Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Cintaku berawal dari selembar cek


__ADS_3

Qisya yang dari tadi sibuk memangku cucu bungsunya yang bernama Adhinata, mengarahkan tatapan tajam pada putrinya yang habis-habisan mengejek putra sulungnya yang telah memberikan 5 cucu untuknya. "Queen, jangan berkata begitu pada saudaramu. Mommy bahkan sangat bahagia karena Arthur mewujudkan impian Mommy yang dari dulu ingin memiliki banyak anak. Namun tidak bisa terwujud karena takdir. Jadi, berbahagialah kalian yang dianugerahi banyak anak."


"Bukan malah mengeluh atau pun menghina pasangan suami istri yang memiliki anak banyak. Atau kamu mau Mama jewer telingamu," ucap Qisya yang mengarahkan tangannya untuk membuat sebuah gerakan memutar seperti menjewer telinga.


"Ampun Mom, aku tadi cuma bercanda saja." Queen beralih menatap ke arah saudara beserta iparnya, "Maaf Brother dan Kakak ipar, jadi jangan tersinggung dengan perkataanku, oke! Karena aku pun sangat menyayangi 5 keponakanku yang ganteng dan cantik-cantik ini. Bahkan suara tawa mereka membuat suasana Mansion seolah hidup setelah sebelumnya terasa sangat sepi."


"Nah, begitu baru benar. Bukan tanpa alasan aku ingin memiliki banyak anak, bahkan kalian ikut merasakan kebahagiaan juga kan?" Arthur melirik ke arah wanita cantik yang sudah hampir 6 tahun dinikahinya. "Bukankah kamu juga merasa sangat bahagia memiliki Quint "A", Sayang?" tanya Arthur yang sudah mengarahkan tangannya untuk memeluk pinggang ramping sang istri seraya menatap ke arah Adhitama yang sudah tertidur dengan lelapnya. "Berikan pada baby sitter, biar putra kita ditidurkan di dalam kamar."


Salsabila menganggukkan kepalanya dan menatap ke arah 5 perawat anak-anaknya, "Tolong tidurkan putraku di kamar depan, Mbak." Bangkit berdiri dari sofa dan menyerahkan putra bungsunya pada salah satu perawat putranya. Kemudian kembali mendaratkan tubuhnya di sebelah sang suami yang menurutnya adalah pria paling tampan sedunia yang sangat dicintainya.


"Semua perkataanmu memanglah benar, Daddy Quint "A". Aku sangat bersyukur memiliki mereka, karena rumah tangga kita semakin lengkap kebahagiannya setelah memiliki 5 anak." Salsabila mengarahkan tangannya pada Alesha yang berada di pangkuan Queen, karena melihat iparnya tersebut seperti kesusahan bermain bersama 3 anaknya. "Kemarilah Sayang."


Melihat sang mommy memanggilnya, membuat Alesha beranjak turun dari pangkuan aunty-nya dan menghambur ke arah sang mommy seraya memberikan kotak coklat yang dipegangnya. "Mommy, mau coklat?"


Salsabila menggelengkan kepalanya, "Apa pesan Mommy?" Mengarahkan tatapannya pada Alesha, Arkha dan Arsha.


"Gosok gigi setelah makan ini," jawab 3 balita itu dengan serempak.


Dan jawaban 3 balita menggemaskan itu berhasil membuat para orang dewasa mengangkat jempolnya.


"Aah ... keponakan Aunty sangat pintar sekali. Aunty jadi semakin sayang kan jadinya," ucap Queen yang langsung mencium Arkha dan Arsha yang berada di kanan kirinya. "Kenapa kalian semua sangat menggemaskan sekali."


"Apakah kamu bulan ini sudah telat datang bulan, Queen?" tanya Salsabila yang merasa sangat penasaran dengan perkembangan dari adik iparnya tersebut. Dan di saat yang bersamaan, ia melihat Aditya yang berjalan semakin mendekat. Refleks ia langsung diam membisu karena menanyakan hal yang bersifat privasi.


