Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Kamu kenapa?


__ADS_3

Queen baru saja memasukkan ponselnya di saku gaun syar'i yang dipakainya, tidak lupa tatapan tajam darinya masih mendominasi dirinya yang sedang menghakimi pria yang terlihat masih sibuk di depan kompor dan tidak mau menatap ke arahnya. "My hubbiy, coba hadap ke sini!" titah Queen yang masih intens menatap suaminya.


"Sebentar Sayang, nanti ikannya gosong dan tidak bisa dimakan bagaimana? Lebih baik kita bahas tentang masalah Dave nanti saja ya?" mohon Aditya yang sudah mulai memasukkan bumbu halus untuk memasak ikan balado. Ia sengaja menghindari tatapan penuh kecurigaan dari istrinya, agar tidak sampai terjadi perang dunia ke 10 saat istrinya sedang murka.


"Oh ... jadi begitu?" Queen bangkit dari kursi kayu usang tempat ia duduk, lalu berjalan mendekat ke arah pria yang sudah mulai mengaduk bumbu halus di penggorengan. Tanpa membuang waktu, begitu ia berada di samping suaminya, tangannya langsung menjewer telinga pria yang sudah membuatnya sangat geram.


"Kamu pasti tadi menyuruh Dave untuk mencari Sabrina kan, My hubbiy? Nih, rasakan!" Masih menjewer telinga suaminya seraya tidak berhenti bersungut-sungut.


"Aaarrrgghh ... sakit Sayang, lepaskan. Nanti telinga suamimu putus bagaimana? Ingat, kamu sedang hamil. Jangan bersikap buruk pada suamimu, nanti anak kita ketularan buruk lagi," sahut Aditya yang terlihat meringis kesakitan.


"Salah kamu sendiri, bikin aku kesal!" sarkas Queen yang sudah melepaskan tangannya dari daun telinga suaminya. "Kamu masih tetap mau menjodohkan mereka? Bukankah aku sudah menegaskan bahwa aku tidak setuju?"


"Sayang, jangan emosi dulu. Ambil napas teratur dan buang perlahan untuk mengurangi amarahmu yang membakar jiwa sucimu. Duduklah dahulu, nanti aku jelaskan padamu!" Aditya mengarahkan bibirnya untuk mengecup bibir merah jambu sang istri dengan tujuan menghilangkan amarahnya.


"Iiissh ... apa-apaan sih My hubbiy, dasar tidak tahu malu. Bagaimana kalau nanti Ayah melihat ulah nakalmu ini?" Queen yang sudah merona permukaan kulit wajahnya, mengarahkan tangannya untuk mencubit perut sixpack pria yang sudah terkekeh di sampingnya.


"Ayah bisa mengerti dan memakluminya Sayang, jadi tenang saja. Oh ya, ada kabar baik untukmu," jawab Aditya yang sudah memasukkan ikan ke penggorengan setelah bumbu yang ditumisnya mengeluarkan aroma harum yang menguar di udara dan menggugah selera.

__ADS_1


"Kabar baik apa? Kamu mau mengalihkan pembicaraan tentang Dave dan Sabrina bukan?" sarkas Queen dengan sangat kesal.


"Bukan, untuk masalah tidak penting itu kita bahas nanti saja saat berada di dalam kamar. Karena apa, karena aku tidak ingin kamu marah-marah di sini dan didengar oleh Ayah. Kan nggak enak kalau sampai Ayah melihat kita bertengkar setelah pulang bulan madu. Jadi, di kamar saja nanti bertengkarnya," sahut Aditya yang di dalam hati sedang bergumam.


"Kalau kamu marah-marah di dalam kamar nanti kan, aku bisa membungkam bibirmu dan membuatmu melupakan amarahmu dengan make love dan urusan selesai dengan gampang. Karena aku sangat tahu kelemahanmu, Sayang," gumam Aditya.


Queen terlihat menimbang-nimbang perkataan dari pria yang terlihat sudah mematikan kompor yang menandakan bahwa sayur dan lauk sudah matang. "Benar juga My hubbiy. Baiklah, aku akan menunda kemarahanku sampai kita berada di kamar. Oh ya, ngomong-ngomong, kabar baik apa yang tadi kamu sebutkan?"


