Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
CLBK


__ADS_3

Aditya sengaja membuat sang istri kebingungan karena dirinya berpura-pura untuk merasa kecewa dan langsung melepaskan tangannya yang tadinya berada di lutut wanita yang diboncengnya.


Aku tahu kamu pasti merasa sangat menyesal atas kata-katamu tadi yang berpura-pura mengatakan sikapku lebay. Bahkan sekarang kamu duduk dengan gelisah.


Queen masih sibuk merengut di dalam hatinya, tentu saja dirinya sangat berharap bahwa Aditya bisa membaca apa yang ada di pikirannya. Bahwa sebenarnya apa yang dia katakan bukanlah yang sebenarnya dia harapkan. Namun, merupakan kebalikan dari yang sebenarnya.


Dan di saat dirinya sibuk mengumpat kebodohannya dan ketidakpekaan dari Aditya, tiba-tiba pria yang dikeluhkannya itu kembali menyetir motor dengan satu tangan. Sedangkan tangan kirinya kembali berada di atas lututnya.


Sontak saja perbuatan Aditya berhasil meredakan kekesalannya. Karena tidak ingin salah bicara lagi dan berbuat kesalahan lagi, akhirnya Queen hanya diam dan tidak bersuara sepatah kata pun.


Apakah My Hubbiy bisa membaca pikiranku? Jika benar begitu, aku sangat malu. Tidak ... tidak, mungkin ini hanya kebetulan saja. Mungkin dia memang sedang ingin menyetir motor dengan tangan satu.


Sedangkan Aditya tidak berhenti tersenyum saat menyetir motor. Karena Queen tidak marah, atau pun melarangnya.


Kutahu yang kau mau, Istriku.


30 menit berlalu, Aditya sudah tiba di rumah sahabatnya. Ia memarkirkan motor di tempat yang di sediakan oleh panitia yang mengurus acara. Sedangkan mobil mewah yang mengawal mereka terparkir agak jauh karena banyaknya kendaraan yang sudah datang lebih dulu.


"Alhamdulillah kita sudah sampai Sayang." Aditya melepaskan helm yang dipakainya dan beralih melepaskan helm yang dipakai oleh sang istri. Kemudian ia mulai meletakkannya pada kaca spion motor.


Tidak sampai di situ, Aditya merapikan rambut Queen yang berantakan. "Kamu bawa sisir nggak, Sayang? Rambutmu kusut, biar aku yang merapikannya. Ya beginilah repotnya kalau kamu naik motor, penampilanmu tidak serapi seperti berangkat tadi. Oh ya, lepaskan dulu jaketnya! Atau aku yang melepaskannya?"


"Aku saja!" Queen mulai melepaskan jaket yang dipakainya dan menyerahkannya pada Aditya. "Ini ditaruh di sini saja!" Membuka tasnya dan meraih sisir, lalu menyerahkannya pada pria di depannya. "Nah, katamu mau membantu menyisir rambutku."


Aditya tersenyum dan menerima sisir berwarna merah dari yang diberikan oleh Queen. "Iya, aku akan membantumu. Itu jaketnya ditaruh di dalam jok motor saja. Sayang sekali ada satu yang kurang," ucap Aditya yang sudah sibuk menyisir rambut panjang di bawah bahu di depannya.


Queen yang dari tadi tidak berhenti berbinar atas perbuatan romantis dari Aditya, mengerutkan keningnya karena merasa penasaran atas kalimat ambigu dari dari sang suami.

__ADS_1


"Kurang? Memangnya apa yang kurang?"


"Pakaian yang kita kenakan tidak couple, aku malah melupakan satu hal penting itu."


"Jangan konyol, orang-orang malah akan mengatakan kita lebay." Sudut bibir Queen melengkung ke atas saat mulai mengerti dengan maksud dari sang suami.


"Benar juga, tapi yang aku pikirkan adalah agar semua orang tahu bahwa kamu adalah istriku. Jadi, tidak akan ada yang melirik ke arahmu nanti karena sudah berstatus sebagai istriku. Karena kamu terlalu cantik dan mempesona Nona muda."


Refleks Queen lagi-lagi langsung mengarahkan tangannya untuk mencubit perut sixpack Aditya. "Dasar, kamu memang sangat pintar menggombal rupanya."


Aditya menahan tangan Queen dan menyunggingkan senyumannya. "Aku bukanlah seorang laki-laki yang pandai merayu, apalagi menggombal. Aku jujur, sangat jujur malah. Masa kamu tidak percaya pada suamimu sendiri, Queen?”


"Kamu sudah menipuku mentah-mentah, mana mungkin aku tidak meragukanmu! Sudah, ayo masuk!" Queen kembali menyimpan sisirnya ke dalam tasnya dan mulai mengarahkan tangannya ke lengan Aditya. "Dengan begini, semua orang sudah tahu kalau aku adalah istrimu. Apa kamu sudah tidak khawatir lagi?"


