lama-kelamaan akan mengikis kerasnya batu yang berada di hatimu saat ini.


"Apa Nona muda mulai mengakui bahwa apa yang aku katakan benar adanya?"


Lamunan Queen seketika buyar saat mendengar kalimat bernada ejekan dari pria yang saat ini tengah menatapnya dengan tatapan intens.


"Sepertinya kali ini aku harus mengakui bahwa perkataanmu memang benar. Karena aku sendiri pun sangat mengharapkan ketulusan dari seseorang, tapi sayangnya dia belum bisa melihat ketulusanku."


"Apakah yang Nona maksud adalah Hot Daddy yang kamu sebutkan tadi?"


Aditya mencoba mencari tahu tentang rahasia dari wanita yang akan di nikahinya. Karena sejujurnya dirinya pun lama-lama merasa ada sebuah rasa tidak nyaman saat selalu mendengar wanita yang akan di nikahinya itu selalu menyebut nama pria lain di depannya. Ada rasa tersembunyi yang seolah melukai harga dirinya sebagai seorang lelaki.


Tanpa di sadarinya, Queen refleks menganggukkan kepalanya. Kemudian netra coklat miliknya seketika bersibobrok dengan netra pekat pria yang berada di depannya dan mulai mengungkapkan pertanyaannya.


"Apa kamu bisa membantuku untuk bisa mendapatkan hati seorang pria?"


Deg ...


Mendengar perkataan dari wanita yang akan di nikahinya yang memintanya untuk membantu mendapatkan hati pria lain, tentu saja berhasil membuat perasaan Aditya semakin tidak menentu.


Baru beberapa menit yang lalu dirinya harus menguatkan hatinya untuk memutuskan hubungannya dengan wanita yang berarti di hidupnya, namun belum sembuh rasa hatinya yang terluka, kini malah wanita yang akan di nikahinya meminta bantuannya untuk mendapatkan hati pria lain.


Ampuni dosa hambamu ini ya Allah, jika hamba terlalu banyak mengeluh pada Mu. Namun hamba tidak bisa membohongi perasaan ini, bahwa saat ini hamba benar-benar terlihat seperti seorang pria yang tidak punya harga diri lagi. Karena calon Istriku meminta bantuanku untuk mendapatkan hati pria lain. Apa yang harus hamba lakukan ya Allah? Haruskah aku menuruti permintaannya? Ataukah aku melarangnya untuk memikirkan pria lain karena dia akan menjadi Istriku?


"Lebih baik kita segera pergi dari sini Nona muda! Bukankah tadi Mommy Nona menyuruh untuk fitting kebaya pengantin untuk acara akad nikah besok?" ucap Aditya untuk mengalihkan pembicaraan, karena dirinya tidak bisa menjawab pertanyaan dari wanita yang akan menjadi istrinya.

__ADS_1


Queen refleks melihat mesin waktu yang melingkar di tangan kirinya, seketika raut wajahnya berubah panik karena menyadari bahwa ia terlalu keasyikan mengobrol hingga tidak mengetahui waktu sudah bergulir dengan cepat.


"Astaga ... Mommy bisa mengomel karena terlalu lama menunggu. Ayo cepat pergi dari sini! Kamu sih, daritadi asyik ngomong melulu."


Setelah puas merungut, tanpa di sadarinya Queen langsung menggandeng tangan Aditya untuk keluar dari toko perhiasan tersebut dan berjalan dengan langkah kaki cepat karena benar-benar terburu-buru.


"Bisa-bisa Mommy nanti menjewer telingaku lagi nih."


Aditya daritadi hanya diam saja saat tangannya di tarik oleh Queen, karena dirinya hanya mengikuti langkah kaki calon istrinya tersebut. Netra pekatnya daritadi fokus menatap ke arah tangannya yang saat ini di gandeng oleh Queen. Dan saat mendengar keluhan dari Queen, Aditya mulai menyahut.


"Kamu tenang saja Nona muda Queen, aku nanti yang akan menjelaskan kepada Mommy Nona. Jadi Nona tidak akan mendapatkan hukuman dari Mommy, apalagi sepertinya Mommy Nona akan merasa sungkan pada calon menantunya jika memberikan sebuah hukuman."


Begitu sampai di parkiran, sang supir yang melihat kedatangan dari majikannya tersebut langsung membukakan pintu.


"Silahkan Nona muda."


"Terima kasih Pak," jawab Queen seraya mulai masuk ke dalam mobil, dan dirinya mulai menyadari bahwa daritadi ia memegangi tangan Aditya.


