Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Yes, its true


__ADS_3

Keesokan paginya, Aditya dan Queen bersiap-siap dengan sebelumnya bangun lebih pagi, untuk segera berangkat ke Mansion. Queen kini terbiasa bangun pagi karena sang suami yang selalu membuatnya bangun dengan cara mengajaknya bercinta dan mengharuskannya untuk segera mandi pagi hari untuk segera melaksanakan sholat subuh.


Tentu saja sifat manja dari Queen yang mendominasi, karena ia merengek untuk disiapkan air hangat. Tentu saja ia tidak ingin menggigil kedinginan saat mandi pagi-pagi sekali dengan air dingin.


Dan dengan penuh kesabaran, Aditya menyiapkan air hangat setelah merebus air. Karena di rumahnya tidak ada fasilitas air hangat seperti di Mansion yang dikatakan oleh sang istri.


"My hubbiy, kenapa membuatku harus mandi keramas pagi-pagi sih! Aku malu sama Ayah, nanti dikiranya aku mesum lagi," kesal Queen dengan bersungut-sungut.


Aditya yang baru saja selesai mandi, hanya terkekeh menanggapi rengutan dari sang istri. "Karena kamu susah dibangunin, Sayang. Dan cara tercepat ya itu, aku membuatmu berkeringat pagi-pagi. Dengan begitu, kamu tidak mungkin bisa tidur lagi."


"Iish ... menyebalkan, rasanya aku ingin mencubitmu sekarang, My hubbiy. Akan tetapi, aku sudah mengambil air wudhu tadi, jadi aku harus menahannya. Nanti saja aku mencubitmu, awas saja ya nanti." Queen mengarahkan tangannya yang seperti membuat gerakan mencubit.


"Baiklah ... baiklah, kamu bisa mencubitku sepuasmu nanti setelah selesai sholat subuh. Ayo, kita keluar sekarang. Ayah sudah menunggu di tempat sholat tuh!" ajak Aditya yang sudah terlihat rapi memakai sarung berwarna biru dengan atasan baju koko berwarna senada, tak lupa songkok hitam yang berada di kepalanya membuatnya semakin terlihat seperti pak ustaz saja.


"My hubbiy kenapa kamu sangat tampan sih! Rasanya aku sangat gemas ingin menghabisimu sekarang," ucap Queen dengan terkekeh.


Refleks Aditya mengangkat kedua alisnya karena merasa aneh dengan kata-kata kasar keluar dari mulut istrinya. "Apa, Sayang? Menghabisiku? Apakah kamu mau membunuh suamimu sendiri dan menjadi seorang janda? Astaghfirullah." Mengusap dadanya seraya geleng-geleng kepala.


"Itu hanya kata kiasan saja My hubbiy, aku ingin menghabisimu di atas ranjang," sahut Queen yang sudah terkekeh.


"Oh ... jadi istriku sekarang benar-benar berubah menjadi wanita mesum ya. Baru beberapa menit yang lalu mengeluh karena aku bangunkan dengan make love, tapi sekarang malah bilang ingin mengajakku main lagi. Apa yang tadi masih kurang?" sindir Aditya seraya tersenyum menyeringai.


"Bukan untuk bercinta, My hubbiy. Jangan negatif dulu, karena aku cuma ingin mencubit pipimu yang menggemaskan itu. Seperti seorang ibu yang gemas pada anaknya, ya kira-kira begitu lah," jawab Queen yang sudah bangkit dari kursi di depan cermin setelah memakai mukenanya yang berwarna putih.

__ADS_1


"Oh ... jadi cuma gemas? Baiklah, setelah sholat nanti, aku akan memberikan tubuhku padamu, Sayang. Kamu bisa memuaskan rasa gemasmu padaku sepuasnya. Tapi, sekarang kita sholat dulu. Ayo, Sayang! Kita lanjutkan nanti saja gemas-gemasnya," jawab Aditya seraya tersenyum menyeringai dan berjalan keluar dari kamar


"Lihatlah, My hubbiy sangat nakal dan membuatku sangat gemas." Queen terlihat berbinar bahagia dan tidak berhenti senyum-senyum sendiri di dalam kamar. Puas tersenyum, ia buru-buru keluar dari ruangan kamar sempit itu untuk menghampiri suami dan mertuanya yang sudah bersiap untuk melaksanakan sholat subuh.


Kemudian Aditya menjadi imam untuk ayah dan sang istri untuk melakukan kewajibannya sebagai umat Islam dengan sangat kusyu.


