Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Ujian cinta.


__ADS_3

Suara para saksi dan semua orang yang berada di ruangan itu yang menyatakan bahwa akad Ijab Qabul itu telah sah, langsung dibenarkan oleh pak penghulu yang memimpin acara akad nikah itu.


"Alhamdulillah, Tuan Aditya bisa mengucapkan akad Qabul dengan lancar dan tegas dan sah menurut agama."


Sontak semua orang yang berada di ruangan tersebut langsung mengucap kalimat syukurnya.


"Alhamdulillah."


Begitupun juga dengan Aditya yang sebenarnya tadi jauh di lubuk hatinya merasa sangat deg-degan dengan momen sakral itu, namun dirinya mencoba untuk menenangkan perasaannya dengan fokus melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an tadi.


Alhamdulillah ya Allah, akhirnya aku bisa mengucapkan akad nikah dengan baik. Dan sekarang aku sudah berstatus sebagai suami dari seorang nona muda Queen. Semoga aku bisa menjadi seorang imam yang mampu mengubah sifat arogan dari istriku.


Abymana bangkit berdiri untuk memberikan tempat bagi putrinya agar berpindah ke sebelah Aditya yang sudah resmi menjadi suami putrinya, "Sayang, sekarang cium tangan suamimu!"


Queen merasa sangat kikuk begitu mendengar perintah dari sang Daddy, tentu saja dirinya sama sekali merasa sangat aneh untuk melakukan perintah itu. Namun karena tidak ada pilihan lain, sehingga membuat Queen menuruti perintah dari sang Daddy untuk mencium punggung tangan dari Aditya.


Sontak semua orang yang melihat momen manis itu langsung bersorak, terutama Arthur, "Ayo Aditya cium, sekarang kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri. Sudah muhrim dan dijamin seratus persen halal."


Aditya yang mendengar kalimat bernada godaan dari abang iparnya tersebut hanya tersenyum tipis, dan sama sekali tidak menanggapi perkataan itu. Karena ia tahu bahwa Queen tidak akan bersedia jika dirinya menyentuhnya, apalagi sampai menciumnya.


"Mungkin kemesraan suami istri tidak perlu diumbar di depan banyak orang, lagipula pasti Queen juga merasa malu. Bukankah begitu Queen?"


Queen yang daritadi menatap kesal ke arah saudaranya yang berada tak jauh dari tempatnya duduk, langsung menolehkan kepalanya untuk melihat ke arah Aditya. Dan ia pun langsung menjawab pertanyaan dari Aditya yang sudah mau membelanya. Dengan senyum mengembang yang penuh dengan kepura-puraan, Queen mulai menjawab pertanyaan dari pria yang masih menatap ke arahnya.


"Iya Sayang, aku tidak mau mengumbar kemesraan kita di depan orang lain. Karena aku pun tahu bahwa kamu juga tidak akan pernah melakukannya di depan umum bukan? Karena suamiku benar-benar seorang laki-laki yang sangat luar biasa."


Pak penghulu itu tersenyum melihat tingkah pasangan pengantin baru yang terlihat malu-malu itu, "Iya tidak masalah Tuan Aditya dan juga Nona muda Queen, itu malah akan lebih baik. Kalau begitu Tuan Aditya bisa menyematkan cincin kawin pada sang istri, dan begitupun juga dengan sebaliknya. Setelah itu langsung menandatangani buku nikah!"


"Baik Pak," ucap Aditya yang sudah membuka kotak cincin berwarna merah di depannya. Kemudian ia mulai memasangkan cincin kawin ke jari manis Queen seraya bergumam di dalam hatinya.


Cincin ini adalah sebuah pengikat dariku Queen, semoga selamanya kamu tidak akan pernah melepaskannya. Karena aku berharap kita akan selamanya hidup bersama dengan berbahagia dalam ikatan suci pernikahan ini.


Queen pun mulai melakukan hal yang serupa dengan meraih cincin kawin tersebut, lalu memasangkannya di jari manis Aditya.


Seandainya saja yang aku pasangkan cincin ini adalah My Hot Daddy Azriel, mungkin perasaanku tidak sedatar ini. Aku pasti akan menangis terharu karena saking bahagianya. Akan tetapi, sekarang aku tidak merasakan apa-apa saat menikah.


