
Dave saat ini tengah berada di dapur untuk membuat salad buah yang diminta oleh Sabrina. Ia yang tadi diberitahu oleh mertuanya tentang cara-cara membuat salad buah, kini tengah memotong kecil-kecil buahnya sebelum diberikan mayonaise dan susu serta parutan keju. Sebenarnya ia merasa sangat mengantuk, tetapi karena tidak ingin membuat sang istri mengamuk lagi karena tidak dituruti mengidamnya, sehingga membuat salad tengah malam buta di dapur.
Selama beberapa menit, ia berkutat dengan pekerjaannya. Setengah jam kemudian, ia pun telah selesai dan menyimpan salad buah ke mesin pendingin.
"Akhirnya selesai juga. Semoga saat terbangun nanti, istriku tidak marah lagi." Dave menatap ke arah jarum jam di dinding yang saat ini menunjukkan waktu pukul 00.15 WIB.
"Nasib ... nasib, mimpi apa aku semalam. Ternyata begini nasib buruk seorang suami yang menghamili istrinya sendiri. Pusing dan bikin puyeng. Menghamili istri sendiri saja buat stres. Apa kabar orang-orang yang menghamili istri orang. Apa mereka tidak gila? Astaga, kenapa aku malah memikirkan hal konyol itu. Dasar bodoh."
Dave berkali-kali menepuk jidatnya saat menyadari kebodohannya. Dengan langkah kaki panjangnya, ia berjalan ke arah anak tangga dan langsung menuju ke kamar untuk segera merehatkan tubuhnya yang sangat penat setelah seharian berkutat dengan pekerjaan di kantor dan juga membantu sang istri di rumah.
Tentu saja ia mencium kening Sabrina, juga putranya yang memiliki wajah sangat mirip dengan wanita yang sangat dicintainya. "Istriku saat seperti ini, terlihat seperti wanita yang normal. Akan tetapi, saat ia mengomel dan marah-marah, terlihat seperti makhluk astral. Sangat menakutkan, lirih Dave yang saat ini tengah berdiri menjulang di sebelah sang istri.
Dengan tidak berkedip, ia mengamati wajah cantik Sabrina yang terlihat seperti bayi tanpa dosa. Sangat damai saat tertidur dengan pulas.
Dengan sangat berhati-hati, agar tidak mengganggu tidur istri dan putrinya, ia naik ke atas ranjang dan mulai memejamkan kedua matanya. Karena merasa sangat capek, tidak membutuhkan waktu lama karena beberapa saat kemudian, ia pun sudah terlelap dalam lautan mimpi.
Karena sangat lelah dan mengantuk, membuat Dave melupakan nasi goreng yang tadi ia beli. Satu jam telah berlalu, terlihat sebuah pergerakan dari Sabrina yang terlihat memegangi perutnya. Menyadari bahwa dirinya sangat mual, refleks ia buru-buru turun dari ranjang dan berlari ke arah kamar mandi untuk memuntahkan semua isi perutnya.
Dengan posisi masih berjongkok di dekat toilet, Sabrina yang sudah tidak bertenaga, masih memegangi perutnya. "Astaga, rasanya lemas sekali. Rasanya aku tidak kuat berjalan."
Sabrina yang tengah memijat pelipisnya, berteriak untuk memanggil sang suami, agar membantunya. Karena ia merasa tidak kuat untuk berjalan.
__ADS_1
"Sayang ... Sayang!"
Tidak ada jawaban saat ia berteriak-teriak. Karena merasa geram, ia kembali berteriak untuk memanggil sang suami yang masih tidak bangun juga. Hingga beberapa kali ia memanggil, sosok pria yang dipanggilnya, kini sudah berada di hadapannya dengan tangan yang masih mengucek matanya.
Dave yang terbangun dari tidurnya karena mendengar suara teriakan dari Sabrina, berjenggit kaget dan melihat sang istri tidak berada di atas ranjang. Sehingga ia yang masih merasa sangat mengantuk, buru-buru berjalan ke arah kamar mandi untuk memeriksa. Karena merasa sangat khawatir dengan keadaan sang Sabrina.
"Sayang, kamu muntah lagi?"
Hanya sebuah anggukan kepala yang ditunjukkan oleh Sabrina karena ia seperti tidak mempunyai tenaga lagi karena merasa sangat lemas.
Dave yang melihat wajah pucat dari Sabrina, refleks langsung membungkuk untuk menggendong tubuh seksi itu dan membawanya kembali ke atas ranjang.
