Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Surat perjanjian


__ADS_3

Queen yang saat ini berada di depan ruangan kamar perawatan Ayah dari Aditya, terlihat sesekali mengepalkan kedua tangannya. Rasa amarah yang memuncak tengah di rasakan olehnya saat mendapat penolakan dari pria paruh baya yang membuatnya seolah telah jatuh harga dirinya.


"Pria tua miskin itu benar-benar sangat tidak tahu diri sekali. Ayah Aditya mungkin belum pernah makan bangku sekolah dulu, karena itulah dia menolakku menjadi menantunya. Astaga ... kenyataan ini benar-benar sungguh sangat di luar dugaan, karena sama sekali tidak pernah terpikirkan olehku bahwa aku akan di tolak mentah-mentah oleh pria tua miskin itu. Orang miskin tidak tahu diri itu sepertinya perlu di beri pelajaran."


"Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mungkin akan merendahkan martabatku dengan memohon pada pria tua itu, agar mau menerimaku menjadi menantunya. Ciih ... aku tidak sudi!!"


Dengan perasaan kesal, Queen berjalan bolak-balik untuk memecahkan masalah yang saat ini di hadapinya, langkah kakinya terhenti seketika saat mendapatkan sebuah ide, seolah di kepalanya saat ini terlihat ada bola lampu yang sedang menyala, "Bukankah yang memaksaku untuk segera menikah adalah Daddy?"


"Jadi lebih baik aku menghubungi Daddy saja, karena Daddy yang pertama membuat masalah, jadi harus Daddy juga yang menyelesaikan masalah yang di buatnya," meraih ponsel pintar keluaran terbaru yang baru beberapa hari yang lalu di belinya, dan mencari daftar kontak dari sang Daddy.


Sementara itu di dalam ruangan kamar perawatan, Aditya kini sedang berusaha keras untuk merubah keputusan sang Ayah yang masih keras kepala, tidak mau merestui pernikahannya dengan Nona muda darj keluarga Raharja tersebut. Netra dengan silinder hitam yang terlihat sangat indah itu mulai mengeluarkan suaranya, "Yah, aku mohon restui pernikahan kami!"


"Bahkan semu persiapannya sudah di atur oleh calon mertuaku, tidak mungkin putramu menjadi anak yang munafik karena mengingkari janjinya? Keluarga Raharja sangat baik, tidak seperti yang ada di pikiran Ayah selama ini. Ketakutan Ayah terlalu berlebihan dan juga tidak berdasar."


Pria paruh baya yang sedang terbaring lemah di ranjang tersebut menggelengkan kepalanya, dan menatap putranya dengan tatapan penuh dengan sorot kekhawatiran, "Ini sama sekali tidak berlebihan putraku, ini semua Ayah lakukan demi kebaikanmu."


"Di dunia ini tidak ada orang tua yang akan menjerumuskan anaknya, jadi turuti perintah Ayah, Nak!! Kamu dan wanita itu jauh berbeda, kalian banyak memiliki perbedaan. Dan perbedaan itulah yang akan meruntuhkan rumah tangga kalian nantinya, dan akhirnya kalian nanti akan sering mengalami cek-cok dan akhirnya bercerai."


"Astaghfirullah Yah, kenapa Ayah bisa berpikir sejauh itu? Bahkan kami menikah saja belum, tapi Ayah sudah mendoakan kami bercerai. Bukankah perkataan yang keluar dari mulut kita adalah sebuah doa? Jadi aku harap Ayah mengatakan hal-hal yang baik-baik saja, dan mendoakan putramu agar menjadi keluarga yang Sakinah mawadah warahmah."


"Dengarkanlah apa perkataan Ayah Nak, ini semua demi kebaikanmu. Ayah tidak ingin kamu mengalami hal yang sama seperti yang pernah A ...."

__ADS_1


Boby Syaputra tidak melanjutkan perkataannya, karena dirinya belum ingin mengungkapkan kebenaran dari masa lalunya dan juga putranya.


Lebih baik kamu tidak tahu akan masa lalu Ayah dan juga ibu kandungmu, putraku, gumam Boby Syaputra.


Aditya menautkan kedua alisnya, dan menatap sang Ayah dengan sorot mata penuh pertanyaan. "Kenapa berhenti Yah? Maksud Ayah mengalami hal yang sama seperti yang pernah A ... A apa itu maksudnya? Jelaskan yang lebih detail padaku Yah! Sebenarnya apa alasan Ayah menentang keras pernikahan kami?"