"Alhamdulillah, sekarang aku sangat lega dengan idemu ini. Baiklah, kita masuk ke dalam. Oh ya, ada satu hal lagi yang ingin aku katakan padamu sebelum kita masuk ke dalam."


"Adik sahabatku yang mau menikah ini, dia dulu menyukaiku. Jadi, kamu jangan cemburu padanya nanti jika dia memuji suamimu. Aku tidak mau kamu nanti salah paham padaku, oke!" ucap Aditya dengan tatapan yang penuh permohonan.


"Ternyata kamu punya penggemar juga. Baiklah, aku mengerti. Tidak mungkin seorang nona muda cemburu pada orang biasa, itu adalah sesuatu yang sangat konyol. Tenanglah, aku tidak akan salah paham seperti yang kamu katakan. Aku jadi penasaran, seperti apa sosok wanita itu." Queen sudah sangat bersemangat untuk segera melihat wanita yang pernah menyukai suaminya.


Kemudian mereka mulai berjalan masuk ke rumah yang sudah dihias sedemikian rupa yang membuat bagian depan terlihat sangat cantik. Karena masih pukul 08.00 WIB dan belum mulai acara akad nikahnya, jadi hanya sanak saudara yang datang memenuhi rumah dengan area depan sangat luas tersebut.


Semua orang yang berada di dalam tenda biru, seketika langsung menatap kedatangan dua orang yang dikawal oleh beberapa pria berbadan gempal memakai seragam hitam. Saat semua menatap ke arah wanita cantik yang tengah bergelayut pada pria tampan di sebelahnya, sontak mereka langsung berdiri dari kursi masing-masing.


Kemudian semua orang membungkuk hormat pada pasangan yang baru masuk itu. Tentu saja wajah tidak asing yang sering wara wiri itu diketahui dari media sosial maupun televisi. Dengan serempak semua orang menyapa.


"Selamat datang Nona muda Queen."

__ADS_1


"Sungguh suatu kehormatan bagi keluarga Rianto bisa kedatangan tamu agung seperti Anda," ucap pria paruh baya yang tak lain adalah Fadli Rianto. Kemudian beralih menatap ke arah pria di sebelah sang nona muda.


"Anda? Bukankah kamu adalah ...."


Aditya memotong perkataan dari pria yang sudah dianggapnya sebagai ayahnya sendiri, lalu ia memeluk tubuh kekar itu.


"Iya Ayah, aku Aditya."


Fadli Riyanto langsung menepuk bahu kokoh pria yang dulunya hampir setiap hari datang ke rumahnya untuk belajar bersama putranya. "Aditya, ternyata kamu. Sudah lama kamu tidak datang ke sini. Dan terakhir kamu datang saat Sugeng berpamitan ingin tinggal di Jawa Timur di tempat istrinya."


"Iya Yah. Karena aku pun sibuk bekerja dan jarang mengambil cuti. Sugeng kemana Yah?" tanya Aditya yang sudah melepaskan pelukannya.


"Ada di dalam. Tunggu, apakah Nona muda Queen adalah ...."


Aditya menganggukkan kepalanya dan menatap ke arah wanita cantik yang baru sehari dinikahinya. "Iya Yah, ini adalah istriku. Mohon maaf aku tidak mengundang Ayah di acara akad nikah kami yang mendadak." Beralih menatap ke arah sang istri. "Sayang, ini adalah Ayahku yang sangat aku sayangi."


Queen hanya menyunggingkan senyumannya pada pria paruh baya tersebut. Dan di saat yang bersamaan, terlihat mempelai wanita tengah berjalan mendekat ke arahnya. Terlihat wanita itu memakai kebaya pengantin modern berwarna putih dengan hijab yang dihiasi mahkota di atasnya tengah tersenyum manis ke arah suaminya.


"Abang Aditya. Alhamdulillah Abang datang juga, karena kemarin Abang Sugeng bilang bertemu di masjid Agung," ucap Silvana dengan raut wajah yang berbinar.


Aditya membalas senyuman gadis yang sudah di anggapnya seperti adiknya sendiri, sehingga saat gadis itu menyatakan cinta padanya, ia tidak bisa membalasnya.


"Alhamdulillah Allah mengijinkan aku datang ke sini adikku. Selamat atas pernikahanmu. Oh ya, kenalkan, ini istriku."


Queen yang merasa tidak suka melihat sikap manis dari gadis di hadapan suaminya, hanya bisa berpura-pura tersenyum. Meskipun sejatinya ia merasa sangat cemburu, karena bisa dilihatnya bahwa wanita yang pernah mencintai suaminya itu ternyata sangat cantik dan anggun.


Ternyata wanita yang pernah menyukai My Hubbiy sangat anggun dan cantik. Rasanya aku tidak ingin berlama-lama di sini, nanti malah CLBK lagi. Aku harus segera membawanya pergi dari sini.

__ADS_1


TBC ...


__ADS_2