"Apa kamu membutuhkan sesuatu, Sayang? Biar aku yang buatkan. Oh ya, salad buah yang kamu minta ada di kulkas. Apa aku ambilkan, sekarang?" tanya Dave setelah membaringkan tubuh ramping Sabrina di ranjang.
Refleks Dave langsung menelan salivanya melihat tubuh setengah telanjang sang istri. "Astaga, sudah susah payah aku menahan gairah dari tadi, malah sekarang dipancing oleh istriku. Mana, aku tidak bisa menyentuhnya. Sial ... sial, aku benar-benar sangat tersiksa," gumam Dave di dalam hati.
Akhirnya dengan berkali-kali menelan salivanya dan menahan sekuat tenaga gairahnya, Dave mengusapkan minyak angin di punggung putih mulus yang terekspos jelas di depannya. Kepala atas bawah yang berdenyut, membuatnya merasa sangat frustasi karena tidak bisa melakukan pelepasan saat istri sedang hamil muda.
********
Suasana hingar bingar di sebuah club' malam dengan lampu remang-remang dan suara musik dari DJ yang merupakan wanita seksi, berdiri di barisan terdepan sambil menggerakkan tubuhnya. Saat semua orang terlelap dalam alam bawah sadarnya, tetapi tidak berlaku di club' yang terdengar sangat riuh dengan suara musik.
__ADS_1
Banyak kaum pria dan wanita yang tengah berdiri di bawah lampu remang-remang, menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik remix yang melengkapi suasana klab malam tersebut. Seolah semua orang yang ada di ruangan tersebut sama sekali tidak memperdulikan bahwa waktu saat ini sudah hampir beranjak pagi dan hanya memikirkan sebuah kesenangan dalam dunia malam.
Terlihat seorang pria dengan pahatan sempurna yang saat ini tengah duduk di depan bartender, sibuk menikmati minumannya. Pria yang tak lain adalah Reynaldi, berhasil mencuri perhatian dari para wanita cantik yang ada di klab malam tersebut. Namun, sudah beberapa kali wanita yang datang mendekat, sama sekali tidak ia perdulikan.
Hari ini, Reynaldi ingin minum sepuasnya untuk merayakan kebebasannya. Bukan bersama dengan para sahabatnya, tetapi ia lebih memilih sendiri. Merasa sangat kesal karena para sahabatnya menjauhinya setelah tahu ia dipenjara. Tidak ada satu pun teman baiknya yang menjenguk saat berada di dalam penjara.
Sehingga ia merasa tidak membutuhkan teman karena sangat membenci mereka. Seperti saat ini, ia pun merasa muak dengan para wanita yang saat ini mendekatinya. Tentu saja ia langsung mengusir beberapa wanita cantik yang berusaha mendekatinya. Entah sudah berapa lama ia duduk di tempatnya dengan menikmati minuman beralkohol yang sudah memabukkannya.
Namun, saat ini, ia tengah memegang ponselnya dan memencet tombol panggil pada kontak wanita jalang. "Wanita itu harus menerima pembalasanku."
Reynaldi menunggu panggilannya dijawab, tetapi sama sekali tidak mendapatkan jawaban. Sehingga ia yang merasa sangat kesal, mengumpat beberapa kali. "Wanita jalang itu pasti sudah enak-enak tidur tanpa memikirkan apapun. Lihat saja nanti, aku tidak akan membiarkan hidupmu tenang."
Reynaldi melihat ponselnya untuk memeriksa waktu. Namun, ada seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang. Ia langsung menghempaskan tangan itu dan menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang mengganggunya.
"Jangan sentuh aku!"
"Tuan Rey, saya disuruh tuan besar untuk menjemput Anda. Karena ini sudah hampir pagi, tuan dan nyonya besar sangat mengkhawatirkan Anda," ucap pria paruh baya yang tak lain adalah supir pribadi keluarga Reynaldi.
Reynaldi hanya tertawa dan meracau tidak jelas karena efek mabuk dan beberapa saat kemudian, ia kehilangan kesadarannya saat hampir terjerembab di lantai saat pingsan.
Sang supir yang melihat majikannya hampir terjatuh, langsung menahan tubuh tegap yang mempunyai tinggi badan melebihi dirinya. Karena kesusahan membawa majikannya, ia meminta bantuan dari orang-orang untuk membantu membawa Rey ke mobil.
__ADS_1
TBC ...