Aditya yang baru saja tiba di ruang tamu, segera mendaratkan tubuhnya di sofa sebelah Queen setelah sebelumnya menggendong balita perempuan yang tak lain adalah Arsha dan memangkunya. Setelah sebelumnya tersenyum pada Arthur dan Salsabila. Ia sebenarnya ingin mengucapkan selamat datang, tapi menurutnya itu adalah sebuah hal yang sangat konyol saat mengucapkan hal itu pada saudara istrinya. Sehingga ia lebih memilih cari aman dengan hanya menyunggingkan senyumannya.


"Kalian sedang membahas apa?"


"Itu, tadi Kakak ipar menanyakan apakah aku sudah ...." Queen tidak bisa melanjutkan perkataannya karena suaranya dipotong oleh Salsabila.

__ADS_1


"Tidak jadi, Queen. Kamu tidak perlu menjawabnya," sahut Salsabila yang merasa sangat malu atas pertanyaan konyolnya di depan Aditya.


"Memangnya kenapa, Kakak ipar?" Queen mengerutkan keningnya seraya menatap dengan penuh sorot pertanyaan.


"Tidak apa-apa," ucap Salsabila dengan menggelengkan kepalanya.


"Padahal aku mau memberikan sebuah kabar gembira pada kalian semua," ucap Queen dengan wajah yang terlihat bercahaya karena penuh dengan binar kebahagiaan.


"Sepertinya aku sudah tahu," potong Arthur dengan tersenyum penuh seringai dan beralih menoleh ke arah mamanya. "Sepertinya sebentar lagi Mama akan menerima cucu baru."


"Benarkah itu, Queen?" tanya Qisya yang sudah terlihat sangat bahagia mendengar perkataan dari putra sulungnya. Tak lupa ia menatap menantunya, "Apakah istrimu sedang berbadan dua, Aditya?"


Refleks Aditya menganggukkan kepalanya, "Alhamdulillah Ma, yang dikatakan Brother memang benar. Sebentar lagi Mama akan punya 6 cucu," jawab Aditya dengan berbinar dan menoleh ke arah sang istri. "Aku pikir kamu sudah memberitahu Mama tadi, Sayang."


Queen terlihat sangat kesal pada Arthur yang malah mendahului perkataannya. Karena ia yang ingin mengatakan sendiri kabar kehamilannya pada sang mommy. "Brother benar-benar buat aku kesal ya! Padahal aku tadi ingin mengatakannya sendiri pada Mommy, tapi malah didahului. Menyebalkan, pantas saja Kakak ipar selalu memanggilmu bocah tengil karena Brother memang sangat usil dan membuat kesal."


"Tidak perlu membesar-besarkan masalah sepele ini, Sayang. Mengenai siapa yang memberitahukan kabar baik ini, itu tidak masalah. Sudah, jangan marah lagi. Ibu hamil tidak boleh sering marah, karena akan berdampak buruk pada anak kita nantinya." Aditya terlihat sangat lembut mengusap punggung tangan sang istri untuk meredakan kekesalannya.


"Iya, tadi kata daddy-mu ada beberapa masalah yang menimpa perusahaan tempat Aditya bekerja dulu. Karena itulah daddy-mu yang akan turun tangan sendiri untuk memimpin perusahaan itu dan dibantu oleh Dave nantinya, atas permintaan kalian bukan?" ucap Qisya untuk menjawab pertanyaan dari putrinya.


Dan di saat ia baru saja menutup mulutnya, suara bariton dari pria yang baru saja datang ke ruangan tamu tertangkap indera pendengarannya dan membuatnya langsung menoleh.


"Kalian semua pasti menungguku bukan?" ucap Abymana dengan wajah lelahnya yang sudah menghampiri sang istri dan mencium keningnya seraya menatap ke arah cucu bungsunya di gendongan wanita yang sudah 27 tahun dinikahinya. "Aku ingin mencium Adhinata juga, tapi aku harus mandi dulu agar tidak menularkan kuman pada cucuku."


