Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Dasar pria berengsek!


__ADS_3

Queen tidak berkedip menatap kertas putih yang saat ini berada di tangannya dan membaca kata demi kata yang tertulis di sana. Tentu saja kertas dengan tinta hitam itu adalah sebuah penentu untuk masa depannya. Dan menurutnya, itu adalah takdir buruk kisah cintanya yang sebentar lagi akan benar-benar berakhir.


Tanpa bisa ditahannya, lagi-lagi bulir bening lolos dari bola matanya dan jatuh menetes ke atas kertas putih itu. Meski tidak mengeluarkan sebuah isakan, Queen masih diam membisu saat menundukkan kepalanya.


Sedangkan Reynaldi yang dari tadi berada di depan Queen, tidak berhenti menatap ke arah wanita yang sangat membuatnya tertarik itu. Tentu saja bisa dilihatnya bahwa Queen meneteskan air mata. Refleks tangannya berniat untuk mengusap air mata di wajah sang nona muda.


Namun, wanita yang sangat ingin di nikahinya itu langsung mundur ke belakang beberapa langkah menjauhinya.


Queen yang bisa melihat arah pergerakan tangan dari Reynaldi yang hendak menyentuhnya, refleks langsung mengarahkan tatapan membunuhnya setelah mundur beberapa langkah untuk menghindari pria yang sangat dibencinya itu.


"Jangan pernah berani menyentuhku Rey! Aku masih berstatus sebagai istri Abangmu!"


"Sudah kubilang dia bukan saudaraku!" sarkas Reynaldi dengan sangat kesal. "Jangan pernah mengatakan dia adalah saudaraku, karena aku adalah anak tunggal."


"Kamu memang manusia tidak punya hati Rey!" ucap Queen dengan tatapan penuh kebencian.


Reynaldi hanya tertawa terbahak-bahak mendengar kalimat bernada hinaan dari Queen. Kemudian dirinya mulai mengeluarkan suaranya. "Aku berniat baik ingin menghiburmu, tapi kamu malah marah. Ya sudah kalau begitu, cepat tanda tangani itu! Apa kamu ingin membuang waktu dengan membahas hal tidak penting ini?"


"Aku tidak membawa bolpoin, nanti saja aku tanda tangan. Aku janji akan menandatangani ini, lebih baik kamu segera masuk ke dalam dan melakukan transfusi darah. Aku tidak akan mengingkari janjiku." Queen mencoba bernegosiasi agar pria di depannya segera menyelamatkan suaminya.


"Mungkin aku bisa mengulur waktu tidak menandatangani surat perjanjian ini. Aku tidak sanggup Tuhan, karena berpisah dari suamiku mungkin akan membuatku mati. Apakah lebih baik aku mati saja daripada aku harus menikah dengan pria bejat ini," gumam Queen.

__ADS_1


"Aku bukan orang yang bodoh Nona muda!" Reynaldi mengarahkan tangannya untuk merogoh saku jasnya dan memberikan bolpoin yang baru saja diambilnya. "Nah, tanda tangani surat perjanjian ini sekarang! Aku tidak ingin kamu menipuku, karena aku tahu kamu adalah seorang nona muda yang sangat jenius.


"Aku bukanlah seorang penipu Rey!" Karena merasa sangat kesal, Queen mulai menandatangani surat perjanjian itu dan menyerahkannya pada Reynaldi. "Apa kamu puas sekarang? Cepat selamatkan kakakmu! Meski aku sudah menandatangani surat perjanjian ini, itu tidak akan mengubah hatiku yang sangat mencintai Abangmu, Rey."


"Aku tidak butuh hatimu Nona muda Queen," jawab Rey yang sudah melipat kertas putih itu dan memasukkannya ke dalam saku jasnya.


"Lalu?" Queen yang tidak memahami perkataan dari Reynaldi langsung menanyakan pertanyaannya. "Apa yang kamu harapkan dengan pernikahan tanpa cinta ini Rey?"


"Paling tidak aku bisa menikmati tubuhmu Nona muda." Reynaldi mengamati penampilan Queen mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala. "Akan tetapi, untuk saat ini aku tidak bernafsu setelah melihat penampilanmu yang sekarang!"


