
Suasana malam hari di Mansion hari ini jauh berbeda dengan yang biasanya. Karena setelah ulah dari Queen yang mengomel di rumah Arthur, kedua orang tuanya baru saja mendapatkan kabar bahwa besok pagi, keluarga besar Arthur akan pindah ke Mansion. Dan malam ini, Queen tidak berhenti dicium oleh sang mommy yang merasa sangat senang atas perbuatannya. Karena berhasil mengubah pendirian dari wanita yang tak lain adalah menantu keluarga Raharja tersebut.
Tentu saja yang merasa kalang kabut adalah para pelayan di Mansion. Mereka semua benar-benar membersihkan 6 kamar yang nantinya akan ditempati oleh keluarga kecil Arthur. Tidak lupa menyuruh ahli interior rumah untuk menghias kamar 5 anak yang sesuai dengan seleranya masing-masing.
Dan saat ini, terlihat Queen memangku putrinya yang baru saja bangun, Aditya dan kedua orang tuanya tengah berbincang di ruang santai yang ada di depan ruangan kamar.
"Akhirnya keluarga Arthur kembali ke Mansion dan keluarga besar kita akan kembali seperti semula. Suara riuh rendah cucu-cucu Mommy akan menghiasi Mansion yang kurang lengkap karena terasa sangat sepi," ucap Qisya yang mengungkapkan rasa bahagianya.
Tidak lupa Abymana yang dari tadi memeluk erat sosok wanita yang terlihat masih sangat cantik dan sudah menemaninya hampir 30 tahun. "Sepertinya keluarga besar Raharja akan semakin bertambah damai setelah semuanya berkumpul di sini.
Queen yang dari tadi mengusap lembut rambut Princess, hanya terkekeh menanggapi kebahagiaan orang tuanya. Karena dirinya sangat tahu bahwa sang mommy-nya tidak akan pernah berbicara pada Salsabila, karena mengerti dengan sifat menantunya yang selalu menang sendiri.
"Menghadapi seorang kakak ipar itu harus pakai ketegasan, Mom. Karena brother terlalu lemah di hadapan Queen imitasi itu. Segarang-garangnya kakak ipar, masih tidak ada apa-apanya dibandingkan aku. Padahal aku selama ini hanya menggertaknya saja, tetapi dia benar-benar sangat takut padaku." Masih terus tertawa saat membayangkan wajah Salsabila yang langsung diam membisu tadi saat ia mengomel habis-habisan.
Sementara itu, Aditya yang dari tadi hanya menyimak pembicaraan mertuanya, ikut merasa senang. "Alhamdulillah, akhirnya suasana Mansion akan semakin terasa lengkap dengan suara 5 keponakan Quint A."
"Alhamdulillah, akhirnya keluarga kita tidak terpisah jarak seperti dulu dan kami bisa melihat anak dan cucu berkumpul bersama," jawab Abymana yang sudah bangkit berdiri dari sofa untuk menggendong cucu bungsunya. "Ayo, ikut grandpa, Princess yang cantik."
Queen sudah memberikan putrinya ke tangan sang daddy-nya. "Mulai besok, kita akan mendengarkan suara canda tawa dan tangis dari 6 cucu, Daddy."
"Itu yang lebih bagus dan selalu kami rindukan. Karena ada yang kurang saat keluarga Arthur kembali ke rumahnya. Mommy sudah menunggu momen ini, Queen. Dan berkatmu, akhirnya mereka kembali lagi ke sini." Qisya sudah sibuk bercanda dengan sang cucu yang menurutnya sangat menggemaskan.
"Iya, Mom. Aku juga lebih suka mereka tinggal di sini." Queen yang kini semakin duduk mendekat ke arah sang suami yang ada di sebelahnya. "Mumpung Princess ada bersama daddy dan mommy, pijitin pundak aku, My hubbiy. Nanti gantian aku pijitin pundak, My hubbiy." Queen mengarahkan bahunya dengan duduk membelakangi Aditya.
__ADS_1
Aditya yang merasa sangat tidak enak pada mertuanya, sedikit kebingungan saat mendengar permintaan dari sang istri. "Nanti saja, Sayang."
Mengerti dengan rasa sungkan menantunya, membuat Qisya bangkit berdiri dari sofa dan menatap ke arah sang suami. "Ayo, kita lihat kamar untuk cucu-cucu kita apakah sudah siap atau belum."
