
Queen daritadi melihat ke arah ponselnya, ia sibuk membalas pesan dari para rekan sesama dokter yang mengucapkan selamat padanya atas pernikahan diam-diam dan mendadak yang sama sekali tidak mengijinkan orang luar menghadiri acara Akad nikahnya. Karena acara sakral itu hanya dihadiri oleh keluarga terdekatnya.
Sedangkan Aditya baru saja keluar dari kamar mandi, dan sudah terlihat segar setelah membersihkan diri. Dengan rambut basahnya yang sedikit berantakan dan ia hanya memakai handuk sebatas pinggang, tentu saja menampilkan tubuhnya yang sixpack. Ia memang sengaja ingin memamerkan tubuh atletisnya yang setengah telanjang pada wanita yang saat ini bisa dilihatnya tengah menunduk menatap ke arah ponselnya.
Kemudian, ia mencoba mengalihkan perhatian dari sang istri dengan cara mengeluarkan suara baritonnya. "Pergilah membersihkan diri, Queen! Kita sholat berjamaah."
Mendengar perkataan dari Aditya, membuat Queen langsung mengangkat pandangannya. Dan pemandangan pertama yang dilihatnya adalah wajah tampan Aditya yang terlihat sangat bercahaya dan juga tubuh atletis yang penuh dengan otot perut kotak-kotak yang sangat menyilaukan matanya, dan juga membuatnya menelan ludah.
Astaga ... apa-apaan ini, kenapa Aditya keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada seperti itu? Lihatlah otot perutnya yang kotak-kotak itu. Rasanya aku ingin merabanya, kemarin aku tidak bisa melihatnya saat bercinta dengan lampu mati. Sekarang aku baru sadar kalau ternyata dia sangat tampan dan mempunyai tubuh yang seksi. Aaarrh ... rasanya aku ingin menyentuh perutnya yang kotak-kotak itu. Kenapa aku jadi mesum begini? Dasar gadis tidak tahu malu.
Aditya kembali memanggil wanita yang terlihat melamun menatap ke arah tubuhnya bagian atas. "Queen ... apa yang sedang kamu pikirkan?" ucap Aditya yang sudah berjalan mendekati sang istri.
Lamunan Queen seketika buyar saat melihat pria yang bertelanjang dada itu sudah berada tepat di hadapannya. Dengan sangat gugup ia bangkit dari kursinya, dan berniat pergi ke arah kamar mandi. Namun, karena jalannya dihalangi oleh pria yang masih berdiri di hadapannya, membuatnya berjalan ke arah kiri, dan hal yang sama dilakukan oleh Aditya.
Kemudian dirinya mulai berjalan ke arah kanan, dan pria di depannya juga berjalan ke arah kanan. Tentu saja hal itu membuatnya sangat kesal. "Apa-apaan sih, menyingkirlah! Aku mau pergi ke kamar mandi, kenapa kamu malah menghalangi jalanku?" rungut Queen yang sudah bersungut-sungut.
"Aku tidak tahu kenapa aku bisa menghalangi jalanmu, Queen. Padahal aku niatnya adalah ingin memberikan kamu jalan. Nah, silahkan Tuan putri!" ucap tangannya yang sudah membuat gerakan tangannya seolah memberikan jalan pada wanita cantik nan seksi itu dengan posisi badan setengah membungkuk.
Melihat perbuatan dari Aditya yang seolah membuatnya terlihat seperti seorang putri raja, membuat sudut bibir Queen melengkung ke atas begitu sudah melangkah menjauhi pria yang terlihat sangat seksi saat bertelanjang dada.
Kakinya yang jenjang sudah melangkah ke arah kamar mandi, dan mulai menutupnya. Dengan posisi membelakangi pintu dan menyandarkan tubuhnya, Queen langsung memegangi dadanya. Bisa dirasakannya saat ini jantungnya berdegup kencang saat mendapat perlakuan manis dari pria yang tidak normal itu.
__ADS_1
"Aditya benar-benar sangat menyebalkan! Aku jadi deg-degan begini karena sikapnya yang terlihat sangat romantis. Apa yang harus aku lakukan saat jantungku seperti mau keluar dari tempatnya. Memangnya dia mau bertanggung jawab? Seenaknya saja membuat perasaanku tidak menentu sepertinya."
Queen terlihat geleng-geleng kepala, dan langsung menuju ke arah wastafel untuk mencuci wajahnya. Dengan harapan bisa menormalkan perasaannya saat merasa sangat kebingungan dengan perasaannya pada pria yang terlihat sangat mempesona di matanya.
