Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Mencoba melepaskan diri


__ADS_3

Flashback on ...


Pukul delapan pagi, Arthur sudah berada di hotel milik keluarganya. Dirinya sengaja datang ke hotel Raharja sebelum pergi ke Mansion untuk menjemput sang adik tercintanya itu pergi ke rumah sakit untuk acara akad nikah. Dan di sinilah Arthur berada, yakni di ruangan Presidential suite room yang sudah dihias sedemikian rupa untuk menyambut kedatangan pengantin baru yang akan menginap di hotel saat malam pertama.


Arthur sudah berdiri dihadapan dua waiters dan satu manager hotel, netra dengan silinder hitam itu kini menatap tiga orang yang berada di depannya, "Aku punya sebuah misi rahasia untuk kalian. Dan kalian bertiga harus bekerja sama dalam melaksanakan tugas dariku!"


Sang manager langsung menganggukkan kepalanya, dan mulai menjawab pewaris tahta dari kerajaan Raharja itu mewakili dua anak buahnya, "Iya Tuan muda, kami akan melaksanakan perintah dari Anda dengan baik. Lalu apa perintah dari Tuan muda?"


Arthur yang berwajah datar itu langsung mengambil sesuatu dibalik saku jasnya, lalu memberikannya pada sang manager hotel, "Saat adikku nanti kemari bersama dengan suaminya, layani mereka dengan baik. Dan hal yang paling utama yang harus kalian kerjakan adalah berikan obat itu ke minumannya adikku. Apa kalian mengerti?"


Sontak tiga orang itu langsung menganggukkan kepalanya dan langsung menjawab pertanyaan dari sang tuan muda dengan serempak.


"Mengerti Tuan muda."


Senyuman menyeringai tampak jelas di wajah Arthur setelah berhasil memberikan perintah pada staf hotel untuk membuat adiknya yang sangat arogan terkena batunya.


'Sebentar lagi kamu akan terkena batunya Queen. Apakah kamu masih bisa bersikap arogan pada suamimu nanti setelah kamu terbakar gairah. Ini adalah hukuman dari seorang kakak untuk adiknya yang sangat bandel, karena sangat berani pada suaminya. Jadi kamu harus menanggung karma dari perbuatanmu nona arogan," gumam Arthur.


Flashback off ...


*******


Queen sudah memberi perintah pada Aditya untuk membelikannya piyama, dan Aditya langsung keluar dari kamar untuk membelikannya baju tidur. Queen saat ini benar-benar merasakan tubuhnya terasa sangat panas dan hal itu membuatnya langsung berlari ke arah kamar mandi.

__ADS_1


Tentu saja dirinya ingin mandi air dingin untuk menghilangkan rasa gerah yang teramat sangat dirasakannya. Dan tak menunggu waktu lama, dirinya langsung melepaskan satu persatu kancing kebaya pengantin itu dan melemparnya asal ke lantai kamar mandi.


Setelah itu ia langsung menyalakan shower dan berdiri dibawahnya setelah berhasil melepaskan sanggul di rambutnya. Bunyi suara gemericik air yang mengalir membasahi tubuh polosnya itu sedikit mengurangi rasa gerah ditubuhnya.


"Ada apa dengan tubuhku? Rasanya sangat panas dan terasa aneh, apa ada yang salah dengan diriku? Aku benar-benar gila karena saat ini aku seperti orang yang haus akan sentuhan."


Mungkin sekitar 15 menit Queen berdiri di bawah shower dan dirinya sudah berubah seperti cacing kepanasan saat merasakan horny yang mulai membakar dirinya. Dirasakannya hasratnya untuk bercinta sudah semakin membara dan saat dirinya merasa sudah tidak tahan lagi dengan apa yang dirasakannya, ia mematikan shower.


Kemudian dirinya meraih handuk dan dengan asal membelitkan di tubuhnya. Seolah kehilangan setengah kesadarannya dan tanpa memikirkan keadaannya yang sudah setengah telanjang, Queen langsung keluar dari kamar mandi dan memeriksa apakah Aditya sudah kembali.


Dan disaat yang bersamaan, Aditya baru saja kembali dan membuka pintu kamar hotel. Namun dirinya begitu sangat terkejut saat melihat Queen baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk sebatas dada dan memperlihatkan kaki jenjangnya yang putih.


Sontak Aditya memegangi dadanya, "Astaghfirullahhaladziim. Queen apa yang kamu lakukan? Cepat pakai baju ini! Aku sudah membelikannya untukmu, cepat pakai baju di kamar mandi!"


