
Queen sudah terlihat sangat cantik dengan memakai gaun panjang berwarna hitam, tidak lupa riasan tipis di wajahnya semakin membuatnya terlihat mempesona. Sedangkan Aditya dari tadi hanya mengamati sang istri yang sedang sibuk di depan cermin.
Sejatinya, dirinya merasa sangat tidak rela jika ada yang melihat kecantikan sang istri. Namun, ia tidak ingin membuat wanita yang sudah mulai membuka hatinya itu kembali marah lagi padanya. Sehingga ia hanya ingin mengikuti semua keinginan dari sang istri, agar tidak memperkeruh suasana hati wanita yang sangat dicintainya.
Queen berjalan mendekati Aditya dan memperlihatkan penampilannya. "Bagaimana penampilanku hari ini?"
"Kamulah makhluk Tuhan yang sangat sempurna yang tercipta hanya untukku, Queen."
"Astaga, aku bertanya padamu bagaimana penampilanku. Bukan untuk mengeluarkan bualanmu yang konyol itu. Apa tadi, makhluk sempurna? Lebay tahu ngga!" ucap Queen dengan bibir mengerucut.
Aditya lama-lama menggemaskan sekali sih. Di balik seorang pria yang alim, terdapat sifat perayu ulung. Ternyata dia pandai menggombal rupanya. Apa dia bilang tadi, makhluk Tuhan yang paling sempurna? Aku suka ... aku suka ... aku suka.
"Aku benar-benar jujur dan tulus dari hatiku Queen, percayalah pada suamimu ini. Ayo, sekarang kita turun dan berangkat naik motor!"
Aditya mengarahkan tangannya pada wanita yang berada di depannya dan menunggu hingga sang istri menyambut uluran tangannya. Dan seperti yang diharapkannya, Queen mulai memberikan tangannya. Kemudian keduanya berjalan keluar dari kamar hotel.
Selama berjalan, Queen menahan senyumnya agar tidak sampai mengeluarkan senyumannya. Sejujurnya dirinya saat ini ingin tersenyum, namun dengan sekuat tenaga ia menahan diri.
Tahan ... tahan, jangan sampai kamu kebablasan Queen. Nanti Aditya jadi kegeeran lagi. Aku harus bersikap elegan karena aku adalah seorang nona muda, jadi harus berhati-hati dalam bersikap maupun berekspresi.
Beberapa saat kemudian, Aditya dan Queen sudah berada di area baseman di mana tempat parkir motor yang baru saja dibeli beberapa saat yang lalu oleh para pengawal. Dua orang pengawal berjalan mendekati sang majikan dengan membawa jaket dan helm couple.
"Ini pesanan Anda Tuan muda!" Menyerahkan barang di tangannya.
"Terima kasih," ucap Aditya yang langsung memakai jaket berwarna hitam dan juga helm yang bewarna putih.
Sedangkan Queen yang dari tadi mengamati dua barang yang sama itu, membuatnya mengerutkan keningnya.
"Kamu meminta pengawal untuk membeli barang couple?”
'Astaga, Aditya ternyata mempunyai banyak kejutan-kejutan yang membuatku merasa seperti dimanjakan oleh pacar. Astaga, aku sudah seperti ABG yang baru jatuh cinta saja. Apalagi Aditya sangat mengerti semua yang belum pernah aku rasakan.' Batin Queen.
__ADS_1
"Iya, semoga kamu menyukainya. Biar orang-orang yang melihat kita bisa mengikutinya."
"Mengikuti apa?"
"Mengikuti keromantisan kita ini!" Aditya mengambil helm yang ada di atas motor, lalu mulai memakaikannya ke atas kepala Queen.
Queen hanya diam saja dan membiarkan Aditya memakaikan helm berwarna senada dengan yang dipakai olehnya. Kemudian tidak lupa dengan jaket berwarna hitam yang ada di atas motor matic berwarna putih itu.
"Jadi seperti ini ya rasanya memakai helm? Seumur-umur, baru kali ini aku memakainya. Sepertinya akan sangat menyenangkan dan juga kita terlihat sangat ro ...."
Queen tidak melanjutkan perkataannya karena merasa sangat malu. Kemudian dirinya mulai meraih jaket itu dan memakainya.
"Kenapa tidak kamu lanjutkan bilang romantisnya?" tanya Aditya yang sudah membenarkan posisi jaket yang dipakai sang istri dan mulai menarik resletingnya sampai ke atas. "Karena kita mau angin-anginan, jadi harus memakai jaket agar kamu nanti tidak masuk angin."
