
Semua orang yang ada di ruangan kamar dengan desain interior yang sangat mewah dan didominasi warna pink itu, menatap dengan penuh intens Aditya yang akan mengeluarkan suaranya untuk menjelaskan tentang hal yang menyangkut masalah karma menurut ajaran agama Islam. Karena yang selama ini mereka ketahui adalah perbuatan buruk akan mendapatkan sebuah karma.
Aditya mulai mengungkapkan apa yang diketahuinya, "Sebenarnya kata 'karma' secara harfiah merupakan bahasa sansekerta yang berarti perbuatan dan hasil yang akan didapat dan perbuatan tersebut dinamakan karmapala. Sementara itu, akibat yang ditimbulkan dari perbuatan disebut karma vipaka."
"Astaga, kenapa My hubbiy malah membahas Sansekerta segala sih! Apa hubungannya coba," rengut Queen dengan kesal.
"Diamlah, Queen! Biarkan suamimu melanjutkan perkataannya. Jangan suka memotong pembicaraan orang lain. Kenapa tingkahmu malah seperti anak TK saja," hardik Abymana pada putrinya. Karena merasa kesal saat ia sedang serius mendengarkan menantu kesayangannya sedang menjelaskan tentang hal-hal yang ada kaitannya dengan agama, malah diganggu dengan suara putrinya yang sangat berisik.
Selain untuk menambah ilmu pengetahuan dalam hal keagamaan, ia juga ingin membuat semua anggota keluarga Raharja mengerti penjelasan dari pria yang ilmu agamanya lebih banyak dari orang-orang yang ada di sana.
"Iya ... iya, aku diam." Queen yang terlihat berwajah masam itu merasa bersalah, karena memotong penjelasan dari pria yang saat ini masih diam, tidak melanjutkan perkataannya. "My hubbiy lanjutkan penjelasannya, maafkan aku."
Aditya refleks langsung menggelengkan kepalanya, "Baiklah, Sayang. Kamu tidak perlu meminta maaf, karena tidak bersalah."
"Terima kasih My hubbiy, I love you," ucap Queen dengan tangannya yang sudah membentuk simbol hati dan diarahkannya pada pria tampan yang amat sangat dicintainya. Tak lupa ia juga membuat gerakan seperti kiss bye atau yang lebih sering dilakukan para anak muda yang membuat simbol hati dan meniupkannya pada pasangannya.
Sedangkan semua orang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah lebay dari sang nona muda yang sudah kembali cerah ceria wajahnya. Sehingga mereka hanya memakluminya karena ikut senang keceriaan dari Queen mulai kembali.
"Sudah ... sudah, cepat teruskan penjelasanmu tentang karma tadi. Karena aku pun juga merasa sangat penasaran, mengingat aku dan istriku dulu sama-sama rusak saat muda," ucap Arthur dengan terkekeh saat melirik ke arah wajah cantik sang istri yang ada di sebelahnya.
"Apa? Rusak? Enak saja, jangan bawa-bawa aku ya Daddy quint A. Karena kekasihku tidak sebanyak barisan para mantanmu yang berjumlah 99 orang itu," kesal Salsabila yang merasa malu, karena ikut tercemar dan terlihat buruk di mata semua orang.
__ADS_1
"Kalian berdua ini ya, sudah lama menikah, tapi masih saja sering bertengkar seperti Tom Jerry saja. Sudah, jangan diteruskan! Nanti kemana-mana lagi. Dan Aditya tidak jadi menerangkan tentang karma," sahut Qisya dengan kesal. "Kamu boleh melanjutkan penjelasanmu, Aditya."
Merasa semua orang sudah tidak mengeluarkan sepatah kata pun dan tengah menatapnya dengan tatapan intens, akhirnya Aditya menganggukkan kepalanya pada mama mertua dan mulai mengeluarkan suaranya.
"Melanjutkan hal yang tadi, jika dilihat dari istilahnya, karma memang tidak ada dalam khazanah Islam. Tetapi, ajaran Islam menyepakati jika tingkah laku buruk akan mengakibatkan sebuah keburukan juga. Sehingga umat muslim diwajibkan untuk berbuat baik."
"Agar tidak salah mengartikan makna karma, beberapa ulama menyarankan untuk menyebut balasan perilaku tersebut dengan balasan dari setiap perbuatan baik itu baik atau pun buruk."
"Seperti firman Allah SWT dalam surat An-Nahl ayat 61 yang artinya, "Jikalau Allah menghukum manusia karena kedzalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatu pun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka, apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya sesaat pun dan tidak pula mendahulukannya."
Semua orang yang dari tadi serius mendengarkan semua penjelasan dari Aditya, hanya manggut-manggut begitu pria itu sudah selesai berbicara panjang lebar untuk berbagi ilmunya dalam hal agama.