Setelah selesai melakukan ritual tukar cincin kawin, Aditya dan Queen pun mulai membubuhkan tandatangan pada buku nikah tersebut.


Dan semua proses momen dari ritual akad nikah tersebut diabadikan oleh fotografer terkenal yang khusus untuk mengambil gambar pasangan suami istri tersebut. Begitupun juga seperti saat ini, sang fotografer langsung memotret momen saat sang pengantin baru mulai menunjukkan buku nikahnya.


"Senyum Queen!" ucap sang mama pada putri kesayangannya.

__ADS_1


Awalnya Queen hanya terlihat datar saat menunjukkan buku nikahnya di depan kamera, namun karena suara dari wanita yang saat ini tengah menatapnya dengan tatapan penuh dengan perintah, membuatnya menuruti perintah dari sang mama. Akhirnya dirinya mulai menampilkan senyumnya saat berdiri di sebelah Aditya menunjukkan buku nikahnya.


Setelah Aditya dan Queen kembali duduk di kursinya, pak penghulu pun langsung memimpin doa untuk mendoakan pasangan pengantin baru yang baru sah tersebut. Sedangkan semua orang langsung mengaminkan doa dari pak penghulu. Suasana khidmat itu membuat beberapa orang-orang yang berada di ruangan tersebut meneteskan air mata saat mengaminkan doa untuk pasangan suami istri tersebut.


Sedangkan Queen yang sudah berpindah tempat ke sebelah Aditya, terlihat ikut mengaminkan dengan posisi kedua tangan yang sudah menengadah ke atas. Tentu saja hanya dirinya yang merasa biasa karena menganggap bahwa pernikahan itu hanyalah sebuah sandiwara.


'Kenapa semua orang terlihat sangat berlebihan sekali? Mommy, daddy, brother dan istrinya terlihat berkaca-kaca. Padahal aku yang menjalani ini biasa saja, karena memang ini hanyalah sebuah sandiwara saja. Beberapa bulan lagi juga aku akan bercerai dengan Aditya. Lalu apa reaksi mereka akan sama seperti hari ini?'


'Apakah mommy juga akan menangis seperti itu saat aku bercerai nanti? Lalu tanggapan *d*addy dan brother bagaimana ya? Apakah mereka akan marah padaku? Aaaaaaarrrh ... lebih baik aku pikir nanti saja, karena untuk sekarang satu masalahku sudah selesai. Aku sudah tidak akan merasa pusing lagi dengan masalah perjodohan dengan Reynaldi,' gumam Queen.


Setelah ritual doa selesai, pak penghulu tersebut mulai mengeluarkan sedikit petuahnya untuk pasangan suami istri yang sudah sah di mata agama dan negara itu. Tentu saja untuk memberikan sebuah pengertian tentang arti hidup berumah tangga.


Aditya terlihat sangat serius mendengarkan petuah dari pria berusia paruh baya tersebut, tentu saja dirinya ingin menyerap pengetahuan sebanyak-banyaknya tentang perihal hidup berumah tangga. Agar dirinya bisa menjadi seorang pemimpin keluarga yang baik dan tidak salah dalam mengambil keputusan.


Tentu saja respon Queen berbanding terbalik dengan Aditya, karena dirinya sudah merasa sangat bosan dengan acara yang menurutnya sangat membosankan dan tidak selesai-selesai.


*Astaga ... lama banget sih acaranya nggak selesai-selesai! Aku sudah sangat bosan, apalagi mendengar ceramah dari pria tua ini. Sangat membosankan sekali rasanya, aku pun sangat risih dengan memakai kebaya dan juga sanggul di rambutku ini. Mana gerah banget lagi, padahal di ruangan ini sudah ada AC. Akan tetapi, kenapa aku sangat gerah? Apa karena suasana hatiku yang sedang tidak baik ini, sehingga membuatku menjadi panas.


Aku ingin segera melihat ponselku! Kira-kira My hot daddy sudah membaca pesanku atau belum ya? Jika sudah, dia akan membalas apa? Apakah dia akan menyesal karena menolakku? Ataukah dia malah akan mengucapkan selamat atas pernikahanku*?


