Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Aku akan selalu ada untukmu


__ADS_3

Perbuatan kasar dari Queen yang menghantam mobil, sontak membuat orang-orang di sekitarnya berjenggit kaget. Terutama Aditya yang merasa sangat terkejut dengan perbuatan dari sang istri yang sudah mengarahkan tangannya ke body mobil. Sontak saja ia langsung memeriksa telapak tangan dari wanita yang terlihat tengah dikuasai oleh amarah itu.


"Astaghfirullah ... Sayang, lihatlah telapak tanganmu sudah berubah merah seperti ini. Memangnya tidak sakit apa? Kamu ini seorang wanita, tapi kenapa kamu sangat kasar seperti ini, Sayang." Aditya mengusap lembut telapak tangan istrinya yang sudah berubah merah itu.


"Sakit ditanganku ini sama sekali tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan rasa sakit yang kurasakan di dalam hatiku saat melihat ketidakadilan menimpa Suamiku," ucap Queen yang sudah beralih menatap ke arah wanita yang berada di depannya. "Lebih baik Mama pergi dari sini dengan suka rela, atau aku menyuruh para pengawal untuk mengusir Mama."


Sontak Nayla Ratnasari langsung mengarahkan tangannya untuk memegang tangan Queen dan menampilkan wajahnya yang memelas. "Queen, tolong maafkan kesalahan Rey. Mama tahu kalau Rey sangat bersalah, tapi Mama tidak tega melihat masa depannya hancur gara-gara mendapatkan status mantan narapidana. Mama mohon Queen, anggap saja Rey adalah adikmu yang sedang salah jalan. Bukankah kita harus membantunya agar tidak salah langkah, agar sampai di tempat tujuan?"


Merasa percuma dengan permohonannya pada wanita yang masih menampilkan wajah datarnya, membuat Nayla beralih menatap ke arah putranya. "Tolong kamu bujuk istrimu Nak, agar mau mencabut tuntutannya. Kasihanilah adikmu yang sekarang terlihat sangat kurus berada di penjara."


Tentu saja menatap wajah penuh pengharapan dari wanita yang merupakan ibu kandungnya, membuat Aditya merasa sangat iba. Akan tetapi, ia tidak bisa melakukan apa-apa karena sudah berjanji pada istrinya yang dulu mengancamnya lebih memilih bercerai jika ia sampai menarik laporan yang telah diajukan keluarga Raharja.


Queen sama sekali tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Apalagi ia sama sekali tidak merasa iba pada wanita yang terlihat memohon kepadanya. Ia hanya melirik ke arah pria yang berada di sebelahnya dan mengarahkan dagunya ke depan. Seolah ingin memberikan sebuah kode agar suaminya mau menjawab permohonan dari mertuanya. Tentu saja karena ia sudah merasa sangat muak dan malas untuk mengeluarkan suaranya.


Karena ia sangat menyadari bahwa jika sampai ia berbicara, tentu saja dirinya tidak akan pernah bisa berhenti memaki habis-habisan wanita yang lebih tua darinya. Dengan alasan menghormati sang suami, Queen tidak berkomentar apa-apa dan menyerahkannya pada pria yang sangat dipercayainya.


"My hubbiy, aku serahkan semuanya padamu," ucap Queen yang langsung beranjak masuk ke dalam mobil tanpa berniat untuk menatap wajah mertuanya.


Aditya hanya menganggukkan kepalanya dan mulai menanggapi perkataan dari wanita yang merupakan ibu kandungnya. Tangannya meraih telapak tangan dari sang ibu. "Ibu, aku benar-benar merasa sangat bersyukur pada Allah SWT yang telah mempertemukan aku denganmu. Aku sangat bahagia Bu, ini sangat tulus dari dalam hatiku."

__ADS_1


"Ibu juga merasa seperti itu Nak, karena Ibu merasa sangat bahagia bisa melihatmu lagi. Ibu memang pernah berbuat kesalahan, karena itulah maafkan kesalahan Ibumu ini, Nak. Dan juga kesalahan dari adikmu. Ibu akan menasehatinya dan lebih keras padanya agar tidak lagi melakukan kesalahan. Adikmu melakukan itu karena sangat mencintai istrimu. Dia tidak akan pernah melakukan hal itu jika kamu tidak merebut Queen darinya. Maafkan Ibu Nak," ucap Nayla yang memegangi punggung tangan putranya.


