
Qisya menyambut 2 pria yang baru saja tiba itu dengan senyum mengembang dan menampilkan giginya yang putih dan rapi. "Akhirnya kalian sudah pulang. Bagaimana, apa semuanya beres?"
Abymana sudah berjalan mendekat ke arah sang istri untuk melakukan ritual rutinnya. Yaitu, mencium kening wanita yang sudah menemaninya selama 27 tahun belakangan. "Tentu saja semuanya beres. Para staf hotel sudah mendapat tugas masing-masing untuk acara hari Minggu nanti. Pihak WO pun tadi sudah datang untuk membahas tentang hal ini dengan manager hotel."
Aditya merasa sangat terkesan saat melihat interaksi dari mertuanya yang masih terlihat sangat romantis di depannya, meski usia mereka sudah tidak lagi muda dan juga pernikahan yang sudah lebih dari 20 tahun. Sehingga ia ingin sekali mengikuti jejak dari mertuanya, agar tetap romantis, meskipun sudah bertahun-tahun menikah. Setelah mencium punggung tangan dari 2 pria yang merupakan orang paling penting dalam hidupnya, Aditya menyapa ayah dan papa mertuanya.
"Ayah, juga ikut ternyata. Apakah Ayah tidak merasa capek? Maksudku, kaki Ayah kan baru pulih."
"Ayah sudah benar-benar sembuh berkat menantu dan juga kebaikan dari besan. Jadi, tidak perlu merasa khawatir," jawab Boby Syaputra yang berusaha untuk menghapus kekhawatiran dari putranya.
"Alhamdulillah kalau begitu." Aditya beralih menoleh ke arah papa mertuanya. "Apakah ada yang perlu aku bantu, Pa? Rasanya aku merasa sangat tidak enak jika diam saja dan malah membuat Papa, Mama dan Ayah repot."
"Ada," jawab Abymana yang sudah mendaratkan tubuhnya di atas kursi yang ada di sebelah kanannya.
"Iya, Pa. Apa?" tanya Aditya yang sudah mengarahkan tatapan intens pada pria dengan postur tinggi tegap tersebut.
"Bukankah kamu sudah repot mengurus nona arogan itu saat hamil? Aku tahu rasanya menjadi seorang suami yang harus selalu bersabar saat istri tengah hamil. Karena wanita yang sedang hamil sangat sensitif dan lebih gampang emosional. Sedangkan istrimu sudah dari sananya gampang emosi. Jadi, saat hamil, pasti lebih parah. Fokus saja pada istrimu, itu yang lebih utama," jawab Abymana panjang lebar.
"Papa benar," seru Aditya dengan terkekeh. "Tidak ada yang mengenal istriku lebih baik dari Papa dan Mama. Aku masih perlu banyak belajar untuk bisa memahami istriku."
"Akan tetapi, Mama sangat salut padamu, Aditya. Alhamdulillah Queen mempunyai seorang suami yang sabar sepertimu. Dari dulu kami merasa khawatir jika Queen mendapatkan suami yang tidak bisa bersabar dan tidak bisa memahami atau menerima sikap arogannya. Kemudian berakhir bercerai," sahut Qisya yang mengungkapkan segala pikirannya di masa lalu saat memikirkan sikap putrinya yang sangat menuruni gen dari sang suami.
Namun, indera pendengarannya menangkap suara dari pria yang saat ini duduk di sampingnya, tengah melingkarkan tangan di pinggangnya.
Abymana refleks menanggapi kekhawatiran dari sang istri dengan terkekeh. "Akan tetapi, jarang ada wanita tangguh dan arogan, Cinta. Mungkin hanya putri kita satu-satunya di dunia ini yang memiliki panggilan nona arogan. Bukankah panggilan itu terdengar sangat keren?" Menoleh ke arah sang menantu, "Menurutmu bagaimana, Aditya? Istrimu terlihat sangat keren bukan?"
Aditya hanya tersenyum tipis dengan sudut bibir melengkung ke atas. Sejujurnya ia sangat ingin membantah apa yang baru saja dibicarakan oleh cinta pertama sang istri. Akan tetapi, ia merasa sangat tidak enak. Sehingga hanya mengangguk dengan penuh keterpaksaan.
"Iya, Pa. Istriku sangat keren, karena wanita sepertinya sangat langka."
__ADS_1
"Sebenarnya aku sangat ingin suatu saat istriku berubah menjadi sosok wanita yang lemah lembut. Meskipun aku tahu, itu tidak akan pernah terjadi, karena sebuah gen sudah mendarah daging dan melekat di dalam jiwa. Sehingga watak yang sudah asli, tidak akan mungkin bisa berubah," gumam Aditya di dalam hati.
Qisya sebenarnya mengetahui bahwa apa yang dikatakan oleh menantunya itu hanyalah sebuah kebohongan semata yang tidak ingin mengecewakan suaminya. Sehingga berusaha untuk membenarkan sesuatu yang salah.
"Sejujurnya aku kasihan padamu, menantu. Akan tetapi, rasa egois kami lebih besar dari rasa iba terhadapmu. Takdirmu adalah hidup dengan istri yang arogan, sedangkan takdirku adalah hidup dengan suami yang arogan. Aku sangat yakin, kamu pun akan bahagia selamanya hidup bersama putriku," gumam Qisya yang tersadar dari lamunannya saat mendengar lengkingan suara dari putri satu-satunya yang baru saja tiba di taman dengan mata merah, menandakan bahwa ia baru saja bangun dari mimpi panjangnya.
