Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Karena koneksi


__ADS_3

Aditya yang sama sekali tidak pernah menyangka akan mendengar perkataan dari pria yang merupakan Abang dari Queen bisa dengan mudahnya menyebutkan tentang obat perangsang, "Apaaaaaaaaa?!! Obat perangsang?!!"


"Astaghfirullah ... sebenarnya apa yang kamu pikirkan, hingga mempunyai ide seperti itu. Aku tidak akan pernah berbuat hal yang di larang agama, karena itu sama saja aku menipu dan berbuat dosa pada wanita yang aku nikahi. Lebih baik urungkan niatmu! Karena itu namanya dosa."


Begitu mendengar reaksi dari calon suami adiknya itu, membuat Arthur langsung menepuk jidatnya. Tentu saja di dalam hati, dirinya sudah sibuk mengumpat pria yang menurutnya sangat bodoh itu.


Astaga ... pria ini terlalu baik atau terlalu bodoh? Bukankah harusnya dia merasa senang saat aku bilang ingin memberi obat perangsang pada Queen? Bukankah dia bisa bercinta dengan wanita yang sudah sah dia nikahi? Tapi apa tadi jawabannya? Dia malah bilang itu dosa? Ya ampun, ternyata calon suami adikku benar-benar berasal dari planet lain. Astaga ... bagaimana caranya aku menjelaskan semuanya padanya?


"Jadi kamu menolak rencanaku? Dan tidak akan pernah mau memberi nafkah batin untuk istrimu sendiri? Bukankah itu malah lebih berdosa lagi?"


Aditya menggelengkan kepalanya, "Justru lebih berdosa lagi jika aku memaksa seorang istri untuk melayaniku. Syariat Islam menuntun bahwa hubungan intim antara suami dengan istri harus di lakukan dengan keintiman dan cinta. Karena Allah SWT berkata di dalam Al-Qur'an, "Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dan dengan cara yang kamu sukai. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman." (QS Al-Baqarah:223)


"Akan tetapi, setahuku seorang Istri yang menolak suami untuk bercinta, bukankah Allah akan marah? Bukankah nanti Adikku yang malah akan berdosa padamu dan di laknat Allah?" bantah Arthur pada Aditya.


"Itu memang benar, tapi itu terjadi jika aku yang menginginkannya. Seperti yang di jelaskan dalam (Muttafaq A'laih dari hadits Abu Hurairah) yang berbunyi, "Bila seorang suami menanggil istrinya ke ranjang lalu tidak di turuti, hingga sang suami tidur dalam keadaan marah kepadanya niscaya para malaikat melaknati dirinya sampai Subuh."

__ADS_1


"Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan Nya, tidak seorang suami pun yang mengajak istrinya ke ranjang lalu sang istri enggan memenuhi panggilannya melainkan yang di atas langit (Allah Ta'ala) marah kepadanya sampai suaminya ridha kepadanya," (HR.Muslim)"


"Karena itulah aku tidak akan meminta hakku untuk melindungi istriku dari dosa. Dengan memberikan obat perangsang pada wanita yang sama sekali tidak menginginkan berhubungan intim, itu sama saja aku telah melakukan pemerkosaan. Dan hal yang paling fatal adalah, Queen akan selamanya membenciku. Jadi, aku minta maaf padamu, karena aku tidak akan menuruti idemu itu."


Arthur daritadi memijat pelipisnya, menurutnya berbicara dengan pria di depannya itu membutuhkan ekstra kesabaran. Yang ada, dirinya benar-benar merasa pusing karena tidak berhasil membujuk calon suami dari adiknya itu, "Jadi, kamu tidak akan pernah mau bercinta jika adikku tidak mau?"


Aditya langsung menganggukkan kepalanya, "Insya Allah aku tidak akan pernah memaksa Queen untuk melayaniku, karena aku akan memberinya nafkah batin saat dirinya siap dan mau menyerahkan dirinya seutuhnya padaku."


