Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Berubah menjadi bodoh


__ADS_3

Aditya menelan salivanya begitu mendengar pertanyaan dari wanita yang masih berada pada posisi intim dengannya. Tentu saja saat ini jantungnya berdegup kencang, karena merasa sangat kebingungan akan apa yang harus ia katakan pada wanita yang telah dinikahinya tersebut.


Karena posisinya yang sangat intim dengan Aditya, tentu saja bisa membuat Queen mendengar suara detak jantung dari pria yang daritadi dia mainkan bibirnya dengan jari telunjuknya.


"Bahkan saat ini detak jantungmu yang sangat kencang bisa aku dengar, Aditya. Apakah kamu mengalami sebuah gejala shock? Karena kamu telah melakukan hubungan intim dengan wanita? Mungkin ini adalah gejala kamu melakukan hal yang bertentangan dengan pikirkanmu," ucap Queen yang mulai mengarahkan tangannya pada dada Aditya untuk bisa merasakan detak jantung yang terdengar sangat jelas itu.


Mendapatkan sentuhan dari Queen, membuat perasaan Aditya semakin tidak menentu. Lalu ia menahan tangan sang istri yang masih berada di dadanya.


"Hentikan Queen, jangan terus menyentuhku seperti itu! Aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu, karena aku pun tidak tahu jawabannya."


Aditya berusaha bangkit dari tubuh polos sang istri dan langsung berjalan dengan agak kesusahan untuk pergi ke kamar mandi. Saat ia sudah berada di dalam kamar mandi, ia menyalakan lampu dan mengunci pintunya. Tangannya menyentuh jantungnya dan bisa merasakan detak jantungnya yang berdebar kencang.


"Ya Allah ... jantungku sekarang ini bahkan seperti mau melompat dari tempatnya. Perasaan apa ini? Apakah aku telah jatuh cinta pada istriku setelah aku melakukan tugasku sebagai seorang suami? Perasaan yang tidak pernah aku rasakan pada seorang wanita, bahkan pada Sabrina sekalipun. Karena saat aku berada di dekat Sabrina, aku sama sekali tidak berdebar-debar seperti ini."


"Berbeda saat Queen yang menyentuhku tadi, rasanya benar-benar membuat perasaanku tidak karuan. Apakah ini yang dinamakan cinta? Aku telah jatuh cinta padamu, istriku Queen Aqila Wijaya Raharja. Bagaimana dengan dirimu?"


"Apakah kamu tidak merasakan apa-apa saat kita bercinta tadi? Bahkan aku merasa sangat bingung jika berhadapan denganmu setelah ini nanti. Aku adalah seorang pria yang normal, Queen. Akan tetapi, aku sama sekali tidak mempunyai keberanian untuk berkata jujur padamu mengungkapkan kebenarannya. Aku belum siap karena aku merasa sangat takut."

__ADS_1


"Aku sangat takut kamu akan membenciku, Queen. Tidak ada yang aku takutkan selain itu, karena kemurkaanmu itu membuatku merasa lemah. Aku tidak ingin kamu murka dan membenciku, lalu kamu akan mengambil keputusan untuk menceraikan aku. Aku memang seorang pria yang lemah di hadapanmu, dan aku tidak bisa berbuat apa-apa selain menutupi kebenaran ini."


"Semoga saat aku mengatakan kebenarannya, kamu sudah mencintaiku dan bisa memaafkan kesalahanku ini. Semoga Tuhan mengampuni dosa-dosaku yang telah membohongi istriku sendiri."


Aditya lalu berjalan menuju ke arah shower dan mulai menyalakannya. Tubuhnya yang berpeluh langsung terasa dingin saat air dari shower mengalir membasahi tubuhnya.


Sementara itu, Queen berusaha bangkit dari ranjang. Namun rasa sakit yang dirasakannya pada bagian intinya, membuatnya meringis kesakitan. Dengan menutupi tubuhnya memakai selimut, ia berjalan tertatih-tatih untuk menyalakan lampu yang ada di kamar hotel tersebut.