Akhirnya yang ditunggu-tunggu oleh Queen datang juga, karena pak penghulu mulai menutup acara akad nikah dengan mengucapkan salam. Dan mulai berpamitan pada semua orang untuk undur diri, karena akan menikahkan pasangan yang lain.


"Kalau begitu saya permisi Tuan Abymana, karena ada dua pasangan lain yang harus saya nikahkan hari ini!"


"Sama-sama Tuan Abymana, semoga rumah tangga putri Anda diberi limpahan rahmat dan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Menantu Anda sungguh sangat luar biasa, saya bisa melihatnya begitu pertama kali melihatnya dan juga saya bisa menilainya dari tutur katanya. Aditya Syaputra adalah sosok pria Sholeh yang bisa membawa seorang istri menuju kebaikan.


Saya permisi Tuan Abymana."


"Terima kasih Pak," ucap Abymana seraya menatap ke arah penghulu dan satu orang yang berjalan di sampingnya. Lalu dirinya mulai berjalan masuk ke dalam ruangan kamar VVIP tersebut untuk menemui keluarganya. Dan dilihatnya sang istri sudah terisak seraya memeluk erat putrinya.


Queen yang daritadi tidak berhenti mendapatkan ucapan selamat dari kakak kandung sang Mommy, brother, kakak iparnya dan juga keluarga dari Aditya hanya ditanggapinya dengan sebuah senyuman palsu.


Dan terakhir adalah ucapan dari sang wanita yang telah melahirkannya, yang saat ini tengah memeluknya dengan sangat erat dan sudah menangis sesenggukan.


"Sayang, Mommy tidak percaya bahwa kamu sudah menikah dan mempunyai seorang suami yang sangat luar biasa seperti Aditya. Bahkan mungkin di dunia ini tidak ada pria yang lebih baik darinya. Karena selain dia tampan, ahli ibadah, dia juga menghafal Al-Qur'an. Kamu beruntung sekali karena menikah dengan Aditya."


"Mulai sekarang belajarlah menjadi istri yang baik untuk suamimu Sayang! Kamu sudah tidak bisa lagi berbuat sesukamu, karena segala tingkahmu harus mendapatkan ijin dari suami. Jadi mulai sekarang jangan pernah pergi kemanapun tanpa meminta ijin pada suamimu!" ucap Qisya dengan posisi tangan yang masih mengusap lembut punggung putrinya.


Merasa bosan dengan perkataan dari sang Mommy, membuat Queen hanya diam membisu tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Tentu saja dirinya merasa sangat capek menanggapi perkataan dari wanita yang masih terisak itu.


Queen malah mendekatkan wajahnya untuk berbisik pada sang Mommy, "Mom, kapan kita pulang? Aku sangat risih dengan semua yang melekat pada tubuhku ini, apalagi sanggul ini. Aku ingin segera mengakhiri ini, aku ingin melepaskan semua pakaian ini yang membuatku sangat gerah. Apakah aku boleh pulang duluan ke Mansion Mom?"

__ADS_1


Qisya melepaskan pelukannya dan mulai menatap ke arah putri satu-satunya itu, "Kamu tidak perlu kembali ke Mansion, Sayang! Akan tetapi, kalian akan langsung menginap di hotel Raharja. Anggap saja itu akan menjadi bulan madu kalian, semua pihak hotel sudah mempersiapkan semuanya untuk kalian. Kamu bisa pergi sekarang juga jika kalian mau?"


Queen hanya bisa tersenyum kecut mendengar kata yang paling tidak disukainya, yaitu kata bulan madu.


Bulan madu apaan, yang ada aku malah akan melemparkan menantu kesayangan kalian itu ke dasar laut terdalam jika sampai dia berani macam-macam padaku nanti saat di hotel.


Setelah mengeluarkan kata-kata yang menurutnya tabu untuk dibicarakan, Qisya beralih menatap ke arah menantunya. "Aditya, temani istrimu untuk bersiap pergi ke hotel Raharja! Queen sudah merasa sangat risih dengan kebaya pengantinnya dan juga sanggul di rambutnya.