"Aku sangat khawatir dengan keadaanmu, karena kamu belum pernah naik motor kan?"
"Kamu pikir aku adalah wanita lemah yang sakit-sakitan? Hingga kamu berpikir aku akan masuk angin hanya gara-gara naik motor? Aku bukan anak kecil dan sangat kuat. Jadi, tidak perlu merasa khawatir padaku! Dasar lebay!" ucap Queen yang berpura-pura kesal.
"Benarkah aku lebay? Padahal niatku baik. Ya sudah, aku minta maaf kalau aku lebay padamu!" ucap Aditya yang sudah naik ke atas motor berwarna putih itu. "Ayo Istriku, cepat naik! Kita berangkat sekarang, nanti kita terlambat."
"Sudah berapa kali kamu minta maaf? Aku sudah bosan mendengarnya. Ini aku bagaimana naiknya? Aku pakai gaun panjang lagi!" Queen merasa sangat kebingungan untuk naik ke atas motor.
"Mau aku naikin?" Aditya menoleh ke arah belakang.
"Aku tanya bagaimana naiknya, bukan menyuruhmu menaikkan aku ke atas motor!" ucap Queen yang sudah bersungut-sungut.
Tunggu ... apa dia bilang tadi? Mau aku naikin? Kenapa otakku langsung traveling kemana-mana ya? Astaga, pergilah dari pikiranku otak mesum.
"Karena kamu memakai dress, naik saja seperti para ibu-ibu yang sedang pergi ke acara resepsi pernikahan."
"Seperti apa?"
__ADS_1
Aditya turun dari motor dan menunjukkan bagaimana caranya dengan memberikan contoh naik ke atas motor bagian belakang.
"Begini Sayang! Nanti kamu berpegangan padaku agar tidak sampai terjatuh. Apa kamu sudah mengerti Sayang?"
"Sayang ... sayang, sayang kepalamu peyang? Baiklah, aku mengerti! Ayo, kita berangkat!"
Iya, panggil aku sayang saja. Aku suka ....
Aditya kembali naik ke atas motor dan mulai menyalakan mesin dan menstater motor. Menunggu sampai sang istri naik di belakangnya. "Aku harus memanggilmu sayang nanti di depan kawan-kawanku. Tidak mungkin aku memanggilmu Queen kan? Lalu kamu nanti mau memanggilku apa?"
Queen langsung naik ke atas motor matic itu dan berpegangan pada pinggang kokoh Aditya. "Aku belum memikirkannya, memangnya aku harus memanggilmu apa? Suamiku? Sayangku? Abi? Husband? Apa lagi ya biasanya panggilan orang-orang?"
"Hubbiy saja! Tapi bukan Hubby!" ucap Aditya.
Queen mengerutkan keningnya. "Apa maksudmu mengatakan sebutan yang sama?"
Aditya menggelengkan kepalanya dan mulai menerangkan sesuatu yang diketahuinya. "Berbeda Queen. Kalau Hubby dalam bahasa Indonesia itu artinya suami, tapi Hubbiy berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata al-hubb. Al-hubb adalah sebuah ism (kata benda) yang berarti cinta."
"Jika Al (Alif Lam) diawal kata benda tadi dihilangkan, dan ditambah huruf ya di akhir kata tersebut, maka menunjukkan kata ganti kepunyaan untuk saya. Maka hubbiy, karena terdapat akhiran "iy" yang berarti menunjukkan kepemilikan, maka hubbiy berarti cintaku."
Queen memijat pelipisnya begitu mendengar penjelasan panjang lebar dari Aditya. "Bisa tidak, kamu katakan pada intinya saja!"
Aditya seketika terkekeh mendengar kekesalan dari Queen. "Intinya ini Sayang, Hubbiy dalam bahasa Arab berarti orang yang aku cintai. Jadi kata Hubby dan Hubbiy adalah berbeda walau pada penggunaannya sama-sama menunjukkan kecintaan. Hubby untuk suami dan Hubbiy untuk orang yang dicintai."
"Bagaimana? Kamu mau memanggilku Hubby atau Hubbiy?" tanya Aditya dengan tatapan penuh dengan sorot pertanyaan.
"Padahal itu kalau di dengarkan sekilas sama, cuma penulisannya yang agak berbeda. Akan tetapi, aku lebih suka memanggilmu ...."
Suami atau orang yang dicintai?" sahut Aditya yang sudah merasa sangat penasaran.
"Ehm ...."
__ADS_1
TBC ...