Kemudian ia kembali berjalan ke arah ranjang dan bisa dilihatnya ranjang king size tersebut terlihat sangat berantakan yang merupakan saksi bisu percintaan panas mereka beberapa menit yang lalu. Bahkan bisa dilihatnya bercak darah yang membasahi sprei berwarna putih itu.


Queen berkali-kali mengetuk kepalanya untuk merutuki kebodohannya. "Bodoh ... bodoh ... bodoh ...."


"Gila ... ini benar-benar gila. Akan tetapi, perbuatan Aditya tadi benar-benar membuatku lupa diri. Setiap sentuhannya yang penuh dengan kelembutan, seolah membuatku merasa melayang saat merasakan sesuatu yang belum pernah aku rasakan selama ini. Aditya tidak terlihat seperti seorang laki-laki tidak normal, dia seperti terlihat normal saat bercinta tadi."


Queen meraba perutnya yang datar, dan menundukkan wajahnya untuk melihatnya. "Apakah perbuatan Aditya tadi bisa membuatku hamil? Apakah jika aku hamil nanti, anakku akan memiliki kelainan? Dasar gadis bodoh, karena merasa sangat marah pada my hot Daddy Azriel, membuatku berbuat segila ini. Aku harus bertanya pada dokter di rumah sakit mengenai hal ini, karena aku tidak ingin mempunyai seorang keturunan yang mempunyai kelainan."


Setelah merasa puas merutuki kebodohannya, Queen melirik ke arah kamar mandi, dimana ada pria yang sudah merenggut kesuciannya tengah mandi di bawah guyuran air shower. karena bisa didengarnya suara gemericik air yang mengalir dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Bahkan dia langsung membersihkan diri setelah bercinta denganku, apakah dia merasa jijik dan ingin menghilangkan bekas tubuhku di tubuhnya? Kenapa aku merasa sangat marah jika dia benar-benar berpikir seperti itu. Lebih baik aku tanyakan pada dia nanti!"


Queen meraih lingerie seksi yang teronggok di lantai dan memakainya kembali. Karena merasa sangat perih pada bagian intinya, membuatnya lagi-lagi merungut.


"Ternyata Make Love pertama kali rasanya sangat sakit, apalagi tadi Aditya melakukannya cukup lama. Meskipun setelah itu tidak terasa sakit lagi, tapi setelah selesai, rasanya sangat sakit sekali. Seandainya aku bisa bermanja-manja pada Aditya dan mengeluhkan rasa sakit yang aku rasakan. Akan tetapi, tidak mungkin aku melakukannya bukan?"


”Karena dia adalah seorang pria yang tidak normal, dia mana mengerti dengan perasaan seorang wanita?"


Queen menghentikan ucapannya saat shower telah berhenti, yang menandakan bahwa Aditya telah menyelesaikan ritual mandinya. Sontak saja hal itu membuat Queen merasa sangat gugup dan meraba jantungnya yang berdetak sangat kencang.


"Apa yang aku lakukan nanti saat dia keluar dari kamar mandi? Kenapa aku jadi deg-degan begini ya? Aneh sekali, kenapa rasanya aku sangat malu jika nanti berhadapan dengan Aditya? Astaga ... ada apa denganku? Kenapa aku harus malu pada seorang pria Gay? Tenanglah Queen ... tenang, karena Aditya sama sekali tidak menganggap kamu sebagai wanita yang menarik hatinya."


Untuk menenangkan perasaannya, Queen mengambil nafas teratur. Berharap perbuatannya itu mampu menghilangkan kegugupannya. Dan saat dirinya masih sibuk mengambil nafas teratur, bisa didengarnya Aditya membuka pintu kamar mandi.


Dengan gerakan sangat cepat, ia langsung berbaring di ranjang dan menutupi tubuhnya dengan selimut tebal dengan posisi miring memunggungi pernah yang mungkin sudah keluar dari kamar mandi sambil bergumam di dalam hatinya.


Astaga ... kenapa aku jadi seperti ini? Ini sangat konyol, kenapa aku harus berakting dengan berpura-pura masih berbaring di ranjang? Queen yang cerdas ternyata sekarang berubah menjadi Queen yang bodoh.

__ADS_1


TBC ...


__ADS_2