Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Aku semakin mencintaimu


__ADS_3

Queen masih duduk bersandar di tempatnya, mengamati beberapa orang yang ada di sekitar taman. Taman itu merupakan tempat bersejarah untuk orang tuanya, karena berawal dari 1 kelengahan daddy-nya yang mengijinkan wanita yang paling disayanginya itu untuk pergi jalan-jalan sendiri di taman dan berakhir diincar oleh seorang mantan mafia berparas tampan yang mempunyai nama Arthur dan diberikan oleh mommy-nya pada saudaranya.


Tatapan Queen sedang fokus menatap pasangan yang terlihat duduk di bawah pohon yang ada di sudut belakang tak jauh darinya. Muda-mudi itu kira-kira adalah anak kuliahan yang baru pulang kuliah dan mampir ke taman untuk sekedar berpacaran. Karena Queen dari dulu tidak pernah berpacaran, membuatnya tertarik untuk mengamati pasangan yang sedang berpacaran tersebut.


"Bedanya pasangan yang sudah menikah dan pasangan yang masih sebatas pacaran apa ya kira-kira? Aku jadi ingin tahu, gaya berpacaran para anak muda zaman now," ujar Queen yang berbicara sendiri, karena ia sedang duduk sendiri tanpa ada yang menemani.


Entah apa yang dipikirkannya, tetapi Queen yang masih merasa penasaran, masih mengamati gaya berpacaran dari anak muda tersebut. Hingga ia membekap mulutnya saat melihat pasangan tersebut berciuman.


"Astaghfirullah," Queen terlihat geleng-geleng kepala melihat aksi vulgar yang sangat tidak pantas dilakukan di tempat umum. Bahkan ia yang sudah resmi menjadi pasangan suami istri saja merasa sangat malu jika berciuman di tempat umum. Tentu saja dengan alasan yang menjunjung tinggi adat ketimuran dan tidak ingin memberikan sebuah contoh yang buruk bagi penerus bangsa. Meski ada 1 pengecualian dulu, yakni berciuman di pantai saat di Bali.


"Kira-kira mereka berdosa nggak ya? Kalau ada pasangan yang belum resmi menjadi pasangan suami istri, tetapi berciuman, kira-kira bagaimana dalilnya ya?"


"Tentu saja berdosa, Sayang." Aditya yang dari tadi sudah selesai mandi, melihat sang istri yang sedang mengamati arah pandang wanita yang fokus melihat muda-mudi berpacaran.


Queen refleks langsung menoleh ke arah pria yang sudah duduk di sebelahnya, "Eh ... ternyata kamu sudah selesai, My hubbiy. Bahkan bisa mendengar pertanyaanku tadi. Lihatlah," ucap Queen yang menunjuk ke arah pasangan muda-mudi tersebut.


Aditya terlihat memiringkan tubuhnya agar bisa menghadap ke arah sang istri yang duduk di sebelahnya. Tanpa sengaja, ia melihat hijab yang dipakai oleh wanitanya terlihat sedikit miring ke arah kiri. Ia mendekatkan tubuhnya agar semakin berdekatan, untuk membetulkan posisi hijab berwarna putih yang mempunyai arti suci itu.

__ADS_1


"Biar aku betulkan dulu, Sayang. Jangan bergerak!" titah Aditya yang tangannya sudah beraksi untuk merapikan hijab di mahkota sang istri.


Sedangkan Queen lebih terlihat seperti kerbau yang dicucuk hidungnya saat pria setampan artis Korea itu fokus membetulkan posisi hijab di kepalanya. Sehingga ia hanya menatap pahatan sempurna di depannya yang membuatnya semakin terpesona dan tergila-gila pada pria yang menurutnya paling tampan sedunia. Hingga tanpa sadar, sebuah pujian lolos dari bibirnya.


"My hubbiy, kamu tampan."


"Aku tahu, karena itulah kamu tergila-gila padaku, bukan?" sahut Aditya yang berada tepat di depan wajah cantik nan mempesona itu. Netra pekatnya masih mengamati manik bening kecoklatan di depannya dan membuatnya merasa gemas saat melihat wajah polos dengan bibir tipis merah jambu tersebut.


