Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Pria yang di beli


__ADS_3

Setelah puas mengumpat pria yang membuatnya merasa mati kutu, Queen menatap tajam Aditya, "Brengsek! Apa kamu mau mati? Memangnya aku sudah tidak waras apa hingga berjalan telanjang di depanmu? Meskipun di dunia ini hanya tinggal satu pria yaitu kamu, aku tidak akan pernah menggodamu. Jadi cam kan kata-kataku!"


Queen yang terlihat sudah merah wajahnya karena merasa murka pada perkataan Aditya, langsung berjalan menuju ke arah pintu masuk butik yang merupakan milik kakak dari Mommy nya. Namun saat dirinya baru berjalan dua langkah, Queen yang mulai mengingat sesuatu, mulai berbalik menatap pria yang berjalan di belakangnya.


"Ada satu hal lagi yang terlupa, kita tidak akan pernah tidur satu ranjang bersama. Karena


kamu harus tidur di sofa, jadi jangan pernah berpikir bisa berbuat macam-macam padaku! Jika kamu macam-macam, maka aku akan memanggil para pengawal untuk menghabisimu!"


Aditya refleks langsung terkekeh mendengar kalimat yang menurutnya sangat konyol keluar dari seorang Nona Muda sekaligus dokter dengan kemampuan IQ di atas rata-rata, "Apa kamu tidak sadar kalau perkataanmu itu menghilangkan kejeniusan yang kamu miliki?"


Mendengar kalimat ambigu dari Aditya, membuat Queen mengerutkan keningnya, "Apa maksudmu?" tanya Queen dengan tatapan yang penuh dengan sorot pertanyaan.


Aditya terlihat geleng-geleng kepala, "Bagaimana jika orang tuamu bertanya padamu? Kenapa kamu menyuruh para pengawal untuk menghajar Suamimu? Apa kamu akan mengatakan bahwa aku telah memperkosamu? Memperkosa Istri sendiri?"


"Bukankah nanti orang tuamu akan mengintrogasimu Queen? Bagaimana bisa seorang dokter sejenius dirimu mengatakan hal yang hanya pantas di ucapkan oleh orang yang bodoh."


Merasa sangat kesal karena berkali-kali kalah berbicara dengan pria yang berada di depannya tersebut membuat Queen refleks mengarahkan tangannya untuk memukul dada bidang pria di depannya, " Aaarrh ... dasar pria brengsek!!"


Aditya yang mendapatkan pukulan berkali-kali dari Queen malah menyunggingkan senyumannya, "Kenapa? Apa kamu merasa kalah berbicara denganku?"


Queen sama sekali tidak menjawab perkataan dari pria yang membuatnya sangat marah itu, "Dasar pria menyebalkan, aaaaaaarrrh ... aku sangat membencimu!!"


Meskipun pukulan dari wanita yang masih tidak berhenti memukulnya itu tidak terasa sakit, namun entah mengapa dirinya merasa tubuhnya seolah mendadak menegang begitu tangan Queen menyentuhnya. Sehingga dirinya berusaha untuk menghentikan perbuatan Queen dengan menangkap dua tangan yang mendarat di dadanya.

__ADS_1


"Hentikan Queen!!"


"Tidak mauuuu," ucap Queen dengan wajahnya yang semakin merah karena di kuasai oleh amarah.


"Aku bilang hentikan!!! Bukankah tadi sudah aku bilang untuk jangan menggodaku?" ucap Aditya dan tangannya berhasil menghentikan gerakan wanita yang daritadi asyik memukulinya.


Queen yang merasa sangat terkejut dengan suara bariton dari pria yang mengancamnya itu, mulai menatap tajam ke arah pria yang saat ini tengah menatapnya seraya memegang tangannya, "Kamu berani membentakku? Memangnya kamu siapa haaaah?!!! Lepaskan tanganku!!"


Menyadari kesalahannya, Aditya buru-buru melepaskan genggamannya. Kemudian dirinya mulai menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi, "Maafkan aku Queen, aku sama sekali tidak bermaksud untuk membentakmu tadi. Akan tetapi pukulanmu tadi membuatku lupa diri. Lupa akan siapa aku sebenarnya, bahwa aku hanyalah seorang pria miskin yang sudah kamu beli harga dirinya, maafkan aku."


Wajah Queen yang awalnya di liputi oleh amarah karena merasa sangat murka dan marah, mendadak mulai merasa sedikit kasihan melihat wajah memelas pria yang terlihat sangat tulus saat meminta maaf kepadanya.


