Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Hanya dengan setetes darah


__ADS_3

Dewi baru saja selesai menyuapi balita laki-laki yang merupakan putra dari pria yang disukainya. Dan saat ia hendak membereskan bekas makanan dari cucu pertama dari keluarga Raharja, suara dering ponselnya yang ada di saku celananya, membuatnya mengarahkan tangannya untuk mengambil benda pipih tersebut. Namun, di saat yang bersamaan, indera pendengarannya menangkap suara dari orang-orang yang terlihat berjalan semakin mendekat.


Sehingga ia tidak jadi mengangkat panggilan dan langsung membungkuk hormat untuk menyapa orang-orang hebat yang baru saja kembali dari ruangan sang nona muda.


"Apakah kamu sudah makan, Dewi?" tanya Qisya yang menghampiri wanita muda penolong menantunya.


"Eh ... belum Nyonya besar," jawab Dewi dengan seulas senyuman.


"Kenapa? Kamu merasa tidak enak karena kami semua tidak ada?" Salsabila menyahut setelah mengamati anak-anaknya yang terlihat diam karena sepertinya sudah kekenyangan. "Sepertinya anak-anak Mommy sudah pada makan ini. Arkha dan Arsha sudah makan?"


"Arkha sudah makan disuapi oleh Tante Dewi."


"Kenapa merepotkan Tante Dewi, Sayang? Lain kali minta Mbak Ria saja ya!" ucap Salsabila yang menatap tajam ke arah putranya, karena merasa sangat tidak enak pada Dewi.


"Tidak apa-apa, Nyonya. Saya sangat menyukai anak kecil. Jadi, bukan masalah untuk saya menyuapi Tuan muda Arkha." Saat Dewi berusaha menjelaskan perasaannya, lagi-lagi suara dering ponselnya, menggangunya.


Arthur menaikkan kedua alisnya, "Cepat angkat panggilan telefon itu! Karena suaranya sangat berisik sekali. Jika merasa tidak nyaman di sini, kamu bisa menjawabnya di depan."


"Iya, Tuan muda Arthur. Saya akan mengangkat panggilan telepon dulu. Kalau begitu saya permisi," ucap Dewi yang membungkuk hormat pada semua orang yang sudah duduk di kursinya masing-masing. Dan begitu semua orang menganggukkan kepalanya, ia buru-buru berlalu pergi dari ruang makan.


"Apakah ini adalah panggilan telepon dari Bos? Gara-gara aku tadi asyik mengobrol bersama dengan Sabrina, membuatku lupa mengabari bahwa aku sudah tiba di Jakarta. Bisa murka ini nanti si Bos. Siap-siap kena omelan ini," gumam Dewi yang sudah tiba di luar Mansion utama. Ia mengedarkan pandangannya untuk berkeliling menatap ke arah sekeliling, apakah ada pengawal yang berjaga di sana.

__ADS_1


Merasa tidak ada yang berjaga, ia memilih berjalan ke arah taman yang ada beberapa pohon palem, serta tanaman bonsai yang harganya mencapai puluhan juta menghiasi area sekitar taman yang penuh dengan tanaman hias tersebut. Kemudian ia menggeser tombol hijau ke atas untuk menjawab panggilan.


Dan benar saja, suara teriakan seorang wanita memekakkan gendang telinganya, sehingga membuatnya sedikit menjauhkan ponsel dari telinganya.


"Darimana saja kau, gadis bodoh! Kenapa tidak memberitahuku, apakah kamu masih hidup atau sudah mati haah?"


"Maaf Nyonya, saya tadi lupa karena begitu tiba di bandara, langsung dijemput oleh pengawal pribadi dari nona muda Queen. Jadi, saya tidak sempat untuk menghubungi Nyonya."


"Dasar bodoh, apakah kau sudah terlena dengan kemewahan yang diberikan oleh keluarga Raharja? Bahkan kau tidak akan bisa bernapas seperti ini jika aku dulu tidak menyelamatkanmu saat hampir diperkosa oleh banyak pria mabuk secara bergiliran. Mungkin kau sudah bunuh diri jika sampai mengalaminya, atau malah sudah dibunuh oleh pria-pria itu. Jadi, ingat baik-baik hal itu! Jangan sampai kau terlena saat diberikan sedikit kemewahan oleh mereka. Karena aku sudah memberikan sebuah kehidupan baru untukmu."