Aditya yang merasa sangat terkejut dengan perbuatan tiba-tiba dari wanita yang sudah liar menciumnya dan juga menjamah tubuhnya, membuatnya berusaha untuk menyadarkan wanita yang sudah bersikap agresif padanya.


"Queen ada apa denganmu?" tanya Aditya yang sudah menahan kedua sisi lengan Queen dan menatap raut wajah yang sudah berubah merah itu.


Dengan suaranya yang serak menandakan bahwa dirinya sudah terbakar gairah yang membara, membuat Queen langsung menjawab pertanyaan dari Aditya, "Aku ingin bercinta, aku sudah tidak bisa menahannya lagi!"


Lagi-lagi Queen mencium bibir tipis pria yang berada di depannya dan mulai berbuat liar dengan tangannya yang sudah melepaskan kancing kemeja pria yang kewalahan menghadapinya.


Aditya yang menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan istrinya itu berusaha menyeimbangi ciuman panas dari wanita yang semakin berbuat liar padanya.

__ADS_1


Apa yang terjadi padamu Queen? Ini bukanlah kamu yang sebenarnya, kamu sedang tidak sadar akan hal yang kamu lakukan. Aku tidak akan mengambil keuntungan dari dirimu yang sedang tidak sadar. Meskipun aku pun ingin sekali memenuhi permintaanmu untuk memberi nafkah batin untukmu. Akan tetapi, aku bersedia jika kamu dalam posisi sadar, bukan dalam keadaan seperti ini.


Aditya langsung melepaskan ciuman dari wanita yang sudah sangat liar mencium bibirnya, lalu ia memegangi kedua lengan Queen, "Sadar Queen, ini salah! Aku tidak akan pernah melakukannya!"


Tanpa memperdulikan penolakan dari pria di depannya, Queen dengan gerakan sangat kasar menghempaskan tubuh Aditya ke atas ranjang dan mulai melepaskan penutup terakhir tubuhnya. Tidak berhenti sampai disitu, ia langsung naik ke atas tubuh pria yang sudah telentang di atas ranjang king size itu dan mulai liar menciumi bagian atas tubuh Aditya yang sudah terbuka semua kancing kemejanya yang berwarna putih itu.


Aditya merasa seperti sedang diuji imannya saat melihat wanita cantik yang baru saja dinikahinya itu sudah telanjang di depannya dan kini berada di atas tubuhnya. Sejujurnya Aditya pun ikut menikmati perbuatan agresif Queen, namun dirinya yang masih bisa berpikir jernih seolah menyadarkannya untuk tidak melakukan hal yang mungkin akan disesalinya seumur hidupnya.


Karena dirinya tahu bahwa Queen akan murka padanya saat sudah sadar nanti jika sampai melakukan hubungan intim disaat istrinya itu dalam posisi tidak sadar.


Tidak, ini tidak boleh terjadi! Sepertinya ada seseorang yang membuat Queen seperti ini. Dan orang itu pasti adalah Arthur yang sempat memintaku untuk memberikan obat perangsang pada adiknya. Ternyata abang ipar benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya hingga bisa berbuat begini pada adiknya sendiri. Sebenarnya apa yang ada di pikirannya saat memberikan obat perangsang pada adiknya?


Aditya mencoba melepaskan diri dari wanita yang sudah berniat membuka resleting celananya, "Queen, berhenti! Kamu akan menyesalinya setelah tersadar nanti, dan aku tidak akan membuatmu merasa menyesal. Kamu harus sadar!"


Aditya langsung mengarahkan tubuh polos Queen untuk berbaring di atas ranjang king size tersebut, lalu dirinya buru-buru meraih selimut untuk menutupi tubuh polos yang sudah menguji imannya itu. Tidak berhenti sampai disitu saja, ia langsung membopong Queen menuju ke kamar mandi.


Sedangkan Queen yang mengalungkan tangannya pada bagian belakang dari leher Aditya, masih asyik menciumi bagian atas tubuh pria yang menggendongnya.


Aditya langsung menurunkan Queen di dalam bathtub berukuran besar itu dan langsung mengisinya dengan air tanpa membuka penutup yang melekat di tubuh Queen, "Semoga dengan kamu berendam, bisa sedikit menghilangkan efek obat perangsang di tubuhmu Istriku!"


Dengan tatapan iba, Aditya menahan sekuat tenaga Queen agar tidak bergerak menyerangnya lagi.


TBC ...

__ADS_1


__ADS_2