Abymana yang masih mengendong bocah perempuan berusia 2 tahun itu, menganggukkan kepala dan mulai berjalan ke arah lift. "Kalian lanjutkan saja."
Queen sudah mengarahkan ibu jarinya pada orang tuanya seraya tersenyum. Kemudian menoleh ke arah pria tampan yang hanya mengunakan celana pendek dan kaos casual. "Cepat pijat aku, My hubbiy. Mumpung aku baik hati, karena nanti aku akan memijatmu."
"Beneran?" tanya Aditya yang meragukan perkataan dari sang istri.
"Memangnya aku pernah berbohong padamu, My hubbiy?" jawab Queen dengan sangat kesal.
"Iya, kamu tidak pernah berbohong. Baiklah, aku pun ingin merasakan pijatan tangan dari seorang nona muda Queen." Aditya sudah mengarahkan tangannya pada pundak sang istri.
"Iiissh ... siapa sih yang mengganggu malam-malam begini. Kalau tidak penting, jangan diangkat," ketus Queen yang sudah melirik kesal pada sang suami.
Aditya yang sudah meraih ponsel miliknya di saku celana, memeriksa daftar nama di layar lcd-nya. "Sepertinya ini penting, Sayang. Dari Leo. Aku angkat dulu, ya!"
"Biarkan saja, bukannya kamu menyuruh dia untuk mengikuti Dewi? Palingan juga dia mau melaporkan tentang perihal wanita tidak penting itu. Besok saja." Queen sudah menonaktifkan ponsel milik sang suami. "Saat berada di rumah, tidak ada yang boleh mengganggu kenyamanan kita. Karena aku ingin kita hanya fokus pada rumah tangga kita tanpa menyentuh ponsel."
Aditya hanya geleng-geleng kepala dan tidak lagi membahas masalah ponsel. Karena saat ini, ia sudah kembali memijat bahu sang istri. Dan hal yang belum pernah dilakukan oleh Queen, kini terjadi. Yaitu, hal yang dari dulu dinantikan oleh Aditya.
Karena setelah beberapa menit selesai memijat, Queen merasa sudah enakan. Ia pun berbalik badan dan ber-sitatap dengan sang suami yang tengah tersenyum ke arahnya. "Berbaliklah, My hubbiy. Sekarang aku pijat suami luar biasaku."
__ADS_1
"Jadi, benar ini? Aku kira tadi kamu cuma bercanda," ucap Aditya yang langsung berbalik badan.
"Mana ada bercanda. Aku ingin menjadi seorang istri shalihah untukmu, My hubbiy. Karena itulah aku memijatmu sekarang." Queen mulai mengangkat tangannya dan mulai memijat bahu lebar Aditya mulai dari atas ke bawah.
Aditya yang merasa sangat senang, hanya tersenyum simpul saat melihat banyaknya perubahan dari sang istri. "Ternyata sangat nyaman, Sayang. Kalau iklhas begini, kamu dapat pahala yang banyak."
"Iya, aku ingin menambah pahala sebanyak-banyaknya untuk tabungan amalku." Baru saja Queen menutup mulutnya, suara dari dering ponsel miliknya kini sudah memecah keheningan malam. "Siapa lagi, ini. Menganggu saja. Kenapa juga aku tadi membawa ponselku."
"Biar aku saja yang mengangkatnya, Sayang. Kamu lanjutkan saja." Aditya meraih ponsel pintar milik Queen yang berada di atas meja dan langsung menggeser tombol hijau ke atas. Hingga suara bariton dari seberang, membuatnya menjauhkan benda pipih tersebut dari telinganya.
"Dasar nona arogan menyebalkan!" Queen, mana Aditya? Cepat berikan ponselnya pada suamimu. Ini darurat!"
"Assalamualaikum, Bang. Ini aku, ada apa? Apanya yang darurat?"
"Kenapa ponselmu mati? Ini masalah adik tirimu yang tidak tahu diri itu."
"Ada apa dengan Reynaldi, Bang?"
"Dia telah memperkosa Dewi dan tertangkap basah oleh Leo yang kamu suruh untuk mengikutinya."
"Astaghfirullah."
Aditya merasa sangat terkejut hingga membuatnya langsung berbalik badan menatap ke arah sang istri.
__ADS_1
TBC ...