Aditya yang berada di luar mobil hanya bisa mengarahkan tangannya untuk membuat wanita yang sudah duduk di dalam mobil itu tidak memikirkan tentang hal yang di lakukannya.


"Tidak perlu meminta maaf Nona, karena aku bisa memakluminya. Karena kamu memang sedang terburu-buru tadi," jawab Aditya dan berniat menutup pintu mobil agar dirinya segera masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah sang supir. Namun saat dirinya mau melakukannya, suara dari Queen membuatnya mengurungkan niatnya.


"Kamu duduk saja di sebelahku!"


Aditya masih terdiam dan tidak langsung menuruti perintah dari wanita yang saat ini tengah menatapnya, "Maksud Nona?"


Queen terlihat geleng-geleng kepala dan memegangi tengkuk belakangnya, "Jangan salah paham ya! Aku menyuruhmu untuk duduk di sebelahku agar Mommy tidak merasa curiga padaku kita. Kamu mengerti kan maksudku?"

__ADS_1


"Ooh ... begitu? Tentu saja aku mengerti Nona muda," sahut Aditya seraya mulai masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah wanita yang telah berhasil mengombang-ambingkan hidupnya.


Sedangkan Queen langsung bergeser ke arah kanan untuk memberikan tempat bagi pria yang sudah duduk di sebelahnya, kemudian dirinya mulai menatap Aditya.


"Jangan panggil aku Nona muda terus, karena takutnya nanti kamu malah keceplosan di depan Daddy dan Mommy. Panggil saja aku Queen, itu pun akan lebih enak di dengar. Sebenarnya aku merasa risih mendengar panggilan Nona muda, karena itu selalu menjelaskan bahwa aku selalu di bayang-bayangi oleh identitas dari kebesaran keluarga Raharja."


"Sesungguhnya aku ingin jadi diri sendiri, karena itulah aku lebih suka orang-orang memanggilku Dokter Queen. Rasanya aku sangat bangga bisa di panggil seperti itu yang menunjukkan kemampuanku. Bukan atas dasar kehebatan keluargaku yang selalu di hormati dan di segani oleh banyak orang."


Aditya yang daritadi tidak berkedip menatap wajah cantik wanita yang mulai sedikit demi sedikit terbuka dan mulai mau menceritakan tentang perihal dirinya meskipun hanya sebuah hal yang sepele. Mendadak perasaannya yang tadinya bergejolak karena merasa terluka harga dirinya mulai sedikit merasakan secercah harapan.


"Jadi kamu lebih suka di panggil Dokter Queen? Jika memang begitu, aku bisa memanggilmu Dokter Queen setiap hari. Bukankah nantinya kamu akan merasa senang?"


"Tidak perlu seperti itu juga kali, kalau di Mansion kamu memanggilku Dokter Queen, kamu pasti akan di tertawakan oleh semua pelayan dan juga Mommy dan Daddy. Sudah, panggil saja aku Queen! Beda lagi kalau kita bertemu di rumah sakit, baru kamu boleh memanggilku Dokter Queen."


Aditya refleks menganggukkan kepalanya, "Baiklah Nona, eeh ... lupa. Baiklah Queen."


Queen mengangkat ibu jarinya dan mengarahkannya pada pria yang duduk di sebelahnya. Perhatiannya beralih ke arah ponselnya yang terdengar ada bunyi notifikasi, menandakan ada pesan masuk pada ponsel pintarnya.


Siapa yang mengirim pesan?


Saat dirinya hendak membuka pesan, ponsel yang di pegangnya mulai berdering dan di lihatnya ada panggilan internasional dengan nama My Hot Daddy. Sontak saja dirinya merasa sangat kebingungan, rasa senang bercampur terkejut berbaur menjadi satu saat pria yang di pujanya itu menghubunginya.


Aditya mengerutkan keningnya saat melihat Queen tidak kunjung mengangkat telfon, "Kenapa tidak cepat di angkat Queen? Memangnya siapa yang menelfonmu?"


Raut wajah Queen terlihat sangat berbinar, refleks dirinya menggerakkan tangan Aditya, "Aarrh ... aku nervous, karena yang menelfonku saat ini adalah My Hot Daddy."


Aditya hanya bisa terdiam membisu begitu melihat Queen terlihat sangat berlebihan.

__ADS_1


Kenapa? Kenapa rasanya sangat aneh? Ada apa denganku? Melihat wanita yang akan ku nikahi merasa sangat bahagia karena mendapat telefon dari laki-laki pujaannya, membuat perasaanku sangat terluka. Apakah ... apakah saat ini aku merasa cemburu?


Bersambung ...


__ADS_2