Aditya menganggukkan kepalanya, "Baik Ma, aku akan mengantarkan istriku ke Mansion!"


Abymana langsung berjalan mendekati menantunya, "Kalian berdua tidak akan pulang ke Mansion, tapi hotel Raharja sudah menyiapkan layanan khusus di ruang Presidential suite room untuk pasangan pengantin baru. Jadi kalian berdua langsung ke hotel Raharja saja!"


Sontak perkataan dari mertuanya tersebut membuat Aditya merasa sangat terkejut, karena dirinya sama sekali tidak pernah menyangka jika akan menginap di hotel bersama wanita yang sudah sah menjadi istrinya tersebut.


Ya Allah ... kuatkan imanku, jangan sampai aku berbuat kurang ajar pada Queen nanti saat kami berada di dalam kamar hotel. Aku tidak ingin khilaf dan memaksa Queen untuk melayaniku. Meskipun aku merasa sangat yakin bahwa aku bisa menahan diri, tapi aku tidak yakin apakah aku bisa terbebas dari godaan syetan.


"Baiklah Pa, aku akan membawa istriku ke hotel Raharja. Ayo kita pergi Queen, tapi sebelum itu kita berpamitan kepada ayah dan juga semuanya.


Queen yang tidak bersuara, mendengar perkataan dari perkataan dari pria yang sudah mulai sibuk berpamitan pada semua orang termasuk sang mertuanya. Dan dirinya pun mengikuti perbuatan Aditya dengan mencium punggung tangan semua orang, terutama pada sang mertuanya.


"Ayah kami pergi dulu, nanti kami akan kembali lagi setelah saya sudah mengganti kebaya pengantin dan juga melepaskan sanggul di rambut saya. Rasanya benar-benar sangat tidak nyaman."


"Boby Syaputra refleks menggelengkan kepalanya, "Tidak perlu kembali ke sini Nak! Kalian nikmati saja waktu kalian berdua sebagai pengantin baru."


Lagipula di sini pun sudah ada orang yang menemani Ayah, jadi kalian tidak perlu memikirkanku. Karena itu akan menjadi beban bagi Ayah nanti."


Aditya menyahuti perkataan dari sang Ayah, "Baiklah Yah, aku akan menuruti perkataan Ayah. Kalau begitu Ayah jaga diri baik-baik! Kami pergi dulu!"


Semua orang hanya menganggukkan kepalanya dan juga mengibaskan tangannya untuk menyuruh pasangan pengantin baru itu segera meninggalkan ruangan tersebut.


Akhirnya Aditya dan Queen mulai berjalan keluar setelah sebelumnya menganggukkan kepalanya. Dan terlihat Queen sedang berjalan lambat, akhirnya dirinya mulai melangkahkan kakinya untuk berjalan lebih cepat lagi. Karena merasa sangat risih dengan bawahan yang sangat menyiksanya itu.


Aditya yang daritadi memperlambat langkah kakinya untuk bisa menyesuaikan langkah kaki Queen, kini mulai menoleh ke arah istrinya tersebut.


"Queen, sepertinya kamu sangat kesusahan berjalan. Apa kamu mau aku menggendongmu sampai ke parkiran?"


Sontak saja perkataan dari Aditya membuat Queen membulatkan kedua matanya, "Apa kamu bilang, menggendongku? Apa kamu langsung besar kepala setelah masuk ke dalam keluarga Raharja? Karena itulah kamu merasa berhak padaku setelah Ijab Qabul ini. Begitu bukan? Jangan pernah berpikir untuk bisa melakukan apa yang dikatakan oleh keluargaku tadi!"


"Karena tidak ada yang berubah diantara kita, pernikahan palsu ini akan segera berakhir setelah pria yang sangat aku cintai menerimaku!!"


Aditya yang mendengar kalimat kasar dari istrinya tersebut hanya bisa beristighfar di dalam hati untuk menenangkan diri.

__ADS_1


*Astaghfirullah ... Astaghfirullah ... sabar Aditya. Ini adalah ujian pertama untuk rumah tanggamu. Ini adalah sebuah tugas berat untukmu, karena harus bisa mengubah Queen yang arogan menjadi seorang istri yang patuh pada suamii.


Bersambung* ...


__ADS_2