
Setelah puas mengumpat di dalam hatinya, Queen mulai mengajak pria yang berada di sebelah sang Daddy. "Lebih baik ayo ikut aku sekarang!" Queen berjalan ke arah lift yang berada di sebelah kanan anak tangga, dan melangkah masuk kedalamnya.
Aditya yang sudah berpamitan pada sang mertua, langsung mengikuti langkah kaki dari wanita yang sudah menunggunya di dalam lift. Ia pun mulai melangkah ke dalam lift tersebut, "Kenapa tidak naik tangga saja Queen!"
"Aku sangat capek, malas naik tangga."
"Baiklah, lebih baik kamu langsung istirahat saja nanti!"
Queen sama sekali tidak menanggapi perkataan dari pria yang berada disebelahnya, karena bunyi denting lift menandakan pintu kotak besi itu akan terbuka. Dan begitu pintu terbuka, kaki jenjangnya mulai melangkah keluar dan berjalan menuju ke kamar tamu. "Ini kamarmu! Daddy yang menyuruhku untuk mengantarmu ke kamar ini, padahal ini adalah kamar dari brother dulu."
"Jadi aku disuruh tidur di ruangan abangmu? Rasanya aku tidak pantas menempati kamar Arthur. Lebih baik aku tidur di kamar tamu saja seperti yang kamu bilang tadi. Kamu tunjukkan saja dimana kamarnya, aku akan pergi ke sana!"
Queen yang merasa sangat kesal dengan perkataan dari Aditya, membuatnya langsung berkomentar. "Jangan membuatku susah! Daddy akan marah padaku jika kamu tidur di kamar tamu, karena tadi sudah berpesan padaku untuk membawamu ke kamar brother. Sudahlah, aku bosan berbicara denganmu terus. Aku mau beristirahat! Oh iya, nanti ada pelayan yang akan mengantarkan makan malam untukmu. Karena semua orang sudah makan, jadi lebih baik kamu makan di kamar saja! Dan juga habiskan martabak manis itu!"
Aditya melihat ke arah kantong plastik yang dibawanya, dan melihat tangan Queen yang juga memegang martabak manis yang cuma tinggal satu kotak. "Dimana empat kotak martabak manisnya Queen? Apakah sudah kamu berikan kepada tuannya?"
"Tentu saja, para pelayan sudah menerimanya."
"Para pelayan? Jadi kamu membeli untuk para pelayan yang ada di sini? Lalu orang tuamu?"
"Daddy dan Mommy tidak suka martabak manis, karena itulah mereka tidak pernah mau. Astaga ... kenapa daritadi aku malah melayani pertanyaanmu itu. Aku ingin beristirahat, jadi jangan menggangguku!" Queen mulai melangkahkan kakinya, namun baru satu langkah berjalan, suara dari pria yang berada di belakangnya memanggilnya.
Aditya yang baru saja mengingat sesuatu, menghentikan wanita yang sudah berjalan beberapa langkah itu, "Queen."
"Apa lagi? Sudah aku bilang jangan mengganggu waktuku," ucap Queen dengan bersungut-sungut.
__ADS_1
"Maaf mengganggu waktumu. Aku ingin bertanya padamu, aku tadi lupa untuk bertanya tentang perlengkapan sholat untuk laki-laki pada tuan Abymana. Apakah di dalam sana ada?"
Mendengar pertanyaan dari Aditya, membuat Queen merasakan sesuatu yang mengganjal di hatinya. "Biar aku periksa! Karena aku tidak pernah masuk ke kamar brother. Sepertinya ada."
Queen mulai membuka pintu ruangan kamar milik saudara laki-lakinya, lalu melangkah masuk ke dalam kamar untuk berjalan ke arah walk in closet untuk memeriksa perlengkapan sholat yang diminta oleh Aditya. Dan dirinya menemukannya di dalam lemari kaca berukuran raksasa di depannya. Awalnya Queen berniat mengambilkannya, namun dirinya merasa sangat aneh dengan dirinya.
"Biar Aditya mengambilnya sendiri, buat apa aku mengambilkannya. Aku malah seperti pelayannya saja jika mengambilnya, dasar bodoh kamu Queen. Memangnya kamu pembantunya apa? Eeh ... dimana Aditya? Jadi dia tidak mengikuti aku untuk masuk ke dalam kamar daritadi? Astaga ... dia pasti sangat takut berada di dalam kamar yang sama denganku, makanya dia tidak berani masuk ke dalam."