"Aku ingin menciummu, tapi ini tempat umum. Sebaiknya kita pulang, agar aku bisa menciummu sepuasnya di dalam kamar. Sekalian menjenguk calon anakku yang ada di sini," seru Aditya yang sudah mengusap lembut perut datar sang istri. Namun, ia refleks menghentikan kegiatannya saat merasakan kelembutan bibir sensual yang mendarat di pipinya.


Aditya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kekanakan dengan bibir yang sudah mengerucut itu, "Karena di antara yang halal dan haram, banyak orang yang menyukai barang haram, Sayang. Aku pun sangat heran, kenapa di dunia ini banyak orang seperti itu."


"Seperti itu?" Queen mengarahkan jari telunjuknya pada pasangan yang baru bangkit dari posisinya. Yakni, duduk di atas hamparan rumput di bawah pohon yang rindang. Dan tidak sengaja ia ber-sitatap dengan perempuan yang sudah berjalan ke arah parkiran motor. "Sepertinya dia malu dan langsung mengajak kekasihnya pulang."


"Bukan hanya mereka, tetapi banyak orang yang tanpa malu melakukan dosa, seolah akan selamanya tinggal di dunia yang fana ini. Mulai dari pencuri, pembunuh, berzina, minum-minuman keras. Mungkin ada banyak lagi hal-hal haram yang dilarang oleh Allah SWT, tetapi manusia malah semakin terlena dan menikmatinya tanpa takut akan dosa," ujar Aditya yang bangkit berdiri dari posisinya seraya mengulurkan tangannya pada Queen. "Ayo, kita pulang dan berdiam diri di dalam kamar."


Sejujurnya Queen masih ingin berada di taman karena belum merasa puas, tetapi ia pun merasa sangat lelah dan ingin membaringkan tubuhnya di atas ranjang miliknya. Akhirnya ia menyambut uluran tangan pria yang sudah berdiri menjulang di depannya.

__ADS_1


"My hubbiy, aku capek," ucap Queen dengan menampilkan puppy eyes andalannya.


"Belakang saja ya?" jawab Aditya yang mengetahui niat sang istri agar digendongnya.


Queen menganggukkan kepalanya dan seulas senyuman terbit dari wajahnya, "Iya, dari belakang saja. Dan tanpa berlama-lama, ia sudah naik ke punggung lebar sang suami yang agak membungkuk.


Begitu tubuh Queen ada di punggungnya, Aditya berjalan dan memegangi kaki sang istri. "Sayang, apa kamu nggak malu dilihatin orang? Atau jika ada wartawan yang memotret tingkahmu ini bagaimana?"


"Aku sama sekali tidak perduli, yang penting perbuatanku ini bukanlah sebuah hal yang memalukan dan tidak dilarang agama. Yang seharusnya merasa malu ya orang-orang berbuat buruk tadi," ucap Queen yang sama sekali tidak memperdulikan orang-orang yang memperhatikannya.


"Akan tetapi, jangan men-judge orang-orang itu, Sayang. Karena itu pun juga berdosa, itu adalah urusan mereka dengan Tuhannya. Jadi, jangan menganggap diri kita lebih baik dari orang lain yang malah akan mengikis habis pahala kita. Kita sebagai umat Islam, sebaiknya mendoakan mereka yang tersesat agar kelak bisa kembali ke jalan Allah. Bahkan seorang pendosa akan masuk surga, saat ia bertobat ketika ajal menjemputnya."


"Jadi, kita tidak pernah tahu akan berakhir di mana nanti, karena hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Ingatlah pesanku ini baik-baik, Sayang. Apa kamu mengerti?" tanya Aditya yang sedikit menoleh ke arah belakang.


"Mengerti, Pak Ustaz," jawab Queen dengan bersemangat. "My hubbiy sudah pantas menjadi seorang Ustaz yang sering memberikan petuah di tv. Aku semakin mencintaimu, My hubbiy."


TBC ...

__ADS_1


__ADS_2