"Baiklah ... baiklah, terserah padamu saja! Lagipula itu adalah urusanmu, kenapa malah aku yang pusing memikirkannya. Astaga ... memikirkan pasangan aneh seperti kalian benar-benar membuatku merasa stres saja. Kalau memang kamu memegang prinsipmu itu, mungkin kamu selamanya tidak akan pernah bisa menyentuh adikku."


Aditya menggelengkan kepalanya, "Insya Allah suatu saat nanti Queen akan melihat kebaikan dan ketulusan dariku, dan lama kelamaan kerasnya hatinya akan mulai luluh oleh perasaan tulus yang aku miliki untuknya."


"Ternyata inilah alasan Papa sangat menyukaimu dan mendukungmu untuk menjadi menantunya. Dulu ada satu orang yang di sukai oleh orang tuaku dan mereka ingin menikahkannya dengan Queen, tapi untungnya dia menikah dengan sepupuku. Karena aku sangat tidak setuju jika Queen menikah dengannya, aku lebih menyukaimu."


"Kamu lebih cocok menjadi suami adikku, bukan karena dia adalah adikku, sehingga aku memujinya. Akan tetapi, karena adikku sangatlah suci. Karena dia belum pernah sekalipun berpacaran dengan seorang laki-laki, dan kamu tahu artinya bukan? Itu berarti dia sama sekali belum pernah bersentuhan dengan pria, apalagi berciuman. Sepertinya itu pun sama denganmu. Karena setiap orang akan mendapatkan jodoh sesuai dengan dirinya."

__ADS_1


"Karena adikku sangat baik dan suci, maka dia juga mendapatkan seorang suami sepertimu yang merupakan pria lugu dan Sholeh. Seperti hukum alam, kita akan menuai apa yang kita tanam."


"Aditya menyunggingkan senyumannya begitu mendengar kalimat bernada pujian dari calon kakak iparnya tersebut, "Alhamdulillah, semoga aku dan Queen kelak bisa membina hubungan rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah. Aku sangat berterima kasih pada keluarga Raharja, karena mempercayaiku dan mempercayakan Nona muda Queen pada pria miskin yang sama sekali tidak mempunyai apa-apa ini."


"Insya Allah aku akan menjaga amanat ini sebaik-baiknya, dan tidak akan mengecewakan Tuan Abymana dan Nyonya Qisya. Dan aku membutuhkan doa dari kalian, agar ke depannya bisa membuat Queen menjadi wanita yang lebih lembut layaknya seorang wanita pada umumnya."


"Akan tetapi, apa aku boleh bertanya? Maksudku tentang alasan darimu kenapa tidak menyukai laki-laki yang di sukai oleh Tuan dan Nyonya?" tanya Aditya pada pria yang sudah berubah masam mendengar pertanyaannya.


"Karena pria itu adalah mantan kekasih dari istriku dulu saat SMA, karena itulah aku sangat tidak menyukainya jika tinggal bersama dengan pria yang mungkin akan melirik istriku. Lagipula Queen pun sama sekali tidak tertarik padanya, karena katanya pria itu terlalu tampan. Meskipun sebenarnya itu hanya alasannya saja, karena dia masih tetap mengharapkan Hot Daddy nya itu."


"Oh ya, aku mau bilang hal penting padamu. Setelah kalian resmi menikah, kalian tinggal di Mansion dan kamu akan bekerja di perusahaan Raharja. Aku sudah menyiapkan posisi yang penting untukmu, aku pun sudah mengurus semuanya. Atasanmu sudah tahu kalau kamu akan bekerja di perusahaan Raharja, jadi kamu tidak perlu bekerja lagi di sana."


Aditya tentu saja merasa sangat terkejut begitu mendengar hal yang sama sekali tidak ada di pikirannya, yakni bisa bekerja di perusahaan besar Raharja yang sangat terkenal itu.


"A-apa? Aku akan bekerja di perusahaan Raharja? Apa ini tidak berlebihan? Apa orang-orang tidak akan berpikir macam-macam mengenai aku? Mereka semua pasti berpikir aku bekerja karena koneksi."

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2