Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Sebuah ide


__ADS_3

Aditya langsung bangkit dari posisinya yang awalnya berjongkok setelah Queen naik ke atas punggungnya. Sebenarnya ia sangat tahu akal bulus dari sang istri yang beralasan capek hanyalah sebuah tipuan semata. Namun, ia selalu mengikuti permainan dari wanita yang dianggapnya nakal itu.


Sekarang sang nona muda arogan sudah tidak lagi arogan, tapi sudah berubah menjadi nona muda yang nakal yang suka menipu. Akan tetapi, aku akan mengikuti semua permainan istriku sampai dia mengakui bahwa sebenarnya ia mempunyai perasaan padaku.


Mungkin aku akan mengatakan semuanya saat dia sudah menerimaku sebagai suaminya. Maafkan aku ya Allah, karena telah khilaf menikmati kebohonganku ini. Semoga Engkau mau mengampuni dosa-dosaku, karena telah membohongi istriku sendiri. Akan tetapi, hanya dengan cara ini, istriku mulai mau membuka hatinya untukku. Ampuni hambamu ini.


Queen dari tadi tidak berhenti tersenyum saat berhasil mengerjai Aditya, tentu saja ia merasa sangat senang karena bisa digendong oleh pria yang mulai mencuri hatinya.


Aditya, kamu memang laki-laki bodoh. Akan tetapi, kenapa seorang wanita jenius sepertiku bisa menyukai seorang pria yang bodoh? Aah ... bodo amatlah, aku tidak perduli.


"Queen," ucap Aditya yang memecah kebungkaman diantara mereka.


"Apa? Jangan bilang aku berat, karena aku tahu itu hanyalah sebuah kebohongan!" ucap Queen yang sangat merasa nyaman berada di atas punggung lebar Aditya.


Aditya menggelengkan kepalanya. "Bukan, kamu sangat ringan, makanlah yang banyak biar kamu lebih berisi. Karena kamu terlalu kurus untuk seorang nona muda."


"Tubuh seksi begini kamu bilang kurus, memangnya yang seksi seperti apa menurutmu," jawab Queen yang sudah mulai menampilkan wajah masam.


"Bukan maksudku untuk menghinamu, aku hanya ingin kamu lebih banyak makan. Masa, seorang nona muda malah terlihat seperti seorang yang kurang gizi, padahal sudah bisa dipastikan bahwa menu di keluarga Raharja pastinya sangat enak dan juga bergizi. Aku bisa merasakannya," ucap Aditya.


"Merasakannya? Merasakan makanan di Mansion saat kamu datang pertama kali itu?"


"Bukan!"


"Lalu? Merasakan apa?"


"Maksudku, saat semalam di gelap-gelapan yang ...."


Refleks Queen langsung mengarahkan tangannya untuk menutup mulut pria yang menggendongnya. Bahkan wajahnya sudah berubah merona saat merasa sangat malu mengingat kejadian make love antara dirinya dan pria itu.


"Diam! Jangan bicara lagi!"

__ADS_1


"Kenapa? Kamu malu?" tanya Aditya begitu tangan Queen sudah tidak berada di mulutnya.


"Sudah aku bilang jangan dibahas!"


"Baiklah, aku tidak akan membahasnya. Aku ingin membahas hal lain denganmu."


"Membahas apa memangnya?" tanya Queen dengan raut wajah yang sangat penasaran.


"Sebenarnya, aku tidak mau kamu datang ke acara pernikahan adik dari sahabatku."


Refleks Queen langsung merasa sangat marah dan kesal begitu mendengar perkataan dari Aditya. Refleks ia menggerak-gerakkan tubuhnya, mencoba berontak untuk turun.


"Turunkan aku! Aku mau jalan sendiri! Kamu malu datang bersamaku? Atau kamu takut ketahuan oleh kekasih priamu?"


"Jangan bergerak! Nanti kita jatuh bersama, Queen! Aku bahkan belum selesai bicara," jawab Aditya yang membetulkan posisi wanita yang di gendongnya, dan mengeratkan tangannya.


"Bicara apa lagi? Bukankah sudah jelas, kalau kamu merasa malu jika pergi denganku?" rungut Queen.


"Kamu mau menghiburku setelah menghinaku?"


"Aku tidak ingin kamu pergi ke acara pernikahan itu, karena aku tidak ingin ada laki-laki lain yang memandangmu dengan tatapan penuh kekaguman. Apalagi tatapan jahat yang terkadang berpikiran mesum pada seorang wanita cantik dan seksi."


