Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Menjauhlah dariku


__ADS_3

Queen mengerutkan keningnya saat mendengar perkataan Aditya yang menyebutkan tentang mas kawin.


"Tidak perlu, semua sudah di atur oleh Daddy! Jadi kamu tidak perlu mengeluarkan uang satu peser pun. Lagipula, kamu tidak akan pernah mampu untuk memberikan mas kawin yang aku inginkan, karena kamu hanyalah pria miskin yang tidak punya apa-apa. Jadi aku tidak akan membuatmu merasa kesusahan untuk mengeluarkan uang."


Deg ...


Perkataan dari Queen yang selalu memanggilnya pria miskin, tentu saja membuat harga diri Aditya terluka.


Perkataan Nona Muda Queen memang sangat menyakitkan. Meskipun apa yang di katakannya adalah sebuah kenyataan, namun tetap saja itu benar-benar merendahkan harga diriku. Ya Allah, berikanlah hidayahmu pada wanita yang akan menjadi Istriku ini.


"Aku memang hanyalah seorang pria miskin yang tidak mempunyai apa-apa Nona muda Queen, tapi aku masih mempunyai harga diri. Karena itulah aku ingin memberikan mahar perkawinan untukmu dengan mengeluarkan uangku sendiri. Karena dalam pernikahan, mahar atau yang biasa di sebut mas kawin adalah salah satu syarat sahnya sebuah pernikahan. Mahar adalah sejumlah harta yang di berikan oleh mempelai pria kepada wanita sebagai bentuk ketulusan untuk terikat dalam hubungan pernikahan."


Meskipun kamu menganggap pernikahan yang terjadi di antara kita hanyalah sebuah sandiwara, namun kita tetap harus mengikuti syari'at agama Islam. Karena Mahar disebut shadaq, yang artinya benar, jujur, dan tulus. Dan dalam Islam sendiri, hukum mahar adalah wajib untuk sempurnanya nikah. Meski sebenarnya tidak ada batasan khusus tentang besaran mahar dalam pernikahan Islam, seperti yang di sebutkan dalam HR. Ahmad, Al-Hakim dan Al-Baihaqi yang berbunyi, "Wanita yang paling besar berkahnya ialah wanita yang paling mudah (murah) maharnya."


"Namun pada prakteknya di khalayak umum, para mempelai pria berlomba-lomba untuk memberikan mahar terbaik untuk calon istrinya, meskipun itu sangat membebani tanpa memikirkan kemampuannya. Aku memang tidak mampu memberikan mahar yang seperti kamu inginkan, tapi aku tetap akan memberikannya. Jadi kamu tidak berhak untuk menolaknya, atau kamu mau masuk neraka?"


"Bahkan merasakan panasnya sengatan matahari saja kamu tidak akan kuat, apalagi harus merasakan panasnya siksa api neraka."


Queen menatap jengah ke arah pria yang saat ini tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk di artikannya.

__ADS_1


"Kamu berbicara seperti itu seolah kamu mengetahui siksa neraka saja. Lama-lama telingaku ini akan menjadi bertambah panjang karena setiap hari harus mendengarkan ceramahmu Aditya. Karena aku malas mendengarkan ceramah darimu, maka aku akan menuruti permintaanmu itu. Terserah apa yang akan kamu lakukan untuk mau memberikan mahar berapapun. Karena aku sama sekali tidak perduli."


"Seperti itu malah terdengar lebih baik Nona Muda Queen. Akan tetapi, apa aku boleh tahu mahar apa yang kamu inginkan? Aku hanya ingin tahu saja, karena aku menyadari tidak akan pernah sanggup menurutinya."


"Kamu lama-lama berubah sangat cerewet seperti Daddy dan Mommy saja, dan selalu ingin tahu urusan pribadiku. Tentu saja kamu tidak akan bisa memberikannya. Tapi kalau kamu merasa penasaran, maka aku akan memberitahumu. Aku ingin mahar sederhana, yakni My Hot Daddy. Karena apa, karena aku sudah memiliki segalanya. Aku tidak membutuhkan apapun lagi, karena di dunia ini hanya satu yang aku inginkan, yakni My Hot Daddy Azriel Abraham."