"Iya, Nyonya. Saya akan mengingatnya dan akan membantu Anda untuk membalas dendam pada Tuan Abymana dengan cara memporak-porandakan rumah tangga putra putrinya. Jadi, Anda tidak perlu merasa khawatir."


"Iya Nyonya, saya sudah masuk ke dalam keluarga Raharja. Sebentar lagi saya pasti bisa melaksanakan perintah dari Anda untuk menghancurkan musuh Anda. Jadi, Nyonya tenang saja."


Jantung Dewi berdegup kencang saat indera pendengarannya menangkap suara dari seseorang yang sangat dikenalnya. Refleks ia langsung mematikan sambungan telepon sepihak dan menoleh ke arah wanita yang terlihat tengah berjalan ke arahnya. Dengan seulas senyuman ia menyembunyikan kegugupannya setelah memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.


Queen awalnya mencari-cari keberadaan dari wanita yang sudah menyelamatkan nyawa suaminya. Namun, ia mengerutkan keningnya saat melihat Dewi berdiri di bawah pohon yang ada pada taman depan.


"Apa yang kamu lakukan di situ, Dewi?" tanya Queen yang berteriak memanggil Dewi saat berada tak jauh dari tempatnya berdiri. Dan ia sudah berjalan menghampiri wanita yang dianggapnya sebagai Dewi penolong.


"Ada masalah di PMI, Nona muda. Karena saya lupa memberikan data-data dari orang yang memiliki golongan darah langka. Akan tetapi, semua sudah beres dan saya bisa langsung bekerja di perusahaan Raharja. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih pada Anda dan keluarga Raharja. Karena mau menerima gadis yatim piatu miskin seperti saya ini untuk bekerja di perusahaan Raharja Group," ucap Dewi yang sudah berubah berkaca-kaca saat mengingat jati dirinya. Bahkan bulir bening sudah menetes dari bola matanya.

__ADS_1


Queen mengarahkan tangannya untuk mengusap bulir bening yang menghiasi pipi putih Dewi, "Jangan menangis, karena aku tidak suka pada wanita yang cengeng. Lebih baik kamu menjadi wanita yang kuat dan tidak cengeng, oke."


"Yang kami berikan padamu sama sekali tidak sebanding dengan kebaikan yang kamu berikan pada suamiku. Jika tidak ada kamu, mungkin suamiku tidak tertolong. Atau dia selamat, tapi hidupku berakhir di neraka karena masuk dalam jebakan adik tiri suamiku. Terima kasih, Dewi. Semoga kita bisa menjadi saudara selamanya. Aku sangat menyayangimu," ucap Queen yang sudah memeluk erat tubuh ramping Dewi dengan penuh haru.


"Terima kasih Nona muda Queen," ucap Dewi dengan terisak.


"Sudah-sudah, ayo kita masuk ke dalam untuk sarapan. Setelah itu, kamu akan diantarkan supir ke rumah barumu. Jadi, kamu bisa beristirahat. Oh ya, mungkin kamu nanti akan aku beri tugas tambahan di kantor."


"Tugas apa Nona muda? Saya siap melaksanakannya," jawab Dewi seraya bergumam di dalam hati. "Banyak sekali tugasku, dan semua bosnya wanita pula. Sama-sama arogan juga mereka."


"Kamu harus menjadi mata-mataku untuk mengawasi suamiku dan melaporkan setiap hal yang berhubungan dengan seorang wanita di sekitarnya. Jika ada wanita yang melirik suamiku, kamu harus melaporkannya padaku. Karena aku akan langsung memecat mereka. Aku tidak ingin ada bibit-bibit pelakor dalam rumah tanggaku. Apa kamu mengerti?" tegas Queen dengan tatapan intens.


Dewi refleks langsung menganggukkan kepalanya, "Saya mengerti, Nona muda."


"Bagus, dengan begini kan aku bisa merasa tenang. Dan aku akan memberikan imbalan untukmu. Jadi, nanti gajimu akan dobel. Dari perusahaan dan khusus bonus dariku."


"Terima kasih, Nona muda Queen."


"Sepertinya Nona muda Queen sangat mempercayaiku. Ternyata mudah sekali untuk mendapatkan kepercayaan seorang nona muda yang terkenal sangat arogan ini. Hanya dengan setetes darahku, aku bisa menjadi orang kepercayaannya. Dan jalanku untuk menghancurkan kehidupanmu menjadi semakin mudah," gumam Dewi di dalam hati.


TBC ...

__ADS_1


__ADS_2