"Daddy dan Ayah sudah pulang ternyata," seru Queen yang sudah mendaratkan tubuhnya di sebelah pria yang memakai kaos casual berwarna putih tersebut. Tak lupa tangannya yang sudah bergelayut manja dan menyandarkan kepalanya di pundak sang suami. "Aku kehilangan suami saat bangun tidur."
Tingkah manja yang sangat menggemaskan dari wanita yang terlihat lesu itu, sebenarnya berhasil membuat Aditya ingin mencubit gemas pipi putih yang sedikit tembam itu. Namun, ia tidak mungkin melakukannya di depan mertua dan ayahnya. Sehingga ia dengan sekuat tenaga mencoba untuk menahan diri dan hanya menyunggingkan seulas senyum.
"Aku sedang membahas tentang acara resepsi, Sayang. Kamu malah sudah datang."
Refleks Queen mengangkat kepalanya dari pundak kokoh Aditya dan menatap satu-persatu orang-orang yang ada di sekelilingnya. Dimulai dari sang suami, mommy, daddy dan terakhir ayah mertuanya.
"Oh iya, terima kasih karena sudah mengingatkan aku, My hubbiy. Sekarang aku jadi ingat dan akan membahasnya dengan kalian semua yang ada di sini."
"Sebenarnya apa rencana yang tadi kamu katakan, Sayang. Cepat, katakan saja."
"Sepertinya My hubbiy sudah sangat penasaran. Bagaimana dengan Daddy, Ayah dan Mommy?" tanya Queen yang menatap 3 orang di hadapannya.
"Mommy sepertinya sudah tahu rencanamu, Sayang?" jawab Qisya yang terlihat sangat tenang.
"Benarkah?" Queen menahutkan kedua alisnya dan beralih menatap ke arah sang daddy. "Bagaimana dengan Daddy?"
Abymana hanya mengendikkan bahu, "Katakan saja apa pendapat dan rencanamu, Sayang. Biar nanti Daddy langsung mengatakan pada pihak WO, agar menuruti semua keinginanmu."
Queen refleks langsung mengarahkan 2 jempol ke arah pria yang menjadi cinta pertamanya tersebut, tak lupa seulas senyuman terbit dari wajahnya yang berbinar.
"Daddy memang yang terbaik, I love you Daddy," ucap Queen yang sudah membuat gerakan seperti seorang anak kecil yang melakukan kiss bye."
__ADS_1
"Sudah, jangan lebay. Katakan saja apa yang kamu inginkan. Malu sama ayah mertuamu itu. Lihatlah, dia dari tadi tidak berhenti tertawa, melihat tingkahmu itu," ujar Qisya yang sudah menatap ke arah besannya yang dari tadi hanya diam, menyimak dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
"Oh iya, maafkan sikap menantumu yang paling cantik ini, Yah."
"Tidak perlu meminta maaf, Menantu. Ayah sangat senang melihat keakraban keluarga ini yang sangat hangat," jawab Boby Syaputra dengan tak berhenti tersenyum.
"Terima kasih, Yah. I love you, Ayah," ucap Queen yang kembali melakukan gerakan kiss bye.
"Astaghfirullah, anak nakal ini," geram Qisya yang merasa malu atas tingkah lebay putrinya pada besannya.
Sedangkan Aditya dan Abymana hanya terkekeh geli melihat tingkah Queen yang terlihat sangat menggemaskan.
"Baiklah, sekarang aku akan mengungkapkan apa rencanaku. Jadi, untuk acara resepsi pernikahan kami nanti, aku ingin dilakukan siang sampai sore saja. Sedangkan untuk Dave dan Sabrina, malam hari. Mereka bisa memakai bekas singgasana kami, tanpa mengeluarkan biaya untuk acara resepsi. Bagaimana, kalian setuju kan?" tanya Queen dengan sorot mata yang sangat menginginkan sebuah jawaban yang mengiyakan keinginannya.
"Mommy sudah menduganya, Sayang. Jadi, Mommy sudah tidak merasa kaget dan tidak keberatan. Bagaimana dengan yang lainnya?" Qisya menatap ke arah 3 pria yang ada dekatnya dan terlihat semua orang menganggukkan kepalanya.
Aditya yang langsung menganggukkan kepalanya, akhirnya bisa bernapas lega setelah mendengar rencana dari wanita yang terlihat tengah menatap ke arahnya.
"Ternyata cuma itu, rencanamu, Sayang. Tentu saja aku tidak keberatan. Karena itu adalah sebuah jalan penyelesaian yang terbaik."
"Akan tetapi, bukan hanya itu," ucap Queen dengan tatapan penuh keraguan.
"Lalu? Apa lagi?" tanya Aditya yang kembali dibakar rasa penasaran oleh wanita yang terlihat sangat cemas tersebut.
"Aku ingin mengundang keluarga daddy Azriel dan daddy Arthur ke Jakarta. Aku ingin mereka semua datang menghadiri acara resepsi pernikahan kita. Kamu tidak merasa keberatan, kan?" tanya Queen yang merasa sangat deg-degan saat menunggu jawaban dari pria yang terlihat sangat terkejut dengan keinginannya.
"Aku ingin mengucapkan selamat tinggal pada cintaku yang tak terbalaskan selama 20 tahun. My hot daddy Azriel pun harus melihat kebahagiaanku. Karena dia sudah berjanji, akan datang saat aku menikah. Dan inilah saat yang tepat untuk datang ke Jakarta, aku bisa memamerkan suamiku yang sangat sempurna," gumam Queen di dalam hati.
TBC ....
__ADS_1