Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Keong racun


__ADS_3

Queen sudah berada di dalam pesawat pribadi Raharja Airline yang akan membawa mereka berdua terbang ke Bali untuk honeymoon. Keduanya terlihat duduk bersebelahan dan 2 pramugari yang berada di pesawat langsung melayani sang Nona muda dan suaminya dengan menawarkan makanan serta minuman dengan ciri khasnya yang menampilkan senyuman manis dan sikap penuh ramah tamah.


Saat Aditya sibuk mengamati pemandangan indah di dalam kabin pesawat yang terlihat sangat mewah itu, membuatnya tidak berhenti mengucap syukur di dalam hati atas apa yang dilihatnya dan ia dapatkan setelah menikah dengan seorang nona muda keluarga Raharja.


Subhanallah ... semua kemewahan ini belum pernah aku rasakan seumur hidupku. Bahkan naik pesawat pun aku baru pertama kali, tapi sudah naik pesawat pribadi yang terlihat sangat mewah ini. Lindungilah aku Tuhan, agar aku tidak takabur dan sombong. Karena aku sangat takut jika sampai aku terbuai dengan semua kemewahan ini dan lupa diri.


Lamunan Aditya buyar seketika saat lengan kekarnya digerakkan oleh sang istri yang terlihat pucat.


Queen merasa perutnya seperti diaduk-aduk dan sangat mual. Bahkan bulu kuduknya langsung meremang saat merasa badannya tidak enak.


"My hubbiy, aku pusing dan mual. Tidak mungkin kan aku langsung hamil gara-gara perbuatanmu semalam? Rasanya aku mau muntah!"


Raut kekhawatiran nampak jelas di wajah Aditya begitu mendengar keluhan dari sang istri. Lalu, ia mulai memegang kening Queen untuk memastikan apakah suhu tubuhnya naik.


"Badanmu hangat dan tidak panas. Mana mungkin sehari berbuat langsung hamil keesokan harinya. Kamu adalah seorang dokter, tapi bisa-bisanya mempunyai pikiran lucu seperti itu. Sepertinya aku tahu kenapa kamu seperti ini."


"Aku tadi hanya asal bilang saja, tapi dari tanda-tanda yang aku rasakan seperti seorang wanita yang hamil di trimester pertama saja. Memangnya apa yang kamu tahu?" tanya Queen yang terlihat sangat penasaran.


"Ini gara-gara kamu tadi keras kepal ingin naik motor saat pergi ke Bandara, Sayang. Sekarang kamu masuk angin kan jadinya. Ini lah akibatnya kalau tidak mau menuruti perintah dari suami dan keras kepala. Lebih baik kamu istirahat saja!"


Aditya menepuk pundaknya. "Bersandarlah di pundakku dan pejamkan matamu! Lagipula perjalanannya lumayan lama kan?"


Queen menganggukkan kepalanya dan mulai merebahkan kepalanya di pundak sang suami. "Lumayan lah, sekitar 2 jam. Baiklah, lebih baik aku tidur dulu. Akan tetapi, nanti saja!"


"Kenapa nanti? Bagaimana jika nanti kamu muntah-muntah? Karena biasanya kalau masuk angin itu kalau belum muntah atau di kerokin belum enteng. Akan tetapi, aku tidak mau kamu sampai muntah-muntah, karena itulah aku menyuruhmu untuk tidur, Sayang!" Aditya mengusap lembut rambut panjang Queen yang bersandar di pundaknya.


"Kamu pasti jijik jika aku sampai muntah-muntah kan? Dasar suami menyebalkan!" Queen yang merasa sangat kesal akan perkataan dari sang suami, langsung bangkit dari kursi pesawat setelah melepaskan sabuk pengaman.

__ADS_1


"Astaghfirullah, bukan seperti itu, Sayang! Aku bisa menjelaskan alasannya." Aditya melakukan hal yang sama, yakni melepaskan sabuk pengaman dan berjalan mengikuti sang istri yang sudah masuk ke dalam sebuah ruangan.


Bisa dilihatnya ruangan itu penuh dengan berbagai furniture lengkap berkualitas tinggi dan terdapat sebuah ranjang berukuran sedang di mana sang istri sudah berbaring di sana dengan posisi membelakanginya.


Perlahan ia mendekat dan mendaratkan tubuhnya di belakang Queen. "Sayang, aku tidak bermaksud untuk bilang jijik saat kamu muntah. Karena jika kamu sampai muntah-muntah, tubuh kamu pasti akan lemah dan lemas seolah tidak bertenaga."


"Hanya itu saja alasanku. Apa kamu mau dikerokin? Kalau orang-orang kalangan bawah sepertiku, selalu kerokan. Karena kalau belum kerokan, tidak akan cepat sembuh. Bagaimana, apa kamu mau mencobanya?"


Mendengar kata asing yang tidak pernah didengarnya, refleks membuat Queen langsung menoleh ke arah sang suami yang masih menatapnya.


"Apa katamu, kerokan? Apa itu?"


"Aku akan mengerok tubuhmu bagian belakang, punggung dan leher dengan minyak angin untuk mengeluarkan angin yang ada di tubuhmu. Kamu sekarang masuk angin, jadi anginnya harus segera dikeluarkan dengan cara menggaruk-garuknya menggunakan uang koin. Bagaimana, kamu mau?"