Perkataan dari wanita yang telah melahirkannya itu bagaikan sebuah petir yang langsung menyambar dirinya. Aditya benar-benar merasa sangat terluka begitu mendengar perkataan dari Ibunya. Meski itu adalah kenyataannya, tapi dia berharap kalimat itu tidak keluar dari mulut wanita yang tak lain adalah ibunya sendiri.


Karena kalimat dari ibunya itu benar-benar membuatnya seperti seorang anak tiri saja. Dan akhirnya ia menyadari bahwa apa yang selama ini dikatakan oleh istrinya memang benar adanya, bahwa ibunya hanya menyayangi adiknya.


"Jadi seperti ini rasanya menjadi anak tiri dari ibu kandung sendiri? Ternyata rasanya lebih menyakitkan dari apa pun ya Allah. Maafkan hambamu jika lebih memilih menjadi anak durhaka yang tidak memenuhi keinginan dari ibu kandungku. Hamba hanya manusia biasa yang juga bisa merasakan kecewa, sakit hati dan terluka saat berada di posisi seperti tidak diinginkan oleh ibu kandungku sendiri," gumam Aditya.


"Ibu, maafkan anakmu ini yang tidak bisa menyetujui permintaan Ibu. Karena anakmu lebih memilih untuk mempertahankan rumah tangganya daripada memilih menuruti permintaan Ibu. Maafkan aku Bu," ucap Aditya seraya mengusap lembut punggung tangan wanita yang terlihat sangat kecewa mendengar keputusannya.


Tanpa menunggu jawaban dari ibunya, Aditya langsung berjalan masuk ke dalam mobil untuk menemui wanita yang sangat dicintainya. Hatinya saat ini terasa sangat sesak, bahkan jantungnya berdegup kencang karena merasa sangat terluka akibat mengetahui alasan di balik kedatangan sang ibu.


Ia ingin menghambur memeluk tubuh istrinya yang kemungkinan besar telah mengandung benihnya. Untuk meringankan segala beban yang membuncah di pikirannya.


"Aditya, kenapa kamu sangat kejam pada Ibu kandungmu dan adikmu sendiri Nak," teriak Nayla karena tidak bisa mendekati putranya.


"Lebih baik Nyonya segera pergi dari sini, karena Tuan dan Nona muda sama sekali tidak ingin berbicara dengan Anda!" ucap Dave yang baru saja tiba setelah mengusir beberapa awak media.


"Ayo, kita pergi dari sini!" Dave mengarahkan dagunya ke depan pada beberapa pengawal yang berada di depannya.

__ADS_1


"Baik Tuan Dave," ucap beberapa pengawal dengan serempak.


Dan mereka semua mulai berjalan ke arah mobil yang sudah terparkir rapi di tempatnya. Lalu, mobil pun berjalan meninggalkan wanita yang terlihat sangat frustasi karena tengah menjambak rambutnya.


Sedangkan mobil mewah yang membawa Aditya dan Queen sudah melaju terlebih dahulu di depan. Selama di dalam mobil, Aditya sama sekali tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


Sedangkan Queen yang mengerti dengan kebimbangan dari suaminya, langsung memeluk erat tubuh kekar pria yang terlihat menekuk wajahnya itu. "My hubbiy, itu adalah sebuah keputusan yang benar. Aku sangat mencintaimu dan tidak akan pernah meninggalkanmu sampai kapan pun seperti wanita jahat yang egois itu."


"Terima kasih Sayang," ucap Aditya yang berusaha menampilkan senyuman manisnya.


"Menangislah, jangan tersenyum!" ucap Queen pada suaminya.


"A-apa?" tanya Aditya dengan wajah terkejutnya.


"Aku sedang mengidam ingin melihat suamiku menangis," ucap Queen yang berpura-pura mengusap lembut perutnya yang datar.


"Kamu hanya sedang berpura-pura saja kan Sayang?" tanya Aditya dengan tatapan penuh curiga.


"Mana ada mengidam berpura-pura, cepat menangislah! Aku nggak mau anak aku ngences ya."

__ADS_1


"Aku ingin kamu meluapkan perasaanmu yang terluka, My hubbiy. Karena aku akan selalu ada untukmu di saat susah mau pun senang."


TBC ...


__ADS_2