Setelah mencuci wajahnya hingga bersih, Queen menatap ke arah cermin dan mulai mengamati wajahnya di sana. Namun, terlihat sekelebat bayangan wajah Aditya yang sudah tersenyum ke arahnya di depan cermin.
Berkali-kali Queen mengerjapkan kedua matanya, seolah mengerti bahwa itu hanyalah sebuah ilusi. Hingga bayangan wajah tampan itu benar-benar hilang dari matanya.
"Astaga ... kenapa aku jadi seperti ini? Dimanakah bayangan dari my hot Daddy? Kenapa malah sekarang hanya bayangan Aditya yang tampak di hadapanku?"
Queen menggelengkan kepalanya. "Tidak ... tidak, aku tidak sedang jatuh cinta pada pria Gay itu. Sadar Queen, kamu adalah seorang wanita yang mempunyai kemampuan IQ tinggi. Jadi, kamu tidak boleh jatuh cinta pada seorang pria yang tidak normal. Karena masih banyak laki-laki di dunia ini yang normal."
"Akan tetapi, bukankah Aditya bisa sembuh? Apakah jika dia sembuh, aku bisa bersamanya? Dan juga, apakah Aditya juga bisa mencintaiku jika dia sudah kembali normal? Lebih baik hari ini aku mengajaknya ke rumah sakit untuk melakukan sesi konseling dengan Reni."
"Queen, cepatlah! Ayo kita sholat berjamaah!"
"Iya ... iya, aku keluar," sahut Queen yang agak sedikit berteriak." Kemudian ia mulai mengambil air wudhu. "Nggak sabaran banget sih. Tidak tahu apa, kalau aku sedang menata hatiku. Nggak merasa bersalah lagi, bikin kesel saja!"
Setelah mengusap lembut wajahnya dengan handuk kecil di tangannya, Queen buru-buru berjalan keluar dari kamar mandi. Karena ia tidak ingin membuat Aditya menunggunya terlalu lama. Dan bisa dilihatnya, pria tampan yang sudah memakai kemeja berwarna putih dengan celana panjang berwarna hitam, sedangkan kepalanya sudah memakai kopyah.
Ya ampun ... bahkan dia sangat tampan saat memakai apa saja di tubuhnya. Sadar Queen ... sadar, dia Gay. Kamu harus menyembuhkan kelainannya dulu. Baru kamu bisa mendapatkannya.
__ADS_1
"Aku tidak perlu ganti baju dulu kan?" tanya Queen dengan santainya, dan sudah menggelar sajadah dan mulai memakai mukena.
Sedangkan Aditya hanya geleng-geleng kepala, dan mulai bangkit dari posisinya yang daritadi duduk bersila di atas sajadah melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an saat menunggu sang istri membersihkan diri.
"Sudah siap istriku?" tanya Aditya dengan tatapan yang sangat sulit untuk diartikan.
"Jangan panggil aku seperti itu! Kamu hanya suami palsuku!" ucap Queen dengan bersungut-sungut untuk mencoba menyembunyikan kegugubannya.
"Baiklah Tuan putri."
Aditya tidak menunggu jawaban dari Queen karena ia mulai menghadap ke arah kiblat dan mulai menjadi imam untuk sang istri saat menunaikan kewajibannya menghadap pada pencipta-Nya.
Sedangkan Queen yang daritadi senyum-senyum sendiri setelah merasa berbunga-bunga karena dipanggil tuan putri oleh pria yang sudah mencuri hatinya.
Kemudian dirinya mulai dengan kusyuk melakukan sholat dengan mengikuti semua gerakan dari sang imam yang tak lain adalah suaminya sendiri.
Setelah beberapa menit kemudian, Aditya mengakhiri sholat dengan mengucapkan salam. Ritual rutinnya setelah selesai sholat adalah memohon ampunan pada Allah SWT, dan memanjatkan doa.
Queen yang sudah menengadahkan tangannya itu mulai mengaminkan doa dari pria yang lama-kelamaan membuatnya semakin merasa kagum pada sosok pria tampan yang berstatus sebagai suaminya itu.
Ya Allah ... semoga suamiku bisa segera sembuh dari kelainan yang dideritanya. Agar aku bisa menjalani kehidupan rumah tangga seperti layaknya pasangan suami istri yang normal. I love you Aditya Saputra, semoga kamu menjadi imamku di dunia dan juga di akhirat. Karena kamu adalah pria Sholeh yang menjadi idaman bagi setiap wanita. Termasuk menjadi pria idamanku.
__ADS_1
TBC ...