"Masalah kamu merenovasi rumah ini tadi, sepertinya Ayah menyetujui niat baikmu karena tidak ingin membuat keluarga Raharja malu jika mempunyai seorang besan dari keluarga yang sangat miskin. Jadi, kamu bisa berbuat semaumu dengan rumah yang baru saja kamu beri nilai 2 tadi. Apakah kamu akan membuat rumah ini menjadi istana seperti di Mansion? Jika memang seperti itu, para tetangga akan semakin menghormati kami karena mendadak jadi orang kaya," goda Aditya pada sang istri yang sudah berbinar di sebelahnya.


Aditya hanya geleng-geleng kepala mendengar perkataan istrinya yang terlihat merasa bersalah setelah keceplosan menyebut rumahnya kandang ayam. "Apakah rumah ini sebegitu buruknya di matamu, Sayang? Hingga kamu menyebutnya kandang ayam. Bahkan meski rumah ini kecil dan tidaklah mewah, tapi rumah ini sangat bersih karena setiap hari selalu dibersihkan oleh Ayah."


"Maafkan aku My hubbiy. Sebenarnya aku tidak bermaksud untuk menghina rumah ini, tapi mungkin karena aku dari kecil belum pernah masuk ke rumah seperti ini. Maaf," rayu Queen yang sudah menggoyangkan lengan kekar pria yang terlihat sangat kecewa dengan perkataannya.


"Sebenarnya aku tidak berhak merasa tersinggung, karena apa yang kamu katakan memang benar adanya. Sudahlah, jangan membahas ini lagi. Kamu duduk saja di situ, aku mau menggoreng ayam dulu, setelah ini kita makan." Aditya mengusap lembut lengan wanita yang terlihat sendu karena merasa sangat bersalah.


"Kamu nggak tersinggung kan My hubbiy?"

__ADS_1


"Nggak, tenanglah. Duduklah, aku mau lanjutin buat makanan kesukaan kamu." Aditya sudah kembali sibuk berkutat dengan ayam yang sudah dimarinasi dengan bumbu. Kemudian ia mulai membalurnya dengan tepung hingga beberapa kali.


Queen yang sudah kembali duduk di tempatnya, tidak berkedip menatap aksi suaminya yang menurutnya terlihat sangat keren saat mengetuk-ngetuk ayam yang sudah dibalur tepung itu hingga beberapa kali. "Wah ... kamu sudah terlihat seperti seorang Chef terkenal saja My hubbiy, sangat keren."


Setelah mengungkapkan pujiannya, Queen kembali mengambil ponsel miliknya dan berkali-kali mengarahkan kamera untuk memotret aksi suaminya. Tidak hanya sampai di situ saja, ia mulai memasang foto suaminya di media sosial miliknya dengan hastag sebuah pujian untuk pria tampan yang sudah membuatnya tergila-gila dan move on dari hot Daddy-nya.


#My perfect husband ❤️#


Queen sudah menekan tombol kirim dan beberapa saat kemudian banjir like dan komentar di media sosial miliknya. Mulai dari teman sesama dokter, pasien, dan orang-orang yang mengikuti akun medsosnya. Namun, ada 1 komentar yang membuatnya langsung membaca dan membalasnya. Yaitu, komentar dari pria yang pernah sangat dicintainya. Ia sangat serius membaca komentar dari hot Daddy Azriel tanpa berkedip.


"Alhamdulillah my little Queen akhirnya bisa menemukan seorang pasangan yang sangat luar biasa dan mencintaimu dengan cinta yang tulus. Semoga kamu selamanya berbahagia, my little Queen. Daddy sangat lega saat melihatmu hidup bahagia dengan laki-laki yang mencintaimu dengan sangat tulus. Mommy dan Daddy-mu sudah menceritakan semuanya pada Daddy. Berbahagialah Sayang, Daddy akan selalu mendoakanmu agar kamu dan suamimu selamanya hidup bersama tanpa aral rintangan yang menerpa rumah tangga kalian. Daddy sangat menyayangimu My little Queen."


Sontak saja Queen langsung histeris dengan suara tangisannya yang menggema di ruangan dapur berukuran sempit itu. "Daddy Azriel ...."


Aditya yang baru saja memasukkan ayam di minyak panas, seketika menoleh ke arah sang istri yang terlihat sudah bersimbah air mata. "Sayang, kamu kenapa menangis? Apakah kamu merindukan daddy Azriel mu itu? tanya Aditya dengan raut wajah kecewa."


TBC ...

__ADS_1


__ADS_2