"Perkataanmu tadi sangatlah konyol karena dalam dunia kedokteran tidak mengenal kalimat kerokan. Aku tidak mau, nanti kamu jadi macam-macam padaku. Bukankah aku harus melepaskan pakaianku di depanmu saat kamu melakukan itu?" Queen menatap menelisik ke arah pria yang terlihat sedang geleng-geleng kepala mendengar ucapannya.


Queen langsung berdecih kesal begitu mendengar kalimat bernada sindiran dan ejekan dari pria yang merupakan suaminya tersebut. Meski di dalam hatinya, ia membenarkan perkataan dari pria yang masih sibuk mengusap lembut keningnya.


"Jadi, kamu ingin bilang kalau aku lah yang salah karena kegatelan menggodamu? Begitu? Awas saja jika kamu sampai menyentuhku, aku akan langsung menendangmu! Keluar sana! Jangan mendekatiku!" Queen mengibaskan tangannya seolah ingin mengusir pria yang membuatnya merasa sangat kesal karena malu.


Meskipun jauh di lubuk hatinya ia membenarkan semua perkataan dari pria yang merupakan suaminya tersebut. Namun, tentu saja ia merasa sangat malu dan gengsi untuk mengakuinya.


Awas saja kalau kamu sampai beneran pergi dan meninggalkanku di sini sendirian. Aku beneran nggak akan kasih jatah nanti meskipun kamu memohon padaku. Akan tetapi, memangnya aku bisa tahan jika lama marahan padanya?


Tanpa menjawab perkataan dari Queen yang mengusirnya, Aditya bangkit dari ranjang dan melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan kamar pribadi di dalam pesawat itu tanpa menoleh ke belakang.


Sementara itu, Queen langsung bangkit dari posisinya yang dari tadi berbaring miring. Kini, ia sudah duduk di pinggir ranjang dan mulai mengumpat dengan penuh kekesalan.

__ADS_1


"Astaga, kenapa My hubbiy malah pergi sih! Nggak ngerti banget kalau aku tadi cuma bercanda saja. Bikin kesal saja. Harusnya dia merayuku dan tidak meninggalkan istrinya yang sedang sakit, bukan? Dasar suami tidak peka yang menyebalkan. Aaaarrhh ... kesel ... kesel ... kesel!"


Queen berkali-kali meninju ranjang empuk itu dengan tangannya yang sudah dikepalkan. Bahkan raut wajahnya sudah berubah merah karena merasa sangat emosi. Tidak berhenti sampai di situ saja, karena dirinya sudah mengacak frustasi rambutnya hingga berantakan.


"Harusnya dia memijatku, bukan meninggalkanku," ucap Queen dengan merengut.


Sementara itu, Aditya yang baru saja keluar dari kamar pribadi itu langsung menghampiri wanita yang tak lain adalah pramugari yang melayani para pengawal. Kemudian dirinya mulai mengungkapkan pertanyaannya.


"Nona, bisa buatkan saya minuman hangat untuk masuk angin? Istriku sedang masuk angin. Jadi, butuh sesuatu yang hangat-hangat."


"Baik Tuan muda, akan saya buatkan. Apa ada lagi yang Anda butuhkan?" tanya pramugari cantik dengan name tag Sisy.


"Ehm ... apakah ada minyak angin? Mungkin bisa cepat menyembuhkan masuk angin istriku. Juga obat untuk masuk angin kalau ada!"


"Akan saya ambilkan Tuan! Anda bisa menunggunya di sini!"


Baru saja sang pramugari menutup mulutnya, indera pendengarannya bisa menangkap suara teriakan dari sang nona muda yang terdengar seperti orang yang sedang murka. Dan bisa dilihatnya wanita cantik itu sudah menatapnya dengan sangat tajam, seolah ingin memangsanya sampai habis.


Queen yang dari tadi kesal di dalam kamar yang berada di pesawat, langsung berjalan keluar untuk menyuruh sang suami agar kembali. Niatnya adalah agar suaminya memijatnya, karena dirinya benar-benar merasa sangat pusing dan tidak enak badan.


Namun, saat dirinya baru saja keluar dari sana, pemandangan di depan matanya membuatnya merasa sangat murka. Karena suami yang dicarinya malah terlihat tengah berduaan dengan pramugari.


"Apa yang sedang kau lakukan pramugari murahan!" pekik Queen yang langsung berjalan cepat menghampiri suaminya dan pramugari.


Kilatan amarah tampak jelas dari wajahnya. "Mulai sekarang kamu dipecat! Jangan pernah lagi menampakkan wajah burukmu itu di hadapanku! Atau aku akan menghabisi nyawamu sekarang juga!"


Sial ... baru beberapa menit My hubbiy meninggalkan aku, sudah ada keong racun yang berusaha meracuninya. Aku tidak akan membiarkan ini terjadi. Jadi, aku harus menjaga My hubbiy dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kecolongan dan muncul banyak keong racun dalam rumah tangga kami.

__ADS_1


TBC ...


__ADS_2