"Bukankah tadi kamu bilang aku kurus? Lalu apa tadi kamu bilang, kamu tidak ingin ada pria yang melihatku? Lalu, memangnya aku harus berada di dalam kamar seharian? Aneh-aneh saja!" ejek Queen.


"Tunggu ... tunggu, perkataanmu tadi sudah seperti seorang pria normal saja. Darimana kamu tahu bahwa seorang pria normal memiliki pikiran mesum saat melihat wanita cantik yang seksi seepertiku?"


"Dari para sahabatku dulu saat ada kami di sekolah. Pikiran anak laki-laki SMA saja sudah mesum, apalagi pikiran pria dewasa. Aku yakin, pasti mereka lebih parah mesumnya," jawab Aditya.


"Jadi, itu yang dipikirkan para kaum Adam saat melihat seorang wanita cantik dan seksi? Aku baru tahu, berarti ada hikmahnya kamu menjadi pria tidak normal Aditya."


"Maksudmu apa, Queen?"

__ADS_1


"Ya, jadi kamu tidak pernah berpikiran mesum, karena tidak tertarik dengan para wanita. Bukankah itu ada hikmahnya?"


"Ooh ...."


Aku memang tidak pernah berpikiran mesum selama ini, nona muda. Akan tetapi, setelah aku menjadi suamimu, aku menjadi seorang pria yang selalu berpikiran kotor. Karena selalu melihatmu memakai lingerie seksi itu.


"Iya Queen, kamu benar. Jadi, bagaimana? Kamu di hotel saja ya! Jangan ikut denganku!"


"Tidak bisa, aku tetap harus ikut. Biarkan saja mereka berpikiran mesum saat melihat wanita secantik aku. Aku anggap saja aku sedang bersedekah."


"Astaghfirullah ... bersedekah? Bersedekah apa memangnya?" jawab Aditya yang sudah geleng-geleng kepala.


"Bersedekah dosa pada mereka? Dosaku akan sedikit berkurang, karena aku berikan pada mereka. Apa kamu paham maksudku? Dengan mereka memikirkan aku, bukankah mereka akan berdosa? Jadi, itu akan mengurangi dosaku," ejek Queen dengan tersenyum tipis.


"Mana ada, justru kamulah puncak dosanya. Bukannya mengurangi, yang ada malah menambah dosamu, istriku!" Aditya mencoba memberikan pengertian kepada wanita yang sudah bertahta di hatinya.


"Aku kan tidak berbuat apa-apa, kenapa malah aku yang disalahkan? Menyebalkan sekali! Sekarang aku jadi benar-benar ilfill. Bukannya hari ini merasa senang, tapi malah merasa sangat kesal begitu mendengarkan penjelasanmu itu."


Setelah mengungkapkan kekesalannya, Queen berontak dari atas punggung Aditya. Dan benar saja, kini ia sudah turun dari sana. Karena kesal, ia buru-buru berjalan masuk ke lobby hotel Raharja. Karena mereka berdua sudah sampai di tempat menginap mereka.


Sedangkan Aditya merasa bersalah saat mengungkapkan apa yang ada di pikirannya, hingga ia hanya melihat siluet dari sang istri yang sudah menghilang di balik pintu lift.


"Kenapa aku malah membuat momen baik ini menjadi momen yang buruk? Aku memang sangat bodoh, harusnya aku tidak berbicara begitu tadi. Karena Queen bukanlah wanita biasa, perlu ekstra hati-hati padanya saat menjelaskan sesuatu, agar tidak merasa marah ataupun tersinggung."


Aditya melangkahkan kakinya untuk memasuki lift khusus yang akan membawanya ke ruangan presidential suite room. "Apa yang harus aku lakukan untuk membuat seorang nona muda arogan luluh dan tidak marah lagi padaku?"


Bunyi denting lift menandakan pintu akan terbuka, Aditya melangkahkan kakinya keluar dari sana. Dan berjalan ke arah kamarnya, saat ia ingin masuk ke dalam, mendadak ia mendapatkan sebuah ide brilian yang akan membuat Queen tidak marah lagi padanya.


Senyuman mengembang tampak jelas di wajahnya begitu mendapatkan sebuah cara untuk menaklukkan hati seorang nona muda arogan yang sedang merajuk.


"Bismillahirrahmanirrahim, aku akan membuatnya melupakan kemarahannya hari ini. Semoga dia tidak marah lagi nanti."

__ADS_1


TBC ...


__ADS_2