********


Pukul 06.30 WIB, Dave sudah tiba di rumah Aditya bersama orang-orang yang akan bekerja untuk membongkar rumah dan membangunnya menjadi bangunan yang lebih baik. Sedangkan beberapa pengawal sudah bersiap membantu memindahkan barang-barang yang ada di rumah ke tempat tetangga sebelah yang sengaja disewa untuk tempat penyimpanan.


Sebenarnya Queen sudah berencana untuk mengganti semua perabot rumah dengan yang baru. Dan berniat untuk memberikan semua barang-barang yang menurutnya sudah terlalu tua dan usang itu kepada para tetangga, tapi Aditya melarangnya dengan alasan semuanya mempunyai banyak kenangan untuk ayahnya. Akhirnya ia dengan berat hati menuruti perintah dari sang suami, meski di hatinya merasa sangat kesal dan tidak puas.


"Semuanya sudah selesai, Nona muda. Apakah kita bisa berangkat sekarang ke Mansion?" tanya Dave yang baru saja selesai mengawasi kegiatan para pengawal.


Dave merasa aneh dan risi saat wanita cantik yang masih bertahta di dalam hatinya itu menatapnya dengan tatapan intens. "Nona muda?" Menggerakkan tangannya di depan wajah nona mudanya.


Lamunan Queen seketika buyar saat mendengar suara bariton dari Dave, "Eh ... iya, maaf Dave. Aku tadi sedang memikirkan sesuatu," jawab Queen yang masih tidak mengalihkan pandangannya pada Dave.


"Memikirkan apa, Nona muda? Sepertinya Anda sedang banyak pikiran," jawab Dave yang saat ini tengah menatap penuh kekhawatiran pada wanita yang sangat dicintainya. "Katakan saja pada saya, Nona. Mungkin saya bisa membantu menyelesaikan masalah Nona."


Queen tidak berkedip menatap wajah tampan Dave. Bisa dilihatnya dengan jelas bahwa pria yang berada di depannya itu terlihat cemas dan sangat mengkhawatirkannya. Karena tidak ingin membuat Dave merasa curiga, Queen menggelengkan kepalanya. "Tidak ada apa-apa, tenang saja."


Aditya yang baru saja keluar dari dalam rumahnya, tidak sengaja mendengarkan percakapan dari istri dan pengawalnya. Refleks ia langsung menyahut untuk segera menuntaskan perasaan Dave yang mempunyai rasa terlarang yang hanya akan menyiksanya. "Sebenarnya istriku sedang pusing memikirkan sesuatu, Dave."

__ADS_1


"Memangnya Nona sedang memikirkan apa, Tuan muda? Biar saya yang menyelesaikannya," jawab Dave dengan masih menampilkan wajah penuh kekhawatiran.


"Kebetulan sekali, karena hanya kamu yang bisa menyelesaikan permasalahan ini." Aditya beralih menoleh ke arah sang istri, "Bukankah begitu, Sayang? Sekarang berikan titahmu pada Dave, Tuan putri!"


"Issh ... apa-apaan sih, mau aku cubit lagi?" Queen mengarahkan tangannya di depan wajah sang suami dan menampilkan wajah masamnya. "Aah ... nggak jadi, tadi aku sudah puas menghabisimu di dalam kamar, " sahut Queen dengan terkekeh.


Refleks Aditya langsung mencubit pinggang belakang sang istri karena merasa tidak enak pada Dave yang sudah terlihat murung wajahnya.


Queen yang menyadari tingkah bodohnya, langsung menatap ke arah Dave. Dan dirinya baru bisa menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh suaminya adalah benar. Karena wajah pengawal pribadinya itu sekarang berubah merah, seolah menahan kesedihan. Akhirnya Queen bangkit dari kursi dan menatap ke arah Dave. "Aku ada tugas untukmu, Dave."


"Tugas? Memangnya tugas apa Nona?" tanya Dave dengan wajah penuh pertanyaan.


"Mulai besok, kamu harus bekerja di perusahaan yang baru saja diambil alih Perusahaan Raharja, karena suamiku tidak bisa bekerja di perusahaan itu, saat ada keong racun."


"Maksud Nona? Saya tidak paham. Sebentar ... apakah yang dimaksud Nona adalah ...."


"Iya, seperti yang kamu pikirkan."


"Apa? Jadi saya harus bekerja dengan wanita bar-bar itu?" teriak Dave dengan mata membulat seolah tidak percaya.


"Yes, its true," jawab Queen dengan santainya.


TBC ...

__ADS_1


__ADS_2