"Panjang umur, baru juga diomongin tadi." Qisya memberikan kode pada baby sitter untuk menggendong cucunya. Karena ia harus melayani sang suami yang baru pulang kerja dan terlihat sangat lelah.


"Alhamdulillah, aku memang sangat berharap bisa panjang umur agar bisa melihat perkembangan cucu-cucuku," ucap Abymana dengan binar kebahagiaan.


Refleks Queen bangkit dari sofa setelah menurunkan Arkha. Kemudian langsung menghambur menghampiri sang daddy dan memeluknya. "Daddy, sebentar lagi cucumu jadi 6. Aku sangat bahagia, Daddy. Kalian berdua harus selalu sehat agar bisa melihat anak-anakku lahir di dunia ini."

__ADS_1


"Aamiin ya rabbal alamin," sahut Aditya seraya mengusap telapak tangannya ke wajahnya.


"Alhamdulillah," jawab Abymana yang mengusap lembut punggung putrinya. "Kalau begitu doakan Daddy dan Mommy agar panjang umur, Sayang."


"Insyaallah Daddy," ucap Queen dengan bola mata yang sudah berkaca-kaca.


"Wah ... ternyata nona arogan kini benar-benar sudah seperti seorang ustadzah saja. Sekarang bisa ngomong insyaallah, bukan lagi tentu saja. Aku ikut senang karena ternyata Aditya yang berasal dari planet lain ini telah sukses merubah sifat buruk dari istrinya yang sangat kasar dan arogan," ucap Arthur dengan terkekeh.


"Awas kamu, Brother." Queen melepaskan pelukannya pada sang daddy dan menghampiri saudara laki-lakinya untuk mencubit pahanya. "Jangan menyebut My hubbiy berasal dari planet lain, karena dia masih berasal dari bumi. Dan dia adalah seorang suami yang sangat luar biasa dan tidak ada duanya di dunia ini."


"Ciiee ... ciie ... yang sudah tergila-gila, padahal dulu awal-awal menolak mentah-mentah. Dasar nona arogan yang tidak tahu malu," ejek Arthur dengan terkekeh pada adik perempuannya yang baru saja mencubit pahanya. Dan berhasil membuatnya meringis kesakitan. Bahkan mungkin pahanya sudah berwarna kebiruan karena cubitan sangat kuat dari Queen.


"Biarin, itu namanya cintaku berawal dari penolakan," jawab Queen dengan terkekeh.


"Salah, Sayang!" bantah Aditya seraya menatap ke arah sang istri yang berdiri menjulang di depan Arthur.


"Salah? Lalu yang benar apa?" tanya Queen yang terlihat mengangkat kedua alisnya saat menoleh ke arah sang suami.


"Sepertinya yang benar adalah, cintaku berawal dari selembar cek 300 juta," sindir Aditya pada sang istri dan berhasil membuat wanita yang sangat dicintainya itu berjalan mendekat ke arahnya.


"Benar juga, My hubbiy. Kalau dipikir-pikir, aku memang sangat keterlaluan ya. Sekali lagi maafkan aku," ucap Queen dengan wajah penuh penyesalan.


"Aku sudah memaafkanmu," jawab Aditya dengan seulas senyuman.


Melihat interaksi dari putrinya bersama menantunya, membuat Abymana refleks melirik ke arah sang istri karena seolah melihat dirinya sendiri 27 tahun lalu saat pertama kali bertemu dengan sang istri. "Aku seperti mengalami Dejavu, Cinta."


"Itulah foto copy dirimu, Sayang," jawab Qisya dengan geleng-geleng kepala. "Hal buruk diturunkan kepada anak. Kekhawatiranku selama ini beralasan bukan? Semoga cucu kita tidak ada yang akan mengulangi kelakuan kakeknya."


"Aamiin," jawab Abymana seraya memeluk pinggang sang istri. "Maafkan aku dan I love you," bisiknya di telinga ibu dari 2 anaknya. Dan berhasil membuat merona wajah cantik yang masih terlihat seperti remaja.

__ADS_1


TBC ...


__ADS_2