"Berengsek!" Queen mengangkat tangannya berniat untuk menampar wajah pria yang sudah berbicara tidak sopan padanya. Namun, suara dari Reynaldi seketika membuatnya tidak berkutik dan hanya bisa diam tanpa melakukan apa-apa. Hingga tangannya masih menggantung di udara.


"Apa kamu ingin pria miskin itu mati?" hardik Reynaldi dan tersenyum smirk. "Jika kamu sampai berani menamparku, aku tidak akan mendonorkan darahku!"


Merasa frustasi, Queen langsung menghempaskan tangannya dan mulai berusaha untuk menahan amarahnya. "Aku tidak akan menyentuhmu Rey. Cepat masuk ke dalam, para dokter sudah menunggumu! Aku mohon."


"Aku lebih suka kamu menyentuhku saat nanti kita berada di dalam kamar Nona muda. Pasti kamu sangat luar biasa saat berada di atas tubuhku," gelak Reynaldi dengan tatapan penuh nafsu saat melihat tubuh seksi Queen.


"Kamu benar-benar pria berengsek!" umpat Queen dengan tatapan mata penuh kilatan amarah.


"Aku akan bunuh diri jika sampai dia menyentuhku. Lebih baik aku mati daripada harus menyerahkan hidupku pada pria brengsek sepertinya. Reynaldi benar-benar sangat menjijikkan. Sangat berbeda dengan My hubbiy yang sangat luar biasa. Rasanya di dunia ini tidak ada yang bisa mengalahkan kebaikan suamiku. My hubbiy, cepatlah bangun, aku sangat membutuhkanmu."

__ADS_1


"Aku memang berengsek, tapi aku akan menjadi suamimu setelah kamu bercerai dengan pria miskin itu!" Tanpa menunggu jawaban dari perkataannya, Reynaldi mulai berjalan masuk ke arah ruang operasi. Namun, baru saja dirinya berjalan beberapa langkah, indera pendengarannya menangkap suara derap langkah kaki yang berjalan semakin mendekat.


Refleks dirinya menoleh ke arah sumber suara dan melihat para pengawal berseragam hitam tengah berjalan mendekat dengan seorang perempuan muda dengan rambut panjang di bawah bahu, serta memiliki wajah yang sangat manis dan imut.


Reynaldi menatap penampilan gadis yang menurutnya sangat membuatnya tertarik itu mulai dari ujung kaki hingga kepala. Gadis bermata bulat dengan alis tipis kecoklatan dilengkapi bulu mata lentik itu terlihat mempesona saat tersenyum.


Dan membuat jiwa playboy nya seketika merasa penasaran dengan siapa sosok gadis dengan hidung mancung dan bibir tipis itu.


"Siapa dia? Kenapa dia datang bersama para pegawal? Dia sangat cantik dan terlihat masih muda. Mungkin umurnya sekitar 20 ke bawah," batin Reynaldi.


Queen yang tadinya melihat Reynaldi, mengikuti arah pandang dari pria yang sangat dibencinya itu. Tentu saja dirinya tahu bahwa sang playboy itu tengah mengamati penampilan gadis yang berjalan bersama para pegawalnya.


"Dasar pria sialan, dia pasti saat ini sedang berpikir mesum pada gadis itu. Pria sepertinya tidak mungkin bisa berubah. Rey benar-benar berengsek!"


Queen yang merasa sangat kesal melihat Reynaldi, langsung menanyakan pada pengawalnya yang baru saja datang bersama seorang gadis tak dikenal.


"Kenapa kalian semua membuat gaduh dengan suara derap langkah kaki kalian! Dan siapa dia? Kenapa kalian membawa seorang gadis ke sini?"


"Maafkan mereka karena sedang mengejar waktu Nona muda," ucap salah satu pengawal kepercayaan Queen. "Saya lah yang menyuruh mereka segera datang dan berhenti melakukan pencarian. Karena beberapa menit yang lalu Tuan muda Arthur menghubungi saya dan memberitahu tentang ...."


"Brother menghubungimu?" sela Queen yang merasa tidak sabar dengan cerita dari pengawalnya.

__ADS_1


"Iya Nona muda. Tuan Arthur tadi menelfon dan mengatakan tentang ...."


TBC ...


__ADS_2