Begitu mendengar perkataan dari Queen yang menyebutkan tentang pria lain di depannya, membuat Aditya hanya bisa berkali-kali mencoba beristighfar di dalam hati agar dirinya bisa selalu bersabar.


Kenapa rasanya sangat aneh saat mendengar Nona muda Queen menyebut nama pria lain saat kami akan menikah. Astaghfirullah ... perasaan apa ini? Bukankah seharusnya aku menyadari bahwa Nona muda arogan ini mencintai pria lain? Dan dia memang hanya menganggap pernikahan yang akan terjadi besok adalah sebuah sandiwara? Tapi kenapa aku merasa kecewa? Sepertinya ada yang salah denganku, gumam Aditya.


"Ternyata kamu benar-benar mencintai pria itu Nona muda Queen, sepertinya kamu harus berdoa dengan tulus kepada Tuhan agar mengabulkan keinginanmu yang sangat ingin bersatu dengan Hot Daddy yang bernama Azriel Abraham itu. Jadi kamu tetap tidak akan menceritakan tentang perihal pria yang kamu cintai itu?"


Queen refleks memijat pelipisnya, kemudian dirinya bangkit dari kursi dan menatap pria yang berada di depannya tersebut.


"Baiklah Nona, mungkin aku harus bersabar sampai kamu mau berbagi keluh kesahmu itu. Tidak masalah kamu tidak mau menceritakannya sekarang, mungkin kamu memang belum siap."


Aditya bangkit dari kursi dan mulai mengikuti langkah kaki jenjang putih yang terlihat sangat seksi tersebut. Karena merasa sangat terganggu dengan pemandangan di depannya yang menampilkan tubuh seksi dengan kaki jenjang mulus tersebut, membuat Aditya merasa risih karena Queen memakai gaun pendek yang menampilkan pahanya yang terekspose dengan sangat jelas dan berhasil membuat pandangan semua lelaki yang melintas itu menatapnya.


"Nona Muda Queen."

__ADS_1


Queen yang berjalan di depan, langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menoleh ke arah pria yang baru saja memanggilnya.


"Ada apa lagi? Jangan buat aku merasa ilfil padamu."


Aditya tidak menanggapi rungutan dari wanita yang sudah menekuk wajahnya saat dirinya memanggilnya. Ia kini melepaskan jas yang di pakainya, kemudian berjalan mendekati wanita yang saat ini tengah mengerutkan keningnya saat melihatnya.


"Pakaianmu terlalu pendek, makanya banyak lelaki yang daritadi menatapmu!"


Aditya mengikat jas yang sudah di lepaskannya itu ke pinggang ramping Queen, sehingga paha yang terekspose itu sudah tertutupi.


Jarak yang begitu dekat antara dirinya dan pria yang tengah mengikatkan jas di pinggangnya itu membuat Queen tiba-tiba merasa aneh dan kikuk saat menatap Aditya menundukkan kepalanya karena mengikat jas itu di pinggangnya.


Iih ... apaan sih pria miskin ini! Memangnya dia tidak pernah melihat wanita berpakaian seksi apa? Tentu saja semua lelaki akan memandangku, karena mereka sangat mengagumi kecantikanku dan juga tubuhku yang seksi.


Aditya yang daritadi menundukkan kepalanya, langsung mendongak menatap wajah cantik wanita yang berjarak hanya beberapa centi di depannya. Tentu saja keduanya kini terlihat sama-sama saling bersitatap dan keduanya terlihat saling mengamati pahatan sempurna masing-masing dan bergumam dalam hati.


*Kamu m*emang sangat cantik Nona Muda Queen, tapi sayang kamu sangat arogan, gumam Aditya.


Suara detak jantung dari keduanya sama-sama bersahutan, untuk beberapa saat keduanya tidak berkedip saat saling mengamati. Queen yang tersadar lebih dulu, langsung memalingkan wajahnya untuk melihat ke sembarang arah. Suara teriakan mulai terdengar jelas memekakkan telinga.

__ADS_1


"Menjauhlah dariku! Kamu sengaja mau mencuri-curi kesempatan kan?"


Bersambung ...


__ADS_2