"Aditya benar-benar pria yang sangat langka, mungkin di dunia ini hanya ada satu dibanding seribu pria sepertinya. Lebih baik aku mengerjainya. Apa reaksinya saat aku mengerjainya nanti hahaha ...."
Queen lalu berteriak dan berpura-pura kesakitan dengan memegangi kakinya, "Arrrggghhh ...."
Sementara itu Aditya yang saat ini sedang menunggu di depan pintu ruangan kamar tersebut merasa terkejut begitu mendengar teriakan dari Queen. Tentu saja dirinya langsung berlari ke dalam untuk melihat keadaan dari wanita yang sudah berteriak, dan dilihatnya Queen sedang bersimpuh di lantai sambil memegangi jari kakinya.
Sontak ia langsung berlutut dan mendekati wanita yang terlihat meringis kesakitan itu, "Queen, apa yang terjadi padamu? Kakimu kenapa?" Aditya terlihat fokus menunduk menatap kearah jari kaki yang masih dipegangi oleh Queen.
Ternyata kamu langsung lupa yang haram saat mendengar teriakanku Aditya. Dasar pria bodoh, mudah banget di tipunya.
"Aaarrrgghh ... kaki aku tadi menabrak pinggir lemari kaca itu. Kamu juga sih yang salah!"
Aditya mengerutkan keningnya karena tidak mengerti dengan perkataan dari wanita yang memegangi ibu jarinya itu, "Aku? Kenapa aku yang salah Queen? Padahal aku daritadi hanya diam di depan. Biar aku lihat!"
Saat Aditya ingin memeriksa kaki dari Queen, suara dari Abymana dan Qisya yang baru saja masuk ke dalam wak in closet terdengar di telinganya.
"Ada apa ini? Kenapa kalian berdua ada di sini?" tanya Abymana dengan mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Iya, kenapa kalian berdua ada di dalam ruangan ini?" ucap Qisya seraya menatap ke arah putri dan calon menantunya.
Aditya yang langsung tersadar dari perbuatan salahnya, karena berada di satu tempat yang sama dengan wanita yang bukan muhrimnya buru-buru menjelaskan kepada calon mertuanya agar tidak sampai terjadi kesalahpahaman.
"Maafkan saya Tuan Abymana, tadi saya menunggu di depan. Akan tetapi, saya mendengar suara teriakan kesakitan dari Queen. Karena itulah saya refleks berlari masuk ke dalam ruangan ini."
"Abymana dan Qisya mengarahkan tatapan penuh dengan sorot pertanyaan pada putrinya yang masih terduduk di lantai.
Mengerti dengan arti tatapan dari orang tuanya, membuat Queen langsung mengeluarkan suaranya, dan menunjuk ke arah Aditya, "Ini semua salah dia Dad, Mom!"
Kini tatapan suami istri itu mulai beralih menatap ke arah Aditya, tentu saja ditatap seperti tatapan penuh penghakiman itu, membuatnya merasa kebingungan. Lalu dirinya menatap ke arah Queen, "Memangnya apa salahku Queen? Jangan membuat Tuan Abymana dan Nyonya Qisya salah paham pada kita!"
"Kalian berdua tidak berniat berbuat mesum di sini bukan?" tanya Qisya dengan tatapan mata yang sangat tajam.
Aditya yang merasa kebingungan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, membuatnya tidak bisa mengeluarkan suaranya. Namun karena memang dirinya merasa tidak bersalah, membuatnya ingin menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya.
"Queen, tolong katakan yang jelas! Memangnya aku salah apa?"
"Bukankah kamu tadi meraba-raba kakiku?" ucap Queen dengan tertawa terbahak-bahak di dalam hatinya.
Rasain, biar tahu rasa hahaha ....
Sontak perkataan dari wanita yang terlihat tengah tersenyum menyeringai itu membuat Aditya mulai mengerti dengan kebohongan dari Queen.
Jadi kamu sengaja menjebakku Queen? Agar aku terlihat jelek di mata orang tuamu? Aku sekarang benar-benar sudah terjebak dengan kegilaanmu Queen.
__ADS_1
Bersambung ...