"Sebenarnya aku ingin menghukummu, tapi karena kamu menunjukkan bahwa kamu benar-benar sudah menyesali kesalahanmu, aku jadi tidak tega. Karena aku bukanlah seorang wanita yang tidak punya hati. Baiklah, kali ini aku akan memaafkanmu. Akan tetapi lain kali tidak ada ampun untukmu. Jadi jangan berbuat kesalahan yang sama, apa kamu mengerti?"


"Memangnya laki-laki ini berbuat kesalahan apa padamu Queen? Kenapa kamu malah terlihat seperti seorang majikan yang sedang memarahi jongosnya? Bukan seperti seorang wanita yang mencintai calon suaminya?"


"Kamu siapa? Kenapa berasumsi sendiri seenaknya? Lebih baik jangan suka mencampuri urusan pribadi orang lain! Karena apapun yang terjadi antara aku dan Queen, itu bukanlah urusanmu! Jadi tolong kamu jangan mencampuri hal yang bukan porsimu!" jawab Aditya yang daritadi merasa tidak suka ada seorang pria berparas lebih tampan darinya mendekati Queen.


Sontak saja perkataan dari pria yang baru di ketahuinya adalah calon suami dari adik kesayangannya itu, membuat Arthur langsung tertawa terbahak-bahak. Tak lupa netra pekatnya mulai mengamati penampilan dari pria yang sudah di ketahuinya adalah pria bayaran dari adiknya yang di anggapnya sangat nakal dan arogan itu. Dan semuanya itu tentu saja dari cerita orang tuanya.


Setelah puas mengamati penampilan dari calon adik iparnya, Arthur beralih menatap ke arah sang adik yang terlihat sangat terkejut melihatnya, "Nemu dimana kamu pria ini Queen? Kamu benar-benar sudah masuk dalam perangkap Papa dan Mama rupanya, sehingga kamu tidak bisa berbuat apa-apa saat di paksa menikah. Kasihannya."


Queen yang merasa tersindir dengan kalimat telak dari sang Kakak itu refleks langsung mengarahkan tangannya untuk meninju perut sixpack pria kedua yang di sayanginya setelah sang Daddy, "Sialan kamu Brother! Nemu, memangnya dia barang bekas? Ngapain juga kamu datang kesini? Kamu kepo? Ingin mengetahui pria yang akan menikah denganku?"

__ADS_1


"Iya, aku merasa sangat penasaran. Karena itulah tadi saat Mommy menghubungi My Queen untuk menemani kalian fitting baju pengantin, aku langsung mengantarkannya datang kesini setelah selesai meeting. Dan ternyata pilihanmu lumayan juga. Meskipun dia jauh berada di bawah si Hot Daddy mu itu, tapi lumayan, kerena dia nggak malu-maluin saat di ajak jalan."


Aditya hanya bisa tersenyum kecut saat pria yang tidak di ketahuinya siapa, mulai menyebutnya lumayan dan kalah tampan dari pria yang di puja oleh wanita yang akan di nikahinya tersebut, "Sebenarnya siapa pria ini Queen? Kenapa dia bisa berbicara sangat tidak sopan pada calon suamimu?"


"Tanya saja sendiri padanya! Aku sedang malas berbicara dengan para pria menyebalkan," jawab Queen dan mulai meninggalkan sang Kakak dan juga pria yang menjadi suami pura-puranya itu.


Sedangkan Arthur dan Aditya yang mengamati siluet wanita yang sudah masuk ke dalam butik itu langsung ber-sitatap.


"Kamu sebenarnya siapa?"


"Aku? Apa kamu tidak pernah menonton televisi? Atau melihat sosial media mungkin?"


"Tidak pernah, karena hidupku hanya aku habiskan untuk bekerja keras di dunia dan di akhirat."


"Ooh ... begitu? Pantas saja kamu kuper dan tidak tahu siapa aku, tapi baguslah. Aku sangat menyukaimu. Ternyata apa yang di katakan oleh Papa dan Mama benar."


"Maksudmu? Kamu belum menjawab pertanyaanku tadi."


"Aku Abangnya Queen, dan aku sudah mengetahui kalau kamu adalah pria yang di bayar oleh adikku untuk menjadi suami pura-puranya!"


Aditya yang sangat terkejut karena ketahuan, hanya bisa menelan salivanya.


"Apaaaaaaaaa?!! Kamu tahu kalau aku hanyalah pria yang sudah di beli adikmu?"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2