"Jika yang menjadi ketakutan Ayah adalah tentang status sosial atau yang orang-orang sebut itu kasta, Ayah tidak perlu mengkhawatirkannya! Karena aku akan mempertemukan Ayah dengan keluarga Raharja yang amat sangat baik. Ayah pasti bisa menilainya sendiri nanti saat bertemu dengan mereka."


"Aku keluar dulu, untuk menemui calon istriku. Aku akan menyuruhnya untuk menghubungi kedua orang tuanya untuk datang kesini menemui Ayah," berjalan ke arah pintu keluar. Namun belum sampai ke pintu keluar, netra pekatnya kini bersibobrok dengan netra kecoklatan milik wanita yang akan di temuinya.


"Aku baru saja mau menemuimu Queen, tapi ternyata kamu sudah masuk," beralih menatap ke arah pasangan suami istri yang baru saja masuk ke dalam ruangan, "Tuan dan Nyonya datang juga?"


Aditya menatap ke arah sang Ayah, "Yah, ini adalah Tuan Abymana dan Nyonya Qisya yang merupakan orang tua dari wanita yang akan aku nikahi."


Queen yang daritadi memasang wajah masam karena efek masih kesal pada pria paruh baya tersebut, ia sama sekali tidak mengeluarkan sepatah katapun untuk menjawab perkataan dari Aditya.


Sedangkan hal serupa juga di tunjukkan oleh Boby Syaputra, yang merasa sangat tidak suka bertemu dengan konglomerat yang selalu di anggapnya suka membedakan kasta.


Karena tidak mendapatkan sambutan yang baik dari calon besannya, membuat Abymana mengerti apa yang saat ini tengah di pikirkan oleh pria paruh baya tersebut, tanpa membuang waktu lagi, ia mengulurkan tangannya, "Abymana, Ayah dari Queen."


Sebenarnya Boby sama sekali tidak ingin membalas uluran tangan itu, namun tatapan penuh permohonan dari putranya, membuatnya terpaksa menyambut uluran tangan itu, "Aku Ayahnya pria miskin yang Anda incar untuk menjadi menantu."

__ADS_1


Aditya refleks memegang lengan sang Ayah, "Astaghfirullah Ayah, jangan bersikap kekanak-kanakan seperti ini. Itu benar-benar sangat tidak sopan Yah!"


Abymana langsung mengarahkan tangannya untuk menepuk pundak Aditya, "Tidak masalah Aditya," beralih menatap ke arah pria yang terbaring tersebut, "Apakah Anda tidak mau menerima putri saya karena status sosial kita yang berbeda? Jika memang demikian, Anda tidak perlu merasa khawatir, karena keluarga Raharja sama sekali tidak mempermasalahkan tentang masalah perbedaan status sosial."


"Karena kita sama di mata sang Maha Kuasa, jadi Anda tidak perlu merasa khawatir! Saya bisa menjamin bahwa putra Anda akan hidup bahagia bersama dengan putri saya."


Boby Syaputra refleks menggelengkan kepalanya, "Itu semua hanya bohong! Karena semua orang-orang kaya sama saja, selalu menganggap orang miskin seperti kami sebagai alas kaki saja. Aku sudah sangat hafal dengan perangai orang-orang kaya seperti kalian."


"Aku tidak ingin putraku mendapatkan sebuah penghinaan dan setelah itu langsung di usir keluar seperti seorang pengemis yang datang meminta-minta, dan berakhir bercerai. Aku tidak akan membiarkan putraku satu-satunya menderita, hidup di antara keluarga kaya raya."


"Itu tidak akan pernah terjadi, saya berjanji pada Anda! Jika Anda masih tidak mempercayai perkataan saya, maka saya akan menyuruh orang untuk membuat sebuah surat perjanjian."


"Surat perjanjian? Maksudnya surat perjanjian apa?" tanya Boby Syaputra dengan kening yang mengernyit.


"Jika Aditya mendapatkan penghinaan di keluarga kami, dan sampai bercerai dengan putriku, maka perusahaan Raharja Group akan menjadi milik putra Anda!"


Sontak saja perkataan dari Abymana tersebut, membuat semua orang sama-sama membulatkan kedua matanya. Dan yang paling histeris menanggapinya adalah Queen, yang saat ini langsung berteriak kepada sang Daddy.


"Apa Dad, Daddy akan menyerahkan Perusahaan Raharja Group jika kami benar-benar bercerai? Apa Daddy sudah gila?!!"


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2