Hingga suara Queen memecahkan keheningan, "Jadi kesimpulannya, kita sebagai umat manusia harus berbuat baik dan menjauhi segala larangan, serta menjalankan semua perintah dari Allah SWT dan amalan-amalan perbuatan yang baik akan dibalas oleh Allah SWT dengan segala sesuatu yang baik pula. Begitu kan My hubbiy?"
Suara teriakan dari Queen, membuat semua orang menutupi daun telinga masing-masing. Bahkan terlihat Queen sesekali menghentakkan kakinya, seperti anak kecil yang merengek.
"Tenanglah, Sayang. Tidak akan ada wanita lain yang akan membuatku berpaling darimu. Percayalah padaku," ucap Aditya yang mencoba menenangkan perasaan sang istri.
"Aku sangat mempercayaimu, My hubbiy. Akan tetapi, yang namanya pelakor kadang lebih kejam dari seorang pembunuh sekalipun. Dan aku akan menyingkirkan bibit-bibit keong racun jika ada yang melirikmu. Lebih baik sedia payung sebelum hujan kan, daripada basah karena kehujanan. Aku akan lebih waspada dan berhati-hati," ucap Queen dengan tatapan penuh kekhawatiran.
"Baiklah, terserah apa yang akan kamu lakukan. Kalau menurut Daddy, tidak akan ada pelakor yang berani mendekati Aditya begitu mengetahui bahwa istrinya sudah seperti singa betina. Jangankan untuk menggoda, berpikir saja mereka tidak akan berani. Jadi, jangan berpikir macam-macam, putriku."
__ADS_1
Abymana menatap ke arah menantu kesayangannya, "Lebih baik kamu tenangkan istrimu yang masih gelisah karena hal yang tidak penting. Lalu, kalian turun ke bawah untuk sarapan. Bukankah kalian berdua harus menyapa Dewi terlebih dahulu?" Melangkahkan kakinya untuk mendekati sang istri, "Ayo, Cinta."
Qisya hanya menganggukkan kepalanya dan mulai berjalan mendekati pria yang sudah membuka tangannya. Seolah ingin menunjukkan kemesraan meski sudah tidak lagi muda, dengan cara merangkulnya.
"Baiklah, karena masalah karma sudah clear, lebih baik kita bubar." Arthur sudah mengarahkan tangannya untuk meraih pinggang ramping sang istri. "Ayo, Mommy quint A. Lebih baik kita sarapan dulu, aku sudah sangat lapar gara-gara ulah si nona muda arogan ini."
"Sama, aku pun juga. Ayo, kita turun dulu." Salsabila melangkah keluar dari ruangan pribadi tersebut bersama sang suami yang sudah memeluknya.
"Ayah tunggu di bawah, Aditya dan menantu," ucap Boby Syaputra dan sudah berlalu pergi.
Kini, tinggal Queen dan juga Aditya yang berada di sana. Keduanya terlihat saling ber-sitatap. Hingga suara dari Aditya memecahkan keheningan. "Sayang, mulai sekarang jangan memikirkan tentang hal yang belum tentu terjadi. Lebih baik kamu berserah diri kepada yang Maha Kuasa dan mengakui dosa-dosamu di masa lalu."
"Karena Allah SWT selalu menerima taubat dari umatnya, asalkan kita bersungguh-sungguh dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Semoga rumah tangga kita dijauhkan dari hal-hal negatif. Aamiin ya rabbal alamin."
"Iya, My hubbiy. Aku akan melaksanakan semua perkataanmu. Karena aku tidak ingin menjadi Tante Elfaiza ke 2. Aku tidak akan sanggup, sepertinya aku harus meminta maaf kepadanya. Bagaimana kalau kita pergi ke Amerika untuk menemui mereka, My hubbiy?" tanya Queen dengan penuh pengharapan. Seolah tatapan penuh permohonan diarahkannya, agar sang suami mau memenuhi permintaannya.
"Selain untuk meminta maaf pada Tante Elfaiza, aku pun ingin memamerkan pada Daddy Azriel kalau aku sudah menemukan pria yang amat sangat luar biasa ini. My hubbiy adalah pria sempurna yang tidak mempunyai cela sedikit pun. Sudah tampan, sabar, Sholeh, komplit lah pokoknya. Kira-kira apa reaksi dari mereka semua nantinya ya?" gumam Queen.
Sementara itu, Aditya refleks memijat pelipisnya begitu mendengar kalimat ajakan dari sang istri yang suka berubah-ubah. Mulai dari memintanya untuk tidak bekerja dan sekarang mengajaknya pergi ke Amerika.
"Istriku benar-benar sesuatu. Selain lebih sensitif, ia semakin terlihat seperti anak kecil saja," batin Aditya.
__ADS_1
TBC ...